<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540</id><updated>2011-12-21T13:55:33.485+08:00</updated><title type='text'>Satria Madangkara</title><subtitle type='html'>Reflections of Life</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-2102915100171312089</id><published>2011-10-15T11:50:00.000+08:00</published><updated>2011-10-15T11:50:28.194+08:00</updated><title type='text'>Batas Negara RI, Antara Potensi Versus Lemahnya Diplomasi</title><content type='html'>&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Salam Bhineka Tunggal Ika!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara sekalian yang berbahagia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-4Hi6OI_Aj8w/TpkCxjeQ-KI/AAAAAAAAARI/BLjHVVpw3Qw/s1600/nkri.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-4Hi6OI_Aj8w/TpkCxjeQ-KI/AAAAAAAAARI/BLjHVVpw3Qw/s1600/nkri.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada kesempatan ini, saya mencoba menyikapi seringnya Indonesia "terganggu" oleh masalah perbatasan negara. Namun sebelum itu, mari kita coba urai apa yang dimaksud dengan "perbatasan negara". Dalam definsi yang berhubungan dengan "Perbatasan" yang termuat dalam website bapenas.go.id, disebutkan bahwa perbatasan negara adalah&lt;em&gt; &lt;/em&gt;wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbatasan  dengan negara lain, dan batas-batas wilayahnya ditentukan peraturan  perundang-undangan yang berlaku. Sedangkan yang dimaksud dengan garis batas antar negara adalah&lt;em&gt;&amp;nbsp;&lt;/em&gt; suatu garis yang memisahkan wilayah kedaulatan dan yurisdiksi satu  negara dengan negara lain yang berbatasan, baik itu yang letaknya  berhadapan (&lt;em&gt;opposite&lt;/em&gt;) maupun berdampingan/berdekatan (&lt;em&gt;adjacent&lt;/em&gt;)&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya,Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara maritim telah mendapatkan pengukuhan statusnya dengan Hukum Laut Internasional 1982 (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS 1982). Dengan demikian NKRI telah mendapat jaminan atas hak-haknya sebagai negara maritim, namun juga dituntut untuk melaksanakan kewajiban dan tanggungjawabnya di laut terhadap dunia (pelayaran) Internasional. Berkah yang diberikan UNCLOS 1982 ini sepatutnya kita syukuri, karena Indonesia-lah negara yang paling diuntungkan, mengingat NKRI adalah negara maritim yang memiliki wilayah perairan terluas, lebih luas dari wilayah daratan (3x luas daratan :&lt;br /&gt;luas daratan 2.027 km2, luas perairan 6.184.280 km2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;UNCLOS 1982 merupakan Hukum dasar/pokok di bidang kelautan telah mengatur rejim-rejim hukum laut yang selama + 25 tahun diperjuangkan Indonesia, yaitu ketentuanketentuan tentang : perairan pedalaman (inland waters), perairan kepulauan (Archipelagic waters), laut wilayah/teritorial (Territorial waters), landas kontinen (Continental Shelf), zona ekonomi eksklusif (ZEE) dan zona tambahan. Dalam UNCLOS tersebut memuat ketentuan/ peraturan tentang bagaimana menentukan titik pangkal (base points), garis pangkal (base lines) dan ketentuan jarak serta cara-cara penentuan setiap rejim perairan.6 Sebagai konsekwensi dari adanya rejim Hukum Laut Internasional (HLI), Indonesia dihadapkan pada beban tugas yang berat yaitu mengelaborasi dan menjabarkan HLI ini untuk kepentingan sendiri dan untuk pengaturan lalulintas laut internasional yang cukup padat (karena kedudukan wilayah NKRI yang strategis) serta melaksanakan perundingan dengan negara-negara tetangga untuk menentukan batas perairan, semua itu perlu dilakukan dalam rangka penegakan wilayah kedaulatan NKRI. (&lt;strong&gt;Kol. CTP Drs. Umar S. Tarmansyah, dari Puslitbang Indhan Balitbang Dephan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan kawasan perbatasan darat dirasakan lebih berat dan lebih rumit. Penegasan garis batas (border lines) antara RI Malaysia di Pulau Kalimantan yang telah dikerjakan sejak 1975, sepanjang + 2004 km hingga saat ini belum tuntas diundangkan, karena ada permasalahan (perbedaan pandangan) pada sejumlah segmen batas yang belum disepakati. Demikian pula dengan perbatasan darat RI PNG di Papua (+ 715 km) dan RI Timor Leste di Pulau Timor (+ 150 km). Padahal keberadaan garis batas yang sudah sah secara hukum adalah sangat penting karena border lines ini merupakan prasarana utama penegakan wilayah kedaulatan negara sekaligus merupakan sarana perekat kesatuan bangsa. Penetapan batas wilayah negara di darat lebih sulit, karena menyangkut banyak faktor kendala yaitu :&lt;br /&gt;* Sumberdaya alam (SDA),&lt;br /&gt;* Kesamaan etnik penduduk, beserta tradisi masyarakat di bidang ekonomi, sosial,&lt;br /&gt;budaya dan agama/ kepercayaan,&lt;br /&gt;*Kondisi geografis/geomorfologis zona perbatasan dan&lt;br /&gt;*Perbedaan pandangan dari dua negara yang berbatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagaimanapun batas negara adalah sesuatu yang wajib adanya, karena menjadi satu persyaratan berdirinya sebuah negara yang menyebutkan adanya suatu wilayah yang pasti; yang tentunya jelas batas-batasnya. Bilamana batas yang legal/tetap belum dapat diwujudkan, paling tidak harus ada kesepakatan batas sementara (provisional&lt;br /&gt;arrangement). Tanpa adanya border lines, pelanggaran dan kejahatan yang terjadi di zona perbatasan akan sangat susah dicegah dan diberantas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Faktor-faktor Penyebab Lemahnya Kondisi Perbatasan Negara.&lt;br /&gt;a. Wilayah perbatasan jauh dari pusat pemerintahan, menyebabkan rentang kendali&lt;br /&gt;(span of control) dan pengawasan pemerintah terhadap wilayah perbatasan sangat lemah.&lt;br /&gt;b. Masih ada beberapa segmen batas (darat dan laut) yang bermasalah (belum ada&lt;br /&gt;kesepakatan kedua belah pihak). Sementara itu garis batas yang sudah ditegaskan diukur&lt;br /&gt;dan diberi patok batas juga belum ditetapkan secara hukum. 2&lt;br /&gt;c. Keterbatasan kemampuan dan kekuatan aparatur keamanan perbatasan&lt;br /&gt;menyebabkan lemahnya pencegahan, penangkalan dan pemberantasan aktivitas&lt;br /&gt;pelanggaran batas dan kejahatan yang terjadi di daerah perbatasan.&lt;br /&gt;d. Medan yang berat dan jauhnya kawasan perbatasan dari pusat-pusat pemerintahan serta permukiman penduduk, memberikan peluang yang besar terjadinya border crimes seperti : illegal logging/mining/fishing, human trafficking, penyelundupan senjata/narkoba/miras/sembako, illegal immigration, perompakan (piracy) dan lain-lain.&lt;br /&gt;e. Rendahnya kesadaran geografi maritim, sehingga masyarakat kita tidak memiliki kebanggaan atas wilayah perairan yang luas dan kaya sumberdaya. Hal ini terbukti dengan hanya sedikitnya penduduk Indonesia yang berkiprah/bermata pencaharian di laut.&lt;br /&gt;f. Lemahnya hukum dan peraturan perundang-undangan perbatasan. Hal ini tidak lepas dari belum absahnya (legal) garis batas negara karena peraturan perundangundangan tersebut, salah satu rujukan utamanya adalah garis batas negara yang sudah tetap/absah belum ada.&lt;br /&gt;g. Kevakuman aktivitas di kawasan perbatasan. Penduduk perbatasan yang sangat jarang menyebabkan rendahnya aktivitas penduduk bahkan pada kawasan pedalaman perbatasan darat dan kawasan perbatasan laut yang letaknya sangat jauh dari pulau-pulau berpenduduk sama sekali tidak ada aktivitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama puluhan tahun sejak kemerdekaan, masyarakat perbatasan hampir tidak mengalami kemajuan yang berarti, selama itu pula sebagai daerah khusus tidak ada program pembangunan khusus untuk meningkatkan keberdayaan kawasan perbatasan. Selama ini kawasan perbatasan diperlakukan sebagai daerah belakang (periphery areas).&lt;br /&gt;Itulah yang menyebabkan penduduk perbatasan kita khususnya di Kalimantan, Sulawesi dan Maluku, tingkat kesejahteraannya jauh lebih rendah daripada penduduk perbatasan Malaysia, Vietnam dan Filipina, yang mengalami tingkat kemajuan yang lebih pesat. Oleh karena itulah dapat dipahami kalau kawasan perbatasan kita baik di darat maupun di laut sering menjadi ajang kegiatan kriminal yang dari waktu ke waktu semakin marak. Hal ini dipengaruhi oleh posisi NKRI yang strategis sebagai wilayah perlintasan perdagangan antara Barat (Eropa) dan Timur (Asia Timur).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(sumber data: Puslitbang Indhan Balitbang Dephan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Antara RI &amp;amp; Malaysia, Apa &amp;amp; Siapa yang Berulah??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi semakin seringnya terjadi persinggungan/gesekan wilayah antara RI dengan negara tetangga Malaysia (kasus terkini di dusun Camar Bulan Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.), mengharuskan pemerintah RI harus bekerja ekstra keras sekaligus introspeksi ke dalam, analisis SWOT(strength, weakness, opportunity and threats), perlu dilakukan secara internal. Dengan merujuk faktor-faktor penyebab diatas plus political willingness yang kuat dari pemerintah RI, kedaulatan wilayah RI jangan sampai terus diganggu oleh negara-negara tetangga yang nakal.Malaysia, Singapore, Australia, Papua New Guinea adalah sederet negara tetangga yang sering gatal dan mengalahkan para diplomat Indonesia dalam diplomasi tentang wilayah NKRI. Negara-negara seperti yang saya sebutkan diatas tentu punya kepentingan tertentu demi keuntungan negaranya antara lain:&lt;br /&gt;a. Seiring dengan pertumbuhan penduduknya, mereka memerlukan tambahan wilayah/perluasan wilayah.&lt;br /&gt;b. Potensi Sumber Daya Alam(SDA) Republik Indonesia yang berlimpah yang membuat air liur negara tetangga mengalir sepanjang Bengawan Solo&lt;br /&gt;c. Lemahnya Diplomasi pemerintah RI dimanfaatkan oleh negara-negara tersebut dengan provokasi dan endorsement dari negara adikuasa sepertii AS dan Inggris(Malaysia, Australia, adalah negara persemakmuran Inggris)&lt;br /&gt;d. Buruknya sikap mental oknum pejabat RI dan oknum masyarakat RI yang demi uang tega menjual potensi SDA kita secara gelap(illegal logging, penjualan pasir/tanah ke Singapore, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah RI??&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mantan Wapres Jusuf Kalla dalam wawancara dengan Harian Republika: "Pemerintah didesak segera menyelesaikan masalah perbatasan dengan  Malaysia. Hal ini dikatakan mantan wakil presiden Jusuf Kalla. “Langsung  datang ke Malaysia. Lakukan pembicaraan antar kepala negara. Kita  bersahabat dengan Malaysia, kalau ada tindakan yang tidak menyenangkan  segera bicarakan,” ujarnya pada Republika Selasa (11/10). Kalla juga  mengingatkan bagaimana dulu pemerintah menyelesaikan kasus Ambalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalla  mengatakan daerah perbatasan memang rawan masalah. Perbaikan di segala  bidang memang diperlukan untuk perbatasan. Perhatian pemerintah pusat  diperlukan untuk penanganan daerah perbatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JK mengakui adanya  kesenjangan ekonomi di wilayah dusun Camar Bulan, Desa Temajuk,  Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. “Ke depannya banyak  yang harus dilakukan. Perbaikan ekonomi tertama. pos-pos penjagaan  perbatasan juga harus diperbaiki. Jangan sampai masyarakat kita di sana  tergantung sama negara tetangga,” kata JK.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(sumber republika.co.id)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu menurut Kol. CTP Drs. Umar S. Tarmansyah, Puslitbang Indhan Balitbang Dephan, dalam tulisannya yang berjudul :" POTENSI DAN NILAI STRATEGIS WILAYAH PERBATASAN NEGARA : PERMASALAHAN DAN SOLUSINYA, upaya-upaya untuk mengatasi peliknya masalah di perbatasan wilayah RI adalah dengan cara:&lt;br /&gt;1. Menambah jumlah dan meningkatkan kemampuan serta pemberdayaan aparat keamanan yang ditempatkan di wilayah perbatasan darat dan laut. Untuk kesatuan TNI misalnya melalui TMMD, Karya Bhakti dan Operasi Bhakti untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat guna menumbuhkan kesadaran bela negara serta&lt;br /&gt;rasa kebangsaan.&lt;br /&gt;2. Menuntaskan penyelesaian masalah penetapan garis perbatasan dan masalahmasalah krusial lainnya yang sering terjadi di kawasan perbatasan darat seperti para pelintas batas tradisional dari kedua negara, kolaborasi antara penduduk perbatasan dengan cukong-cukong dari negara tetangga untuk perbuatan jahat seperti illegal logging,&lt;br /&gt;illegal mining, human trafficking, smugling, dan lain-lain. Untuk perbatasan laut, melanjutkan kembali pertemuan bilateral guna menyelesaikan atau mencapai kesepakatan perbatasan laut kedua negara dan meningkatkan kegiatan patroli terkoordinasi dengan negara-negara tetangga.&lt;br /&gt;3. Menambah jumlah penduduk perbatasan terutama pada lokasi strategis, wilayah rawan kejahatan dan pulau-pulau terpencil. Penambahan ini dapat dilakukan melalui program transmigrasi atau relokasi penduduk dari wilayah perbatasan yang padat ke wilayah yang kosong namun cukup potensial untuk berkembang. Program transmigrasi yang disarankan adalah program transmigrasi pola PIR (Perkebunan Inti Rakyat) dan atau pola NIR (Nelayan Inti Rakyat) untuk daerah perbatasan pantai dan pulau-pulau terpencil. Dengan demikian, bersama-an dengan itu harus dibangun perusahaan inti&lt;br /&gt;perkebunan dan nelayan yang melibatkan perusahaan BUMN, BUMD dan Swasta nasional.&lt;br /&gt;4. Mengubah paradigma dan pandangan yang selama ini memandang dan memperlakukan wilayah perbatasan sebagai daerah belakang (periphery areas) menjadi daerah depan (frontier areas). Dengan paradigma baru tersebut diharap-kan daerah perbatasan mendapat kesempatan/prioritas dalam pembangunan dan pembinaan khusus di segala&lt;br /&gt;bidang. Dampak dari pembangunan dan pembinaan wiltas ini akan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk, yang pada gilirannya dapat meningkatkan rasa kebangsaan, cinta tanah air dan kesiapan bela negara serta kepercayaan diri dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;5. Menambah porsi pelajaran geografi nasional, termasuk geografi maritim Indonesia pada kurikulum pendidikan mulai tingkat dasar (SD) dan lanjutan (SMP dan SMU). Tujuannya agar semua WNI sejak dini sudah mengenal wilayah tanah airnya yang luas dengan lokasinya strategis dalam konstelasi/interelasi hubungan Barat dan Timur, sehingga karenanya memiliki nilai geopolitik yang tinggi.&lt;br /&gt;6. Mengembangkan produk hukum, peraturan dan perundang-undangan yang mengenai problematika daerah perbatasan, baik darat maupun laut serta perjanjian perbatasan antara RI dengan negara tetangga dalam menangani kejahatan lintas negara (transborder crimes) seperti smugling (penyelundupan), human trafficking dan terrorism. Untuk perbatasan wilayah perairan banyak produk hukum yang dapat dibuat dengan cara mengelaborasi dan menjabarkan pasal-pasal dan kaidah hukum yang bersumber dari Hukum Laut Internasional (UNCLOS 1982).&lt;br /&gt;7. Pelibatan berbagai pihak (stokeholders) dari kalangan pemerintah dan masyarakat guna membangun kebersamaan dan kesatuan dalam menghadapi segala bentuk ancaman dan gangguan keamanan dan kejahatan bersenjata maupun non bersenjata. Kegiatannya dapat dilakukan dalam bentuk penyuluhan- penyuluhan di bidang hukum, keamanan,&lt;br /&gt;ketertiban dan ketahanan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu menurut penulis, perlu kiranya di rancang strategi "BENTENG STHELSEL" dengan mempersempit kesempatan para penggangu baik itu dari negara tetangga ataupun kaum ekstrimis seperti gerakan separatis dan teroris dengan menempatkan markas besar angkatan bersenjata yang dimiliki RI menyebar di daerah-daerah rawan(dalam arti tidak terkonsentrasi di ibukota negara/propinsi besar. Usulan penulis untuk penempatan mabes TNI/POLRI/BIN sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Mabes TNI AD di Papua&lt;br /&gt;2. Mabes TNI AL di Sabang/Semenanjung Malaka&lt;br /&gt;3. Mabes TNI AU tetap di Jakarta&lt;br /&gt;4. Markas Kopassus Grup V di Kalimantan&lt;br /&gt;5. Mabes Polri di Jawa Tengah&lt;br /&gt;6. Markas Densus 88 Anti Teror di Jawa Barat&lt;br /&gt;7. Markas Brimob dipusatkan di Wilayah Maluku dan Sulawesi&lt;br /&gt;8. Markas BIN tetap di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpulan &amp;amp; Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wilayah perbatasan NKRI yang dibingkai oleh garis batas negara memiliki nilai strategis karena wilayah perbatasan yang merupakan pengikat dan penegas wilayah NKRI berfungsi sebagai sarana penegakan kedaulatan wilayah NKRI terhadap segala bentuk ancaman dan gangguan pihak luar negeri, baik di darat maupun di laut. Sehubungan dengan itu, wilayah perbatasan harus memiliki kemampuan dan daya tangkal yang tinggi terhadap segala bentuk ancaman dan gangguan bersenjata dan non bersenjata.&lt;br /&gt;2. Kondisi faktual wilayah perbatasan NKRI masih jauh dari yang diharapkan. Sebagian besar wilayah perbatasan (darat) berupa hutan dengan kondisi topografi bergelombang hingga bergunung sehingga sangat jarang dihuni penduduk. Sumberdaya alam yang tersedia didominasi oleh hutan primer dan sekunder, serta sungai-sungai yang mengalir hampir&lt;br /&gt;sepanjang tahun. Sungai-sungai ini potensial dikembangkan untuk PLTA Mikro hidro, pengairan sawah dan kolam ikan. Sumberdaya buatan, sarana dan prasarana yang tersedia sangat terbatas. Jumlah penduduknya sedikit dengan sebaran tidak merata, tingkat pendidikan dan kesejahteraan masyarakat yang umumnya rendah/ miskin menyebabkan mereka apatis dan masa bodoh terhadap masalah yang terjadi di sekitarnya.&lt;br /&gt;3. Kondisi geografi dan demografi yang digambarkan di atas kurang mendukung terciptanya dinamika kehidupan masyarakat wilayah perbatasan baik di bidang politik, ekonomi, sosial budaya maupun Hankam. Sehubungan dengan itu, masyarakat wilayah perbatasan sulit mengalami kemajuan yang signifikan, dari tahun ke tahun tidak banyak perubahan. Kondisi demikian menyebabkan wilayah perbatasan tidak memiliki daya tangkal, sangat rentan terhadap ancaman militer maupun non militer dari luar.&lt;br /&gt;4. Untuk meningkatkan kemampuan wilayah perbatasan agar memiliki daya tangkal yang tinggi terhadap segala ancaman dan gangguan perlu dibangun dan dibina melalui pendekatan interdepartemen dan interdisiplin dengan pendanaan dan pengelolaan secara terpadu melibatkan multi stakeholder.&lt;br /&gt;Saran&lt;br /&gt;1. Penyelesaian permasalahan garis batas RI Malaysia (pada sepuluh segmen batas) yang sudah lama menggantung perlu segera dituntaskan karena hal ini menjadi kendala penetapan batas kedua negara.&lt;br /&gt;2. Perlu pelibatan Pemda dan masyarakat perbatasan dalam memelihara dan mengawasi pilar (tugu) batas negara dan penambahan pilar-pilar baru guna perapatannya yang selama ini hanya dilaksanakan pemerintah pusat.&lt;br /&gt;3. Untuk penetapan batas laut perlu segera menentukan base points dan base lines sebagai pangkal penarikan garis batas laut dan segera mendepositkannya ke Sekjen PBB guna pengesahannya.&lt;br /&gt;4. Menjadikan kawasan perbatasan yang tidak memungkinkan dibudidayakan untuk pertanian sebagai Taman Nasional bersama dengan negara tetangga yang diawasi bersama. Contoh yang sudah ada Taman Nasional Kayan Mentarang (Kab. Malinau dan Kab. Nunukan Prop. Kaltim)&lt;br /&gt;5. Perlu ada prioritas pembangunan, pemberdayaan dan pengawasan terhadap penduduk pulau-pulau terpencil yang lebih dekat dengan pusat pemerintahan dan permukiman negara tetangga karena mereka menggunakan uang asing dan bahasa negara tetangga dalam transaksi ekonomi. Mereka lebih banyak mendengarkan/ menonton siaran radio/TV asing. Penduduk pulau-pulau terpencil itu perlu mendapat bantuan (tunjangan/subsidi), kemahalan harga kebutuhan pokok yang sulit diperoleh dan sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran yang lain, Pemerintahan SBY harus berani tampil lebih galak dan tegas, jangan kemayu ala putri Solo. Masak kalah sama Founding Father kita Bung Karno.Masih ingat statement membakar seperti GANYANG MALAYSIA? Keluar dari keanggotaan PBB&amp;nbsp; tahun 1960? Siapa lagi kalau bukan Bung Karno. Beliau berani karena benar dan demi rakyatnya. Kalau Presiden yang lain, ehmm...belum ada yang seberani itu.Takut sama Amerika kali ya?..Please..! Demi 200 Juta rakyat Indonesia...!Ayo sadarlah para pemimpin bangsa!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Dewata, di-ilhami spirit Sumpah Pemuda,&amp;nbsp; 28 Oktober 1928&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka:&lt;br /&gt;www.bapenaas.go.id&lt;br /&gt;www.dephan.go.id&lt;br /&gt;www.republika.co.id&lt;br /&gt;dwija's bank data&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-2102915100171312089?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/2102915100171312089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2011/10/batas-negara-ri-antara-potensi-versus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2102915100171312089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2102915100171312089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2011/10/batas-negara-ri-antara-potensi-versus.html' title='Batas Negara RI, Antara Potensi Versus Lemahnya Diplomasi'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-4Hi6OI_Aj8w/TpkCxjeQ-KI/AAAAAAAAARI/BLjHVVpw3Qw/s72-c/nkri.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-777973592900577129</id><published>2011-09-17T11:19:00.002+08:00</published><updated>2011-09-19T16:31:33.198+08:00</updated><title type='text'>Ramalan Joyoboyo</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-UBgE2zvqx1g/TnQRwz3RAKI/AAAAAAAAARE/jvwmY2uvcME/s1600/ramalan+joyoboyo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-UBgE2zvqx1g/TnQRwz3RAKI/AAAAAAAAARE/jvwmY2uvcME/s1600/ramalan+joyoboyo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;One day there will be a cart without a horse.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tanah Jawa kalungan wesi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pulau Jawa berkalung besi.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The island of Java will be circled by an iron necklace.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Perahu berlayar di ruang angkasa.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;There will be a boat flying in the sky.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kali ilang kedhunge.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sungai kehilangan lubuk.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The river will loose its current.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pasar ilang kumandhang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pasar kehilangan suara.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;There will be markets without crowds.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Iku tanda yen tekane jaman Jayabaya wis cedhak.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;These are the signs that the Jayabaya era is coming.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bumi saya suwe saya mengkeret.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bumi semakin lama semakin mengerut.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The earth will shrink.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sekilan bumi dipajeki.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sejengkal tanah dikenai pajak.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Every inch of land will be taxed.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jaran doyan mangan sambel.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kuda suka makan sambal.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Horses will devour chili sauce.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong wadon nganggo pakaian lanang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang perempuan berpakaian lelaki.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Women will dress in men’s clothes.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Iku tandane yen wong bakal nemoni wolak-waliking jaman.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;These are the signs that the people and their civilization have been&lt;br /&gt;turned upside down.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh janji ora ditetepi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak janji tidak ditepati.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many promises unkept.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong wani mlanggar sumpahe dhewe.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many break their oath.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Manungsa pada seneng nyalah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang-orang saling lempar kesalahan.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;People will tend to blame on each other.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ora ngindahake hukum Allah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tak peduli akan hukum Allah.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;They will ignore God’s law.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Barang jahat diangkat-angkat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang jahat dijunjung-junjung.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Evil things will be lifted up.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Barang suci dibenci.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang suci (justru) dibenci.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Holy things will be despised.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh manungsa mung ngutamake duwit.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang hanya mementingkan uang.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many people will become fixated on money.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lali kamanungsan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lupa jati kemanusiaan.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Ignoring humanity.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lali kabecikan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lupa hikmah kebaikan.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Forgetting kindness.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lali sanak lali kadang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lupa sanak lupa saudara.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Abandoning their families.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh Bapa lali anak.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak ayah lupa anak.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Fathers will abandon their children.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh anak wani nglawan ibu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak anak berani melawan ibu.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Children will be disrespectful to their mothers.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nantang bapa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Menantang ayah.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;And battle against their fathers.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sedulur pada cidra.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saudara dan saudara saling khianat.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Siblings will collide violently.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kulawarga pada curiga.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Keluarga saling curiga.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Family members will become suspicious of each other.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kanca dadi mungsuh.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kawan menjadi lawan.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Friends become enemies.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh manungsa lali asale.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang lupa asal-usul.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;People will forget their roots.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ukuman Ratu ora adil.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hukuman Raja tidak adil&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The queen’s judgements will be unjust.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh pangkat sing jahat lan ganjil.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak pejabat jahat dan ganjil&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;There will be many peculiar and evil leaders.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh kelakuan sing ganjil.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak ulah-tabiat ganjil&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many will behave strangely.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong apik-apik pada kepencil.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang yang baik justru tersisih.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Good people will be isolated.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong nyambut gawe apik-apik pada krasa isin.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang kerja halal justru malu.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many people will be too embarrassed to do the right things.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Luwih utama ngapusi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lebih mengutamakan menipu.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Choosing falsehood instead.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wegah nyambut gawe.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Malas menunaikan kerja.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many will be lazy to work.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kepingin urip mewah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Inginnya hidup mewah.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Seduced by luxury.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;They will take the easy path of crime and deceit.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong bener thenger-thenger.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang benar termangu-mangu.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The honest will be confused.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong salah bungah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang salah gembira ria.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The dishonest will be joyful.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong apik ditampik-tampik.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang baik ditolak – tolak&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The good will be rejected.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong jahat munggah pangkat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang jahat naik pangkat.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The evil ones will rise to the top.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong agung kesinggung.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang yang mulia dilecehkan&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Noble people will be wounded by unjust criticism.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong ala kepuja.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang yang jahat dipuji-puji.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Evil doers will be worshipped.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong wadon ilang kawirangane.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Perempuan hilang malunya.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Women will become shameless.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong lanang ilang kaprawirane.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Laki-laki hilang kejantanannya&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Men will loose their courage.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong lanang ora duwe bojo.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak laki-laki tak beristri.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Men will choose not to get married.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong wadon ora setya marang bojone.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak perempuan tidak setia&amp;nbsp; pada suaminya.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Women will be unfaithful to their husbands.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh ibu pada ngedol anake.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak ibu menjual anaknya&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Mothers will sell their babies.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong wadon ngedol awake.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak perempuan menjual dirinya&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Women will engage in prostitution.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong ijol bebojo.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang tukar pasangan.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Couples will trade partners.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong wadon nunggang jaran.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Perempuan menunggang kuda.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Women will ride horses.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong lanang linggih plangki.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Laki-laki naik tandu.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Men will be carried in a stretcher.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Randa seuang loro.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;A divorcee will be valued at 17 cents.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Prawan seaga lima.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Perawan lima picis.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;A virgin will be valued at 10 cents.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Duda pincang laku sembilan uang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Duda pincang laku sembilan uang.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;A crippled men will be valued at 75 cents.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong ngedol ngelmu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang berdagang ilmu.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many will earn their living by trading their knowledge.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong ngaku-aku.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang mengaku diri.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many will claims other’s merits as their own.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Njabane putih njerone dhadu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di luar putih di dalam jingga.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;It is only a cover for the dice.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ngakune suci, nanging sucine palsu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mengaku suci, tapi sucinya palsu belaka.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;They will proclaim their righteousness despite their sinful ways.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh bujuk akeh lojo.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak tipu banyak muslihat.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many will use sly and dirty tricks.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh udan salah mangsa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak hujan salah musim.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Rains will fall in the wrong season.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh prawan tuwa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak perawan tua&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many women will remain virgins into their old age.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh randa nglairake anak.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak janda melahirkan bayi.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many divorcees will give birth.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak anak lahir mencari bapaknya.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Newborns will search for their fathers.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Agama akeh sing nantang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Agama banyak ditentang.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Religions will be attacked.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perikamanungsan saya ilang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Perikemanusiaan semakin hilang.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Humanitarianism will no longer have importance.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Omah suci dibenci.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rumah suci dijauhi.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Holy temples will be hated.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Omah ala saya dipuja.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rumah maksiat makin dipuja.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;They will be more fond of praising evil places.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong wadon lacur ing ngendi-endi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di mana-mana perempuan lacur&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Prostitution will be everywhere.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh laknat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak kutukan&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;There will be many worthy of damnation.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh pengkhianat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;anyak pengkhianat.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;There will be many betrayals.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Anak mangan bapak.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anak makan bapak.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Children will be against father.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sedulur mangan sedulur.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Saudara makan saudara.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Siblings will be against siblings.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kanca dadi mungsuh.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kawan menjadi lawan.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Friends will become enemies.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Guru disatru.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Guru dimusuhi.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Students will show hostility toward teachers.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tangga pada curiga.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tetangga saling curiga.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Neighbours will become suspicious of each other.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kana-kene saya angkara murka.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Angkara murka semakin menjadi-jadi.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;And ruthlessness will be everywhere.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing weruh kebubuhan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Barangsiapa tahu terkena beban.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The eyewitness has to take the responsibility.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing ora weruh ketutuh.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sedang yang tak tahu disalahkan.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The ones who have nothing to do with the case will be prosecuted.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Besuk yen ana peperangan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kelak jika terjadi perang.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;One day when there will armagedon.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Datang dari timur, barat, selatan, dan utara&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;In the east, in the west, in the south, and in the north.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong becik saya sengsara.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang baik makin sengsara.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Good people will suffer more.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong jahat saya seneng.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Sedang yang jahat makin bahagia.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Bad people will be happier.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wektu iku akeh dandang diunekake kuntul.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketika itu burung gagak dibilang bangau.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;When this happens, a rice cooker will be said to be an egret.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong salah dianggep bener.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang salah dipandang benar.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The wrong person will be assumed to be honest.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengkhianat nikmat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pengkhianat nikmat.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Betrayers will live in the utmost of material comfort.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Durjono saya sempurna.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Durjana semakin sempurna.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The deceitful will decline even further.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong jahat munggah pangkat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang jahat naik pangkat.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The evil persons will rise to the top.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong lugu kebelenggu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang yang lugu dibelenggu.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The modest will be trapped.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong mulyo dikunjoro.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang yang mulia dipenjara.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The noble will be imprisoned.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing curang garang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang curang berkuasa.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The fraudulent will be ferocious.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing jujur kojur.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang jujur sengsara.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The honest will unlucky.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pedagang akeh sing keplarang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pedagang banyak yang tenggelam.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many merchants will fly in a mess.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong main akeh sing ndadi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Penjudi banyak merajalela.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Gamblers will become more addicted to gambling.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh barang haram.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak barang haram.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Illegal things will be everywhere.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh anak haram.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak anak haram.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many babies will be born outside of legal marriage.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong wadon nglamar wong lanang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Perempuan melamar laki-laki.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Women will propose marriage.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong lanang ngasorake drajate dhewe.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Laki-laki merendahkan derajat sendiri.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Men will lower their own status.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh barang-barang mlebu luang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak barang terbuang-buang.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The merchandise will be left unsold.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong kaliren lan wuda.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang lapar dan telanjang.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many people will suffer from starvation and inability to afford clothing.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong tuku nglenik sing dodol.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pembeli membujuk penjual.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Buyers will become more sophisticated.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing dodol akal okol.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si penjual bermain siasat.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Sellers will have to use their brains and muscle to do business.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong golek pangan kaya gabah diinteri.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Mencari rizki ibarat gabah ditampi.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;In the way they earn a living, people will be as rice paddies being swung around and blown up.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing kebat kliwat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Siapa tangkas lepas.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Some will go wild out of control.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing telah sambat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Siapa terlanjur menggerutu.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Those who are not ambitious will complaint of being left behind.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing gede kesasar.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si besar tersasar.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The ones on the top will get lost.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing cilik kepleset.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si kecil terpeleset.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The ordinary people will slip.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing anggak ketunggak.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si congkak terbentur.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The arrogant ones will be impaled.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing wedi mati.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si takut mati.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The fearful ones will not survive.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing nekat mbrekat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si nekat mendapat berkat.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The risk takers will be successful.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing jerih ketindhih.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si hati kecil tertindih&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The ones who are afraid of taking the risks will be crushed under foot.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing ngawur makmur,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang ngawur makmur&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The careless ones will be wealthy.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing ngati-ati ngrintih.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang berhati-hati merintih.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The careful ones will whine about their suffering.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing ngedan keduman.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang main gila menerima bagian.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The crazy ones will get their portion.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing waras nggagas.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang sehat pikiran berpikir.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The ones who are mentally and physically healthy will think wisely.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong tani ditaleni.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si tani diikat.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The farmers will be controlled.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong dora ura-ura.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si bohong menyanyi-nyanyi&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Those who are corrupt will spend their fortune lavishly.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ratu ora netepi janji, musna kekuasaane.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Raja ingkar janji, hilang wibawanya.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The queen who does not keep her promises will lose her power.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bupati dadi rakyat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pegawai tinggi menjadi rakyat.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The leaders will become ordinary persons.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong cilik dadi priyayi&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rakyat kecil jadi priyayi. &lt;/i&gt;The ordinary people will become leaders.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing mendele dadi gede,&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang curang jadi besar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;The dishonest persons will rise to the top.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing jujur kojur.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang jujur celaka.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The honest ones will be unlucky.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh omah ing nduwur jaran.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak rumah di punggung kuda.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;There will be many people own a house on horseback.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong mangan wong.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang makan sesamanya&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;People will attack other people.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Anak lali bapak.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Anak lupa bapak&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Children will ignore their fathers.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong tuwa lali tuwane.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang tua lupa ketuaan mereka.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Parents will not want to take their responsibility as parents.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pedagang adol barang saya laris.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Jualan pedagang semakin laris.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Merchants will sell out of their merchandise.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bandane saya ludes.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Namun harta mereka makin habis.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Yet, they will lose money.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang mati lapar di samping makanan.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many people will die from starvation in prosperous times.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong nyekel banda nanging uripe sengsara.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many people will have lots of money yet, be unhappy in their lives.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing edan bisa dandan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang gila bisa bersolek&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The crazy one will be beautifully attired.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing bengkong bisa nggalang gedong.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si bengkok membangun mahligai.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The insane will be able to build a lavish estate.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The ones who are fair and sane will suffer in their lives and will be&lt;br /&gt;isolated.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ana peperangan ing njero.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terjadi perang di dalam.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;There will be internal wars.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Timbul amarga para pangkat akeh sing pada salah paham.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;As a result of misunderstandings between those at the top.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Durjana saya ngambra-ambra.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Kejahatan makin merajalela.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The numbers of evil doers will increase sharply.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penjahat saya tambah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Penjahat makin banyak&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;There will be more criminals.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong apik saya sengsara.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang baik makin sengsara.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;The good people will live in misery.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong mati jalaran saka peperangan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang mati karena perang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;There will be many people die in a war.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kebingungan lan kobongan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Karena bingung dan kebakaran.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Others will be disoriented, and their property burnt.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong bener saya tenger-tenger.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si benar makin tertegun.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The honest will be confused.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong salah saya bungah-bungah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si salah makin sorak sorai.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;The dishonest will be joyful.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh banda musna ora karuan lungane.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak harta hilang entah ke mana&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;There will be disappearance of great riches.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;There will be disappearance of great titles, and jobs.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak barang haram, banyak anak haram.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;There will be many illegal goods.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bejane sing lali, bejane sing eling.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;There will be many babies born without fathers.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nanging sauntung-untunge sing lali.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tapi betapapun beruntung si lupa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Those people who forget God’s Will may be happy on earth.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Isih untung sing waspada.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Masih lebih beruntung si waspada.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;But those who are remember God’s will are destined to be happier still.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Angkara murka saya ndadi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Angkara murka semakin menjadi.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Ruthlessness will become worse.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kana-kene saya bingung.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di sana-sini makin bingung.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Everywhere the situation will be chaotic.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pedagang akeh alangane.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pedagang banyak rintangan.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Doing business will be more difficult.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh buruh nantang juragan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak buruh melawan majikan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Workers will challenge their employers.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Juragan dadi umpan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Majikan menjadi umpan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;The employers will become bait for their employees.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing suwarane seru oleh pengaruh.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Those who speak out will be more influential.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong pinter diingar-ingar.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si pandai direcoki.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The wise ones will be ridiculed.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong ala diuja.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si jahat dimanjakan.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The evil ones will be worshipped.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong ngerti mangan ati.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang yang mengerti makan hati.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;The knowledgeable ones will show no compassion.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Banda dadi memala.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Harta benda menjadi penyakit&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;The pursuit of material comfort will incite crime.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pangkat dadi pemikat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pangkat menjadi pemukau.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Job titles will become enticing.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing sawenang-wenang rumangsa menang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang sewenang-wenang merasa menang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Those who act arbitrarily will feel as if they are the winners.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing ngalah rumangsa kabeh salah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang mengalah merasa serba salah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Those who act wisely will feel as if everything is wrong.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ana Bupati saka wong sing asor imane.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ada pejabat (raja) berasal orang beriman rendah.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;There will be leaders who are weak in their faith.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Patihe kepala judi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Maha menterinya benggol judi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Their vice regent will be selected from among the ranks of the&lt;br /&gt;gamblers.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong sing atine suci dibenci.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang berhati suci dibenci&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Those who have a holy heart will be rejected.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Those who are evil, and know how to flatter their boss,will be&lt;br /&gt;promoted.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemerasan saya ndadra.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pemerasan merajalela.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Human exploitation will be worse.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Maling lungguh wetenge mblenduk.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pencuri duduk berperut gendut&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The corpulent thieves will be able to sit back and relax.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pitik angkrem saduwurane pikulan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ayam mengeram di atas pikulan.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The hen will hacth eggs in a carrying pole.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Maling wani nantang sing duwe omah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pencuri menantang si empunya rumah.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Thieves will not be afraid to challenge the target.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Begal pada ndugal.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Penyamun semakin kurang ajar.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Robbers will dissent into greater evil.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Rampok pada keplok-keplok.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Perampok semua bersorak-sorai.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Looters will be given applause.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong momong mitenah sing diemong.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si pengasuh memfitnah yang diasuh&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;People will slander their caregivers.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong jaga nyolong sing dijaga.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si penjaga mencuri yang dijaga.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Guards will steel the very things they are to protect.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong njamin njaluk dijamin.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si penjamin minta dijamin.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Guarantors will ask for collateral.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong mendem donga.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang mabuk doa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Many will ask for blessings.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kana-kene rebutan unggul.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Di mana-mana berebut menang.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Everybody will compete for personal victory.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Angkara murka ngombro-ombro.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Angkara murka menjadi-jadi.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Ruthlessness will be everywhere.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Agama ditantang.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Agama ditantang.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Religions will be questioned.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong angkara murka.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang angkara murka.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Many people will be greedy for power, wealth and position.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Nggedeake duraka.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Membesar-besarkan durhaka.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Rebelliousness will increase.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ukum agama dilanggar.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Hukum agama dilanggar.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Religious law will be broken.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Perikamanungsan di-iles-iles.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Perikemanusiaan diinjak-injak.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Human rights will be violated.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kasusilan ditinggal.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Tata susila diabaikan&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Ethics will left behind.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Many will be insane, cruel and immoral.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong cilik akeh sing kepencil.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rakyat kecil banyak tersingkir.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Ordinary people will be segregated.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Amarga dadi korbane si jahat sing jajil.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Karena menjadi kurban si jahat si laknat.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;They will become the victims of evil and cruel persons.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Then there will come a queen who is influential.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lan duwe prajurit&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan punya prajurit.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;She will have her own armies.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Negarane ambane sapra-walon.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lebar negeri seperdelapan dunia.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Her country will measured one-eighth the circumference ofthe world.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tukang mangan suap saya ndadra.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pemakan suap semakin merajalela.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;The number of people who commit bribery will increase.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong jahat ditampa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang jahat diterima.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;The evil ones will be accepted.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong suci dibenci.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang suci dibenci.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;The innocent ones will be rejected.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Timah dianggep perak.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Timah dianggap perak.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Tin will be thought to be silver.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Emas diarani tembaga.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Emas dibilang tembaga&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Gold will be thought to be copper.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dandang dikandakake kuntul.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Gagak disebut bangau.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;A rice cooker will be thought to be an egret.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong dosa sentosa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang berdosa sentosa.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;The sinful ones will be safe and live in tranquility.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong cilik disalahake.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Rakyat jelata dipersalahkan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;The poor will be blamed.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong nganggur kesungkur.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si penganggur tersungkur.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;The unemployed will be rooted up.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong sregep krungkep.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si tekun terjerembab.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;The diligent ones will be forced down.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong nyengit kesengit.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang busuk hati dibenci.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The people will seek revenge against the fiercely violent ones.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Buruh mangluh.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Buruh menangis.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Workers will suffer from overwork.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong sugih krasa wedi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang kaya ketakutan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;The rich will feel unsafe.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong wedi dadi priyayi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang takut jadi priyayi.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;People who belong to the upper class will feel insecure.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Senenge wong jahat.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Berbahagialah si jahat.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Happiness will belong to evil persons.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Susahe wong cilik.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Bersusahlah rakyat kecil.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Trouble will belong to the poor.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong dakwa dinakwa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang saling tuduh.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Many will sue each other.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tindake menungsa saya kuciwa.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ulah manusia semakin tercela.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Human behaviour will fall short of moral enlightenment.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leaders will discuss and choose which countries are their favourites&lt;br /&gt;and which ones are not.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Wong Jawa kari separo.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Orang Jawa tinggal separo.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The Javanese will remain half.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Landa-Cina kari sejodo.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Belanda-Cina tinggal sepasang.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The Dutch and the Chinese each will remain a pair.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong ijir, akeh wong cethil.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Many become stingy.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing eman ora keduman.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Si hemat tidak mendapat bagian.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The stingy ones will not get their portion.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sing keduman ora eman.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Yang mendapat bagian tidak berhemat.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;The ones who receive their portion will be generous.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong mbambung.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang berulah dungu&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Street beggars will be everywhere.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Akeh wong limbung.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Banyak orang limbung.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Bewildered persons will be everywhere.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Selot-selote mbesuk wolak-waliking jaman teka.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;These are the signs that the people and their civilization have been&lt;br /&gt;turned upside down.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;www.situsdunia.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-777973592900577129?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/777973592900577129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2011/09/ramalan-joyoboyo.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/777973592900577129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/777973592900577129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2011/09/ramalan-joyoboyo.html' title='Ramalan Joyoboyo'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-UBgE2zvqx1g/TnQRwz3RAKI/AAAAAAAAARE/jvwmY2uvcME/s72-c/ramalan+joyoboyo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-8225920528483616961</id><published>2011-08-29T16:42:00.000+08:00</published><updated>2011-08-30T09:58:09.415+08:00</updated><title type='text'>Konflik Papua, Bara Nan Tak Kunjung Padam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-ONV4y1IOgcU/TltR29uaUpI/AAAAAAAAAQc/T_0H9qLoHLQ/s1600/papua.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-ONV4y1IOgcU/TltR29uaUpI/AAAAAAAAAQc/T_0H9qLoHLQ/s1600/papua.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saudara,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seperti yang kita ketahui bersama, belakangan ini sering kita simak melalui media massa tentang konflik di tanah Papua.Secara historis bumi paling ujung timur NKRI itu sudah menyimpan bara konflik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa rakyat Papua Barat ingin merdeka di luar Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengapa rakyat Papua Barat masih tetap meneruskan perjuangan mereka?&lt;br /&gt;Kapan mereka mau berhenti berjuang?&lt;br /&gt;Ada empat faktor yang mendasari keinginan rakyat Papua Barat untuk memilikinegara sendiri yang merdeka dan berdaulat di luar penjajahan manapun, yaitu:&lt;br /&gt;1. hak&lt;br /&gt;2. budaya&lt;br /&gt;3. latarbelakang sejarah&lt;br /&gt;4. realitas sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hak&lt;br /&gt;Kemerdekaan adalah hak berdasarkan Deklarasi UniversalHAM &lt;i&gt;(Universal Declaration on Human Rights&lt;/i&gt;) yang menjamin hak-hakindividu dan berdasarkan Konvenant Internasional Hak-Hak Sipil dan Politikyang menjamin hak-hak kolektif di dalam mana hak penentuan nasib sendiri(&lt;i&gt;the right to self-determination&lt;/i&gt;) ditetapkan.&lt;br /&gt;»&lt;i&gt;All peoples have the right of self-determination. By virtueof that right they freely determine their political status and freely pursuetheir economic, social and cultural development&lt;/i&gt; - Semua bangsa memilikihak penentuan nasib sendiri. Atas dasar mana mereka bebas menentukan statuspolitik mereka dan bebas melaksanakan pembangunan ekonomi dan budaya mereka«&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(International Covenant on Civil and Political Rights, Article 1).Nation is used in the meaning of People (Roethof 1951:2) and can be distinguishedfrom the concept State&lt;/i&gt; - Bangsa digunakan dalam arti Rakyat (Roethof1951:2) dan dapat dibedakan dari konsep Negara (Riop Report No.1). Riopmenulis bahwa sebuah negara dapat mencakup beberapa bangsa, maksudnya kebangsaanatau rakyat (&lt;i&gt;A state can include several nations, meaning Nationalitiesor Peoples&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;Ada dua jenis &lt;i&gt;the right to self-determination&lt;/i&gt; (hak penentuannasib sendiri), yaitu &lt;i&gt;external right to self-determination&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;internalright to self-determination.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;External right to self-determination&lt;/i&gt; yaitu hak penentuan nasibsendiri untuk mendirikan negara baru di luar suatu negara yang telah ada.Contoh: hak penentuan nasib sendiri untuk memiliki negara Papua Barat diluar negara Indonesia. &lt;i&gt;External right to self-determination, or ratherself-determination of nationalities, is the right of every nation to buildits own state or decide whether or not it will join another state, partlyor wholly&lt;/i&gt; (Roethof 1951:46) - Hak external penentuan nasib sendiri,atau lebih baiknya penentuan nasib sendiri dari bangsa-bangsa, adalah hakdari setiap bangsa untuk membentuk negara sendiri atau memutuskan apakahbergabung atau tidak dengan negara lain, sebagian atau seluruhnya (RiopReport No.1). Jadi, rakyat Papua Barat dapat juga memutuskan untuk berintegrasike dalam negara tetangga Papua New Guinea. Perkembangan di Irlandia Utaradan Irlandia menunjukkan gejala yang sama. Internal right to self-determinationyaitu hak penentuan nasib sendiri bagi sekelompok etnis atau bangsa untukmemiliki daerah kekuasaan tertentu di dalam batas negara yang telah ada.Suatu kelompok etnis atau suatu bangsa berhak menjalankan pemerintahansendiri, di dalam batas negara yang ada, berdasarkan agama, bahasa danbudaya yang dimilikinya. Di Indonesia dikenal Daerah Istimewa Jogyakartadan Daerah Istimewa Aceh. Pemerintah daerah-daerah semacam ini biasanyadilimpahi kekuasaan otonomi ataupun kekuasaan federal. Sayangnya, Jogyakartadan Aceh belum pernah menikmati otonomi yang adalah haknya.&lt;br /&gt;ad 2. Budaya&lt;br /&gt;Rakyat Papua Barat, per definisi, merupakan bagian dari rumpun bangsaatau ras Melanesia yang berada di Pasifik, bukan ras Melayu di Asia. RakyatPapua Barat memiliki budaya Melanesia. Bangsa Melanesia mendiami kepulauanPapua (Papua Barat dan Papua New Guinea), Bougainville, Solomons, Vanuatu,Kanaky (Kaledonia Baru) dan Fiji. Timor dan Maluku, menurut antropologi,juga merupakan bagian dari Melanesia. Sedangkan ras Melayu terdiri dariJawa, Sunda, Batak, Bali, Dayak, Makassar, Bugis, Menado, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Menggunakan istilah ras di sini sama sekali tidak bermaksud bahwa sayamenganjurkan rasisme. Juga, saya tidak bermaksud menganjurkan nasionalismesuperior ala Adolf Hitler (diktator Jerman pada Perang Dunia II). AdolfHitler menganggap bahwa ras Aria (bangsa Germanika) merupakan manusia superyang lebih tinggi derajat dan kemampuan berpikirnya daripada manusia asalras lain. Rakyat Papua Barat sebagai bagian dari bangsa Melanesia merujukpada pandangan Roethof sebagaimana terdapat pada poim1 di atas.&lt;br /&gt;3. Latarbelakang Sejarah&lt;br /&gt;Kecuali Indonesia dan Papua Barat sama-sama merupakan bagian penjajahanBelanda, kedua bangsa ini sungguh tidak memiliki garis paralel maupun hubunganpolitik sepanjang perkembangan sejarah. Analisanya adalah sebagai&lt;br /&gt;berikut:&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;: Sebelum adanya penjajahan asing, setiap suku, yangtelah mendiami Papua Barat sejak lebih dari 50.000 tahun silam, dipimpinoleh kepala-kepala suku (tribal leaders). Untuk beberapa daerah, setiapkepala suku dipilih secara demokratis sedangkan di beberapa daerah lainnyakepala suku diangkat secara turun-temurun. Hingga kini masih terdapat tatananpemerintahan tradisional di beberapa daerah, di mana, sebagai contoh, seorangOndofolo masih memiliki kekuasaan tertentu di daerah Sentani dan Ondoafimasih disegani oleh masyarakat sekitar Yotefa di Numbai. Dari dalam tingkatpemerintahan tradisional di Papua Barat tidak terdapat garis politik vertikaldengan kerajaan-kerajaan kuno di Indonesia ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;: Rakyat Papua Barat memiliki sejarah yang berbeda denganIndonesia dalam menentang penjajahan Belanda dan Jepang. Misalnya, gerakanKoreri di Biak dan sekitarnya, yang pada awal tahun 1940-an aktif menentangkekuasaan Jepang dan Belanda, tidak memiliki garis komando dengan gerakankemerdekaan di Indonesia ketika itu. Gerakan Koreri, di bawah pimpinanStefanus Simopiaref dan Angganita Menufandu, lahir berdasarkan kesadaranpribadi bangsa Melanesia untuk memerdekakan diri di luar penjajahan asing.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;: Lamanya penjajahan Belanda di Indonesia tidak sama denganlamanya penjajahan Belanda di Papua Barat. Indonesia dijajah oleh Belandaselama sekitar 350 tahun dan berakhir ketika Belanda mengakui kemerdekaanIndonesia pada 27 Desember 1949. Papua Barat, secara politik praktis, dijajaholeh Belanda selama 64 tahun (1898-1962).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;: Batas negara Indonesia menurut proklamasi kemerdekaanIndonesia pada 17 Agustus 1945 adalah dari »Aceh sampai Ambon«,bukan dari »Sabang sampai Merauke«. Mohammed Hatta (almarhum),wakil presiden pertama RI dan lain-lainnya justru menentang dimasukkannyaPapua Barat ke dalam Indonesia (lihat Karkara lampiran I, pokok HindiaBelanda oleh Ottis Simopiaref).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;: Pada Konferensi Meja Bundar (24 Agustus - 2 November1949) di kota Den Haag (Belanda) telah dimufakati bersama oleh pemerintahBelanda dan Indonesia bahwa Papua Barat tidak merupakan bagian dari negaraRepublik Indonesia Serikat (RIS). Status Nieuw-Guinea akan ditetapkan olehkedua pihak setahun kemudian. (Lihat lampiran II pada Karkara oleh OttisSimopiaref).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Keenam&lt;/b&gt;: Papua Barat pernah mengalami proses dekolonisasi dibawah pemerintahan Belanda. Papua Barat telah memiliki bendera national»Kejora«, »Hai Tanahku Papua« sebagai lagu kebangsaandan nama negara »Papua Barat«. Simbol-simbol kenegaraan iniditetapkan oleh &lt;i&gt;New Guinea Raad &lt;/i&gt;/ NGR (Dewan New Guinea). NGR didirikanpada tanggal 5 April 1961 secara demokratis oleh rakyat Papua Barat bekerjasamadengan pemerintah Belanda. Nama negara, lagu kebangsaan serta bendera telahdiakui oleh seluruh rakyat Papua Barat dan pemerintah Belanda.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketujuh&lt;/b&gt;: Dari 1 Oktober 1962 hingga 1 Mei 1963, Papua Baratmerupakan daerah perwalian PBB di bawah &lt;i&gt;United Nations Temporary ExecutiveAuthority&lt;/i&gt; (UNTEA) dan dari tahun 1963 hingga 1969, Papua Barat merupakandaerah perselisihan internasional (international dispute region). Keduaaspek ini menggaris-bawahi sejarah Papua Barat di dunia politik internasionaldan sekaligus menunjukkan perbedaannya dengan perkembangan sejarah Indonesiabahwa kedua bangsa ini tidak saling memiliki hubungan sejarah.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedelapan&lt;/b&gt;: Pernah diadakan plebisit (Pepera) pada tahun 1969di Papua Barat yang hasilnya diperdebatkan di dalam Majelis Umum PBB. Beberapanegara anggota PBB tidak setuju dengan hasil Pepera (Penentuan PendapatRakyat) karena hanya merupakan hasil rekayasa pemerintah Indonesia. Adanyamasalah Papua Barat di atas agenda Majelis Umum PBB menggaris-bawahi nilaisejarah Papua Barat di dunia politik internasional. Ketidaksetujuan beberapaanggota PBB dan kesalahan PBB dalam menerima hasil Pepera merupakan motivasiuntuk menuntut agar PBB kembali memperbaiki sejarah yang salah. Kesalahanitu sungguh melanggar prinsip-prinsip PBB sendiri. (Silahkan lihat lebihlanjut pokok tentang Pepera dalam Karkara oleh Ottis Simopiaref).&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kesembilan&lt;/b&gt;: Rakyat Papua Barat, melalui pemimpin-pemimpin mereka,sejak awal telah menyampaikan berbagai pernyataan politik untuk menolakmenjadi bagian dari RI. Frans Kaisiepo (almarhum), bekas gubernur IrianBarat, pada konferensi Malino 1946 di Sulawesi Selatan, menyatakan denganjelas bahwa rakyatnya tidak ingin dihubungkan dengan sebuah negara RI (&lt;i&gt;Plunderin Paradise &lt;/i&gt;oleh &lt;i&gt;Anti-Slavery Society&lt;/i&gt;). Johan Ariks (alm.),tokoh populer rakyat Papua Barat pada tahun 1960-an, menyampaikan secarategas perlawanannya terhadap masuknya Papua Barat ke dalam Indonesia (&lt;i&gt;Plunderin Paradise &lt;/i&gt;oleh &lt;i&gt;Anti-Slavery Society&lt;/i&gt;). Angganita Menufandu(alm.) dan Stefanus Simopiaref (alm.) dari Gerakan Koreri, Raja Ati Ati(alm.) dari Fakfak, L.R. Jakadewa (alm.) dari DVP-&lt;i&gt;Demokratische Volkspartij&lt;/i&gt;,Lodewijk Mandatjan (alm.) dan Obeth Manupapami (alm.) dari PONG-PersatuanOrang Nieuw-Guinea, Barend Mandatjan (alm.), Ferry Awom (alm.) dari BatalyonPapua, Permenas Awom (alm.), Jufuway (alm.), Arnold Ap (alm.), EliezerBonay (alm.), Adolf Menase Suwae (alm.), Dr. Thomas Wainggai (alm.), NicolaasJouwe, Markus Wonggor Kaisiepo dan lain-lainnya dengan cara masing-masing,pada saat yang berbeda dan kadang-kadang di tempat yang berbeda memprotesadanya penjajahan asing di Papua Barat.&lt;br /&gt;ad 4. Realitas Sekarang&lt;br /&gt;Rakyat Papua Barat menyadari dirinya sendiri sebagai bangsa yang terjajahsejak adanya kekuasaan asing di Papua Barat. Kesadaran tersebut tetap menjadikuat dari waktu ke waktu bahwa rakyat Papua Barat memiliki identitas tersendiriyang berbeda dengan bangsa lain. Di samping itu, penyandaran diri setiapkali pada identitas pribadi yang adalah dasar perjuangan, merupakan akibatdari kekejaman praktek-praktek kolonialisme Indonesia. Perlawanan menjadisemakin keras sebagai akibat dari (1) penindasan yang brutal, (2) adanyaruang-gerak yang semakin luas di mana seseorang dapat mengemukakan pendapatsecara bebas dan (3) membanjirnya informasi yang masuk tentang sejarahPapua Barat. Rakyat Papua Barat semakin mengetahui dan mengenal sejarahmereka. Kesadaran merupakan basis untuk mentransformasikan realitas, sebagaimanaalmarhum Paulo Freire (profesor Brasilia dalam ilmu pendidikan) menulis.Semangat juang menjadi kuat sebagai akibat dari kesadaran itu sendiri.&lt;br /&gt;Pada tahun 1984 terjadi exodus besar-besaran ke negara tetangga PapuaNew Guinea dan empat pemuda Papua yaitu Jopie Roemajauw, Ottis Simopiaref,Loth Sarakan (alm.) dan John Rumbiak (alm.) memasuki kedutaan besar Belandadi Jakarta untuk meminta suaka politik. Permintaan suaka politik ke kedubesBelanda merupakan yang pertama di dalam sejarah Papua Barat. Gerakan yangdimotori Kelompok Musik-Tari Tradisional, Mambesak (bahasa Biak untuk Cendrawasih)di bawah pimpinan Arnold Ap (alm.) merupakan manifestasi politik anti penjajahanyang dikategorikan terbesar sejak tahun 1969. Kebanyakan anggota Mambesakmengungsi dan berdomisili di Papua New Guinea sedangkan sebagian kecilmasih berada dan aktif di Papua Barat.&lt;br /&gt;Dr. Thomas Wainggai (alm.) memimpin aksi damai besar pada tanggal 14Desember 1988 dengan memproklamirkan kemerdekaan negara Melanesia Barat(Papua Barat). Setahun kemudian pada tanggal yang sama diadakan lagi aksidamai di Numbai (nama pribumi untuk Jayapura) untuk memperingati 14 Desember.Dr. Thom Wainggai dijatuhkan hukuman penjara selama 20 tahun, namun beliaukemudian meninggal secara misterius di penjara Cipinang. Papua Barat dilandaberbagai protes besar-besaran selama tahun 1996. Tembagapura bergelorabagaikan air mendidih selama tiga hari (11-13 Maret). Numbai terbakar tanggal18 Maret menyusul tibanya mayat Thom Wainggai. Nabire dijungkir-balik selama2 hari (2-3 Juli). Salah satu dari aksi damai terbesar terjadi awal Juli1998 di Biak, Numbai, Sorong dan Wamena, kemudian di Manokwari. Salah satupemimpin dari gerakan bulan Juli 1998 adalah Drs. Phillip Karma. Drs. P.Karma bersama beberapa temannya sedang ditahan di penjara Samofa, Biaksambil menjalani proses pengadilan. Gerakan Juli 1998 merupakan yang terbesarkarena mencakup daerah luas yang serentak bergerak dan memiliki jumlahmassa yang besar. Gerakan Juli 1998 terorganisir dengan baik dibandinggerakan-gerakan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, Gerakan Juli 1998 dapat menarikperhatian dunia melalui media massa sehingga beberapa kedutaan asing diJakarta menyampaikan peringatan kepada ABRI agar menghentikan kebrutalanmereka di Papua Barat. Berkat Gerakan Juli 1998 Papua Barat telah menjadiissue yang populer di Indonesia dewasa ini. Di samping sukses yang telahdicapai terdapat duka yang paling dalam bahwa menurut laporan dari PGI(Persekutuan Gereja Indonesia) lebih dari 140 orang dinyatakan hilang dankebanyakan mayat mereka telah ditemukan terdampar di Biak. Menurut laporantersebut, banyak wanita yang diperkosa sebelum mereka ditembak mati. Realitaspenuh dengan represi, darah, pemerkosaan, penganiayaan dan pembunuhan,namun perjuangan tetap akan dilanjutkan. Rakyat Papua Barat menyadari danmengenali realitas mereka sendiri. Mereka telah mencicipi betapa pahitnyarealitias itu. Mereka hidup di dalam dan dengan suatu dunia yang penuhdengan ketidakadilan, namun kata-kata Martin Luther King masih disenandungkandi mana-mana bahwa »&lt;b&gt;&lt;i&gt;We shall overcome someday!&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;«(Kita akan menang suatu ketika!).&lt;br /&gt;Masa depan: Tidak diikut-sertakannya rakyat Papua Barat sebagai subjekmasalah di dalam Konferensi Meja Bundar, &lt;i&gt;New York Agreement&lt;/i&gt; yangmendasari &lt;i&gt;Act of Free Choice, Roma Agreement&lt;/i&gt; dan lain-lainnya merupakanpelecehan hak penentuan nasib sendiri yang dilakukan oleh pemerintah (&lt;i&gt;stateviolence&lt;/i&gt;) dalam hal ini pemerintah Indonesia dan Belanda. (Untuk &lt;i&gt;RomaAgreement&lt;/i&gt;, silahkan melihat lampiran pada Karkara oleh Ottis Simopiaref).Rakyat Papua Barat tidak diberi kesempatan untuk memilih secara demokratisdi dalam Pepera. &lt;i&gt;Act of Free Choice&lt;/i&gt; disulap artinya oleh pemerintahIndonesia menjadi Pepera. Di sini terjadi manipulasi pengertian dari &lt;i&gt;Actof Free Choice&lt;/i&gt; (Ketentuan Bebas Bersuara) menjadi Penentuan PendapatRakyat (Pepera). Ortiz Sans sebagai utusan PBB yang mengamati jalannyaPepera melaporkan bahwa rakyat Papua Barat tidak diberikan kebebasan untukmemilih. Ketidakseriusan PBB untuk menerima laporan Ortiz Sans merupakanpelecehan hak penentuan nasib sendiri. PBB justru melakukan pelecehan HAMmelawan prinsip-prinsipnya sendiri. Ini merupakan motivasi di mana rakyatPapua Barat akan tetap berjuang menuntut pemerintah Indonesia, Belandadan PBB agar kembali memperbaiki kesalahan mereka di masa lalu. Sejak pencaplokanpada 1 Mei 1963, pemerintah Indonesia selalu berpropaganda bahwa yang prokemerdekaan Papua Barat hanya segelintir orang yang sedang bergerilya dihutan. Tapi, Gerakan Juli 1998 membuktikan yang lain di mana dunia telahmenyadari bahwa jika diadakan suatu referendum bebas dan adil maka rakyatPapua Barat akan memilih untuk merdeka di luar Indonesia. Rakyat Indonesiapun semakin menyadari hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut catatan sementara, diperkirakan bahwa sekitar 400 ribu orangPapua telah meninggal sebagai akibat dari dua hal yaitu kebrutalan ABRIdan kelalaian politik pemerintah. Sadar atau tidak, pemerintah Indonesiatelah membuat sejarah hitam yang sama dengan sejarah Jepang, Jerman, AmerikatSerikat, Yugoslavia dan Rwanda. Jepang kemudian memohon maaf atas kebrutalannyamenduduki beberapa daerah di Asia-Pasifik pada tahun 1940-an. Sentimenanti Jerman masih terasa di berbagai negara Eropa Barat. Ini membuat parapemimpin dan orang-orang Jerman menjadi kaku jika mengunjungi negara-negarayang pernah didukinya, apalagi ke Israel. Berbagai media di dunia pada4 Desember 1998 memberitakan penyampaian maaf untuk pertama kali oleh AmerikaSerikat (AS) melalui menteri luarnegerinya, Madeleine Albright. "AmerikaSerikat menyesalkan »kesalahan-kesalahan yang amat sangat«yang dilakukannya di Amerika Latin selama perang dingin", kata Albright.AS ketika itu mendukung para diktator bersama kekuatan kanan yang berkuasadi Amerika Latin di mana terjadi pembantaian terhadap berjuta-juta orangkiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Indonesia akan bersedia untuk merubah sejarah hitam yang ditulisnyadengan memohon maaf kepada rakyat Papua Barat di kemudian hari. Satu persatu para penjahat perang di bekas Yugoslavia telah diseret ke TribunalYugoslavia di kota Den Haag, Belanda. Agusto Pinochet, bekas diktator diChili, sedang diperiksa di Inggris untuk diekstradisikan ke Spanyol. Diaakan diadili atas terbunuhnya beribu-ribu orang selama dia berkuasa diChili. Suatu usaha sedang dilakukan untuk mendokumentasikan identitas dankebrutalan para pemimpin ABRI di Papua Barat. Dokumentasi tersebut akandigunakan di kemudian hari untuk menyeret para pemimpin ABRI ke tribunaldi Den Haag. Akhir tahun ini (1998) dunia membuka mata terhadap beberapadaerah bersengketa (dispute regions), yaitu Irlandia Utara, Palestina danPolisario (Sahara Barat). Kedua pemimpin di Irlandia Utara yang masih dijajahInggris menerima Hadiah Perdamaian Nobel (Desember 1998). Bill Clinton,presiden Amerikat, yang mengunjungi Palestina, tanggal 14 Desember 1998,mendengar pidato dari Yaser Arafat bahwa daerah-daerah yang diduki di Palestinaharus ditinggalkan oleh Israel. Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan, yangmengadakan tour di Afrika Utara mampir di Aljasaria untuk mencoba menengahikonflik antara Front Polisario dan Maroko. Front Polisario dengan dukunganAljasaria masih berperang melawan Maroko yang menduduki Polisario (InternationalHerald Tribune, Nov. 30, 1998). Mengapa ada konflik di Irlandia Utara,Palestina dan Polisario? Karena rakyat-rakyat di sana menuntut hak merekadan memiliki budaya serta latar-belakang sejarah yang berbeda dari penjajahyang menduduki negeri mereka. Realitas sekarang menunjukkan bahwa rakyat-rakyatdi sana masih tetap berjuang untuk membebaskan diri dari penjajahan. Realitassekarang di Papua Barat membuktikan adanya perlawanan rakyat menentangpenjajahan Indonesia. Ini merupakan manifestasi dari makna faktor-faktorbudaya, latar-belakang sejarah yang berbeda dari Indonesia dan terlebihhak sebagai dasar hukum di mana rakyat Papua Barat berhak untuk merdekadi luar Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Papua Barat telah menjadi kuat, sarat, semakin terbuka dan kadang-kadangmeledak. Perjuangan kemerdekaan Papua Barat tidak pernah akan berhentiatau dihentikan oleh kekuatan apapun kecuali ketiga faktor (hak, budayadan latarbelakang sejarah) tersebut di atas dihapuskan keseluruhannya darikehidupan manusia bermartabat. Rakyat Papua Barat akan meneruskan perjuangannyauntuk menjadi negara tetangga yang baik dengan Indonesia. Rakyat PapuaBarat akan meneruskan perjuangannya untuk menjadi bagian yang setara denganmasyarakat internasional. Perjuangan akan dilanjutkan hingga perdamaiandi Papua Barat tercapai. Anak-anak, yang orang-tuanya dan kakak-kakaknyatelah menjadi korban kebrutalan ABRI tidak akan hidup damai selama PapuaBarat masih merupakan daerah jajahan. Mereka akan meneruskan perjuangankemerdekaan Papua Barat. Mereka akan meneriakkan pekikan Martin LutherKing, pejuang penghapusan perbedaan warna kulit di Amerka Serikat, "Lemparkankami ke penjara, kami akan tetap menghasihi. Lemparkan bom ke rumah kami,dan ancamlah anak-anak kami, kami tetap mengasihi". Rakyat Papua Baratmempunyai sebuah mimpi yang sama dengan mimpinya Martin Luther King, bahwa kita akan menang suatu ketika.&lt;br /&gt;(&lt;i&gt;Tulisan di atas dipetik dari diktat berjudul Karkara karangan OttisSimopiaref. Ottis Simopiaref lahir tahun 1953 di Biak, Papua Barat dansedang berdomisi di Belanda sejak 14 Maret 1984 setelah bersama tiga temannyalari dan meminta suaka politik di Kedutaan Besar Belanda di Jakarta tanggal28 Februari 1984)&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;======================================================================&lt;br /&gt;Menurut Forum Akademisi Papua seperti yang dilansir oleh VHR Media, solusi konflik Papua harus dirancang secara komprehensif dan utuh. Resolusi yang dihasilkan forum akademisi antara lain, tidak melihat konflik Papua sebatas masalah separatisme. Mereka menilai, akar masalah Papua meliputi persoalan sejarah, politik, ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penulis, akar dari masalah Papua adalah masalah ketidakadilan yang dialami oleh rakyat Papua. Perlu itikad baik pemerintah dan PT Freeport untuk meninjau ulang Kontrak karya PT Freeport dengan pemerintah RI. Bila perlu, putus saja kontrak karya itu. Papua lebih baik dikelola oleh putra Papua dan ahli-ahli putra bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara,&lt;br /&gt;Putra bangsa pecinta rakyat Papua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="nw"&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="jbr"&gt;&lt;/span&gt;                                                                            &lt;br /&gt;&lt;div class="outer_page only_ie6_border " id="outer_page_2" style="height: 709px; width: 548px;"&gt;&lt;div class="page" id="page2" style="-moz-transform-origin: left top; -moz-transform: scale(0.607539); display: block; height: 72.94em; width: 56.38em;"&gt;&lt;div class="layer scale_hack" style="z-index: 0;"&gt;&lt;div class="middle_layer"&gt;&lt;div class="inner_layer" style="font-size: 0.10em;"&gt;&lt;div class="ff1" style="font-size: 8.39em; left: 7.80em; top: 6.50em; word-spacing: 0.09em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="nw"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="jbr"&gt;&lt;/span&gt;        &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="outer_page only_ie6_border " id="outer_page_3" style="height: 709px; width: 548px;"&gt;&lt;div class="page" id="page3" style="-moz-transform-origin: left top; -moz-transform: scale(0.607539); display: block; height: 72.94em; width: 56.38em;"&gt;&lt;div class="layer scale_hack" style="z-index: 0;"&gt;&lt;div class="middle_layer"&gt;&lt;div class="inner_layer" style="font-size: 0.10em;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-8225920528483616961?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/8225920528483616961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2011/08/konflik-papua-dian-yang-tak-kunjung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8225920528483616961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8225920528483616961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2011/08/konflik-papua-dian-yang-tak-kunjung.html' title='Konflik Papua, Bara Nan Tak Kunjung Padam'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ONV4y1IOgcU/TltR29uaUpI/AAAAAAAAAQc/T_0H9qLoHLQ/s72-c/papua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-5534716070960274068</id><published>2011-08-17T15:30:00.003+08:00</published><updated>2011-08-27T11:12:52.315+08:00</updated><title type='text'>Desa Baha, Antara Desa Perjuangan &amp; Desa Wisata</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-9HW1BksHxiI/TktuTyDXIEI/AAAAAAAAAPo/NIgBo4MzBoc/s1600/Kantor+Desa+Baha.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-9HW1BksHxiI/TktuTyDXIEI/AAAAAAAAAPo/NIgBo4MzBoc/s200/Kantor+Desa+Baha.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Salam cinta kasih &amp;amp; perdamaian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat yang budiman, dalam tulisan kali ini penulis akan mencoba mengangkat tentang sebuah desa yang terletak di kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.&amp;nbsp; Desa Baha terletak sekitar 4 KM timur laut Kota Mengwi dan menjadi pertemuan jalur segitiga emas, obyek wisata Sangeh-Baha-Taman Ayun/Tanah Lot. Desa ini terletak sekitar 2 KM dari kampung halaman penulis. Kenapa penulis mengangkat tentang desa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Desa Baha Desa Perjuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, Desa Baha merupakan&amp;nbsp; salah satu basis perlawanan rakyat Bali melawan penjajah. Puncaknya pada tahun 1946, semangat puputan para pejuang Baha berkobar mem-back up pejuang I Gusti Ngurah Rai dalam melawan Belanda. Bukti-bukti peninggalan masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI masih terdapat di desa ini seperti goa persembunyian masa pendudukan Jepang serta &lt;i&gt;Alas&lt;/i&gt;(Hutan) Baha sebagai tempat persembunyian para laskar pejuang Bali pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, masih terdapat saksi hidup yang merupakan veteran pejuang RI di Desa Baha, namun jumlahnya tidak begitu banyak, seiring lanjutnya usia dan banyak diantara mereka yang sudah meninggal. Kobar semangat Merah-Putih begitu terasa di desa yang berhawa sejuk ini. Penulis amati beragam bendera merah putih ukuran kecil dan super besar menghiasi halaman rumah-rumah penduduk.Hal ini sedikit tidaknya menjadi bukti betapa generasi muda Desa Baha masih memiliki dan mewarisi jiwa nasionalisme dari para leluhur mereka yang notabene adalah pejuang-pejuang gagah berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis yang sempat melakukan penelitian kecil di desa ini pada tahun 2000, selalu terkesan setiap kali singgah dan melewati jalan desa yang bersebelahan dengan Desa Sobangan(terkenal juga sebagai basis perjuangan) di utara desa, serta Desa Gulingan di batas selatan. Suhu yang sejuk di pagi hari dengan hamparan sawah di timur dan selatan desa menjadi jaminan buat anda yang berkunjung ataupun sekedar lewat akan tertegun dengan keasrian desa pejuang ini.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lovFSyfGgY4/TktucBfL7tI/AAAAAAAAAPs/zuJCCdnBjVI/s1600/Pintu+masuk+Desa+Baha.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-lovFSyfGgY4/TktucBfL7tI/AAAAAAAAAPs/zuJCCdnBjVI/s320/Pintu+masuk+Desa+Baha.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Desa Wisata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2000, penulis pernah melakukan penelitian terkait dengan pencanangan Desa Baha sebagai desa wisata oleh pemerintah kabupaten Badung yang di-launching pada tahun 1992. Sekaligus sebetulnya catatan ini adalah sebagai inti sari dari paper yang penulis buat pada waktu itu(dengan judul: &lt;b&gt;&lt;i&gt;"Dampak Pengembangan Desa Wisata Terhadap Kehidupan Masyarakat di Desa Baha"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;). Pencanangan desa wisata di desa Baha ini, pada masa kepemimpinan Bupati Badung Alit Putra, sebetulnya adalah sebuah program yang cukup bagus, mengingat potensi Desa Baha secara historis, sosiologis, dan geografis cukup mendukung. Pada tahun 1992 itu, project ini digeber di tahun berikutnya dengan secara fisik membangun angkul-angkul(gerbang tradisional) sebanyak 350 buah(adalah sejumlah rumah warga desa Baha).Ditambah dengan penataan kolam/taman desa yang terletak di selatan desa serta peningkatan infra-supra struktur lainnya. Organisasi pertanian subak di desa Baha yang bernama Subak Lepud menjadi ujung tombak dalam menyukseskan program ini. Sayangnya, program yang bagus ini mandeg dan kehilangan gaungnya karena berbagai persoalan.Menurut penulis ada beberapa persoalan yang perlu dibenahi kalau ingin tetap menjadikan Desa Baha sebagai desa wisata, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Political Will&lt;/i&gt; pemerintah Kabupaten Badung yang setengah hati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kondisi Alamiah Desa Baha beserta masyarakatnya yang sudah masuk ranah modernisasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;i&gt;Networking&lt;/i&gt; yang lemah antara pemerintah dengan stakeholder pariwisata&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Spirit/Semangat masyarakat yang kendor karena berbagai faktor;diantaranya mind set, paradigma&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Solusi mengatasi Persoalan diatas:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pemerintah kabupaten Badung dan juga propinsi harus membuat blue print pengembangan pariwisata pedesaan yang berbasis masyarakat secara tegas di aturannya serta efektif pelaksanaannya.Tertangkap kesan, Pemkab Badung ragu-ragu sehingga "outstanding project 1992" itu adem ayem saat ini. Ujung-ujungnya tentu, dari segi anggaran, alokasi dana yang diperuntukan demi pengembangan desa wisata mubazir dan sia-sia&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kondisi dulu dengan sekarang jelas memang beda, seiring dinamika alam dan mobilitas penduduk Desa Baha, namun yang perlu dilakukan sekarang adalah bagaimana mempertahankan apa yang sudah ada sekarang dan perbaikan sarana-prasana penunjang wisata desa di tempat ini.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ego sektoral perlu dikesampingkan apabila Pemkab Badung tetap menginginkan Desa Baha sebagai Desa Wisata andalan penyokong segitiga emas;Sangeh-Taman Ayun-Desa Baha sebagai penyeimbang kawasan Badung Selatan. Dalam hal ini, kerjasama sinergis dengan travel agent, hotel dan tourist-tourist information center lainnya perlu digarap lebih serius, dengan kerendahan hati dan saling menguntungkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbagai aktifitas mutualisme yang melibatkan masyarakat Desa Baha perlu dilanjutkan secara rutin. Aktifitas itu diantarannya kegiatan berbasis pemuda dan masyarakat seperti: tari-tarian, industri rumah tangga,insentif bagi organisasi subak Lepud, dll.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Disamping itu, mengingat potensi pertanian di desa Baha pengembangan bahan pangan organik dan herbal yang saat ini menjadi tren di dunia perlu digarap se-optimal mungkin di desa sejuk ini.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Di Bali sendiri, Desa Tradisional/Desa Wisata yang masih eksis saat ini diantaranya adalah Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli.Untungnya, di desa Penglipuran eksistensi mereka ditunjang karena kondisi alamiah fisik rumah-rumah penduduknya dari dulu memang seperti yang anda sering lihat di desa tersebut. Kejelian pemerintah dalam menggali potensi wilayah sangat diperlukan dalam upaya pemberdayaan yang lebih terarah dan memberi dampak positif bagi warga-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penulis, khusus untuk di Desa Baha, Potensi efektif yang perlu digali dan dikembangkan lebih intens adalah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Potensi Historis Desa Baha; dengan mem-file, mendata dan merekonstruksi desa Baha sebagai desa perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan RI&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Potensi Alam; Topografis wilayah desa yang mendukung ditambah dengan aliran air yang cukup dalam mengairi lahan pertanian Subak Lepud cukup menjadi jaminan akan tercapainya misi Pemkab Badung dalam pengembangan Desa Wisata di Baha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Potensi Sumber Daya Manusia; Masyarakat Desa Baha yang bermata pencaharian beragam(mayoritas petani) beserta generasi mudanya harus di garap lebih serius dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan yang relevan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Kesan &amp;amp; Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis berharap bahwa pengembangan desa wisata di desa Baha tidak menjadi proyek asal jalan dan berubah-ubah sesuai dinamika politik di daerah Badung. Patut dicatat bahwa apabila Desa Baha berhasil di-goal-kan sebagai desa wisata, maka hal ini akan menjadi preseden baik sekaligus penyeimbang bagi pengembangan pariwisata Badung Selatan, tengah dan utara. Dan, sudah tentu keberhasilan pariwisata Badung juga akan dirasakan oleh kabupaten lainnya serta Bali pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Om Ano Badrah Kratevo Yantu Viswatah! (Semoga pikiran yang baik datang dari arah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SM,&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Pekerja Pariwisata &amp;amp; Cucu seorang Pejuang&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-5534716070960274068?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/5534716070960274068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2011/08/desa-baha-antara-desa-perjuangan-desa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/5534716070960274068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/5534716070960274068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2011/08/desa-baha-antara-desa-perjuangan-desa.html' title='Desa Baha, Antara Desa Perjuangan &amp; Desa Wisata'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-9HW1BksHxiI/TktuTyDXIEI/AAAAAAAAAPo/NIgBo4MzBoc/s72-c/Kantor+Desa+Baha.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-3477443899645963034</id><published>2011-05-04T03:06:00.001+08:00</published><updated>2011-08-27T11:11:51.688+08:00</updated><title type='text'>Negara Pancasila Versus Negara Islam Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-Ff3qhvzZLyE/TcBRz_NkQoI/AAAAAAAAAPc/OMV0hpQSSFk/s1600/garuda-pancasila.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="145" src="http://3.bp.blogspot.com/-Ff3qhvzZLyE/TcBRz_NkQoI/AAAAAAAAAPc/OMV0hpQSSFk/s200/garuda-pancasila.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat di republik ini kembali  diuji dengan adanya berbagai kasus-kasus yang rentan mengancam  kekokohan pondasi NKRI.Setelah sekian lama negeri ini diguncang oleh isu  dan kenyataan bom yang merenggut korban nyawa, kali ini, nyawa burung  garuda Pancasila diancam tercerabuti oleh ideologi "impor" yang di  negeri asalnya sendiri pun, sebetulnya sudah mulai terdegradasi oleh ego  kapitalis-kapitalis gaya baru. Sungguh ironis, di republik mimpi yang  mempunyai 4 pilar penyangga kehidupan bernegara; Pancasila, NKRI,  Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945 ini, falsafah dasar yang menjadi  jiwanya justru dirongrong dari dalam. Pancasila sebagai falsafah hidup  dan kehidupan berbangsa(yang plural), diakui oleh para founding fathers  dan generasi penerusnya sebagai satu-satunya asas yang paling cocok  menopang nilai-nilai ke-bhinekaan di negara kesatuan republik Indonesia  yang mengakui UUD 1945 sebagai dasar hukum tertingginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Negara Pancasila, Antara Cita-Cita dan Tantangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut isi teks Proklamasi kemerdekaan Indonesia:&lt;br /&gt;Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal  jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakandengan tjara  seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05&lt;br /&gt;Atas nama bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;Soekarno/Hatta&lt;br /&gt;(Note: tahoen 05 adalah tahun masehi 2605;1945)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya  negara dimuka bumi ini yang layak menyandang sebutan sebagai negara  Pancasila adalah Indonesia. Karena memang, asas negara ini disebut  dengan Pancasila.Sebelum kita menapak ke negara Pancasila marilah kita  coba bedah terlebih dahulu pengertian negara. Negara merupakan  integerasi dari kekuasaan politik, ia adalah  organisasi pokok dari  kekuasaan politik. Negara adalah agensi (alat)  dari masyarakat yang  mempunyai kekuasaan untuk mengatur  hubungan-hubungan manusia dalam  masyarakat dan menertibkan gejala-gejala  kekuasaan dalam masyarakat.  Negara adalah organisasi yang dalam suatu wilayah dapat memaksakan   kekuasaanya secara sah terhadap semua golongan kekuasaan lainnya dan   yang dapat menetapkan tujuan-tujuan dari kehidupan bersama itu. Negara   menetapkan cara-cara dan batas-batas sampai dimana kekuasaan dapat   digunakan dalam kehidupan bersama itu baik oleh individu dan golongan   atau asosiasi maupun oleh negara sendiri.&lt;br /&gt;Menurut Max Weber, negara  adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan  kekerasan fisik secara sah dalam suatu wilayah.&lt;br /&gt;Jadi pengertian umum  negara bahwa negara adalah suatu daerah territorial yang  rakyatnya  diperintah (governed) oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil  menuntut  dari warga negaranya ketaatan pada peraturan perundang-undangan  melalui  penguasaan (kontrol) monopolitis dari kekuasaan yang sah.Negara  Pancasila Riwayatmu Kini dan Nanti&lt;br /&gt;Tepat 66 tahun silam, tanggal 1  Juni 1945, Bung Karno berpidato dalam sidang BPUPKI yang mana kini  moment tersebut kita peringati sebagai hari lahirnya Pancasila. Menurut  Taufik Kiemas(2010), Pancasila bukanlah konsep pemikiran  semata,  melainkan sebuah perangkat tata nilai sebagai panduan dalam  berbagai  segi kehidupan. Sedangkan Presiden SBY menambahkan bahwa pemikiran  Soekarno yang tertuang dalam Pancasila  merupakan pemikiran yang paling  relevan pada masa kini dan masa depan (Pidato memperingati Harlah  Pancasila 1 Juni 2010).&lt;br /&gt;Negara Pancasila adalah suatu daerah  teritorial berdaulat yang bernama Indonesia dimana suatu paham yang  bernama Pancasila dijadikan asas, pandangan hidup berbangsa, bernegara  dan bermasyarakat (Dwija Suastana,2011).&lt;br /&gt;Pertanyaannya:Kenapa  Pancasila yang sudah sedemikian jelas kedudukannya baik secara  normatif,teori, pidato,dll sebagai satu-satunya asas dalam NKRI, terus  saja berupaya dirongrong dan disuntik mati?Mau diapain Pancasila  kedepannya?Bagaimana sich leader and leadership di negeri ini dalam  memandang Pancasila?36 butir-butir Pancasila(coba ingat-ingat Penataran  P-4 tempo doeloe) yang diangkat dari nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia  hilang atau dihilangkan?Siapa yang mengerami butir-butir itu?sudahkah  menetas menjadi bibit kemajuan bangsa?&lt;br /&gt;Tantangan Pancasila itu  sendiri ada pada diri pelakonnya, stakeholders-nya. baik itu pemerintah  dengan political will-nya maupun masyarakat dengan good will-nya. Nah,  kalau sementara ini ada movement-movement yang mencoba macam-macam, itu  berarti ada yang salah di negeri ini. Apa itu?Bisa jadi masalah  keadilan,masalah perut atau mungkin egoisme akut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Negara Islam Indonesia, Dian yang Tak Kunjung Padam&lt;br /&gt;Sesungguhnya,  Pancasila adalah Ideologi terbuka, Pancasila jika dilihat dari   nilai-nilai dasarnya, dapat dikatakan sebagai ideologi terbuka. Dalam   ideologi terbuka terdapat cita-cita dan nilai-nilai yang mendasar,   bersifat tetap dan tidak berubah.&lt;br /&gt;Adanya gerakan-gerakan sementara  golongan yang ingin mendirikan bendera lain diatas bendera merah putih,  haruslah disikapi secara hati-hati dan arif. Tiada sebab tanpa akibat.  Kenyataan belakangan ini tentu membuat negara plural seperti Indonesia  ini miris dan menyedihkan. Pemikiran anak-anak negeri ini semakin hari  semakin kolot dan semakin tidak waras. Baju yang ada sekarang ini sudah  sangat bagus dan bisa dipakai sampai kapanpun, kenapa ujug-ujug mau  ganti baju impor yang tidak sesuai dengan ukuran dan kondisi tubuh  kita??&lt;br /&gt;Mari kita menengok kebelakang bagaimana DI/TII Kartosuwiryo  memproklamirkan berdirinya negara Islam Indonesia dengan teks-nya  sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROKLAMASI&lt;br /&gt;Berdirinya Negara Islam Indonesia&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah, Maha PengasihAshhadu alla ilaha illallah, wa ashhadu anna Muhammadarrasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami, Ummat Islam Bangsa IndonesiaMENYATAKAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERDIRINYANEGARA ISLAM INDONESIA&lt;br /&gt;Maka Hukum yang berlaku atas Negara Islam Indonesia itu, ialah : HUKUM ISLAM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !&lt;br /&gt;Atas nama Ummat Islam Bangsa IndonesiaIMAM NEGARA ISLAM INDONESIA&lt;br /&gt;ttd&lt;br /&gt;S.M. KARTOSOEWIRJO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madinah - Indonesia,12 Syawal 1368 / 7 Agustus 1949.&lt;br /&gt;(sumber: &lt;a href="http://www.darul_islam.tripod.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;www.darul_islam.tripod.com&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;DI/TII, Sebuah Selayang Pandang&lt;br /&gt;Tanggal  7 agustus 1949 adalah bertepatan dengan Bung Hatta pergi ke Belanda  untuk mengadakan perundingan Meja Bundar, yang berakhir dengan  kekecewaan. Dimana hasil perundingan tersebut adalah Irian Barat tidak  dimasukkan kedalam penyerahan kedaulatan Indonesia, lapangan ekonomi  masih dipegang oleh kapitalis barat.&lt;br /&gt;Negara Islam Indonesia  diproklamirkan di daerah yang dikuasai oleh Tentara Belanda, yaitu  daerah Jawa Barat yang ditinggalkan oleh TNI (Tentara Nasional  Indonesia) ke Jogya. Sebab daerah de-facto R.I. pada saat itu hanya  terdiri dari Yogyakarta dan kurang lebih 7 Kabupaten saja ( menurut  fakta-fakta perundingan/kompromis dengan Kerajaan Belanda; perjanjian  Linggarjati tahun 1947 hasilnya de-facto R.I. tinggal pulau Jawa dan  Madura, sedang perjanjian Renville pada tahun 1948, de-facto R.I. adalah  hanya terdiri dari Yogyakarta). Seluruh kepulauan Indonesia termasuk  Jawa Barat kesemuanya masih dikuasai oleh Kerajaan Belanda. Jadi  tidaklah benar kalau ada yang mengatakan bahwa Negara Islam Indonesia  didirikan dan diproklamirkan didalam negara Republik Indonesia. Negara  Islam Indonesia didirikan di daerah yang masih dikuasai oleh Kerajaan  Belanda.&lt;br /&gt;Negara Islam Indonesia dengan organisasinya Darul Islam dan  tentaranya yang dikenal dengan nama Tentara Islam Indonesia dihantam  habis-habisan oleh Regim Soekarno yang didukung oleh partai komunis  Indonesia(PKI). Sedangkan Masyumi (Majelis syura muslimin Indonesia)  tidak ikut menghantam, hanya tidak mendukung, walaupun organisasi Darul  Islam yang pada mulanya bernama Majlis Islam adalah organisasi dibawah  Masyumi yang kemudian memisahkan diri. Seorang tokoh besar dari Masyumi  almarhum M Isa Anshary pada tahun 1951 menyatakan bahwa "Tidak ada  seorang muslimpun, bangsa apa dan dimana juga dia berada yang tidak  bercita-cita Darul Islam. Hanya orang yang sudah bejad moral, iman dan  Islam-nya, yang tidak menyetujui berdirinya Negara Islam Indonesia.  Hanya jalan dan cara memperjuangkan idiologi itu terdapat persimpangan  dan perbedaan. Jalan bersimpang jauh. Yang satu berjuang dalam  batas-batas hukum, secara legal dan parlementer, itulah Masyumi. Yang  lain berjuang dengan alat senjata, mendirikan negara dalam negara,  itulah Darul Islam" (majalah Hikmah, 1951).&lt;br /&gt;Ketika Masyumi memegang  pemerintahan, M Natsir mengirimkan surat kepada SM Kartosoewirjo untuk  mengajak beliau dan kawan-kawan yang ada di gunung untuk kembali  berjuang dalam batas-batas hukum negara yang ada. Namun M Natsir  mendapat jawaban dari SM Kartosoewirjo "Barangkali saudara belum  menerima proklamasi kami"(majalah Hikmah, 1951).&lt;br /&gt;Setelah Imam Negara  Islam Indonesia S.M. Kartosoewirjo tertangkap dan dijatuhi hukuman mati  pada tahun 1962 regim Soekarno dengan dibantu oleh PKI yang diteruskan  oleh regim Soeharto dengan ABRI-nya telah membungkam Negara Islam  Indonesia sampai sekarang dengan pola yang sama. Pola tersebut adalah  dengan cara menugaskan bawahannya untuk melakukan pengrusakan, setelah  melakukan pengrusakkan bawahan tersebut "bernyanyi" bahwa dia adalah  anggota kelompok Islam tertentu. Atau melakukan pengrusakan dengan  menggunakan atribut Islam. Menurut salah seorang kapten yang kini masih  hidup, dan mungkin saksi hidup yang lainnya pun masih banyak, bahwa ada  perbedaan antara DI pengrusak dan DI Kartosuwiryo yakni attribut yang  dipergunakan oleh DI pengrusak (buatan Sukarno) berwarna merah sedangkan  DI Kartosuwiryo adalah hijau. Sebenarnya Negara Islam Indonesia masih  ada dan tetap ada, walaupun sebagian anggota-anggota Darul Islam sudah  pada meninggal, namun ide Negara Islam Indonesia masih tetap bersinar di  muka bumi Indonesia*.&lt;br /&gt;(Sumber pustaka: &lt;a href="http://www.darul_islam.tripod.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://www.darul_islam.tripod.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;******************&lt;br /&gt;Dalam  konteks negara kesatuan republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila  dimana didalamnya terkandung unsur-unsur kemajemukan SARA sudah sangat  jelas ide pembentukan Negara Islam Indonesia, adalah ide yang  irrelevant, tidak sesuai.Menimbang, mengingat dan  seterusnya....memutuskan.... bahwa NKRI adalah HARGA HIDUP DAN  MATI!Marilah kita hidup secara damai, dalam cinta kasih dan hidupkan  kembali nilai-nilai Pancasila dalam praktek nyata kehidupan sehari-hari.  Pancasila adalah rakmat bagi sekalian alam Indonesia, yakinlah!  Praktisnya, hal ini haruslah dimulai dari KETELADANAN DAN LEADERSHIP  YANG BAIK DARI SEORANG LEADER NEGERI INI.Contoh misalnya: kalau jiwa n  fisik leader kita seorang mantan militer maka yang diharapkan adalah  nilai-nilai kedisiplinan dan ketegasan sangat perlu di-ejawantahan  olehnya demi dan untuk rakyatnya. Kalau tidak, hancurlah negeri ini.  Kalau anda mau ideologi yang mana???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PANCASILAKETUHANAN YANG  MAHA ESAKEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADABPERSATUAN INDONESIAKERAKYATAN  YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM  PERMUSYAWARATAN/PERWAKILANKEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****Ditulis dan diolah oleh seorang fans berat Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa di Pulau Dewata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara, 29-04-11&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-3477443899645963034?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/3477443899645963034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2011/05/negara-pancasila-versus-negara-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3477443899645963034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3477443899645963034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2011/05/negara-pancasila-versus-negara-islam.html' title='Negara Pancasila Versus Negara Islam Indonesia'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Ff3qhvzZLyE/TcBRz_NkQoI/AAAAAAAAAPc/OMV0hpQSSFk/s72-c/garuda-pancasila.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-3762139117226331513</id><published>2011-01-19T01:13:00.002+08:00</published><updated>2011-08-27T11:21:00.950+08:00</updated><title type='text'>Pemakzulan Presiden Mungkinkah?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TTXKCyU97yI/AAAAAAAAAPU/SzOrYkhryAs/s1600/pemakzulan.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TTXKCyU97yI/AAAAAAAAAPU/SzOrYkhryAs/s1600/pemakzulan.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seperti yang telah kita ketahui bersama, wacana pemakzulan ataupun  impeachment Presiden RI di akomodir oleh Makhamah Konstitusi (MK). Dalam  Sidangnya tanggal 12 Januari 2011, MK mengabulkan permohonan uji materi  pasal 184 ayat 4 UU Nomor 27/2009  tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD yang  diajukan beberapa anggota DPR.&amp;nbsp; Dengan putusan tersebut maka pasal 184  ayat (4) yang mengatur kuorum  3/4 untuk mengajukan usul hak menyatakan  pendapat, dan harus disetujui  3/4 anggota dewan yang hadir, dinyatakan  tidak berlaku. Artinya peluang  melanjutkan hak angket menjadi  pemakzulan di DPR terbuka lebar, karena  persyaratannya semakin mudah.&amp;nbsp;  Selain itu, MK berpendapat dengan adanya pengaturan kourum 3/4   menyebabkan tidak efektif bagi DPR untuk mengkontrol atau mengawasi   presiden karena syarat tersebut terlalu berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya,  putusan MK ini berawal dari pengajuan perkara dari sejumlah anggota DPR  sebagai pemohon I serta dari kalangan masyarakat yang notabene-nya  adalah konstituen anggota DPR sebagai Pemohon II. Para anggota DPR itu  diantaranya: Lily Wahid, Bambang Soesatyo, dan Akbar Faisal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para  pemohon mempermasalahkan pasal 184 ayat (4) yang mengatur  kuorum 3/4  untuk mengajukan usul hak menyatakan pendapat, dan harus  disetujui 3/4  anggota dewan yang hadir. Padahal menurut pasal 7B UUD  1945, kuorum  yang disebutkan hanya 2/3 saja.  Pemohon menilai,  perubahan jumlah  kuorum yang ditentukan jauh lebih banyak itu sebagai  perampasan atau  pengurangan hak konstitusional DPR. Karena DPR kemudian  tidak bisa  menjalankan fungsi &lt;i&gt;check and balances&lt;/i&gt; terhadap kebijakan  pemerintah.  Perbedaan  jumlah itu pun dianggap sebagai upaya untuk  merusak tatanan kehidupan  demokrasi nasional. Aturan itu juga  seolah-olah dibuat untuk kepentingan  kekuasaan atau kepentingan  politisi.&lt;br /&gt;**************&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pemakzulan, Bukan Sekedar Asal-Usul&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam terjemahan bebas wikipedia bahasa Indonesia, yang dimaksud dengan Pemakzulan atau yang lebih populer dengan nama &lt;i&gt;Impeachment&lt;/i&gt;  adalah sebuah proses dari sebuah badan legislatif yang secara resmi  menjatuhkan dakwaan terhadap seorang pejabat tinggi negara.  Pemakzulan  bukan selalu berarti pemecatan atau pelepasan jabatan,  tetapi hanya  merupakan pernyataan dakwaan secara resmi, mirip pendakwaan  dalam  kasus-kasus kriminal,  sehingga hanya merupakan langkah pertama menuju  kemungkinan pemecatan.  Saat pejabat tersebut telah dimakzulkan, ia  harus menghadapi kemungkinan  dinyatakan bersalah melalui sebuah  pemungutan suara legislatif. Pemakzulan berlaku di bawah undang-undang  konstitusi di banyak negara di dunia, termasuk Amerika Serikat, Brasil,  Rusia, Filipina, dan Republik Irlandia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam UUD 1945 Bab  III tentang Kekuasaan Pemerintahan Negara, Pasal 7 A  disebutkan,"Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam  masa jabatannya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul Dewan  Perwakilan Rakyat, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran  hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak  pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti,  tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakzulan  atau Impeachment ini, memang dimungkinkan dalam  UUD 1945 hasil  amandemen. Tetapi agar pemakzulan tidak dijadikan bahan  mainan, UUD  1945 mengatur secara detail dan hati-hati. Menurut Ketua MK, Prof.Dr.  Mahfud MD, seyogyanya memang perlu&amp;nbsp; kehati-hatian dalam pengaturan soal  pemakzulan ini didasarkan pada alasan agar  DPR tidak mudah dan  semena-mena menjatuhkan presiden. Setiap proses  pemakzulan harus  melalui prosedur dan proses yang tidak mudah dan  berliku.(detiknews, 31  Januari 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif UUD 1945, proses   pemakzulan Presiden dan/atau Wakil  Presiden harus diusulkan oleh Dewan   Perwakilan Rakyat (DPR) kepada  Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).   Namun sebelum proses pengajuan  pemberhentian kepada MPR, terlebih  dahulu  DPR sebagai pihak yang  mempunyai kedudukan hukum &lt;i&gt;(legal standing) &lt;/i&gt;harus  mengajukan permohonan kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Sebelum upaya di  atas dilakukan, DPR  terlebih dahulu menggunakan hak  angket sebagai  upaya penyelidikan  terhadap kebijakan Presiden dan/atau  Wakil  Presiden. Kemudian DPR  menggunakan hak menyatakan pendapat sebagai  pintu masuk DPR untuk  mambawa Presiden dan/atau Wakil Presiden  kepada  MK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Simalakama Dana Bail-Out Bank Century&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus  dana bail out Century membawa wacana pemakzulan terhadap Presiden   Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. Banyak pihak  menduga terjadi "kesalahan sistemik" dalam kasus dana talangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkaran Survey Indonesia pada tahun 2009, memberikan 5 solusi penyelesaian kasus Century yaitu;&lt;br /&gt;1.mengefektifkan  hak angket DPR untuk mendapatkan informasi seakurat  mungkin, 2.membuka  aliran dana Bank Century hingga ada data untuk  verifikasi rumor  negatif, 3. KPK perlu ikut mengelaborasi kemungkinan terjadinya dugaan  korupsi di balik kasus Bank Century, 4. Memberikan sanksi yang  proporsional kepada pihak yang terlibat sesuai dengan jenjang  keterlibatannya, 5. menyelesaikan kasus Century sesingkat-singkatnya  karena masih ada masalah besar bangsa Indonesia yang juga perlu  diatasi.(&lt;a href="http://www.waspada.co.id/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;www.waspada.co.id&lt;/a&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat  politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin  Haris  mengatakan, kunci tindak lanjut proses hukum terhadap rekomendasi   Pansus Angket Kasus Bank Century yang menjadi keputusan akhir DPR berada   di tangan Presiden.(kompas.com).So, kuncinya ada ditangan  Presiden.Bola panas n liar ini ada di tangan Presiden Indonesia saat  ini. Presiden sesuai amanat UU memang tidak boleh intervensi dalam  masalah2 hukum yang di tangani oleh lembaga yudikatif, namun tentu  Presiden dapat menggunakan kewenangannya untuk mengatasi carut-marut  Bank Century yang sangat-sangat menguras energi negara. Bangsa ini sudah  capek Bung!Please donk ah....!ayo!!Kepak-an sayap Garuda di dadamu,  demi bangsa Indonesia yang bersih dari koruptor dan mampu menggapai  kejayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Itikad Baik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian kasus Century harus dibawa diranah hukum yang tegas.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Dari  sisi ekonomi, kalangan dunia usaha menilai, penyelesaian kasus Bank  Century secara  cepat, terutama secara hukum akan memberikan dampak yang  baik bagi  kepastian ekonomi. "Kepastian hukum Kasus Century ditunggu  dunia usaha.  Makin cepat makin baik karena akan memberikan kepastian  ekonomi juga".Sekjen Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan  Penyeberangan (Gapasdap), Lutfie Syarief seperti dikutip dari Voice of  Indonesia(VOI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti judul ala istilah Pelawak (alm)  Asmuni diatas, sesuai amanat UUD 1945, sebagai sumber hukum tertinggi di  republik ini, Pemakzulan/Impeachment memang dimungkinkan sepanjang  Presiden dan atau wakil-nya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan  pelanggaran. NAMUN, perlu dicatat bahwa, sebagai anak bangsa, penulis,  sangat mengharapkan&amp;nbsp; adanya &lt;b&gt;&lt;i&gt;good will &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;dari  Pejabat negara yang berwenang tuk menyelesaikan kasus demi kasus yang  terjadi secara baik, komprehensif dan terukur. Semua demi bangsa dan  negara ini. Rakyat sudah lelah dengan semua ini, himpitan ekonomi rakyat  kecil yang KEMBALI HARUS makan tiwul seiring melonjaknya harga beras,  cabe n kebutuhan pokok lainnya, jeritan rakyat kecil, TOLONGLAH  didengar! Ketegasan n kejujuran seorang pemimpin negara sangat  diperlukan dalam mengatasi berbagai persoalan2 pelik yang membelit  negeri ini. Dalam menjalankan "Dharmaning Negara", seorang Presiden yang  sudah dipercaya rakyat yang dipimpinnya dalam mekanisme demokrasi yang  demoskratos.Hal ini sudah menunjukkan betapa rakyatlah yg memegang  kedaulatan penuh yang dijalankan oleh Presiden-nya.&amp;nbsp; Dalam hal  pemakzulan, kalau memang Presiden bersih n jujur, maka rakyat akan  berada dibelakang &amp;amp; didepan menjadi tameng, mem-back-up penuh dengan  semangat "puputan".Namun, apabila terbukti telah terjadi pembohongan  publik, maka.."puput", sudah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar Menulis di Keheningan Malam, Pesisir Pantai Selatan Bali,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-3762139117226331513?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/3762139117226331513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2011/01/pemakzulan-presiden-mission-possible.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3762139117226331513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3762139117226331513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2011/01/pemakzulan-presiden-mission-possible.html' title='Pemakzulan Presiden Mungkinkah?'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TTXKCyU97yI/AAAAAAAAAPU/SzOrYkhryAs/s72-c/pemakzulan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-1148184219846500303</id><published>2010-12-05T22:02:00.002+08:00</published><updated>2011-08-30T13:35:25.224+08:00</updated><title type='text'>Ikhtisar Gelar (Titel) Tri Wangsa Menurut Raad Van Kerta</title><content type='html'>Saudara sekalian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPubTmHjcXI/AAAAAAAAAPI/N-K1otYemWA/s1600/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_Raad_van_Kerta%253B_de_vorst_van_Buleleng_met_priesters_en_hofhouding._TMnr_60004274.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://3.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPubTmHjcXI/AAAAAAAAAPI/N-K1otYemWA/s200/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_Raad_van_Kerta%253B_de_vorst_van_Buleleng_met_priesters_en_hofhouding._TMnr_60004274.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Adapun catatan ini penulis anggap hanya sebagai penambah wawasan belaka. Semata-mata karena ketertarikan penulis akan budaya leluhur beserta dgn nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Tri Wangsa menurut seorang ahli hukum (adat) Bali lampau Mr. Gde Panetje adalah terdiri dari Wangsa Brahmana, Ksatriya, dan Wesya. Sejatinya, Tri Wangsa ini adalah ciptaan Belanda untuk kepentingan politik Pemerintah kolonial Belanda supaya mudah melakukan social control di Bali. Untuk itu, melalui sebuah konferensi yang berlangsung 15-17 September 1910, Belanda merekonstruksi sistem kasta baru dengan golongan triwangsa di atas sudra.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan Raad Van Kerta adalah lembaga peradilan adat  ciptaan pemerintah kolonial yang pernah mengatur sistem kehidupan sosial-adat Bali pada era 1930-an sampai menjelang tahun 1952(sebelum diganti menjadi Pengadilan negeri, 1952). Raad Van Kerta di Bali yang terkenal adalah di Klungkung (Kerta Gosa) dan Singaraja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai Raad Van Kerta ini, dalam sebuah ruang diskusi terbatas yang digelar oleh Bali Post tahun 2004, seorang tokoh agama Hindu,yakni IB Gunada juga sepakat dengan Dewa Mardiana (peserta diskusi) soal peradilan agama. Kata mantan Sekjen Parisada Pusat ini, sejak dihapuskannya Raad van Kerta, umat Hindu di Bali kurang mendapatkan keadilan dalam bidang agama dan adat. Misalnya, jika umat kehilangan pratima yang diukur hanya materialnya. Sementara nilai kesakralannya tak terjangkau hukum. Karena itu, perlu peradilan adat dan agama. Sekretaris Peradah Bali(waktu itu) I Nyoman Mardika juga menyebut berbagai kasus. Kepemilikan tanah sering menjadi masalah krusial dalam sistem adat di Bali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;*Wacana tentang Peradilan Adat Bali penulis kira mari kita bicarakan pada catatan berikutnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca nan Budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. Gde Panetje dalam bukunya "Aneka Catatan Tentang Hukum Adat Bali" putusan-putusan pengadilan adat Raad Van Kerta begitu mengikat dalam kurun waktu lebih dari 30 tahun dan mempengaruhi tatanan sosial budaya masyarakat Bali. Lebih jauh Mr. Panetje menambahkan bahwa hukum adat Bali sebagaimana hukum adat lainnya sifatnya tidak tertulis dan justru untuk mengenal dan mencintai norma-norma dari Hukum Adat itulah Putusan-Putusan Pengadilan(adat) yang berwenang melaksanakan tapi sekaligus menentukan arah perkembangan hukum adat". Ini berarti bahwa catatan lama ini mendorong ke arah sebuah tatanan masyarakat yang tertib dan taat(menghormati) hukum. Siapapun, apapun, dimanapun masyarakat (adat) itu berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai konflik adat,yang diantaranya perubahan gelar(status sosial dari A ke B yang cenderung menimbulkan konflik horizontal di tengah detak-detik kehidupan masyarakat Bali mendorong penulis tuk mencari catatan lama yang setidaknya dapat dipakai sebagai cermin, sarana introspeksi untuk kita semua, Referensi masa lalu tidak selamanya jadul, kuno, gengsi.emoh tuk dipakai masa sekarang sebagai acuan dalam bertata-kelakuan di kehidupan sehari-hari dan di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, terkait dengan judul diatas, menurut Catatan Dr. V.E.Kern halaman 147 dst, tahun 1932), bahwa adapun Ikhtisar golongan Tri Wangsa(Brahmana, Kesatriya.dan Wesya) berikut gelar/titelnya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wangsa Brahmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbagi atas golongan/garis keturunan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Kemenuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Manuaba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Keniten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Mas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Antapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Titel di muka namanya adalah: Ida atau Ida Bagus untuk pria dan Ida Ayu(Idayu) untuk wanita. Ida Bagus hanya untuk pria yang Ibunya juga dari kasta Brahmana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ksatriya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ksatriya Dalem. Adapun asal dari golongan ini adalah semua golongan berasal dari keturunan Mpu Nirarta yang disebut juga Pedanda Sakti Wawu Rauh. Beliau mempunyai beberapa istri yang masing-masing menurunkan satu golongan asal keturunan Brahmana Mpu Kepakisan;salah seorang putranya ditugaskan menjadi Raja di Bali sehingga mendapat tugas Ksatriya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ida Idewa. Hanya dipakai oleh Dalem(Raja) Klungkung yang BERTAHTA dan putra-putranya yang lahir dari Ibu/Istri Padmi(Permaisuri). Putra-putra-nya dari Ibu/istri Penawing/selir memakai titel/gelar Cokorda. Putra seorang Cokorda dari sistri padmi memakai gelar Cokorda juga(untuk wanita: Cokorda Istri), putra dari istri penawing memakai titel I Dewa atau Anak Agung(Wanita: I Dewa Ayu dan Anak Agung Istri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Pradewa. I Dewa untuk Pria dan Desak untuk Wanita. Merupakan asal keturunan Dalem(Raja) Klungkung yang sudah tidak memegang kekuasaan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pungakan. Ngakan bagi Pria dan Desak untuk wanitanya. Merupakan asal keturunan Dalem(Raja) di Klungkung dari Istri yang memiliki kasta lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : Misalnya keluarga Raja Gianyar dan Bangli masing-masing keturunan Dalem Sagening dan Dalem DiMade.Tapi dalam kehidupan sehari-hari keluarga ini memakai titel I Dewa atau Anak Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Prabagus. Bagus untuk Pria dan Ayu untuk wanitanya. Golongan ini merupakan turunan Adik Dalem Waturenggong yang tidak memegang kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Prasangiang. Sang untuk Pria dan Sang Ayu untuk wanitanya. Merupakan turunan Bendesa Pandek yang diangkat Ksatriya oleh Dalem Ketut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wesya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Arya (Wesya Utama), I Gusti bagi Pria dan Ni Gusti Ayu bagi wanitanya. Yang memegang kekuasaan memakai titel/gelar I Gusti Agung begitu juga dengan anak-anaknya yang Pria. Sedangkan anak wanitanya memakai gelar Sagung. Orang memanggilnya masing-masing Anak Agung dan Sagung. Adapun asal keturunan para Arya dari tanah Jawa dibawah komando Panglima Majapahit Patih Gajah Mada. Di Bali, para Arya ini diberi kekuasaan memerintah. Misalnya, Arya Damar, Arya Wangbang. Arya Gajah Para. Terdapat di daerah Badung, Mengwi dan Tabanan. Namun seiring pertambahan n mobilitas penduduk saat ini keturunan mereka tersebar di berbagai penjuru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Catatan: Perhatikan gelar Anak Agung didaerah-daerah Badung, Tabanan, dan Mengwi berbeda dengan titel Anak Agung di daerah Gianyar, Bangli dan Klungkung. Perbedaan disini bukan kedudukannya, hanya penyebutannya saja. Ingat semua manusia adalah sama di mata Tuhan.!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*  Gusti(tanpa jajaran I). Untuk Pria disebut Gusti dan Wanita disebut Gusti Ayu. Merupakan keturunan para Arya Jawa yang tidak memegang kekuasaan memerintah(pada massa itu).&lt;br /&gt;* Gusti. Gusi atau Si untuk Pria dan wanita  dan Si Luh untuk  wanitanya.Merupakan keturunan Wesya Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN PENTING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Agung dan Cokorda selain merupakan titel juga nama jabatan dari RAJA-RAJA di Bali, yang kemudian sesudah Pemerintah Belanda memulihkan kembali kedudukan para Raja itu sebagai ZELFBESTUURDER(Kepala Pemerintahan Daerah Swapraja) dalam tahun 1938, diresmikan lagi bagi nama Jabatan mereka. Adapun rinciannya yaitu: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*I Dewa Agung: Bagi ZELFBESTUURDER Swapraja Klungkung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Anak Agung Agung: ZELFBESTUURDER Swapraja Karangasem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Cokorda             : ZELFBESTUURDER Swapraja Badung dan Tabanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Anak Agung       : ZELFBESTUURDER Swapraja Bangli, Buleleng, dan Jembrana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sebenarnya hanya yang menjadi ZELFBESTUURDER(KEPALA PEMERINTAHAN DAERAH SWAPRAJA) sajalah yang berhak memakai titel jabatan( Ambtstitel): Cokorda atau Anak Agung tapi dalam prakteknya, putra-putri-nya pun secara kurang tepat memakai titel itu juga. Titelnya yang tepat adalah: I Gusti Agung untuk Badung/Tabanan dan I Gusti untuk Buleleng/Jembrana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penulis, apapun itu, apa yang diwarisi sekarang oleh kita semua, adalah cultural heritage yang tiada duanya yang menjadi sub bagian keunikan Bali. Di zaman global ini yang menentukan status sosial seseorang dalam tata pergaulan global adalah pemikirannya, tutur katanya dan perbuatannya. Dalam ajaran agama Hindu ada sebutkan Tri Kaya Parisudha( Tiga ajaran tentang bagaimana berfikir, berkata dan berbuat yang baik dan benar). Pedoman ini seyogyanya menjadi landasan generasi muda Hindu dalam mengarungi samudera pergaulan sosial global yang penuh tantangan dewasa ini. Semoga pikiran yang baik datang dari segala arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***Catatan ini bersumber dari buku: Aneka Catatan Tentang Hukum Adat Bali oleh Mr.(Sarjana Hukum jaman jadul), Gde Panetje terbitan CV. Kayumas, Cetakan I Tahun 1986&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-1148184219846500303?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/1148184219846500303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/12/ikhtisar-gelar-titel-tri-wangsa-menurut.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/1148184219846500303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/1148184219846500303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/12/ikhtisar-gelar-titel-tri-wangsa-menurut.html' title='Ikhtisar Gelar (Titel) Tri Wangsa Menurut Raad Van Kerta'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPubTmHjcXI/AAAAAAAAAPI/N-K1otYemWA/s72-c/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_De_Raad_van_Kerta%253B_de_vorst_van_Buleleng_met_priesters_en_hofhouding._TMnr_60004274.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-8916877549120077992</id><published>2010-11-25T18:53:00.012+08:00</published><updated>2011-08-30T13:35:39.428+08:00</updated><title type='text'>Kasta atau Soroh di Bali</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPhziyQIXYI/AAAAAAAAAOQ/ZYjQhOrQBDk/s1600/kasta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="187" src="http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPhziyQIXYI/AAAAAAAAAOQ/ZYjQhOrQBDk/s200/kasta.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tulisan ini dikutip secara murni dari artikel/tulisan Bhagawan Dwija(www.stithidharma.org). Mohon izin Bhagawan semata-mata demi pencerahan umat yang masih diliputi awidya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Soroh”  bisa diterjemahkan sebagai group of related families atau disingkat  klan, yakni paguyuban orang-orang dari garis keturunan tertentu yang di  Bali disebut sebagai “tunggal Kawitan”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Definisi Kawitan beragam, ada yang  mengatakan leluhur yang pertama kali datang di Bali atau lahir di Bali,  tetapi ada pendapat kedua yang lebih moderat menyatakan bahwa Kawitan  berakar dari kata wit artinya: asal mula, sehingga Kawitan manusia  adalah Brahman atau Hyang Widhi.&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;code&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-611"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendapat kedua ini dikesampingkan  sehingga pengertian yang pertama menjadi lebih populer di masyarakat  Hindu etnis Bali, walaupun dalam aplikasinya tidak konsisten.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Misalnya Sri Kesari Warmadewa dari  Muangthai yang mula pertama datang di Bali tahun 913 M mempunyai  keturunan bernama Airlangga. Selanjutnya beliau mengembangkan keturunan  yang banyak antara lain Sirarya Kepakisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kini di Bali tidak ada yang mengaku atau  menyebut Kawitannya Kesari Warmadewa atau Kawitan Airlangga, tetapi ada  Kawitan Arya Kepakisan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian pula selanjutnya, Arya  Kepakisan yang mengembangkan banyak keturunan antara lain I Gusti  Palengan diakui sebagai Kawitan oleh soroh “Peladung” dan cicitnya yang  bernama I Gusti Penyarikan Dauh Bale Agung diakui sebagai Kawitan oleh  soroh “Arya Dauh”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Contoh lain yakni nama (bhiseka) Ida  Dalem Sri Kresna Kepakisan yang datang di Bali tahun 1350 M tidak  digunakan sebagai nama Kawitan oleh keturunan beliau, yang kini memilih  menggunakan nama putra-putra beliau sebagai Kawitan, antara lain Dalem  Samprangan, Dalem Tarukan, dan Dalem Sagening.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian banyaknya ragam versi Kawitan sehingga di Bali dewasa ini ada puluhan nama-nama soroh.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Soroh dalam lingkup kecil disebut Dadia  yang biasanya mempunyai Sanggah Pamerajan khusus. Dadia bertujuan  mempererat tali persaudaraan atau pasemetonan, selain untuk kepentingan  ritual dalam aspek pemujaan leluhur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam lingkup yang lebih besar misalnya  kesukuan Bali, soroh sering menimbulkan perpecahan bila warga soroh satu  dengan yang lainnya tidak saling menghargai dan menghormati.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih-lebih bila sejarah leluhur di masa  silam diungkit-ungkit kembali dengan fanatisme berlebihan sehingga  timbul semacam “kelas-kelas” di mana masing-masing menganggap kelasnya  lebih tinggi dari yang lain.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang merasa kelasnya lebih tinggi,  memandang soroh yang lain sebagai parekan atau hambanya, padahal mungkin  dahulu leluhur-leluhur mereka bersaudara kandung.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fanatisme soroh sering pula menimbulkan  perseteruan bahkan permusuhan. Suatu ketika di sebuah Desa di Buleleng  ada kelompok soroh yang disebut Dadia “X”. Entah apa sebabnya beberapa  kepala keluarga tiba-tiba menyatakan bahwa kawitan mereka bukan “X”  tetapi “Y”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dadia yang terdiri dari puluhan kepala  keluarga itupun pecah. Ada yang tetap bertahan sebagai kawitan X dan ada  yang ikut kawitan baru Y. Perseteruan tidak dapat diselesaikan  bertahun-tahun. Akhirnya diadakan musyawarah dan Sanggah Pamerajan-pun  dibagi-bagi dengan pembatas tembok.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masing-masing lalu membangun kembali  Sanggah baru. Hubungan kekeluargaan yang terjalin bertahun-tahun putus,  tidak mengaku bersaudara, tidak mesidi-kara (tidak saling menyembah atau  tidak turut terkena cuntaka) kendatipun ayah dan ibu kandung mereka  sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ceritra “lucu” masih banyak. Ada  beberapa keluarga dari Dadia “A” karena merasa nasib/ kehidupannya  semakin buruk pergi ke balian (dukun) bertanya di niskala (alam tidak  nyata) kenapa gerangan mereka ditimpa kemalangan bertubi-tubi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si dukun merem-melek menyatakan dirinya  kerawuhan (intrance) roh leluhur mereka seraya dengan sedih menasihati  cucu-cicitnya bahwa Kawitan mereka bukan soroh “A” tetapi soroh “B”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tercengang dan berbesar hati, mereka  mengajak saudara-saudaranya yang lain untuk percaya pada wejangan  leluhur melalui si dukun. Tidak semuanya setuju, sehingga Dadia itu  pecah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kasus ini Sanggah Pamerajan tidak  dibagi-bagi, tetap utuh namun “aneh” karena mempunyai dua hari piodalan  yang diselenggarakan oleh masing-masing kelompok, yaitu piodalan Bhatara  Kawitan A di hari Anggara Prangbakat , dan piodalan Bhatara Kawitan B  di hari Buda Wage Klawu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kawitan A dan B yang dihaturi piodalan distanakan di pelinggih yang sama, yaitu meru tumpang tiga.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih ada lagi ceritra yang lebih lucu.  Ceritra awalnya sama seperti kasus di atas, di mana dua saudara kandung  masing-masing memilih kawitan yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Si kakak ingin melaksanakan upacara  Pitra Yadnya bagi ayahnya yang sudah lama meninggal dunia. Tentu saja ia  menggunakan tata-cara menurut keyakinan kawitannya, sebut saja kawitan  “C”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa bulan kemudian si adik ingin  pula menunaikan kewajiban bhakti pada ayahnya lalu melaksanakan upacara  Pitra Yadnya menurut keyakinan kawitan lain, sebut saja “D”. Nah  bagaimana mungkin satu arwah di-aben dua kali dan dengan tata-laksana  atribut soroh yang berbeda pula?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesibukan orang-orang Bali mencari  identitas soroh terlihat sejak tahun 1960, menjelang upacara Eka Dasa  Rudra yang diselenggarakan di Pura Besakih tahun 1963.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah Daerah Bali mengumumkan  kepada rakyat agar mengadakan upacara Pitra Yadnya bagi leluhur mereka  sehingga menjelang Eka Dasa Rudra kuburan-kuburan bersih dari dengkot  (mayat yang ditanam).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebersihan kuburan ini perlu untuk  menjaga kesucian jagad Bali. Ketika itu banyak orang yang tidak tahu apa  soroh-nya, terutama umat Hindu di Buleleng, karena dahulu di kala  leluhurnya bermigrasi dari Bali Selatan sengaja menghilangkan identitas  soroh mereka dengan berbagai alasan, antara lain keselamatan jiwa dari  ancaman hukuman raja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk upacara Pitra Yadnya (ngaben)  identitas soroh sangat perlu, karena salah satu sarana upacara yang  bernama kajang memang berbeda bagi setiap soroh. Mereka yang kemudian  menemukan sorohnya melalui jasa dukun saling berhubungan dengan orang  yang se-soroh untuk membentuk paguyuban.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Organisasi ini kemudian berkembang  menjadi wadah yang efektif untuk membina kerukunan dan menjalinan  semangat kekeluargaan. Beberapa soroh tertentu ada yang mendirikan  yayasan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warganya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada pula yang mengusahakan upacara diksa  bagi warganya yang mampu menjadi sulinggih (pendeta), sehingga sejak  masa itulah adanya gelar-gelar sulinggih selain Pedanda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada tokoh politik yang “jeli” melihat  potensi paguyuban soroh yang mempunyai massa banyak, kemudian  memanfaatkan soroh untuk jalur kampanye. Media-pun ramai dengan berita  menjelang Pilkada di Bali, karena organisasi diselewengkan dari azas  pendirian semula.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang benar, paguyuban soroh mestinya  jangan dicampuri permainan politik, karena jika demikian rakyat Bali  akan semakin terpecah-belah dengan berbagai dampak negatif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih jauh lagi hendaknya fanatisme  soroh tidak perlu dikembangkan, karena dapat mengarahkan umat Hindu jauh  dari tujuan agama yang utama yakni membina kasih sayang pada sesama  mahluk ciptaan Hyang Widhi.&lt;br /&gt;&lt;pre&gt;&lt;code&gt;&lt;/code&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-8916877549120077992?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/8916877549120077992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/11/soroh-atau-kasta-di-bali.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8916877549120077992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8916877549120077992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/11/soroh-atau-kasta-di-bali.html' title='Kasta atau Soroh di Bali'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPhziyQIXYI/AAAAAAAAAOQ/ZYjQhOrQBDk/s72-c/kasta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-3502414286870731258</id><published>2010-10-29T21:55:00.004+08:00</published><updated>2011-08-13T10:43:08.527+08:00</updated><title type='text'>Sesuluh Tuk Sesolah Kita</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPh48xe7_XI/AAAAAAAAAOY/JH2V6WQC1Wo/s1600/marijan1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPh48xe7_XI/AAAAAAAAAOY/JH2V6WQC1Wo/s200/marijan1.jpg" width="151" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tak seorang pun sempurna.&lt;br /&gt;Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.&lt;br /&gt;Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah&lt;br /&gt;Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan  kekhawatiran untuk masa depan,kita tak memiliki hari ini untuk kita  syukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup, merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.&lt;br /&gt;Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri,&lt;br /&gt;semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri.&lt;br /&gt;Anda cuma bisa hidup sekali saja di dunia ini,&lt;br /&gt;tetapi jika anda hidup dengan benar,sekali saja sudah cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat.&lt;br /&gt;Rasa takut bukanlah untuk dinikmati,tetapi untuk dihadapi.&lt;br /&gt;Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka mata kita lebar-lebar sebelum menikah,&lt;br /&gt;dan biarkan mata kita setengah terpejam sesudahnya&lt;br /&gt;Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.&lt;br /&gt;Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah&lt;br /&gt;Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman,&lt;br /&gt;jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.&lt;br /&gt;Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya&lt;br /&gt;dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya&lt;br /&gt;tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan&lt;br /&gt;kalau kita tidak bisa melihat keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab,&lt;br /&gt;merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi,&lt;br /&gt;memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada&lt;br /&gt;yang lebih keras dari batu,lebih tajam dari tusukan jarum,&lt;br /&gt;lebihpahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara.&lt;br /&gt;Sesungguhnya hati adalah ladang,&lt;br /&gt;maka tanamkanlah ia dengan perkataan yang baik&lt;br /&gt;karena jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik)&lt;br /&gt;niscaya tumbuh sebagiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada simpanan yang lebih berguna&lt;br /&gt;daripada ilmu.&lt;br /&gt;Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab.&lt;br /&gt;Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal.&lt;br /&gt;Tidak ada benda ghaib yang lebih dekat daripada maut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-3502414286870731258?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/3502414286870731258/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/10/sesuluh-tuk-sesolah-kita.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3502414286870731258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3502414286870731258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/10/sesuluh-tuk-sesolah-kita.html' title='Sesuluh Tuk Sesolah Kita'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPh48xe7_XI/AAAAAAAAAOY/JH2V6WQC1Wo/s72-c/marijan1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-6338709764368298431</id><published>2010-10-29T21:53:00.004+08:00</published><updated>2011-08-13T10:43:22.402+08:00</updated><title type='text'>Mengapa Umat Hindu Menghormati Sapi?</title><content type='html'>MENEPIS SALAH SATU DARI SEKIAN KESALAHPAHAMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara sekalian yang berbahagia, sebelumnya saya mengucapkan selamat  hari raya Maulid Nabi Muhammad SAW kepada rekan umat muslim, selamat  hari raya Saraswati dan yang baru lewat, Gong Xie Fat Chai..Semoga alam  semesta beserta isinya dikaruniai kerahayuan lahir bathin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPh0njizL_I/AAAAAAAAAOU/f2B5w7oNjqs/s1600/Sapi+Dalam+Sudut+Pandang+Ajaran+Hindu+-+Arya+Tangkas+Kori+Agung.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="131" src="http://2.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPh0njizL_I/AAAAAAAAAOU/f2B5w7oNjqs/s200/Sapi+Dalam+Sudut+Pandang+Ajaran+Hindu+-+Arya+Tangkas+Kori+Agung.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Melihat banyaknya arca-arca sapi di tempat suci Hindu baik yang  ditemukan di situs purbakala maupun di tempat-tempat suci yang masih  aktif digunakan sebagai tempat peribadatan mengundang sebuah anggapan  salah kaprah terhadap Hindu. Orang sebagian besar orang, Hindu identik  dengan penyembah sapi. Apa lagi pada kenyataannya sebagian besar umat  Hindu di dunia berpantang untuk mengkonsumsi daging sapi. Benarkah Hindu  memuja Sapi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan peradaban Veda, sapi memang merupakan binatang yang sangat  di sakralkan. Diuraikan bahwa sapi merupakan lambang dari ibu pertiwi  yang memberikan kesejahtrean kepada semua makhluk hidup di bumi ini.  Karena itulah para umat manusia diajarkan untuk tidak menyemblih dan  memakan daging sapi. Selain mempunyai manfaat di dalam kehidupan rohani,  sapi juga memelihara kita di dalam kehidupan material kita seperti  misalnya dengan memberikan susu sapi dan berbagai produk susu. Selain  susu dan berbagai produk, sapi juga memberikan berbagai jenis bahan  obat-obatan seperti misalnya kencing sapi dan tahi sapi yang bahkan  ilmuwan modern sekalipun menerima bahwa air kencing sapi dan kotoran  sapi mengandung zat anti septik yang bisa digunakan untuk mengobati  berbagai jenis penyakit. Di India, didalam sistem pengobatan Ayur Veda,  terdapat teknik yang di sebut pengobatan panca gavya. Panca gavya adalah  lima jenis produk yang di hasilkan oleh sapi yaitu; susu, yogurt, ghee,  kencing sapi dan kotoran sapi. Panca gavya ini diangap sebagai bahan  bahan yang menyucikan. Bahkan di dalam yajna dan memandikan pratima di  berbagai kuil, bahan bahan ini sangat diperlukan. Tanpa panca gavya,  seseorang tidak bisa menginstalasi pratima di dalam kuil. Selain bahan  bahanyang bisa di komsumsi dari segi material, sapi juga membantu para  petani di dalam berbagai hal. Sapi jantan di gunakan untuk membajak dan  kotoran sapi digunakan untuk pupuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sri Krsna sendiri yang muncul ke dunia material ini memberikan contoh  kepada kita semua untuk menghormati sapi. Beliau bahkan lebih  memementingkan sapi dari semua makhluk hidup lainya termasuk para  brahmana. Seprti diuraikan di dalam sastra “namo brahmaëya-deväya  go-brähmaëa-hitäya ca jagad-dhitäya kåñëäya govindäya namo namaù”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di vrndavan, tradisi menghormati sapi-sapi masih berlangsung sampai  sekarang. Di beberpa tempat di daerah pedalaman di Vraja bumi, ketika  mereka memasak roti (capati), roti pertama akan diberikan kepada sapi  karena mereka mengangap bahwa krsna hanya akan menerima persembahan  kalau mereka memuaskan sapi-sapi dan para brahmana. kemudian roti kedua  di berikan kepadaorang suci yan kebetulan lewat di daerah desa tersebut  dan roti lainnya, di persembahkan kepada Sri Krsna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini hendaknya kita membedakan istilah menghormati dan memuja. Orang  Hindu memperlakukan sapi secara istimewa adalah untuk menghormati sapi,  bukan memuja sapi. Hindu hanya memuja satu Tuhan, “eko narayanan na  dwityo”sti kascit” tapi menghormati seluruh ciptaan Tuhan, terutama yang  disebut ibu, para dewa yang mengatur alam material dan semua umat  manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tradisi Hindu dikenal beberapa entitas yang dapat disebut sebagai ibu yang harus kita hormati, yaitu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ibu yang melahirkan kita, yaitu ibu kandung kita sendiri.&lt;br /&gt;2. Ibu yang menyusui kita walaupun tidak mengandung kita.&lt;br /&gt;3. Ibu yang memelihara dan mengasuh kita walaupun tidak melahirkan dan menyusui kita.&lt;br /&gt;4. Sapi yang telah memberikan kita susu, sumber panca gavya dalam  pengobatan Ayur Vedic dan juga yang tenaganya telah kita gunakan untuk  membantu pekerjaan-pekerjaan kita.&lt;br /&gt;5. Ibu pertiwi, yaitu bumi dan alam ini yang telah memberikan penghidupan pada kita dan harus kita jaga kelestariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita gunakan hati nurani kita, apakah kita akan tega membunuh  dan memakan daging sapi yang sudah kita minum susunya, yang sudah  membantu pekerjaan-pekerjaan fisik kita dalam menarik pedati dan juga  membajak sawah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat manusia dapat dengan mudahnya membunuh, memotong kepala ayam dan  sapi tanpa perasaan, maka disaat itulah mereka akan memotong kepala  manusia dan bahkan ibu kandungnya sendiri seperti memotong kepala seekor  ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih teringat di masyarakat kita di kalangan hindu di Bali. Ketika  saya masih kecil, orang tua saya sering memperingatkan bahwa kalau kamu  makan daging sapi, kamu tidak boleh datang ke pura tanpa mandi terlebih  dahulu. Peringatan ini di berikan olehorang tua saya dan sudah  merupakan peringatan turun temurun dari nenek moyang kami. Namu  sayangnya beberapa orang berangapan bahwa karena kalau kita makan daging  sapi, maka kita tidak bisa masuk ke pura, itu berarti sapi adalah  binatang haram. Ternyata setelah kita amati dan mempelajari kitab suci  veda, ternyata sapi merupakan binatang yang suci yang dihormati oleh  para dewa sekalipun. Bukanlah karena sapi merupakan binatang haram, maka  kalau kita makan daging sapi kita tidak bisa ke pura tetapi karena sapi  merupakan binatang yang sangat suci, sehinga kalau kita memakan daging  sapi, maka kita diangap orang yang sangat berdosa, degan demikian tidak  bisa masuk ke pura. Karena itu, setelah makan daging sapi, kita harus  menyucikan diri, paling tidak mandi terlebih dahulu sebelum memasuki  tempat suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan berarti bahwa kita bisa berlangsung memakan daging sapi dan  kemudian mandi dan menyucikan diri. Tidak! Itu bukanlah proses  prayascita yang sejati. Proses prayascita yang sejati adalah menyucikan  diri dari perbuatan berdosa, merenungkan kegiatan berdosa tersebut dan  berusaha untuk menghindari kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kadang, orang sadar akan kegiatan berdosa namun melakukan kegitan  berdosa lagi. Dengan demikian saya mengangap proces melakukan kegiatan  berdosayang berulang ulang dan penyucian berulang ulang sebagai hal yang  tidak berguna. Ini sama halnya dengan gajah mandi ( kunjara-sauca-vat),  karena gajah membersihkan dirinya dengan mandi namun begitu selesai  mandi dan kembali ke daratan, sang gajah akan menghamburkan lumpur pada  kepala dan badannya. ( Srimad Bhagavatam, 6.1.10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ajaran dari orang tua kita, tidak boleh ke pura setelah makan  daging sapi, hendaknya diambil serius dan menghindari daging sapi selama  lamanya dan berusaha mengerti keagungan sapi. Diuraikan juga bahwa  orang yang membunuh sapi, atau makan daging sapi, akan menderita di  planet neraka selama ratusan tahun untuk membayar satu dari bulu sapi  yang mereka makan. kalau seseorang makan daging sapi yang memliki  seratus ribu bulu, maka orang tersebut mesti menderita di neraka selama  100.000 dikali 100 tahun. Sudah tentunya kita menghindari penyemblihan  sapi dan makan daging sapi bukan karena takut untuk masuk neraka tapi  karena rasa kasih sayang kita kepada sapi yang telah berkenan memberikan  kita berbagai jenis makanan seperti yang telah diuraikan di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur tanpa mengurangi makna dari: &lt;a href="http://15meh.blogspot.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://15meh.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;++++==============&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, sapi sebagaimana juga binatang layak makan yg  lainnya, secara kimiawi mempunyai zat-zat yang apabila dimakan oleh  manusia maka akan mempengaruhi kondisi tubuh si pemakannya. "You are  what you eat". Seringkali, zat-zat yang dikandung oleh daging sapi,  berbanding terbalik dengan zat yang ada didalam tubuh atau yang  diperlukan oleh tubuh, sehingga terjadi kontrakondisi yang secara ilmu  kedokteran akan menyebabkan tubuh menjadi alergi, gatal-gatal dan efek  yang lainnya. &lt;br /&gt;Disisi lain, ada juga karena kepercayaan turun temurun sebuah keluarga  pantang memakan daging sapi. Hal ini merupakan realita yang ada  ditengah2 masyarakat Bali khususnya.&lt;br /&gt;Nah bagaimana menyikapi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya serahkan kepada masing-masing. Semuanya tergantung kita.Tidak ada yang melarang. So, it's up to you...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-6338709764368298431?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/6338709764368298431/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/10/mengapa-umat-hindu-menghormati-sapi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/6338709764368298431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/6338709764368298431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/10/mengapa-umat-hindu-menghormati-sapi.html' title='Mengapa Umat Hindu Menghormati Sapi?'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPh0njizL_I/AAAAAAAAAOU/f2B5w7oNjqs/s72-c/Sapi+Dalam+Sudut+Pandang+Ajaran+Hindu+-+Arya+Tangkas+Kori+Agung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-981808643311228976</id><published>2010-10-29T21:52:00.002+08:00</published><updated>2011-08-27T11:22:33.279+08:00</updated><title type='text'>Berhubungan Seks Dengan Binatang, Antara Fenomena &amp; Refleksi Sosial</title><content type='html'>Saudara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini, publik lagi-lagi kembali dihebohkan oleh kasus yang  berhubungan dengan dunia "perlendiran". Hubungan seksual antar mahluk  hidup merupakan suatu hal yang bersifat alamiah dan kodrati sebagai  anugrah Sang Pencipta Kehidupan. Kalau kasus "berlendir" yang melibatkan  manusia A dengan manusia B, mungkin hal yang sudah biasa terjadi.Akan  lain ceritanya kalau aktifitas seksual ini dilakukan oleh seorang anak  manusia dengan lawan mainnya seekor binatang. Suatu hal yang  jarang-jarang terjadi. Seperti kasus yang terjadi di bali baru-baru ini,  menyita perhatian khalayak ramai bersaing ketat dengan pemberitaan  kasus "lendir" lain yang terjadi di jagat pesolek tanah air. Sebagai  gambaran, berikut sekilas artikel hubungan seks nyeleneh ini yang  penulis kutip dari detiknews.com dengan link:&lt;a href="http://us.detiknews.com/read/2010/06/11/084812/1376062/10/warga-desa-di-jembrana-gelar-ritual-tenggelamkan-sapi-ke-laut" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://us.detiknews.com/read/2010/06/11/084812/1376062/10/warga-desa-di-jembrana-gelar-ritual-tenggelamkan-sapi-ke-laut&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;"Ulah seorang anak baru gede (ABG) berinisial GA (18) yang menyetubuhi  sapi membuat semua warga Yeh Embang, Kabupaten Jembrana, Bali, sibuk.  Warga desa harus menggelar ritual untuk membersihkan desanya akibat ulah  menyimpang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rencananya warga Desa Yeh Embang akan menggelar ritual pecaruan di Pura  Dalem, Jumat (11/6/2010). Tujuannya, membersihkan desa yang kotor akibat  perbuatan persetubuhan manusia dengan binatang, baik secara skala dan  niskala pasca persetubuhan GA dengan seekor sapi pada Minggu (6/6/2010).&lt;br /&gt;Hal ini disampaikan Bendesa Adat Desa Yeh Embang Ida Bagus Legawa. Dalam  upacara tersebut, akan dilakukan ritual larung sapi dan GA ke tengah  laut.&lt;br /&gt;Dalam ritual itu, sapi yang telah disetubuhi oleh GA akan ditenggelamkan  di tengah laut. Namun, nasib lebih beruntung dialami oleh GA. Ia tidak  akan ditenggelamkan melainkan hanya dilakukan secara simbolis. "Anak ini   hanya dimandikan di laut untuk membuang aib dan kotor akibat  perbuatannya tersebut," kata Legawa. &lt;br /&gt;Selain menggelar ritual, desa juga memberikan sanksi kepada GA. Ia  didenda dengan membayar sebanyak 2 ribu biji uang kepeng sebagai denda  atas perbuatannya."&lt;br /&gt;-------detiknews.com--------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, sebenarnya penulis bukanlah orang yang berkompeten  mengangkat kasus ini menjadi sebuah catatan. Namun, karena hubungan  intim dengan binatang ini belum ada yang memiliki hak  patennya...Naa...penulis terusik tuk mengangkat kasus ini dalam sebuah  media sharing seperti facebook ini. Adapun tujuannya semata-mata adalah  sebagai wahana pengetahuan sekaligus mencari tahu mengapa, apa, siapa,  bagaimana fenomena seksual nyeleneh ini bisa terjadi. Untuk itu urun  rembug pembaca yang budiman would be much appreciated dech  pokoknye...terutama nich para pakar dibidangnya sangat penulis harapkan  partisipasinya, seperti kalangan medis, rohaniawan, tokoh masyarakat,  mahasiswa, dan calon-calon pakar dan sahabat yang mem-pakar-kan diri are  very welcome to contribute dalam sharing pendapat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah contekan dari sebuah sumber tentang hubungan seks dengan  binatang, penulis mendapat suatu pemahaman bahwa "Melakukan hubungan  seks dengan binatang dikenal dengan nama BESTIALITI. Ketika tindakan  atau fantasi seks dengan binatang terjadi berulang kali dan dianggap  cara yang eksklusif untuk mendapatkan gairah seks, maka ini disebut  ZOOPHILIA.&lt;br /&gt;Bestialiti biasanya melibatkan rasa ingin tahu, hasrat untuk mencoba hal  baru, atau keinginan untuk melampiaskan nafsu ketika pasangan tidak  ada. Zoophilia biasanya melibatkan perilaku yang kejam yang bisa  menyakiti binatang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ir. Suyatno, MKes, dalam blog pribadinya:&lt;a href="http://suyatno.blog.undip.ac.id/2009/11/14/penyimpangan-seksual/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://suyatno.blog.undip.ac.id/2009/11/14/penyimpangan-seksual/&lt;/a&gt;,  Bestially adalah manusia yang suka melakukan hubungan seks dengan  binatang seperti kambing, kerbau, sapi, kuda, ayam, bebek, anjing,  kucing, dan lain sebagainya. Didalam blognya itu Ir. Suyatno juga  memaparkan makna ZooPhilia adalah orang yang senang dan terangsang  melihat hewan melakukan hubungan seks dengan hewan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan detiknews.com diatas, disampaikan bahwa pelaku mengalami  halusinasi tatkala melakukan hajat-nya dengan binatang sapi tersebut  seperti "melakukan"nya dengan seorang gadis cantik(Ehm...fenomena  berhalusinasi ini mungkin nanti bisa dijabarkan secara kedokteran n  psikologis oleh ahlinya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas apa yang dilakukan oleh remaja GA dari Kabupaten Jembrana  Bali itu, adalah sesuatu yang diluar kewajaran. Langkah ritual yang  dilakukan oleh warga masyarakat sesuai berita diatas, secara pandangan  awam penulis adalah upaya rehabilitasi dari energi buruk yang  diakibatkan oleh ulah pelaku penyimpangan  seksual ini. Didalamnya juga  terdapat upaya pemulihan trauma yang melanda pelaku dan masyarakat  sekitarnya sesuai dengan kepercayaan setempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaca dari sekian kasus yang terjadi(penulis sedikit lupa-lupa ingat  kasus serupa juga pernah terjadi di Buleleng, Bali utara), nampaknya  fenomena ini lagi-lagi penanganannya/pencegahannya tidak bisa berdiri  sendiri. Peranan pendidikan komprehensif di keluarga serta sekolah dari  usia dini, faktor ekonomi dan lingkungan sosial sangat mempengaruhi  output yg diharapkan. Dan yang patut digaris-bawahi adalah bagaimana  keluarga hendaknya mampu menjadi BENTENG Tangguh dalam upaya menanamkan  bibit, bobot n bebet yang baik sehingga mampu tumbuh menjadi pribadi  yang tahan terhadap berbagai bentuk penyimpangan seksual. Penulis tidak  tahu, apakah fenomena penyimpangan seksual dengan binatang ini dapat  menular ato tidak...tentu dengan sangat terbuka urun rembug sidang  facebookers dapat kiranya menyibak tabir kegelapan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat facebooker yang budiman, kajian-kajian dari fenomena seksual  menyimpang ini sangat penulis harapkan apakah dari sudut pandang  kedokteran, psikologis, rohaniawan, sosial dan pandangan intelektual  akademisi sehingga nantinya diharapkan ada sebuah pemahaman yang berguna  untuk kita semua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Damai,&lt;span id="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-981808643311228976?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/981808643311228976/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/10/kajian-mengenai-nafsu-kebinatangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/981808643311228976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/981808643311228976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/10/kajian-mengenai-nafsu-kebinatangan.html' title='Berhubungan Seks Dengan Binatang, Antara Fenomena &amp; Refleksi Sosial'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-5870781353554611177</id><published>2010-10-29T21:50:00.001+08:00</published><updated>2011-08-13T10:44:06.216+08:00</updated><title type='text'>Pro Kontra Hak Pilih TNI-Polri</title><content type='html'>Belakangan ini selain gegap gempita piala dunia yang demikian membahana  di seluruh penjuru dunia, di tanah air tercinta Indonesia, saya  amati(spt biasa jd pengamat aja deh) byk sekali terjadi lalu lintas  informasi yg begitu menyita perhatian publik. Katakanlah mulai dari  urusan politik, ghost-ship artis, kemiskinan&amp;amp; pemiskinan dan hal-hal  lainnya yang demikian mewarnai ragam kehidupan berbangsa &amp;amp;  bernegara kita. Pada kesempatan kali ini, melalui media facebook ini,  izinkan saya mencoba mengangkat sebuah wacana publik yang sebetulnya  bukan barang baru lagi dalam kancah polemik tanah air, yakni tentang hak  pilih TNI yang baru-baru ini digulirkan oleh orang nomor satu di  republik kita, pak SBY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak Pilih TNI/POLRI, Ibarat Pedang Bermata Dua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, wacana memberikan hak pilih bagi TNI/POlri, bukan hal yang  baru. Wacana penggunaan hak pilih TNI berawal dari keinginan mantan  Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto agar anggota TNI menggunakan  hak pilihnya dalam Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca pemilu 2004, Endriartono sudah menyampaikan keinginan itu. Walau,  Endriartono juga yang menolak penggunaan hak pilih anggota TNI dalam  pemilu 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Pemilu 2004 TNI/Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tidak  menggunakan hak pilihnya. Itu dituangkan dalam Ketetapan Majelis  Permusyawaratan Rakyat (Tap MPR) Nomor VII/MPR/ 2000 tentang Pemisahan  TNI dan Polri dan juga ditegaskan kembali dalam Undang-Undang (UU) Nomor  12 Tahun 2003 tentang Pemilu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya memang tidak mudah memutuskan apakah hak pilih TNI diberikan  pada Pemilu 2014 atau tidak, karena berkait dengan keberhasilan  reformasi internal TNI, kondisi TNI, bahkan kondisi bangsa dan negara di  masa datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari diskursus di media massa dapat dipetakan kelompok yang menyatakan  setuju dan tidak setuju. Kelompok pro rata-rata adalah aktivis  prodemokrasi dan HAM yang menilai hak politik perorangan merupakan hak  asasi manusia yang harus diberikan kepada siapa pun, termasuk anggota  militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kelompok politikus yang menilai dari sisi idealisme demokrasi dan  TNI sudah cukup dewasa untuk melakukannya. Sedangkan mereka yang belum  setuju pada umumnya datang dari kelompok profesional dan peneliti yang  mengedepankan realisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok kontra memandang realitas kondisi sosial-ekonomi yang belum  memadai dan kultur politik (terutama elite) yang belum baik, harus  dipertimbangkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Pengamat militer LIPI Jaleswari Pramowardhani mencatat masih ada  3 persoalan mendasar di tubuh TNI yang harus diselesaikan dalam 15  tahun ke depan. Pertama, modernisasi alat utama sistem persenjataan  (alutsista). Kedua, pemenuhan kesejahteraan prajurit. Ketiga,  sosialisasi prinsip-prinsip keadaan demokrasi. Masih menurut Jaleswari,  Tentara Nasional Indonesia (TNI) dinilai belum waktunya mendapatkan  kembali hak pilih pada pemilu mendatang. Wacana ini harus dihentikan,  TNI diminta tetap fokus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik  Indonesia (NKRI). Pertimbangannya, sebagai warga negara TNI memang  memiliki hak untuk memilih yang dilindungi oleh UUD. Tetapi di kalangan  TNI sendiri pengembalian hak pilih masih menjadi pro dan kontra,  kesejahteraan prajurit sebaiknya lebih diutamakan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan disisi lain, bagi kalangan yang setuju penggunaan Hak Pilih  bagi TNI/Polri, menilai bahwa,Adalah langkah mundur, apabila hak anggota  TNI menggunakan hak pilihnya dihalangi. Sebagai contoh, seorang  presiden yang notabene adalah panglima tertinggi Angkatan Laut, Darat  dan Udara, bahkan mempunyai hak pilih dalam pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kedewasaan berdemokrasi, seharusnya tidak saja ditujukan kepada  anggota TNI, melainkan juga masyarakat, dan kalangan lainya terutama  partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perilaku, bahkan kultur elite politik negeri ini yang belum dewasa  cenderung masih senang menggandeng TNI atau perwira TNI untuk  kepentingan kelompoknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Mayjen TNI Syarifudin Tippe, S.IP, Msi, dalam makalahnya  berjudul" Strategi Pengembangan TNI AD 25 Tahun Kedepan, Ditinjau Dari  Aspek Pendidikan", sebagai komponen bangsa, TNI AD(angkatan  darat)--khususnya. akan tetap menjadi rebutan kelompok kepentingan.  Sehingga harus diakui ini akan menciptakan peluang bagi oknum TNI AD  menempuh tujuan pribadi mencari kekuasaan / jabatan dengan cara yang  tidak  dilandasi oleh nilai-nilai moral keprajuritan. Model tersebut  melahirkan elite TNI AD  yang kesetiaannya ganda, tidak saja loyal pada  negara, tetapi juga pada orang perorang atau golongan yang membuat  dirinya masuk menjadi kelompok elite. Hal demikian menjadikan organisasi  TNI AD tidak lagi menjadi solid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah dari ulasan MayJen Syarifudin diatas, kalo kita kaitkan dengan  penggunaan hak pilih bagi TNI/POLRI, maka dapat di-interpretasikan  kurang lebih sama. Terlebih kalo kita berkaca pada pengalaman proses  demokrasi yang berlangsung sejak zaman orde baru. Kekuatan TNI/POlri  begitu nyata dimanfaatkan oleh penguasa waktu itu untuk melanggengkan  kekuasaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No 34 tahun 2004  pasal 2 (d)  tentang TNI, dinyatakan  bahwa tentara profesional ialah tentara yang  terlatih, terdidik, diperlengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis,  tidak berbisnis dan dijamin kesejahteraannya.  TNI adalah alat  pertahanan negara yang meliputi wilayah darat (TNI AD), laut (TNI AL),  dan udara (TNI AU).  Berdasarkan Undang-Undang tersebut, TNI AD hingga  saat ini belum mampu membangun profesionalismenya sebagai alat  pertahanan negara, karena strategi dan upayanya belum menyentuh aspek  mendasar yang dibutuhkan, yakni pembangunan “Mind Set” tentang  profesionalisme, nilai kultur profesi, yang akan melahirkan pada  munculnya kekuatan kebutuhan untuk berbuat yang terbaik dan terukur pada  masing- masing prajurit. Salah satu slogan yang digunakan salah satu  instansi di Indonesia9, yakni : :“’Cukup Baik’ Tidak Cukup Baik Bagi  Orang Yang Mencoba Melakukan  Yang Terbaik”, merupakan slogan yang dapat  dipakai sebagai bahan banding bagi prajurit TNI AD  untuk memacu nilai  profesionalisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesiapan Masyarakat Secara Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Hak Pilih bagi TNI &amp;amp; POlri diberlakukan dalam waktu  dekat, dikhawatirkan akan menimbulkan riak-riak sosial yang resikonya  tidak sedikit. Maksudnya, kalo secara individu, teknis, emosional dan  wawasan prajurit TNI/POlri tidak masalah dalam melaksanakan hak  demokrasi ini, sekarang bagaimana dengan masyarakat kebanyakan yang  secara politik---maaf saja dari sekian tahun kita menjalankan proses  demokrasi berupa pemilu, blm juga dewasa sepenuhnya. Disana-sini masih  saja ada bakar-bakaran(termasuk syahwat..upss), perusakan  dll..!..Sungguh ironis..Nah sederhananya, jikalau pada saat sebuah  peristiwa rusuh politk misalnya, ada prajurit TNI/Polri bertugas disana  sedangkan mereka scr individu adlh pendukung salah satu Partai, apa bisa  netral? apa bisa profesional?Yakin? Ehm..biasanya teori berbeda dngn  praktek dilapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau dalam posisi pro atau kontra, dengan tegas penulis nyatakan   sikap di forum ini bahwa, penulis memandang, belum saatnya Prajurit  TNI/Polri diberikan hak pilih dalam perhelatan pemilu mendatang,  setidaknya dalam jangka waktu 10 tahun kedepan. Kenapa? Karena,  TNI/Polri adalah berasal dari rakyat, kalau rakyat sudah dewasa secara  politik, sejahtera secara ekonomi, maka silahkan TNI/POlri diberi hak  politik tuk memilih dan dipilih. Untuk saat ini, biarkan TNI/Polri tetap  menjadi pengawal PANCASILA sejati. Tingkatan kesejahteraan mereka dan  tingkatkan infrastruktur n suprastruktur kelembagaan TNI/Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu saudara sekalian, saya memandang bahwa sebetulnya ada  is-isu lain yang seharusna lebih diperhatikan daripada membuat polemik  tentang hak pilah-pilih ini, bagaimana membangun TNI/Polri yang mampu  mempertahankan wilayah kesatuan RI yang tangguh, penjagaan perbatasan,  mempertahankan pulau-pulau terluar milik RI, dan mencegah bahaya  terorisme. Namun, disisi lain, dengan Pak SBY melontarkan wacana ini,  saya yakin beliau sebagai mantan orang militer, sebenarnya ingin menguji  pemikiran rakyatnya. Jiwa Pancasila Pak SBY tidak usah diragukan lagi,  tinggal sekarang karena gong ditabuh SBY, maka, sudah saatnya pula  beliau menghentikan gong itu dengan mengeluarkan tari-tarian pamungkas  tuk mengakhiri riuh-rendah para penonton. Dirgahayu Polri, Jayalah TNI,  manunggallah selalu dengan rakyat!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Nusantara Jaya!&lt;span id="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-5870781353554611177?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/5870781353554611177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/10/pro-kontra-hak-pilih-tni-polri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/5870781353554611177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/5870781353554611177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/10/pro-kontra-hak-pilih-tni-polri.html' title='Pro Kontra Hak Pilih TNI-Polri'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-7890647549965426206</id><published>2010-10-29T21:48:00.003+08:00</published><updated>2011-09-12T15:23:53.030+08:00</updated><title type='text'>Bunga Rampai Tentang Kasta, Warna &amp; Wangsa Dalam Kehidupan Sosio-religius Masyarakat Bali</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5SSLK55FvzI/Tm2zfz8ku0I/AAAAAAAAAQk/VQLLHvWyjIc/s1600/kasta.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-5SSLK55FvzI/Tm2zfz8ku0I/AAAAAAAAAQk/VQLLHvWyjIc/s1600/kasta.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Catatan Berikut adalah kumpulan artikel tentang Kasta,Warna, Wangsa  terkait dengan link yang pernah penulis angkat dalam profile pribadi  penulis di akun facebook ini yang bersumber dari link kompas.com &lt;a href="http://regional.kompas.com/read/2010/05/20/17342986/Sistem.Kasta.di.Bali.Perlu.Diluruskan.-5" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://regional.kompas.com/read/2010/05/20/17342986/Sistem.Kasta.di.Bali.Perlu.Diluruskan.-5&lt;/a&gt; (kompas.com mewawancarai saudari Saraswati Dewi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi perbincangan cukup hangat dari saudara-saudara penulis yang  begitu concern terhadap masalah ini(silahkan masuk ke profile penulis  kalo ingin menyimak). Lebih khusus lagi, catatan ini penulis  persembahkan dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional 20 Mei  2010 lalu. &lt;br /&gt;Adapun maksud membuat bunga rampai ini (sesuai dgn topik diatas), adalah  semata-mata sebagai penambah wawasan, memperkaya khasanah berpikir  dalam nuansa keragaman paradigma pembaca masing-masing. Tentunya,  sebagai masyarakat awam, kita tidak perlu mempertentangkan segala  sesuatunya dlm debat kusir yg berkepanjangan. Dalam kehidupan nyata,  marilah kita jalani swadharma masing-masing menuju peningkatan kualitas  &amp;amp; kuantitas diri sebagai umat, &amp;amp; mahluk sosial. Semoga Pikiran  Yang Baik Datang dari Segala Arah!&lt;br /&gt;*********************************************************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Drs. Ketut Wiana,M.Ag(Dosen IHDN Denpasar)&lt;br /&gt;Dikutip dari Artikel pada Harian Bali Post&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daivaadyantam tadiiheta.&lt;br /&gt;Pitraadyantamna tad bhavet.&lt;br /&gt;Pitradyantam twiihamaanah.&lt;br /&gt;Ksipram nasyati sanwayah.&lt;br /&gt;(Manawa Dharmasastra, III.205)&lt;br /&gt;Maksudnya:&lt;br /&gt;Hendaknya seseorang itu memuja leluhur dengan upacara Sradha terlebih  dahulu dan berakhir dengan pemujaan Tuhan sebagai yang tertinggi.  Hendaknya jangan memulai dan berakhir dengan pemujaan leluhur saja.  Karena ia yang melakukan hal itu akan hancur bersama keturunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SLOKA Manawa Dharmasastra ini menyatakan bahwa pemujaan leluhur bukanlah  berdiri sendiri. Karena kalau hanya memuja leluhur akan sampai pada  leluhur. Memuja Bhuta akan sampai pada Bhuta. Pemujaan leluhur itu  adalah dalam rangka memuja Tuhan. Tentu sah saja bagi mereka yang sudah  mencapai tingkatan Maha Resi hanya memuja Tuhan secara langsung tanpa  melalui pemujaan pada Bhuta dan leluhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuja Bhuta artinya manusia hendaknya mencurahkan kasih sayangnya dalam  melestarikan unsur-unsur Bhuta dalam wujud sarwa prani. Demikian juga  memuja leluhur (Dewa Pitara) berarti menghormati dan menyatukan diri  dengan leluhur untuk memperkuat pemujaan kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keharmonisan dan persatuan dalam alam dan leluhur itulah sebagai suatu  wujud kehidupan yang akan mendapat anugerah Tuhan. Puja artinya sembah.  Kata sembah memiliki lima arti yaitu menyayangi, menghormati, memohon,  menyerahkan diri dan menyatukan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Manawa Dharmasastra III.203 menyatakan, pemujaan sebelumnya akan  memperkuat pemujaan belakangan. Jadinya semua pemujaan sebelumnya untuk  memperkuat pemujaan kepada Tuhan. Kalau hanya memuja leluhur saja tidak  dalam rangka memuja Tuhan maka orang itu akan hancur bersama  keturunannya sebagaimana dinyatakan dalam Sloka Manawa Dharmasastra  tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemujaan kepada leluhur memiliki dua dimensi yaitu berdimensi sosial  untuk merukunkan dan menyatukan keturunan atau wangsa. Sedangkan dimensi  spiritualnya untuk memuja Tuhan sebagai tujuan yang utama dan  tertinggi. Dari sistem pemujaan leluhur ini terbentuknya wangsa atau  soroh. Sistem soroh itu tujuannya sangatlah mulia karena memiliki tujuan  yang horizontal dan vertikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan horizontal adalah untuk merukunkan dan menyatukan keluarga dalam  satu keturunan atau wangsa. Hidup rukun merupakan kebutuhan sosiologis  setiap manusia normal. Karena Tuhan pun tidak mungkin dapat diraih  dengan bermusuhan, apa lagi sesama saudara dalam satu keturunan. Jadi  sistem pemujaan Tuhan melalui pemujaan leluhur itu bertujuan untuk  merukunkan dalam proses menyatukan keluarga dalam satu keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya sistem wangsa atau soroh dalam masyarakat Hindu berasal dari  konsep pemujaan leluhur sebagai persiapan untuk lebih maju memuja Tuhan.  Sayangnya umat Hindu di Bali salah menerapkan sistem wangsa atau soroh  ini. Sistem wangsa atau soroh ini dijadikan dasar menentukan sistem  Catur Varna. Inilah kesalahan yang sangat fatal yang menyebabkan citra  Hindu menjadi sungguh tercoreng dalam masyarakat luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem wangsa dan sistem Catur Varna tidak memiliki hubungan  konsepsional. Sistem Catur Varna dasarnya adalah Guna dan Karma. Dalam  berbagai Sastra Hindu menyatakan bahwa hendaknya orang mendapatkan  penghidupan dan kehidupan sesuai dengan Varna-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup yang bahagia itu adalah hidup berdasarkan varna-nya. Ini artinya  hidup dan bekerja sesuai dengan minat dan bakat itulah syarat hidup  untuk mencapai kebahagiaan. Negara (raja) harus mampu menjamin kehidupan  yang seperti itu. Negara tidak akan nyaman kalau hanya segelintir  ksatria (pemimpin) dan waisya (pengusaha) yang hidupnya sampai  berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber konflik yang paling laten dalam masyarakat Hindu akan hilang  apabila sistem wangsa dikembalikan sebagai sistem sosial religius untuk  membangun kerukunan keluarga dalam rangka memuja leluhur (Dewa Pitara)  dan memuja Tuhan. Karena tinggi-rendahnya harkat dan martabat seseorang  tergantung pada kualitas perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi-rendahnya harkat dan martabat seseorang tidak ada hubungannya  dengan wangsanya. Bahkan, dalam Bhagawad Gita XVI.15 menyatakan bahwa  orang yang meninggi-ninggikan wangsanya (abhijanavaan) terhadap wangsa  orang lain dinyatakan sebagai sifat keraksasaan (Asuri sampad). Jadi,  dasar itu menentukan sistem Catur Varna bukanlah sistem wangsa, tetapi  ditentukan oleh guna dan karma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mencari soroh atau asal-usul wangsanya akan sangat mulia  kalau dimaksudkan untuk meningkatkan kerukunan dan bakti kepada Dewa  Pitara dan Tuhan. Kalau untuk mencari posisi tinggi-rendah keberadaan  wangsanya itulah adalah sangat identik dengan perilaku Asura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerukunan menurut sistem Hindu dibangun melalui kerukunan keluarga,  kerukunan teritorial, kerukunan profesional dan kerukunan universal.  Empat tahap kerukunan itu dibangun melalui sistem pemujaan leluhur dan  Tuhan. &lt;br /&gt;=================================&lt;br /&gt;Pemaparan Drs.IGst Agung Gede Putera mantan Dirjen Bimas Hindu Budha yg  menyatakan bahwa:"Kasta-kasta dengan segala macam titel-nya yang kita  jumpai sekarang di Bali adalah suatu anugerah kehormatan yang diberikan  oleh Dalem (Penguasa daerah Bali), oleh karena jasa-jasa dan  kedudukannya dalam bidang pemerintahan atau negara maupun di masyarakat.  Dan hal ini diwarisi secara turun temurun oleh anak cucunya yang  dianggap sebagai hak, walaupun ia tidak lagi memegang jabatan itu.  Marilah jangan dicampur-adukkan soal titel ini dengan agama, karena  titel ini adalah persoalan masyarakat, persoalan jasa, persoalan jabatan  yang dianugerahkan oleh raja pada zaman dahulu. Dalam agama, bukan  kasta yang dikenal, melainkan "warna" dimana ada empat warna atau  Caturwarna yang membagi manusia atas tugas-tugas (fungsi) yang sesuai  dengan bakatnya. Pembagian empat warna ini ada sepanjang zaman.Menurut I  Gusti Agung Gede Putera, kebanggaan terhadap sebuah gelar walaupun  jabatan tersebut sudah tidak dipegang lagi merupakan kesalahpahaman  masyarakat Bali turun-temurun. Menurutnya, agama Hindu tidak pernah  mengajarkan sistem kasta melainkan yang dipakai adalah sistem Warna"&lt;br /&gt;*******************************************************&lt;br /&gt;Dalam Bhagavad Githa Disebutkan:&lt;br /&gt;Kewajiban para brahmana, ksatria, waisya dan sudra, dibedakan sesuai  dengan guna yang muncul dari sifatnya sendiri. (Bhagavad-Gita XVIII.41)&lt;br /&gt;----------------------------------------------&lt;br /&gt;Menurut Ida Pandita Nabe Sri Bhagawan Dwija Warsa Nawa Sandhi dari Geria  Tamansari Lingga Ashrama Jalan Pantai Lingga Singaraja,dlm blog beliau  Stitidharma.org, mengatakan,"Sekarang tinggal masyarakat saja yang  menilai kedudukan seseorang. Tinggi rendahnya status sosial seseorang di  masyarakat ditentukan pada peranan pengabdiannya kepada kepentingan  masyarakat, bukan pada embel-embel predikat nama itu.Mereka yang  bijaksana akan senantiasa menjauhkan perilaku feodalisme, karena  feodalisme itu membodohi diri sendiri."&lt;br /&gt;^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^&lt;br /&gt;Seorang penulis, pemerhati masalah agama Hindu, Ngakan Putu Putra  mengatakan dalam website iloveblue.com,"kalau marga di Batak dan Manado  tidak mengandung unsur hierarkis, di Bali wangsa itu, karena latar  belakang sejarah dan adat mengandung unsur pelapisan sosial yang  memiliki hak-hak khusus berdasarkan keturunan, misalnya soal jabatan  tertentu (sulinggih), soal bahasa (sor singgih), soal kewajiban adat  (ngayah waktu suka duka), Karena memiliki hak-hak khusus berdasarkan  keturunan, ia sama dengan kasta. Bhisama Catur Warna, tidak menghapus  wangsa! Keberadaan wangsa tetap diakui. Siapa yang dapat mengingkari  garis keturunan seseorang? Misalnya sbg contoh Si A tetap syah memakai  gelar Ida Bagus, dan tetap sah menamai putranya Ida Bagus atau Ida Ayu.  Tetapi Si A tidak memiliki hak-hak khusus sehubungan namanya itu. Si A  memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan umat yang lain, misalnya  soal ngayah di pura, soal suka duka. Nanti kalau sudah jadi Pedanda,  baru Si A berwarna Brahmana. Nah, pada waktu jadi Pedanda ini baru Si A  mendapat hak-hak khusus terkait dengan jabatan sebagai Pedanda.&lt;br /&gt;*****************************************************&lt;br /&gt;Menurut Dr.I Wayan P.Windia, ahli hukum adat Bali, ada empat faktor  penyebab munculnya konflik yaitu: faktor pelanggaran adat, faktor  ekonomi, faktor politik, dan faktor perbedaan persepsi mengenai status  kasta. Di antara empat faktor tersebut, dua di antaranya mudah dikenali,  yaitu faktor pelanggaran adat dan perbedaan persepsi mengenai status  kasta, sedangkan faktor ekonomi dan faktor politik tidak tampak seperti  halnya dua faktor lainnya. Walaupun demikian, kepentingan yang  didasarkan atas pertimbangan untung rugi secara ekonomi serta  perebutan  pengaruh dan kekuasaan di desa adat,  senantiasa dapat dijumpai dalam  setiap konflik adat dan pengenaan sanksi kasepekang. Ini yang  menyebabkan konflik di desa pakraman menjadi semakin kompleks menggurita  dan sulit dimengerti kecuali oleh orang yang secara berkelanjutan  menekuni bidang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Penulis, simpulannya sangat singkat yakni SAYA BANGGA SEBAGAI ORANG  BALI. Suatu kebanggaan yang berdiri diatas berbagai keragaman yang ada.  Keberagaman yang ada seyogyanya diolah menjadi kekuatan dalam menggapai  berbagai peluang, potensi kehidupan masa kini dan masa depan yang penuh  dengan tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan. Nasionalisme yang  disinyalir sudah mulai luntur saat ini, hendaknya dimaknai sebagai  tantangan agar memacu segenap komponen masyarakat Bali dan Indonesia  pada umumnya untuk membuktikan bahwa sejatinya kita dapat bersatu dalam  perbedaan. Sebagai bagian dari NKRI, sudah tentu masyarakat bali  memiliki  kewajiban sebagai warga negara untuk memelihara kebhinekaan  hidup berbangsa, bernegara, bermasyarakat agar tetap dalam bingkai  Pancasila yang ber-bhineka Tunggal Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESAN/SARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keragaman Paradigma yang berkembang diantara kita adalah nuansa yang  sangat indah dalam memperkaya kuantitas &amp;amp; kualitas diri dengan  menepikan egoisme berlebihan dalam menyikapi suatu hal. Penulis mengajak  segenap semeton Bali dimanapun berada untuk senantiasa eling dengan  ajaran-ajaran leluhur sebagai cermin dalam menapak masa depan Bali &amp;amp;  Bangsa Indonesia yang lebih baik. Ajeglah Bali-ku, Jayalah  Nusantara-ku, Indonesia!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-7890647549965426206?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/7890647549965426206/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/10/bunga-rampai-tentang-kasta-warna-wangsa.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/7890647549965426206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/7890647549965426206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/10/bunga-rampai-tentang-kasta-warna-wangsa.html' title='Bunga Rampai Tentang Kasta, Warna &amp; Wangsa Dalam Kehidupan Sosio-religius Masyarakat Bali'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5SSLK55FvzI/Tm2zfz8ku0I/AAAAAAAAAQk/VQLLHvWyjIc/s72-c/kasta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-3253303979439041561</id><published>2010-10-29T21:41:00.002+08:00</published><updated>2011-08-13T10:44:41.476+08:00</updated><title type='text'>Eksistensi Hutan Bakau Dalam Antisipasi Bencana Tsunami</title><content type='html'>Sahabat Pecinta Lingkungan Yth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPh8XH_YT-I/AAAAAAAAAOc/DZ9E5U6XZVA/s1600/Mangroves_in_Puerto_Rico.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPh8XH_YT-I/AAAAAAAAAOc/DZ9E5U6XZVA/s200/Mangroves_in_Puerto_Rico.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seperti yang telah kita ketahui dan alami bersama, negara kepulauan  Indonesia begitu rentan dengan bencana alam, sperti gempa, tsunami dan  juga "gempa moneter".  Dalam tulisan kali ini, saya mencoba mengangkat  salah satu kearifan lokal (dari sekian banyak sebenarnya), yang  merupakan potensi efektif yang disediakan oleh alam sekitar kita dalam  membijaksanai cobaan dari Tuhan yang berupa bencana alam tadi. Secara  khusus, tulisan ini, saya tujukan buat daerah  kelahiran saya, yakni  Bali. Saya menyadari bahwa saat inipun di Bali, para stakeholder terkait  sedang gencar (jangan sampai mengendor) dalam membudidayakan dan  membudayakan kegiatan -kegiatan pelestarian lingkungan. Dan, sebelumnya  saya mohon maaf bahwa tulisan ini nanti akan lebih bersifat argumentatif  daripada kuantitatif karena keterbatasan data &amp;amp; fakta yang saya  hadapi. Semoga Pikiran yang Baik datang Dari Segala Penjuru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu Hutan Bakau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di  atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan  dipengaruhi oleh pasang-surut  air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di  tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran  dan akumulasi bahan organik.  Baik di teluk-teluk  yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di  sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang  dibawanya dari hulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang  mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi;  serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya  sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan  jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah  melewati proses adaptasi dan evolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitigasi, Istilah ini cukup keren Juga..:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita dengar baik di radio, televisi and baca di media cetak  istilah Mitigasi, apalagi ketika ada bencana banjir, tsunami,istilah ini  banyak dilontarkan para ahli lingkungan. Definisi mitigasi adalah  proses mengupayakan berbagai tindakan preventif untuk meminimalisasi  dampak negatif bencana yang akan terjadi. Mitigasi merupakan investasi  jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah Hutan Bakau Sebagai Mitigasi Tsunami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, Indonesia(termasuk Bali) adalah wilayah tropis yang  mempunyai dua musim, yakni  hujan &amp;amp; kemarau yang saat ini tidak  menentu di Indonesia. Dan negeri yang kaya akan sumber alam ini juga  terletak pada pertemuan 3 lempeng utama: Australia, Eurasia dan Pasifik,  dan beberapa lempeng kecil lainnya seperti Sangihe, Maluku dan  Halmahera. Pertemuan lempeng-lempeng ini menghasilkan aktifitas  kegunungapian dan kegempabumian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar gunung-api terletak pada busur Sunda yang terbentang 3000  km dari ujung utara Sumatra hingga ke Laut Banda, terbentuk akibat  proses subduksi Lempeng Australia di bawah Lempeng Eurasia. Sekitar ¼  dari total gunung-api Indonesia terletak pada sebelah utara Busur Sunda.  Gunung-api di Sulawesi, Halmahera dan Sangihe terbentuk dari  konfigurasi beberapa subduksi lempeng kecil yang memanjang utara-selatan  (Hamilton, 1979). Gunung-api di Laut Banda terbentuk akibat subduksi  Lempeng Pasifik di bawah lempeng Eurasia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik....agar tidak ngelantur/melenceng dari judul.....:)0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus dalam hal bencana tsunami menurut saya, Hutan Bakau sangat  efektif, menjadi front liner dalam upaya mencegah efek yang lebih besar  dari bencana tsunami. Seperti yang kita ketahui, Peristiwa bencana  Tsunami di Aceh, ternyata memiliki pengaruh yang tidak kecil, bukan  hanya pada masyarakat Aceh, akan tetapi juga pada masyarakat lainnya di  Indonesia. Sebuah peristiwa yang memiliki dampak yang luas, melampaui  apa yang dapat kita bayangkan. Aceh dengan Tsunami-nya merupakan  fenomena yang sangat kompleks, dan kini malah jangan-jangan berubah  menjadi fenomena misterius yang tidak bisa disentuh oleh orang-orang  awam, terutama yang jauh dari Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersahabat Dengan Alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Bali sebagai salah satu rangkaian dari  nusa-antara(nusantara;rangkaian pulau-pulau NKRI),pun tidak bisa  terlepas dari ancaman bencana alam. Filosofi kearifan lokal Bali, yakni  TRi Hita Karana( Tiga Penyebab Kebahagiaan; Parahyangan, Pawongan and  Palemahan), sejatinya sudah mengajarkan bagaimana kita harus membangun  hubungan harmonis dengan alam sekitar/lingkungan kita(konsep Palemahan).  Konsepsi Tri Hita Karana ini juga menjadi batang tubuh visi &amp;amp; misi  pemerintah Propinsi Bali dewasa ini. Sehingga tidak alasan bagi seluruh  komponen Bali untuk tidak ikut terlibat dalam upaya-upaya pelestarian  lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ilustrasi,  Luasan hutan bakau/mangrove di dunia  15,9 juta ha  dan 27%-nya atau seluas 4,25 juta ha terdapat di Indonesia (Arobaya dan  Wanma, 2006). Luasan hutan bakau ini penyebarannya hampir di seluruh  wilayah Indonesia dengan penyebaran terluas di Papua.  Menurut Anonim  (1996) bahwa luas hutan mangrove di Indonesia sebesar 3,54 juta ha atau  sekitar 18-24% hutan mangrove dunia, merupakan hutan mangrove terluas di  dunia. Negara lain yang memilki hutan mangrove yang cukup luas adalah  Nigeria seluas 3,25 juta ha (Supriharyono, tahun 2000). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsentrasi Hutan Bakau di Bali &amp;amp; Upaya Pelestariannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan saya untuk di Bali, konsentrasi habitat hutan bakau, terdapat  di daerah Bali selatan, di Bali Barat, beberapa titik di Bali tengah  dan timur(mohon di koreksi data riil-nya). Khusus yang sering di angkat  di permukaan media adalah hutan bakau di daerah Bali Selatan(kerjasama  RI-JICA) dengan seabrek kegiatan penanaman bibit mangrove di daerah  Denpasar Selatan(kawasan Mangrove , dkt Serangan,By Pass Simpang Siur,  dsk), baik yang diadakan oleh pemerintah daerah, sekolah, swasta, LSM,  dan komponen masyarakat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat mencintai lingkungan dengan penanaman pohon mangrove ini patut  diacungi jempol, terlebih dengan semakin tumbuhnya kesadaran generasi  muda(sekaligus pengetahuannya), betapa pentingnya kawasan hijau bagi  kelangsungan hidup umat manusia. Dan sudah tentu kawasan2 lainnya di  Bali, jangan sampai di anak-tirikan penanganannya. Sebagai kawasan yang  dilingkari pantai, dekat dengan pesisir, menjadikan hutan bakau sebagai  sabuk hijau kawasan saya rasa lebih urgen daripada menjadikan kawasan  pantai di Bali "HANYA" dibentengi oleh fasilitas kepariwisataan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan Bakau Sebagai Obyek Wisata &amp;amp; Tempat Riset Alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering melihat foto2 teman saya di facebook ini, ada banyak yang  bergaya di kawasan hutan bakau di Bali Selatan. Indah, dan cukup  inspiratif. Apalagi ditambah dengan kerjasama dengan pihak luar  Jepang?(JICA;Japan-Indonesia Conservation..bla..bla..saya lupa..hehe).  Nah, potensi ini, saya yakin sudah ditangkap oleh para pelaku wisata di  Bali sebagai salah satu peluang dalam memperkenalkan Bali bukan hanya  sebagai daerah wisata yang kaya akan adat, seni, dan budaya juga  (seharusnya) sebagai daerah yang benar-benar mengimplementasikan Tri  Hita Karana dalam praktek-praktek nyata seperti pelestarian lingkungan  berupa hutan bakau ini. Sudahkah??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2002, saya ingat ketika menjadi salah satu bagian dari sebuah  kegiatan dunia, World Sustainable Development Expo(Pak K.G. Dharma  Putra, pastinya masih ingat event ini), Dimana ketika itu, pelaku wisata  Bali para pemenang penghargaan cukup bergengsi Tri Hita Karana Award  2001 (34 Hotel &amp;amp; akomodasi wisata se-Bali) berkumpul dalam sebuah  stand dalam pameran WSDE itu;dimana saya ikut terselip n terjepit di  dalamnya). Dalam forum itu, sebenarnya sudah ada embrio pemahaman  segenap stakeholder kepariwisataan di Bali, bagaimana menyelamatkan  lingkungan minimal di unit masing2. Sebenarnya, sudah dari dulu  ya..semua pihak begitu aktif menyuarakan pelestarian lingkungan, bahkan  dalam konteks ritual pun di Bali hampir setiap saat ada event2 ritual  penghormatan terhadap lingkungan, sebut saja, hari suci tumpek  bubuh;sebagai bentuk penghormatan n kasih sayang terhadap tumbuhan, kalo  event ritual lebih besar, di Pura Luhur Batukaru pernah diadakan  upacara yadnya Wana Kertih; upacara penghormatan n sekaligus ucapan  terima kasih manusia kepada hutan sebagai penyangga kehidupan manusia  Bali, ada juga upacara Segara Kertih, dll yang sejenis. Namun, suara  kecil komponen peduli itu, semakin mengecil, karena action-nya tidak  mendapat dukungan luas, tidak sustainable----tidak berkelanjutan alias  alias hangat-hangat pisang goreng. Buktinya? Bali semakin panas,  Indonesia semakin hot, musim yang tidak menentu karena faktor global  warming, dll. Upacara sudah, tindakan nyata juga hrs diakui sudah  dilakukan,terus, apanya nich yang kurang??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Perbandingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, kalimat indah Tri Hita Karana, implementasinya saya kira  lebih banyak dilaksanakan oleh negara-negara lain.  Biar ga pejabat/PNS  aja yang studi banding, saya akan coba studi banding dalam hati,contoh  Singapore:dalam hal kebersihannya(padahal udah seabrek tuh  pegawai/pejabat kita "studi" banding n belanja kesini), hasilnya apa?? &lt;br /&gt;KHUSUS untuk budidaya mangrove/hutan bakau ini, di negara yang saya  diami sekarang di kawasan Karibia ini, Hutan Bakau tumbuh liar dan  dibiarkan liar, bahkan ada pulau mangrove yang sangat elok dipandang dan  menjadi penahan abrasi yang sangat efektif.  Coba liat di kawasan  Pantai Lebih Gianyar dan sekitarnya, udah berapa meter ya tanah warga  "dibeli" ama air laut?) Jadi, studi perbandingan yang saya dapat, kalau  melihat kajian diatas betapa Indonesia memiliki kawasan hutan bakau  terluas di dunia, kenapa ya tikus mesti mati di lumbung?..ups...maaf  kita manusia bukan tikus...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi Hutan Bakau, Riwayat Sang Penjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, khusus di Bali, mari jadikan Hutan Bakau sebagai "Dewata  Nawa Sanga Sekala", dalam menjaga eksistensi hidup &amp;amp; kehidupan  manusia -manusia yang mendiami pulau ini. Caranya? Gerak senam  kegairahan seluruh komponen mulai dari pemerintah, masyarakat,  akademisi, dll, harus terus dijaga seirama, dan tetap semangat secara  berkelanjutan. Ah...dananya tidak ada?...masak?...makanya jangan dipakai  plesir aja...paling tidak, dengan melestarikan hutan  bakau...tanah-tanah pejabat &amp;amp; pengusaha yang dipinggir pantai tidak  terus-terusan digerus"dibeli" oleh air laut..khan lumayan tuch buat  7turunan..makanya...mari secara bersama2 kita lestarikan lingkungan  secara nyata, khan Tri Hita Karana katanya...yukkk..mariii!..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Let's Save The World With Tri Hita Karana, We start it from Bali" (slogan Team Tri Hita Karana Award 2002),&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-3253303979439041561?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/3253303979439041561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/10/eksistensi-hutan-bakau-dalam-antisipasi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3253303979439041561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3253303979439041561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/10/eksistensi-hutan-bakau-dalam-antisipasi.html' title='Eksistensi Hutan Bakau Dalam Antisipasi Bencana Tsunami'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPh8XH_YT-I/AAAAAAAAAOc/DZ9E5U6XZVA/s72-c/Mangroves_in_Puerto_Rico.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-5584625934405297848</id><published>2010-10-29T21:38:00.001+08:00</published><updated>2011-08-13T10:45:39.433+08:00</updated><title type='text'>Manak Salah, Tradisi Atau Agama?</title><content type='html'>&lt;span id="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindu tak Mengenal Istilah Lahir Salah DALAM tradisi lokal (baca: Bali), di masa lalu adanya ibu yang melahirkan kembar buncing (laki-perempuan) bisa bermakna ganda. Jika keluarga raja yang memiliki putra buncing, hal itu bisa berarti berkah atau keberuntungan. Sebaliknya, bagi masyarakat kebanyakan hal itu bisa dikatakan bencana atau aib dan lazim, karena mereka manak salah. Sebenarnya tradisi ''kerajaan'' itu sudah dihapus dalam sebuah keputusan DPRD Bali pada tahun 1951. Namun, ternyata dalam koteks kehidupan modern sekarang masih ada yang menerapkan seperti yang terjadi di Nusa Lembongan, Nusa Penida, Klungkung. Bahwa ketika warga di sana ada yang melahirkan bayi kembar (manak salah), desa adat setempat sampai batal melakukan upacara melasti penyepian lantaran dinilai masih leteh. Lantas apakah tradisi-tradisi seperti itu masih relevan pada zaman modern ini? Bagaimana sebenarnya Hindu memaknai suatu kelahiran salah atau tidak salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMUA kelahiran merupakan berkah. Tidak ada istilah lahir salah (manak salah) yang kemudian dianggap ngeletehin (menodai) desa sehingga perlu diupacarai. Terlebih ada pembenar bahwa jika raja melahirkan kembar buncing dianggap berkah, sementara rakyat dianggap bersalah sehingga perlu diberikan sanksi. Akan merupakan kemunduran jika pada era sekarang masih ada pengenaan sanksi adat kepada pasangan suami-istri yang melahirkan anak kembar buncing, sebab pemerintah Bali sejak tahun 1951 telah mengeluarkan keputusan tentang pelarangan pengenaan sanksi semacam itu. Oleh karenanya, tradisi kerajaan yang berlaku dulu itu sudah saatnya ditinggalkan. Terlebih dalam konsep religius dipandang bahwa tiap kelahiran adalah menebus dosa yang tertinggal pada kelahiran masa lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kurang dosen STAHN Denpasar Drs. Gede Rudia Adiputra menegaskan, dalam agama Hindu tidak ada istilah manakan salah. ''Dalam sastra agama tidak ada disebutkan kembar buncing itu merupakan manak salah sehingga perlu diupacarai karena dianggap leteh,'' katanya. Jangankan pada diri manusia, tegasnya, jiwatman yang ada pada butha saja mesti di-ruwat agar derajatnya bisa meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, munculnya tradisi manakan salah semata-mata karena prestise orang-orang tertentu pada zaman dulu. Terutama ketika Belanda menerapkan politik pemecah belah, raja tidak boleh disamakan dengan rakyat dan rakya tidak boleh menyamai (memada) raja. Tradisi itu kemudian dikaitkan dengan keagamaan sehingga terkesan sangat sakral. Oleh karena dikaitkan pada agama jelas hal itu merasuk tulang sumsum spiritual umat. Akibatnya, begitu kembar buncing dicap ngeletehin desa, maka hal itu tidak bisa diganggu gugat dan mesti diterima. Terlebih hal itu didukung oleh raja dan purahita (penguasa politik). Jika ada masyarakat yang tidak mendukung, sudah bisa dibayangkan sanksi yang akan diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Mau tidak mau masyarakat menerima, dan ikut larut pada tradisi seperti itu. Masyarakat yang melahirkan anak kembar semacam itu lalu menjadi trauma, dan mengangap dirinya orang-orang berdosa atau orang-orang yang ngeletehin,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ditinjau dari segi agama, kata dia, jelas tidak benar dan tradisi itu melanggar hak asasi manusia. Belum terhapusnya tradisi semacam itu dia menilai karena masih ada dualisme pemahaman di masyarakat. Terutama bagi mereka yang percaya terhadap hal itu, jelas tidak berani meninggalkan tradisi tersebut. ''Ini yang masih terjadi di masyarakat sehingga tidak ada keberanian untuk meninggalkan tradisi semacam itu, kecuali secara perlahan-lahan.'' Oleh karena itu, lanjutnya, peraturan yang pernah dikeluarkan Pemerintah Daerah Bali tahun 1951 itu perlu dimasyarakatkan terus, baik melalui aparat desa, desa adat, maupun pemerintah yakni melalui Departemen Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dia menegaskan, kembar buncing dianggap manak salah sudah merupakan penghakiman, karena dalam konsep relegius memandang tiap kelahiran adalah menebus dosa yang tertinggal pada kelahiran terdahulu. Di samping pemahaman masyarakat perlu diubah, semua pihak harus berani mengatakan bahwa kembar buncing itu tidak salah karena jelas-jelas dalam sastra agama tidak ada disebutkan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Cocok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Ketut Wiana sepakat dengan Rudia Adiputra bahwa manak salah itu merupakan tradisi kerajaan. ''Itu jelas tradisi kerajaan dan bukan tradisi agama. Jeleknya lagi, masih banyak pemimpin umat kita memegang tradisi itu.'' Padahal, kata Wiana yang Ketua III PHDI Pusat, tradisi itu sudah dihapus sejak 1951 sekaligus sanksi adat lainnya yang sudah tidak cocok lagi. ''Namun, sayang sampai sekarang hal itu masih saja terjadi.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, kata Wiana, rasa agama umat Hindu sudah sangat tinggi tetapi pengetahuan agama masih kurang sehingga sulit membedakan mana tradisi agama dan mana tradisi kerajaan. Pengenaan sanksi hukum adat terhadap mereka yang melahirkan kembar buncing sangat bertentangan dengan ajaran agama dan melanggar hak asasi manusia. ''Sangat tidak masuk akal, raja yang melahirkan anak kembar buncing dianggap berkah atau karunia, sedangkan jika itu terjadi di masyarakat dianggap salah,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi semacam itu sudah saatnya ditinggalkan karena tidak sesuai dengan ajaran agama. Sementara itu semua pihak baik pemerintah, Parisada maupun Departemen Agama menjadi mediator agar terwujudnya beragama yang benar. ''Tradisi yang baik mesti dilestarikan, sedangkan yang jelek sudah saatnya ditinggalkan. Kebiasaan yang bersumber pada ajaran agama wajib dilestarikan, yang tidak baik jangan dipakai lagi,'' tandas Wiana.(Bali Post 4 April 2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manak Salah, Sebuah Tradisi Kuna di Desa Adat Padangbulia, Kabupaten Buleleng, Bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan pemaparan para ahli agama Hindu diatas, berikut adalah penuturan salah seorang nara sumber penulis yang adalah tokoh muda asli Desa Adat Padangbulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kadek Jayadi, pemuda enerjik ini memaparkan, Manak Salah di desanya adalah tradisi setempat, tidak ada kaitannya dengan agama. Kadek Jayadi menegaskan suami istri yang mempunyai anak kembar buncing(laki-perempuan), kalau didesanya akan ditempatkan disebuah tempat yang berupa tegalan pinggir sungai(sumber air) yang dinamai dengan "Tlugtug". Di tempat itu warga menyiapkan rumah khusus beserta keperluan rumah tangga yang lainnya. Tradisi ini menurutnya lebih bersifat "pembersihan" desa dari pengaruh negatif sekala-niskala yang diyakini warga setempat beratus-ratus tahun lamanya. Warga Desa secara bergiliran menjaga, meronda(megebagan), pasangan suami-istri beserta anak kembar buncingnya yang diungsikan ini. Dan menurut adat setempat, mereka akan menempati rumah di Tlugtug ini selama kurang lebih 1 bulan 7 hari perhitungan kalender Bali. Bahan makanan pun disuplai oleh warga setempat.Dan setelah "prosesi" ini habis waktu maka keluarga manak salah ini, akan dikembalikan lagi ke desa seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi anggapan bahwa tradisi "manak salah" di Bali tidak manusiawi, sangatlah tidak benar dan yang salah kaprah kebanyakan adalah orang2/wartawan yang tidak mengerti kearifan lokal ini. Manak Salah, Jangan Salah Kaprah......!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara Ing Bali Dwipa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-5584625934405297848?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/5584625934405297848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/10/manak-salah-tradisi-atau-agama.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/5584625934405297848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/5584625934405297848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/10/manak-salah-tradisi-atau-agama.html' title='Manak Salah, Tradisi Atau Agama?'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-1787471471914853205</id><published>2010-01-21T03:43:00.002+08:00</published><updated>2011-09-12T15:48:16.649+08:00</updated><title type='text'>Heneng, Henung, Hening</title><content type='html'>Saudara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-v0M5euIhRLw/Tm25Gmf6hwI/AAAAAAAAAQ0/qgr3klZxnyo/s1600/nyepi+di+bali.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-v0M5euIhRLw/Tm25Gmf6hwI/AAAAAAAAAQ0/qgr3klZxnyo/s320/nyepi+di+bali.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Cukup lama rasanya bertapa dalam keheningan dan kemalasan tangan untuk menulis. Inipun sebenarnya, masih malas, entah kenapa, tapi proses 'kemalasan' ini saya nikmati saja. Apa kabar blogger n pembaca yang berbahagia? Selamat tahun baru 2010 saya ucapkan, semoga segala sesuatunya menjadi lebih baik, ditahun 2010 ini. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin diantara pembaca ada yang bertanya, kok judul artikel ini heneng, henung hening ya? Baiklah, sebenarnya, tiga kata ini mengingatkan penulis akan sebuah spanduk ucapan hari raya nyepi yang penulis buat bersama teman2 ketika aktif di organisasi kampus. Nah, tergelitik penulis dengan kata-kata itu karena memiliki sebuah pemaknaan yang begitu dalam. Apalagi menjelang hari raya Nyepi nich di Bali. Heneng, adalah sebuah kondisi dimana seseorang terdiam dalam sikap badan sempurna, tidak bergerak dan siap melakukan henung, siap melakukan perenungan(dalam alam meditasi-nya), dengan harapan bahwa dalam perenungan-nya akan hakekat sang diri dan Pencipta-nya tercipta suasana hening, sunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum perayaan Nyepi di Bali, adalah waktu yang tepat mempraktekkan tiga konsep diatas. Dalam konsep nyepi di Bali, alam diberikan kesempatan untuk "istirahat" sehari dari berbagai aktifitas dunia, hiruk-pikuk manusia dan mesin, yang membuat suasana alam disekitarnya, disharmoni. Sehingga, dapat dikatakan, Hari raya nyepi di Bali adalah momen tepat harmonisasi alam semesta beserta isinya. Baik alam sekala-niskala, buana agung &amp;amp; buana alit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi sudah semakin tua, semakin banyak bencana alam yang terjadi di bumi yang kita diami sekarang ini. Hal ini lebih karena telah terjadi dis-harmoni alam n dis-harmoni penghuninya. Langkah-langkah penyelamatan bumi dewasa ini, tidak bisa hanya dilakukan sebatas wacana saja. Langkah konkrit yang dilakukan oleh orang Bali melalui pelaksanaan catur brata penyepian(tidak berpergian, tidak melakukan pekerjaan, tidak menyalakan api,dan tidak bersenang-senang), sesungguhnya dapat ditiru oleh kita semua, karena dalam konsepsi nyepi ini ada ajaran universal yang mahaagung. Terlepas dari sekat-sekat agama. Bumi ini sudah sedemikian lelah direcoki oleh berbagai kekotoran, polusi tingkat tinggi, bumi ini sudah sedemikian sesak oleh berbagai aktifitas ego negatif penghuninya. Kita harus berubah!..Mari selamatkan alam kita, dengan cara sekecil apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari raya neypi untuk tahun 2010 ini, jatuh pada hari Selasa, 16 Maret 2010. Nah, adanya momentum perayaan Nyepi ini, semoga bisa dirayakan dengan implementasi konkrit oleh kita. Persembahan kecil umat Hindu di Bali ini, semoga bisa diikuti oleh seluruh umat manusia dengan caranya masing2. Mari kita lakukan langkah kecil untuk selamatkan bumi kita, demi masa depan yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanggrahan keramat Karibia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-1787471471914853205?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/1787471471914853205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/01/heneng-henung-hening.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/1787471471914853205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/1787471471914853205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2010/01/heneng-henung-hening.html' title='Heneng, Henung, Hening'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-v0M5euIhRLw/Tm25Gmf6hwI/AAAAAAAAAQ0/qgr3klZxnyo/s72-c/nyepi+di+bali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-586637221204227511</id><published>2009-09-30T11:41:00.006+08:00</published><updated>2011-09-12T15:37:45.863+08:00</updated><title type='text'>My Autobiografi,  An Endless Journey</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;OTOBIOGRAFI:&lt;br /&gt;I MADE DWIJA SUASTANA&lt;br /&gt;*Perjalanan Tiada Akhir*&lt;br /&gt;________________________________________&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-CtDQu7RjDho/R7s5Kz94pSI/AAAAAAAAAA4/PeXnHU7NS2s/s1600/Turtle+cove.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/-CtDQu7RjDho/R7s5Kz94pSI/AAAAAAAAAA4/PeXnHU7NS2s/s200/Turtle+cove.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;I Made Dwija Suastana, adalah pencetus lahirnya organisasi kepemudaan/mahasiswa di kampus Universitas Warmadewa pada tahun 2005. Organisasi ini diberi nama Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Warmadewa, yang biasa disingkat PMHD UNWAR. Di organisasi inilah Dwija, Demikian lelaki ini akrab dipanggil, memperpanjang kiprahnya sebagai generasi muda yang kreatif dan nasionalis. Disamping itu, ia juga sebagai seorang pekerja di sektor pariwisata yang ulet.&lt;br /&gt;Berikut tersaji otobiografi putra bangsa kelahiran Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali  pada tanggal 23 Oktober 1979 ini,  sebagai berikut:&lt;br /&gt;…………………………………………………..&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sejarah dan Gambaran Diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pengantar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Gambaran diri seseorang tidaklah terbentuk seketika. Ia dinamis dan bertalian dengan proses belajar seseorang. Saya memberi judul tulisan ini “Sejarah dan Gambaran Diri”. Tulisan ini dibagi pada beberapa sub berdasarkan tingkat pendidikan. Memang tidaklah mudah menulis gambaran diri. Karena, batas antara menyampaikan fakta dan keinginan manusiawi “dihargai” teramat tipis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah “auto-biografi” cenderung menyampaikan informasi selektif. Oleh karena itu, saya bertumpu pada “kesadaran” bahwa banyak orang lain mengalami hal luar biasa dalam perjalanan menuju kematangan. Sehingga, saya dapat lebih objektif “menilai” diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semasa SD (Sekolah Dasar): Putra Seorang Pendidik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua saya adalah sosok ideal orang tua masa kini yang modern, keras dan ulet. Ayah saya, bernama Drs. I Made Purwa Astawa, seorang pensiunan guru, mantan pengawas sekolah dan mantan kepala sekolah SD. Pengabdian beliau yang lebih dari 30 tahun sebagai tenaga guru membuahkan sebuah lencana emas dari Presiden RI, K.H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Ibu saya, bernama Ni Nyoman Sudani, SPd. Saat ini beliau masih aktif sebagai tenaga pengajar dan Kepala Sekolah Dasar di desa tempat kami berasal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua kami menikah pada awal tahun 1976. Saya adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Kakak perempuan saya saat ini sudah menikah dan dikarunia 3 orang anak.Sedangkan adik laki-laki saya juga sudah mendahului menikah dengan dikarunia seorang anak perempuan. Sekarang tinggal saya saja yang masih membujang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah saya, adalah seorang yang keras, rajin dan penyayang. Beliau juga keras dalam mendidik saya. Pernah suatu ketika, pada saat kelas 1 SD, nilai rapor saya jelek karena waktu itu saya belum bisa membaca. Akibatnya, saya “kesepekang” hampir selama 1 bulan oleh ayah saya. Namun, dengan semangat “jengah” saya pun puputan belajar dengan bimbingan kakak perempuan saya, agar bisa membaca. Dan pada akhirnya, menginjak kelas 2, nilai rapor saya menanjak dan saat kelas 3, saya mendapat juara III di kelas. Menginjak kelas 4, saya mendapat tugas tambahan dari Ayah untuk memelihara bibit anggrek dirumah. Alhasil, setiap hari pulang sekolah, sore harinya saya bertugas menyirami kebun anggrek yang cukup luas di halaman rumah. Rumah kami cukup luas dan rindang khas pedesaan. Tepatnya di Banjar Karangjung, Desa Sembung, Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung. Memasuki kelas 5, saya mendapat kepercayaan untuk mewakili sekolah saya yakni SD No.3 Sembung dalam lomba murid teladan tingkat koordinator desa Sembung. Namun hasilnya sangat mengecewakan saya, untuk pelajaran matematika saya hanya mendapat nilai 3. Saya gagal bersaing dalam ajang murid teladan ini. Dan kelemahan yang masih saya warisi sampai sekarang adalah saya kurang mahir berhitung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya yang juga seorang guru, memiliki sifat lembut dan perhitungan secara ekonomis. Beliau juga sangat menyayangi anak-anaknya. Kami selaku anak-anaknya sangat bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widhi karena memiliki orang tua lengkap yang mengasihi kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang tidak pernah saya lupakan adalah tatkala ayah saya mendongeng/bercerita dongeng Bali, tentang Kisah Siap Selem(kisah Si ayam hitam), yang begitu terkenal masa anak-anak saya. Terlebih, beliau banyak sekali menanamkan nilai-nilai kebajikan pada cerita itu. Dan, mendongeng ini biasanya dilakukan sewaktu saya dan saudara-saudara akan berangkat tidur. Menginjak kelas 6, saya sudah siap-siap akan memilih sekolah SMP. Keinginan saya adalah sekolah di SMP Negeri dekat rumah, namun, ayah saya bersikeras agar saya sekolah SMP di SMP favorit di Kota Mengwi, sekitar 10 km  dari desa saya. Saya lulus SD tahun 1991 dengan hasil cukup baik. Dan pada akhirnya saya “dengan terpaksa” sekolah di SMP pilihan ayah saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semasa SMP: Ketua Kelas, Pramuka dan Naik Sepeda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya masuk SMP pada tahun 1991, bersekolah tepatnya di SMP 1 Mengwi. Dan atas saran ayah, saya dititipkan kepada saudara Ibu yang berada di Desa Mengwi. Kebetulan rumah asal Ibu saya adalah dari Mengwi. Sebenarnya, alasan orang tua menitipkan saya disana adalah agar saya belajar hidup mandiri, lepas dari orang tua dan hidup sederhana. Dan saya diperbolehkan pulang setiap malam minggu. Disamping itu, kebetulan saudara sepupu di Mengwi ini, ketiganya pintar-pintar, semua berpredikat juara kelas. Mungkin harapan ayah, kepintaran mereka bisa menular kepada saya, atau paling tidak saya bisa belajar kepada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal bukan dengan orang tua kandung, sejujurnya sungguh tidak mengenakkan. Saya jadinya belajar menyesuaikan diri. Paman dan Bibi saya menerapkan pola hidup sederhana dan bersahaja. Walau mereka keduanya adalah pegawai negeri. Paman saya, seorang kepala sekolah pada masa itu, sedangkan Bibi, pegawai negeri sipil di kantor BKKBN. Awalnya memang cukup berat, tapi lama-kelamaaan jadi terbiasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa SMP, saya lalui dengan cukup baik. Walau tanpa prestasi yang membanggakan. Namun, pada masa itu, pengenalan terhadap Pancasila melalui Penataran P4 saya resapi dengan sangat positif nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya. Terlebih saya punya seorang guru PMP(Kewarganegaraan sekarang), yang sangat cerdas yakni, Ibu Christiana Laure, dari NTT. Butir-butir luhur Pancasila,benar-benar tertanam secara apik dalam sanubari saya terlepas dari apa yang terjadi terhadap perjalanan pengajaran Pancasila tersebut. Namun, bagi saya Pancasila adalah masih sangat relevan sebagai pedoman bangsa Indonesia yang plural ini sampai kapanpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di SMP, saya sempat jadi ketua kelas beberapa kali, bahkan dibidang ekstra kurikuler Pramuka, saya sempat beberapa kali mewakili sekolah dalam acara-acara kepanduan tingkat kabupaten Badung yang pada masa itu masih menyatu dengan kota Denpasar. Yang paling membuat saya bangga waktu saya jadi anggota pramuka, adalah ketika di pundak saya ada tanda kecakapan khusus pramuka, yang bernama TKK(tanda kecakapan khusus), berupa pin kain yang langsung menempel di baju coklat pramuka saya, apalagi ketika saya mendapatkan selempang kebesaran pramuka, terasa sangat gagah waktu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan senggang, saya paling senang jalan-jalan naik sepeda keliling kota kecil Mengwi bersama teman-teman. Bahkan seringkali waktu kami isi dengan main-main ke Pura Taman Ayun yang tamunya cukup ramai. Disini, kemampuan bahasa inggris saya mulai muncul. Seringkali saya iseng menyapa tamu-tamu yang berkunjung ke Pura kerajaan Mengwi ini.&lt;br /&gt;Saya menamatkan SMP pada tahun 1994. Pada awalnya sesuai dengan ketertarikan saya terhadap pelajaran bahasa Inggris, saya ingin melanjutkan ke sekolah pariwisata. Namun, lagi-lagi, ayah saya mengalihkan cita-cita saya. Ayah menyarankan saya untuk melanjutkan ke sekolah menengah umum, bukan langsung ke sekolah kejuruan. Hati kecil saya berontak. Tapi apa daya, tak kuasa menolak keinginan orang tua. Ibu saya, hanya bisa pasrah menuruti kehendak ayah. Lagi-lagi, ayah menjadi ‘batu sandungan’ keinginan saya sekolah di SMIP(Sekolah Menengah Industri Pariwisata), dan akhirnya saya diterima di sekolah umum. yakni, SMAN 1 Mengwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semasa SMA: Pemalu, lomba gerak jalan dan Paskibraka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti anak-anak remaja pada umumnya, umur 15 tahun keatas adalah usia yang rawan. Dalam arti usia peralihan dari anak-anak ke masa remaja. Demikian juga saya, menjelang tamat SMP dulu, sudah mulai timbul rasa suka terhadap lawan jenis. Namun, ternyata, jiwa pemalu yang melekat dari diri saya menjadi faktor dominan yang menghalangi. Masa-masa SMA saya lewati dengan biasa-biasa saja. Terkait dengan hubungan dengan lawan jenis, jujur, termasuk banyak teman perempuan yang mendekati saya. Namun, rasa minder dan malu lah yang menghalangi saya untuk mendekatkan diri ke mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMAN 1 Mengwi, adalah salah satu sekolah unggulan di daerah saya. Tidak heran, kegiatan yang berskala cukup besar selalu menghampiri aktifitas almamater saya. Dari sekian kegiatan intra sekolah yang saya pernah ikuti diantaranya adalah lomba gerak jalan, paskribaka tingkat kecamatan (kebetulan waktu itu bertepatan dengan  perayaan 50 tahun Indonesia emas). Jadi, setiap kecamatan seluruh Indonesia, wajib membentuk tim paskribaka lengkap seperti format tim paskibraka di pusat Jakarta. Nah pada saat itu saya menjadi pasukan inti pengibar bendera merah putih, bergabung di pasukan 8. Jiwa nasionalisme saya yang terpupuk sejak Sekolah Dasar, kembali dibakar dengan kegiatan-kegiatan pada masa SMA. Ada kejadian menarik dan tidak akan pernah saya lupakan. Waktu itu, 17 Agustus 1995, saya sebagai pasukan pengibar bendera saya kebagian mengulur tari bendera. Pada saat latihan dan geladi resik, semua lancar-lancar saja. Namun pas hari H-nya, ada kecelakaan fatal. Saya melakukan kesalahan pada saat memberikan tali bendera kepada teman. Mestinya saya memberikan bagian tali yang harus diulur oleh teman saya. Tapi, saya mengulurkan bagian yang untuk ditarik. Tak ayal, terjadilah saling tarik-menarik antara saya dan teman sesama paskibraka tersebut. Untung, ada salah satu guru yang bertugas melihat kejadian ini. Saya dibisiki untuk menarik tali tiang bendera merah putih tersebut. Kejadiannya seper sekian detik, drumband Indonesia raya sudah berkumandang, saya masih tarik-tarikan dengan teman tadi. Namun, syukurnya, bendera merah putih dapat sampai dengan selamat di angkasa lapangan umum Mengwi waktu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat menyesali kejadian itu. Saya gagal menjalankan tugas dengan sempurna. Sampai saya menangis sejadi-jadinya waktu itu. Karena tugas mengerek bendera merah putih tidak bisa saya jalankan dengan sempurna. Beberapa Pembina dan guru saya mencoba menenangkan saya. Alhasil, setiap ada tayangan  17 Agustusan, saya selalu ingat kejadian ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akhirnya lulus SMA tahun 1997. Oleh Ayah, saya diarahkan untuk melanjutkan ke STPDN(Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) yang terkenal sekolah calon pengawai negeri sipil itu. Sejujurnya saya menentang keinginan ayah saya. Karena saya ingin melanjutkan ke sekolah pariwisata STP (Sekolah Tinggi Pariwisata), Nusa Dua. Namun, lagi-lagi, ayah menjadi “batu sandungan”. Tapi, tak mengapa demi bakti saya pada orang tua, begitu pikir saya waktu itu.&lt;br /&gt;Serangkaian tes STPDN saya jalani, namun karma berkata lain, saya gagal. Saya kecewa, saya marah, saya benci dengan ayah waktu itu. Padahal saya harus mengubur keinginan untuk ikut testing di sekolah lainnya demi sebuah sekolah idaman bernama STPDN ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semasa Kuliah di LP3I: Pemulihan Kegagalan yang Berbuah Manis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat 3 bulan uring-uringan, akhirnya saya iseng-iseng baca surat kabar. Ada sebuah lembaga diploma yang masih membuka pendaftaran. LP3I (Lembaga Pendidikan &amp;amp; Pengembangan Profesi Indonesia) Cabang Bali. Akhirnya saya diterima di lembaga ini. Saya mengambil program perhotelan jurusan Front Office. Singkat cerita, saya kuliah disini. Tapi saya harus ‘ngajag’atau pulang-pergi dari rumah di Sembung ke Denpasar untuk kuliah. Hal ini dikarenakan saya juga harus merawat  kakek (sekarang almarhum yang waktu itu, sakit stroke. Di kampus LP3I ini, perlahan-lahan saya ‘menemukan diri’. Tiap hari penguasaan bahasa Inggris diasah. Mental saya dilatih untuk tampil didepan, belajar bicara didepan banyak orang. Kegiatan perkuliahan berjalan cukup bagus dan membuat saya nyaman. Dan, ditempat ini pun saya mulai mengenal organisasi secara lebih mendalam. Mula-mula saya menjabat wakil ketua panitia orientasi mahasiswa baru, dan puncaknya saya menjadi wakil ketua Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM), LP3I Bali untuk periode tahun 1998 – 1999. Saya sangat menikmatinya. Pelan namun pasti, saya mulai bisa melupakan kegagalan STPDN dengan menyibukan diri dalam kegiatan organisasi di FKM LP3I. Dan rasa benci karena menganggap ayah adalah sumber kegagalan saya pun akhirnya sirna. Malah sesungguhnya beliau adalah teman terbaik saya yang men-support saya luar dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tamat LP3I Bali akhir tahun 1999. tapi diwisuda pada awal tahun 2000. Tanpa diduga, saya ternyata masuk tiga besar lulusan terbaik. Pada saat wisuda, saya didaulat memberikan kesan dan pesan. Ini adalah momen pertama kali saya berada di depan ratusan orang undangan. Kaki gemetar, tapi saya memantapkan diri dengan berpidato tanpa teks selama kurang lebih 20 menit. Penuh dengan kritik membangun kepada almamater saya. Dan, aplaus panjang pun membahana begitu saya mengakhiri kesan dan pesan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Saat Belajar Mencari Uang: Pindah-Pindah Kerja Mencari Pengalaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Villa Lalu&lt;br /&gt;Sebetulnya sebelum saya tamat dari LP3I, sebenarnya saya sudah mendapat pekerjaan walau hanya sebagai daily worker (tenaga harian) di sebuah Villa di Seminyak, Kuta pada tahun 2000. Namanya Villa Lalu. Gaji  pertama saya waktu itu hanya Rp.169.225,-. Saya hanya kuat 3 bulan disana. Karena secara mental belum siap dengan tekanan  bule yang menjadi owner di villa tersebut. Disamping juga penguasaan bahasa inggris saya waktu itu masih belum begitu mahir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertiwi Resorts &amp;amp; Spa&lt;br /&gt;Sebenarnya saya termasuk 'buruh' pelamar pekerjaan, begitu ayah saya bilang. Kenapa demikian karena, setiap ada lowongan di Koran, pasti saya iseng memasukan lamaran. Akhirnya saya mendapat panggilan di sebuah hotel di kawasan Ubud. Namanya Pertiwi Resorts &amp;amp; Spa. Inilah babak baru perjalanan saya mengenal kawasan Ubud secara lebih mendalam. Namun, ‘kegatalan’ tangan saya menulis surat lamaran belum juga hilang. Disaat saya sudah mendalami pekerjaan saya di bagian kantor depan, ada panggilan lagi dari hotel lain, yang masih di kawasan Ubud. Yakni, Ibah Luxury Villas(sekarang Warwick Ibah Luxury Villas). Saya di Pertiwi Resorts &amp;amp; Spa hanya bertahan 2 bulan 21 hari, karena terlanjur diterima di Ibah Luxury Villas ini. Kepindahan saya ke hotel Ibah ini, mengharuskan saya untuk kos di Ubud. Karena jarak dari rumah cukup jauh dan sistem kerja yang menggunakan sistem &lt;i&gt;shift&lt;/i&gt; mengharuskan saya menghemat tenaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibah Luxury Villas&lt;br /&gt;Saya mulai kerja di hotel milik keluarga Puri Ubud ini akhir tahun 2000 sampai dengan tahun 2003. Saya bekerja sebagai karyawan di bagian kantor depan. Banyak suka-duka saya alami disini. Banyak pula pelajaran berharga. Mulai dari harus belajar mandiri, karena saya kos, memperdalam bahasa Jepang, dan belajar &lt;i&gt;mebraya &lt;/i&gt;atau bermasyarakat. Saya katakan demikian karena, sebagai hotel milik keluarga Puri, karyawan hotel banyak terlibat dalam segala macam bentuk aktifitas adat Puri, disamping bekerja di hotel. Mulai dari ngayah ke Pura, ngayah di keluarga Puri dan lain sebagainya. Itu semua saya lakukan dengan senang hati. Karena saya mendapat kesempatan untuk belajar. Bahkan di Ubud inilah saya akhirnya belajar membuat udeng/ikat kepala dari kain lembaran. &lt;i&gt;Udeng&lt;/i&gt; atau kain ikat kepala khas Bali ini, saat ini lazimnya setengah atau langsung jadi. Kain udeng lembaran biasanya dipakai pada jaman dulu.  Di hotel ini, saya mengembangkan diri saya dengan cukup baik. Pada suatu kesempatan di tahun 2002, saya ditugaskan oleh pihak manajemen untuk mewakili hotel dalam pameran dunia di Nusa Dua. Pameran bertajuk’World Sustainable Development Expo’ itu mempertemukan saya dengan teman-teman dari hotel-hotel pemenang penghargaan Tri Hita Karana Award. Kebetulan hotel tempat saya sebagai pemenang medali perunggu untuk kategori hotel butik. Logo Tri Hita Karana Award begitu menarik perhatian saya, yakni senjata Trisula yang oleh panitia lomba dipakai juga sebagai simbol Tri Hita Karana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya bom Bali yang pertama tahun 2002 sungguh menggoncangkan dunia pariwisata di Bali pada masa itu. Waktu itu, tamu-tamu banyak yang membatalkan kunjungan. Bali menjadi sepi dan ini berimbas pada nasib kami sebagai karyawan. Dalam satu bulan, saya hanya bekerja sekitar 15 hari. Bisa dibayangkan berapa pemasukan kami per bulannya. Kondisi ini membuat suasana hati saya gundah dan jenuh. Saya diliputi rasa bosan. Saya ingin melakukan hal lain yakni, kuliah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya diskusikan dengan kedua orang tua saya. Dan pada intinya mereka mendukung  rencana saya, baik secara moral dan finansial. Kebetulan waktu itu, ayah saya belum pensiun. Waktu itu menjelang pertengahan tahun 2003. Saya memilih Universitas Warmadewa karena secara geografis cukup dekat dengan Ubud, tempat saya tinggal. Dan jurusan yang saya ambil adalah hukum. Kenapa hukum? Pertimbangan saya waktu itu, pariwisata setelah bom Bali tampaknya akan menjadi sulit,  saya pikir untuk banting setir dengan menguasai bidang lainnya. Disamping sebenarnya saya ingin lebih mengasah kemampuan bicara saya. Akhirnya jadi juga saya mempunyai predikat, bekerja sambil kuliah. Bekerja di hotel kuliah di fakultas hukum Universitas Warmadewa. Sebuah predikat yang membanggakan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kuliah Sambil Bekerja: Pindah Ke Hotel Lain, Kuliah Jalan Terus&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah hampir 3 tahun saya bekerja di Hotel Ibah, ‘kegatalan’ tangan saya untuk melamar pekerjaan kambuh lagi. Saya mencoba melamar di sebuah hotel yang juga di kawasan Ubud, yakni  hotel Puri Wulandari. dan Suksme Hyang Widhi, saya diterima. Proses kepindahan saya dari hotel Ibah ke Puri Wulandari berlangsung cukup alot. Karena owner hotel tidak mengijinkan saya untuk pindah kerja. Sampai-sampai saya harus mencari alasan yang kuat. Dan akhirnya mereka mengijinkan kepindahan saya dengan catatan saya akan diterima kembali kalau mau balik kesana lagi. Sungguh senang dan bercampur khawatir juga. Karena saya juga harus memikirkan kelanjutan kuliah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hotel Puri Wulandari &lt;br /&gt;Ditempat ini saya mulai sekitar akhir tahun 2003, dibagian Resort Butler. Gambaran posisi ini adalah sebagai pelayan tamu di villa dan juga sebagai pengatur program tamu selama tinggal di hotel. Sejatinya, latar belakang saya adalah kantor depan, namun, pihak manajemen menantang saya untuk mencoba posisi baru ini. Awalnya memang berat juga, tapi seiring berjalannya waktu, saya mampu menguasainya dengan baik. Saya bersyukur kepada Hyang Widhi, waktu itu mampu mengatur jadwal kerja dengan kuliah saya di Universitas Warmadewa. Walaupun dengan konsekwensi, saya harus pulang-pergi Ubud – Denpasar demi sebuah cita-cita. Semua saya jalani dengan ikhlas dan tabah. Dukungan teman kerja dan pimpinan sangat positif terhadap saya. Dan tak henti-henti saya mengucap syukur dengan kondisi ini. Tuhan memang Maha Pengasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berbagai Kesibukan: Bekerja, Kuliah &amp;amp; Organisasi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadwal sehari-hari saya sangat padat. Satu sisi, bekerja dengan sistem shift yang kerapkali berbenturan dengan jadwal kuliah. Disisi lain, setelah mengamati perkembangan di kampus saya, saya merasa ada sesuatu yang kurang dalam pergerakan organisasi mahasiswa disana. Sumber daya Hindu di kampus Warmadewa kurang tergarap. Maka tidak mengherankan selama hampir 5 tahun, ranah pergerakan mahasiswa Unwar ‘dikuasai’ oleh teman-teman dari daerah timur Indonesia yang kuliah di Unwar. Darah organisasi saya kembali mendidih, begitu mengamati betapa mahasiswa Hindu Bali kalah gesit dalam memanfaatkan momen-momen penting situasi sosial kemasyarakatan yang terjadi disekelilingnya. Dan mimpi saya adalah, membentuk sebuah wadah bagi mahasiswa Hindu di Unwar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kebetulan, medio 2004 saya diajak oleh seorang teman, untuk main-main ke sebuah secretariat organisasi mahasiswa Hindu nasional bernama KMHDI (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia). Waktu itu, saya berbincang-bincang dengan seorang pengurus KMHDI waktu itu, I Made Kariada (sekarang anggota KPU Klungkung Bali). Beliau banyak membuka kesadaran saya tentang pentingnya sebuah organisasi Hindu bagi kehidupan masyarakat Hindu itu sendiri. Saya tertarik. Pada waktu itu, tak lupa beliau juga mengajak saya bergabung ke KMHDI. Tanpa berfikir panjang, saya menyanggupinya. Akhirnya, secara resmi saya menjadi anggota KMHDI pimpinan cabang Denpasar pada November 2004 lewat sebuah acara penerimaan anggota baru di Pura Samuan Tiga, Gianyar. Walaupun saya sudah menjadi anggota KMHDI, niat saya untuk membentuk organisasi di kampus Unwar, belum juga padam. Lewat berbagai pembicaraan dengan teman-teman satu fakultas dan dukungan dari KMHDI, tekad saya makin bulat. Mimpi ini harus terwujud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun rencana ini hampir saja buyar, karena lagi-lagi berkat ‘kegatalan’ tangan saya kembali melamar pekerjaan ditempat lain, mengharuskan saya pindah kerja. Karena saya diterima disebuah hotel baru yang juga terletak di kawasan Ubud. Hotel Uma Ubud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hotel Uma Ubud: Timbulnya Ide-ide Cemerlang yang Berbuah Manis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun akhirnya pindah kerja. Bekerja di tempat baru, hotel baru dengan harapan baru. Hotel ini bernama Uma Ubud, milik seorang taipan bisnis terkemuka dari Singapore. &lt;br /&gt;Walaupun hati senang karena bekerja di hotel baru, secara pribadi saya was-was juga. Bisakah saya melanjutkan kuliah sambil bekerja? Agar perasaan saya plong, saya cerita kondisi saya dengan atasan langsung saya yang orang Malaysia. Sheila Ali namanya. Tanpa diduga beliau tidak mempermasalahkan status ganda saya. Sepanjang saya bisa mengatur jadwal kerja dan kuliah katanya. Sungguh senang hati saya. Terlebih waktu itu saat-saat saya akan ujian tengah semester ataupun ujian akhir, Ibu Sheila, demikian saya memanggil beliau, memberi saya keleluasaan asalkan bisa diatur dengan teman kerja. Dan yang paling penting, teman-teman kerja ternyata tidak mempermasalahkannya. Lagi-lagi, ucap syukur saya kepada Hyang Widhi tak henti-henti saya kumandangkan. Namun, sisi minusnya, kepindahan saya ke tempat baru, membuat ide saya membentuk organisasi di kampus Unwar agak terbengkalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hotel baru, hotel Uma Ubud, memerlukan penataan yang serba baru dan ide-ide baru. Dan disini saya mengerahkan kemampuan terbaik saya untuk itu. Saat saya bekerja di hotel ini, saya sudah resmi menjadi anggota KMHDI. Dan ini sangat membantu dalam pengembangan pola pikir dan wawasan saya di tempat kerja. Hal ini saya buktikan tatkala pembentukan organisasi karyawan sebagai salah satu persyaratan Undang-Undang Ketenagakerjaan di tempat usaha berbadan hukum yang mempekerjakan banyak karyawan. Dari manajemen, mengeluarkan 2 opsi, yakni karyawan memilih membentuk SPSI(Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) ataukah SPTP (Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan). &lt;br /&gt;Perbedaan mendasar dari kedua lembaga ini adalah kalau SPSI, maka unit usaha yang membentuknya akan berada dibawah kepengurusan SPSI diwilayah kerja unit usaha tersebut sedangkan kalau SPTP bersifat mandiri. Kedua organisasi ini diakui secara sah oleh dinas tenaga kerja. Nah, waktu itu saya mengusulkan kepada segenap karyawan dan manajemen untuk memilih membentuk SPTP daripada SPSI. Pertimbangan saya, sebagai hotel baru, lebih baik Uma Ubud konsolidasi internal terlebih dahulu dengan membuat serikat pekerja mandiri yang tercatat resmi di dinas tenaga kerja. Usulan saya diterima secara aklamasi waktu itu. Nama organisasinya saya usulkan bernama SEKAR Uma, singkatan dari Serikat Karyawan hotel Uma Ubud. Menurut saya, sekar juga berarti bunga, dalam bahasa daerah Bali. Sehingga kata sekar ini dapat diartikan sebagai organisasi yang terdiri dari karyawan hotel Uma Ubud, yang diibaratkan sebagai bunga  pengharum hotel Uma Ubud. Secara aklamasi usulan ini diterima oleh manajemen dan segenap karyawan. Sungguh bangga saya waktu itu, bisa memberikan kontribusi bagi tempat saya bekerja. Berkat karunia Hyang Widhi, pada bulan Juli 2004saya mendapat penghargaan sebagai karyawan terbaik. Disusul beberapa bulan kemudian saya kembali mendapatkan gelar karyawan terbaik untuk tahun 2004 – 2005. Semua itu saya syukuri sebagai suatu kebetulan dan anugrah Tuhan. Betapa tidak, sejujurnya masih banyak teman-teman kerja yang lebih bagus dari saya, sekali lagi mungkin itu adalah kebetulan dan keberuntungan belaka. Saya pun mendapat kesempatan untuk liburan 1 minggu ke Thailand sebagai hadiahnya. Sungguh pengalaman yang mengesankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terbentuknya PMHD Unwar: Bermodal Semangat &amp;amp; Tekad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas pekerjaan dan kuliah saya jalani dengan sabar dan tekun. Dalam kegiatan akademis perkuliahan saya cukup aktif. Kondisi kondusif ditempat kerja membuat saya begitu terpacu dalam menjalani rutinitas akademis. Ide yang tertunda dulu, yakni membentuk sebuah organisasi mahasiswa Hindu di kampus Unwar kembali menghangat. Berbekal sedikit ilmu di KMHDI, saya kemudian mengumpulkan teman-teman yang satu visi. Cukup banyak yang antusias, khususnya di fakultas hukum, tempat saya kuliah. Sejurus kemudian saya menyebar kuesioner terbuka tentang perlunya sebuah organisasi bernafaskan Hindu di kampus Unwar. Dan hasilnya cukup positif, rata-rata responden setuju dengan pembentukan ini. Berdasarkan hal ini, saya memberanikan diri untuk mengumpulkan teman-teman yang setuju. Serangkaian rapat kami lakukan termasuk mengundang teman-teman dari KMHDI untuk memperoleh masukan. Topik rapat semakin mengerucut dengan penamaan organisasi, pada awalnya saya mengusulkan nama FKMHD(Forum Komunikasi Mahasiswa Hindu Dharma), namun oleh peserta rapat digodok lagi, sehingga tercetuslah nama PMHD(Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma), yang idenya saya lempar pada saat terjadi kebuntuan rapat. Nama itu diterima oleh peserta rapat dengan alasan agar istilah Bali tetap melekat dalam nama organisasi, dengan maksud agar mengundang orang untuk lebih tahu apa itu PMHD. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proposal pendirian organisasi PMHD, saya mengangkat sebuah spirit tradisional yang sesuai dengan nama kampus Warmadewa. Nilai-nilai itu adalah menjadikan tonggak kebesaran dinasti kerajaan Bali kuno, dengan rajanya Sri Kesari Warmadewa sebagai semangat menggelorakan jiwa mahasiswa Hindu Unwar. Lambang organisasi, idenya saya dapatkan dari pengalaman saya mengikuti pameran dunia di Nusa Dua tahun 2002 lalu. Kebetulan senjata trisula sebagai senjata dewata nawa sanga, menjadi inspirasi Tri Hita Karana Award waktu itu. Disamping senjata dewata nawa sanga (Dewa Sambhu), oleh panitia penyelenggara Tri Hita Karana Award, lambang ini digunakan sebagai penggambaran Tri Hita Karana, filosofi kearifan lokal Bali. Nah, senjata trisula itu pulalah yang menjadi tubuh organisasi PMHD Unwar. Dimana, bidang-bidang tugas organisasi, mencakup bidang parahyangan, pawongan dan palemahan. Akhirnya lahirlah organisasi mahasiswa Hindu di kampus Warmadewa yang kami deklarasikan pada Sabtu Wage, tanggal 11 Juni 2005.Dan yang lebih membanggakan kami waktu itu, acara deklarasi PMHD Unwar, juga dihadiri oleh organisasi non Hindu seperti Formasi(Forum Mahasiswa Islam) Unwar, KMK(Kerukunan Mahasiswa Kristen) Unwar, disamping dari KMHDI, Pekraman Widya Santika Politeknik Negeri Bali, Perwakilan IHDN(Institute Hindu Dharma Negeri), dan tentunya dari unsur kampus Unwar yang terkait. Mulai saat itu pulalah PMHD Unwar mulai berkiprah dalam kancah kepemudaan &amp;amp; kemahasiswaan di Denpasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk masalah pendanaan organisasi,awalnya sebagian besar keluar dari kantong saya mengingat PMHD Unwar baru terbentuk.Dana ini, saya dapatkan dari hasil jerih payah bekerja di hotel. Pendapatan per bulan, saya sisihkan untuk mendanai roda organisasi PMHD Unwar. Semua itu saya lakukan dengan ikhlas &amp;amp; &lt;i&gt;ngayah&lt;/i&gt;, karena saya yakin, kalau kita berniat baik, maka hasilnya pun pasti akan baik pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun saya kemudian lebih fokus di PMHD Unwar, bukan berarti aktifitas saya di KMHDI Pimpinan Cabang Denpasar mentok.Saya berusaha mensinergikan aktifitas di PMHD dengan KMHDI secara cermat disamping tugas pokok saya mencari nafkah di hotel. Bahkan saya sempat beberapa kali aktif menjadi panitia lomba dokar hias dalam rangka HUT kota Denpasar yang mana penyelenggaranya adalah KMHDI PC Denpasar. Saya sampai minta tambahan libur yang memang jatah saya di hotel demi menangani agenda tetap pemerintah kota Denpasar ini.  Semua kegiatan berjalan dengan lancar walau sangat melelahkan saya secara fisik maupun mental. Namun karena semua kegiatan saya jalani secara ikhlas dan bersemangat, semua dapat berjalan dengan baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan organisasi PMHD Unwar berdasarkan AD/ART-nya adalah berdasarkan penjabaran Tri Hita Karana, sebagai filosofi luhur &lt;i&gt;local genius &lt;/i&gt;Bali dalam praktek nyata kehidupan beragama dan bermasyarakat. Ajaran luhur Mpu Kuturan ini menginspirasi saya mengembangkannya di PMHD Unwar. Dan terbukti disambut baik oleh anggota dan pengurus. Untuk periode pertama, saya didaulat menjadi Ketua PMHD Unwar masa bakti 2005 – 2006. Pada masa kepengurusan saya, kegiatan berskala besar yang kami laksanakan adalah menggelar dharma wacana serangkaian upacara suci Wraspathi Kalpa di kampus Unwar. Ide menggelar dharma wacana ini saya ajukan ke panitia karya. Dan kebetulan PMHD Unwar ikut serta menjadi panitia karya. Nara sumber dharma wacana waktu itu, adalah Ida Pedande Gde Made Gunung dari griya Purnawati Blahbatuh Gianyar. Segala macam bentuk persiapan dharma wacana, PMHD lakukan secara mandiri. Baik ketika harus &lt;i&gt;tangkil&lt;/i&gt; ke Griya maupun mengundang pihak Bali TV untuk menayangkan kegiatan itu nantinya. Acara ini sebagai implementasi dari konsep parahyangan dan pawongan PMHD Unwar berlangsung dengan lancar dan meriah. Undangan yang hadir bahkan sampai harus melebihi kapasitas ruang auditorium Unwar.Awighnam astu, acara berlangsung sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang lengser sebagai Ketua PMHD, saya melontarkan sebuah ide membuat kegiatan eksternal demi mengenalkan PMHD ke dunia luar. Ide tersebut adalah menggelar acara penghijauan dengan bunga Jempiring disepanjang jalan protokol kota Denpasar. Kebetulan waktu itu,bertepatan dengan HUT Pemerintah Kota Denpasar. Ide ini kami konsultasikan dengan pihak Pemkot dan disambut dengan baik oleh pemerintah kota Denpasar. Ide saya ini dijalankan oleh adik-adik pengurus PMHD yang baru pada waktu itu. Dan ternyata mendapat sambutan meriah warga kota Denpasar. Sebagai penggagas acara, saya sempat diwawancarai oleh beberapa stasiun TV daerah Bali dan media massa lainnya. Sungguh pengalaman yang mengesankan saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesibukan Pekerjaan : Membatasi Diri Demi Periuk Nasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai aktifitas yang saya jalani, hampir membuat saya terlena. Saya begitu tenggelam dalam keasyikan aktifitas luar rumah selain pekerjaan membuat kedua orang tua saya khawatir. Ayah mengingatkan saya, untuk tidak begitu larut dalam kegiatan organisasi. Beliau menyarankan untuk fokus ke masa depan, apalagi saya juga kuliah. Menurut orang tua saya, kegiatan perkuliahan dan pekerjaan saja sebenarnya sudah menyita waktu saya. Apalagi ditambah kegiatan organisasi. Saya pun mematuhi nasehat orang tua. Untuk beberapa lama, saya fokus bekerja di hotel Uma Ubud. Namun godaan aktif berorganisasi kembali muncul.&lt;br /&gt;Oleh teman-teman KMHDI saya didaulat untuk membantu pimpinan daerah Bali. Dalam lokasabha PD KMHDI Bali tahun 2006, saya diamanatkan untuk membantu di bidang penelitian &amp;amp; pengembangan. Saya didaulat sebagai koordinator. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesibukan di tempat kerja semakin bertambah, saya tidak bisa sepenuhnya aktif di organisasi KMHDI dan PMHD. Apalagi saya menjelang tamat kuliah. Kesibukan semakin berjubel rasanya tatkala mulai menyusun skripsi. Sangat melelahkan. Tapi saya tidak menyerah, saya optimis bisa menggondol gelar sarjana hukum. Apalagi bantuan moril dari orang-orang terdekat saya begitu luar biasa.&lt;br /&gt;Akhirnya setelah melalui perjalanan yang panjang, saya berhasil menamatkan kuliah di Universitas Warmadewa, dengan hasil cukup baik, &lt;i&gt;cumlaude&lt;/i&gt; pada wisuda sarjana hukum universitas Warmadewa pada tanggal 17 September 2007. Tak henti-hentinya saya mengucap syukur kepada Tuhan atas karunia-Nya yang begitu besar. Atas segala kemudahan-Nya. Seminggu setelah tamat, kemudian ada tawaran dari pimpinan tempat saya bekerja untuk bekerja di luar negeri. Saya tertarik. Akhirnya saya pun dikirim oleh perusahaan ke salah satu jaringan hotel milik perusahaan pusat. Lokasi kerja baru saya adalah di hotel Parrot Cay, yang terletak di kepulauan Karibia, tepatnya di pulau Turks &amp;amp; Caicos, British West Indies. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bekerja di Negeri Orang: Pengalaman Baru, Darah Organisasi pun Makin Berkobar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai babak baru dalam perjalanan karir dengan bekerja jauh dari rumah, sangat jauh. Semua saya pasrahkan kepada Tuhan. Akhirnya pada tanggal 28 Oktober 2007, saya mulai bekerja di sebuah hotel yang terletak pada sebuah pulau milik pribadi. Orang-orang Bali ternyata banyak yang bekerja di sini. Tercatat ada sekitar 60-an orang. Pada awal-awal bulan pertama, saya merasa sangat asing. Namun, saya mencoba bersikap realistis dan optimis, saya pasti bisa beradaptasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun 2008 lalu, saya didaulat oleh teman-teman Bali disini untuk menjadi Ketua Sekehe Umat Hindu. Saya tidak bisa menolak. Saya siap &lt;i&gt;ngayah&lt;/i&gt;, disamping pada dasarnya saya suka berorganisasi. Dan kembali anugrah Hyang Widhi, bulan April 2009, saya terpilih sebagai karyawan terbaik di hotel ini. Sungguh tidak menyangka dan ini juga saya yakini dipengaruhi oleh faktor keberuntungan. Dan tanggal 27 Juni 2009 kami warga Indonesia di Turks &amp;amp; Caicos Island, kedatangan Duta besar Indonesia untuk Kuba, dalam rangka pencatatan/pendataan atau lapor diri warga Negara Indonesia di Turks &amp;amp; Caicos Islands, disamping sebagai ajang sambung rasa. Dan lagi-lagi saya menjadi ‘korban’,  teman-teman Indonesia menunjuk saya sebagai ketua panitia acara. Saya tidak bisa menolak. Saya anggap ini adalah ajang pembelajaran buat saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua perjalanan tanpa lelah yang saya lalui, semua saya dasari dengan rasa ikhlas dan optimis bahwa apa yang kita lakukan sekarang adalah investasi moral dan materiil yang pastinya berguna untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat disekitar saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perenungan Diri, Menuju Kedewasaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, hidup adalah karma yang harus dijalani dengan ikhlas dan sabar. Saya sangat menyadari bahwa sebagai mahluk Tuhan, saya mempunyai kelemahan. Salah satu kelemahan tersebut adalah, terkadang saya kurang bisa mengontrol emosi dan pelupa. Namun, saya sering melakukan perenungan bagaimana agar hal-hal negative itu bisa saya minimalkan. Dan sampai saat ini, seorang Dwija adalah seorang anak manusia yang masih sedang belajar dan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, perjalanan ini akan saya teruskan…dan kisah ini akan terus bersambung...sampai suatu saat nanti, tiba waktunya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-586637221204227511?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/586637221204227511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/09/my-autobiografi-endless-journey.html#comment-form' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/586637221204227511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/586637221204227511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/09/my-autobiografi-endless-journey.html' title='My Autobiografi,  An Endless Journey'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-CtDQu7RjDho/R7s5Kz94pSI/AAAAAAAAAA4/PeXnHU7NS2s/s72-c/Turtle+cove.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-2786191530947544447</id><published>2009-08-15T05:20:00.007+08:00</published><updated>2011-08-13T10:48:09.902+08:00</updated><title type='text'>Filosofi Tumpeng Kuning</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/SoXkBDpeK2I/AAAAAAAAALc/SmqiRRLT_dg/s1600-h/Tumpeng_KMHDI.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369948837519436642" src="http://2.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/SoXkBDpeK2I/AAAAAAAAALc/SmqiRRLT_dg/s200/Tumpeng_KMHDI.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 130px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 150px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca terutama tentu banyak yang tahu tentang nasi tumpeng. Umumnya keberadaan nasi tumpeng ini, banyak dijumpai dalam denyut ritual masyarakat Bali dan Jawa (Kejawen). Nah apa sih sebenarnya kandungan makna dari nasi tumpeng ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tumpeng adalah simbul gunung, gunung adalah simbul kesucian, kesuburan dan kesejahteraan/keselamatan. Nah, dalam kehidupan adat di Bali dan jawa, tumpeng biasanya dibuat baik tidak berwarna (nasi putih), maupun dicampur adonan kunyit, sehingga berwarna kuning, ada pula berwana merah, dan hitam (jarang-jarang). Biasanya kalau ada peringatan hari kelahiran menurut Bali(otonan), ataupun acara selamatan(jawa), nasi tumpeng adalah sesaji wajib. Dan biasanya sesaji (sesajen) tumpeng yang sudah selesai dipakai dalam kegiatan ritual, dihidangkan untuk dinikmati baik untuk individu maupun berbanyak. Nah, apa makna yang tekandung didalamnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan penjelasan awal, maka nasi tumpeng ini kurang lebih bermakna permohonan dan atau ungkapan sujud syukur serta terima kasih kepada Sang pencipta atas karunia-Nya kepada umat manusia dan segenap mahluk. Sesuai dengan konsep gunung, maka menu nasi tumpeng, khususnya nasi kuning biasanya dilengkapi dengan lauk dan bumbu lengkap, ada daging, sayuran, dan hiasan. Dibuat sedemikian rupa berdasarkan adat dan seni setempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh mana efek spritual dari nasi tumpeng? Hal ini berdasarkan keyakinan dan sugesti semata. Jadi kalau anda yakin, maka keyakinan itu akan menjadi daya dorong (sugesti) luar biasa. So, apakah anda mau di-nasi tumpeng-kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S M&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-2786191530947544447?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/2786191530947544447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/08/filosofi-tumpeng-kuning.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2786191530947544447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2786191530947544447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/08/filosofi-tumpeng-kuning.html' title='Filosofi Tumpeng Kuning'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/SoXkBDpeK2I/AAAAAAAAALc/SmqiRRLT_dg/s72-c/Tumpeng_KMHDI.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-7844452652259021723</id><published>2009-07-24T04:36:00.018+08:00</published><updated>2011-08-30T13:30:20.731+08:00</updated><title type='text'>Desa Adat,  Pemecah Masalah yang Kerap  Menjadi Masalah</title><content type='html'>Saudara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita pahami bersama, peranan Desa Adat(kini, Desa Pekraman sesuai Perda Propinsi Bali, No.2 Tahun 2002-red), begitu signifikan dalam berbagai sendi-sendi kehidupan masyarakat Bali pada umumnya. Namun, patut kita sadari bahwa dari berbagai nilai positif yang ada, ternyata dalam perjalanannya Desa Adat banyak menyimpan potensi konflik yang lambat laun akan menjadi 'bom waktu' yang sewaktu-waktu bisa meledak. Kenapa bisa demikian?&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPh9xcZi33I/AAAAAAAAAOg/hgPzKHY7c5s/s1600/penglipuran_bali.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPh9xcZi33I/AAAAAAAAAOg/hgPzKHY7c5s/s200/penglipuran_bali.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Desa Adat dalam Analisa SWOT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis mencoba membedah dan mengurai menurut cara pandang penulis yang sangat terbatas mengenai Desa Adat di Bali menurut analisa SWOT, yang terdiri dari: Strength, Weakness, Opportunity, and Threats. Yaitu sebuah cara analisa yang mencoba mengurai suatu permasalahan berdasarkan Kelebihan/kekuatan, Kelemahan, Kesempatan/peluang, dan Tantangan sehingga didapatkan sebuah perbandingan dan nilai-nilai dominan yang dipakai untuk memecahkan suatu permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Strength&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Desa adat atau desa pekraman di Bali, merupakan warisan adiluhung para leluhur Bali beratus-ratus tahun silam. Kalau melihat dari sejarahnya, Desa Pekraman di Bali dicetuskan oleh seorang Mpu dari tanah Jawa, yang bernama Mpu Kuturan, yang pada mulanya beliau ditugaskan sebagai senapati untuk menata Bali. Sebelum kedatangan beliau, sekte-sekte atau aliran kepercayaan di Bali tumbuh subur dan sangat banyak. Diantaranya, Sekte Bhairawa, sekte Siwa, dan lain-lainnya. Sehingga tidak mengherankan di Bali pada waktu itu, konflik antar sekte/aliran kerap terjadi. Saling tikam, saling adu ilmu  hitam dan lain-lainnya. Maka, oleh Sang Mpu, dibawakanlah sebuah konsep tata kelola pemerintahan adat di Bali, yang bernama Desa Pekraman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah rapat besar yang dihadiri oleh seluruh sekte-sekte yang ada di Bali, tepatnya diadakan di sebuah Pura di Bali tengah(sekarang bernama Pura Samuan Tiga), disepakati, seluruh sekte-sekte/sampradaya dilebur menjadi tiga. Pada waktu itu sang pemimpin rapat akbar, yakni Mpu Kuturan memperkenalkan konsep Kahyangan Tiga beserta perangkat pendukung utamanya yakni Desa Adat/Pekraman. Konsepsi Kahyangan Tiga atau Tri Kahyangan ini terdiri dari Kahyangan/Pura Desa, sebagai tempat suci pemujaan terhadap manifestasi Tuhan sebagai Dewa Brahma,sebagai pencipta, Kahyangan/Pura Puseh, sebagai tempat memuja Tuhan dalam manisfestasinya sebagai Dewa Wisnu, simbul pemelihara dan Kahyangan/Pura Dalem, sebagai tempat suci memuja manifestasi Tuhan sebagai Dewa Ciwa, sebagai pemralina/mengembalikan segala sesuatu ke asalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen penyangga utama Tri Kahyangan ini adalah Desa Pekraman atau Desa Adat. Segala macam bentuk aktifitas lahir bathin di desa Pekraman dibungkus oleh pelaksanaan filosofi Tri Hita Karana dalam prakteknya. Dengan daya dukung yang berlapis-lapis demikian, sebetulnya dapat kita lihat secara langsung, betapa kokohnya pilar pulau Bali yang bernama Desa Adat/Pekraman ini. Ditambah daya dukung yang secara riil dibuktikan dengan kehidupan adat istiadat di Bali yang begitu kuat menjiwai agama Hindu yang dipeluk mayoritas warga Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai kearifan lokal Bali seperti semangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;menyame braya&lt;/span&gt;, sagilik-saguluk salulung sabayantaka sarpanaya (susah senang, senasib sepenanggungan), &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngayah&lt;/span&gt;, dan lain sebagainya sesunggguhnya dalam praktek dari zaman dulu sudah menjadi jaminan akan betapa kuatnya ikatan bathin orang Bali, baik terhadap keluarga, leluhur, Tuhan dan tanah kelahirannya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Local genius&lt;/span&gt; diatas ditambah lagi dengan heroic power yang menjadi slogan leluhur dan pejuang Bali pada masa perang melawan penjajah Belanda baik pada masa perang kerajaan-kerajaan di Bali melawan Belanda maupun pada masa revolusi fisik. Pembaca tentu masih ingat istilah ini, PUPUTAN! Sekali kata powerful ini terpekik maka kobaran semangat laksana api nan membara pasti akan terletup dari setiap sanubari orang Bali. Keunggulan orang Bali juga terletak pada sikap ramah-tamah dan permisif terhadap tamu yang datang. Sehingga tidak mengherankan ditambah daya dukung alam dan budaya yang mempesona, sikap hospitality ini ternyata menjadikan pulau dewata ini menjadi tempat wisata yang begitu terkenal di dunia. Umumnya, wisatawan yang datang ke Bali memuji keramahan orang Bali. Dan ini pun berlaku bagi orang-orang Bali yang merantau ke luar daerah/negeri. Sikap ini seakan menjadi trade mark orang Bali kapan dan dimana saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warisan alam, adat-istiadat dan budaya Bali merupakan jaminan lain bagi setiap orang luar Bali untuk mengagumi Bali. Betapa tidak, hamparan alam menghijau, pantai yang indah menawan, upacara adat yang tiada henti, dan lain sebagainya, seakan melengkapi detak-detik denyut nadi kehidupan masyarakat Bali yang sudah barang tentu menjadi konsumsi yang menarik orang luar untuk 'menikmati' Bali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelemahan/Weakness&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita lihat dari aspek daya dukung diatas(Strength-red), sepertinya kita begitu terlena, dinina-bobokan oleh segala sesuatu yang indah tentang kehidupan adat istiadat di Bali. Namun, disisi lain, kita harus menyadari bahwa ada banyak celah yang kerapkali menjadi titik lemah sehingga tidak mengherankan kita baca, dan jumpai terjadinya berbagai konflik horizontal yang melibatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;semeton&lt;/span&gt; Bali sendiri. Adapun Kelemahan-kelemahan tersebut akan penulis coba membedahnya menjadi 2, yakni faktor internal dan faktor eksternal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Faktor Internal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mulai memudarnya rasa menyama braya dikalangan masyarakat Bali&lt;br /&gt;Hal ini dikarenakan berbagai faktor, diantaranya persaingan ekonomi, sosial, rasa iri hati dan orientasi masa depan yang mulai berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Awig-Awig yang tidak fleksible&lt;br /&gt;Harus diakui, ditengah persaingan global dewasa ini, keberadaan aturan desa pekraman yang bernama awig-awig, masih cukup relevan dalam mengatur tata-titi kehidupan sosial dalam lingkungan desa pekraman. Namun, harus diakui pula dibeberapa wilayah desa pekraman di Bali, masih ada desa yang memiliki awig-awig yang belum lentur. Contoh misalnya aturan mengenai manak salah di salah satu wilayah desa di Bali. Belum lagi masalah ngaben yang sering memicu konflik dibeberapa tempat dengan berbagai faktor penyebabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Perbedaan Visi dan Misi Warga&lt;br /&gt;Seperti pada faktor nomer a, dengan berbagai faktor penyebabnya, perbedaan pandang diantara warga desa acapkali berujung pada konflik horisontal baik secara individu maupun kelompok. Dalam arti bahwa, demokrasi( perbedaan pendapat ), masih sering dimaknai sebagai bentuk permusuhan oleh sementara oknum dan kondisi ini sering menjadi ajang provokasi sehingga menjadi suatu kondisi kontraproduktif kolektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Suryak Siyu, Kesepakatan Emosional&lt;br /&gt;Di Bali ada istilah suryak siyu, yang berarti koor massal terhadap suatu hal yang bisa berarti persetujuan  atau penolakan terhadap sesuatu yang pada mulanya dimulai oleh seseorang atau beberapa orang kemudian menjadi persetujuan massal yang biasanya didasarkan atas gerak emosional tanpa pertimbangan yang matang. Sikap ini acapkali melahirkan hal-hal yang kontraproduktif terhadap suasana kondusif di lingkungan desa pekraman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sekilas beberapa faktor internal yang kerap penulis jumpai di lingkungan penulis, sehingga perspektif ini bersifat debatable dan one traffic perspective menurut penulis belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Faktor Eksternal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan faktor eksternal yang mendorong terjadinya pelemahan dari ketahanan masyarakat adat di Bali antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Serbuan pengaruh luar/asing/luar negeri secara masif baik melalui mobilisasi kependudukan maupun media.&lt;br /&gt;Adanya migrasi kependudukan dari dalam wilayah Bali sendiri maupun dari luar Bali kedalam menjadi salah satu penyebab tergerusnya nilai-nilai kearifan lokal di Bali. Dikatakan demikian karena secara langsung maupun tidak langsung hal ini berdampak kedalam secara fisik, maupun psikis. Contoh sederhana, pengaruh budaya barat memakai bikini, atau pakaian terbuka lainya, menjadi begitu biasa di Bali. Sistem rumah susun yang banyak diterapkan di Jawa/Jakarta, menjadi tren di Bali dengan keberadaan apartemen (yang merupakan kata lain rumah susun), kondominium dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecanggihan media massa baik elektronik maupun cetak memberi warna cukup signifikan dalam rona kehidupan masyarakat Bali. Dan ini tidak dapat dicegah karena semakin mudahnya akses terhadap kemajuan teknologi dewasa ini. Hal ini, juga dikarenakan tingkat perekonomian masyarakat yang semakin membaik karena dukungan sektor pariwisata yang menjadi andalan Bali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpindahan penduduk dari desa ke kota, dari luar Bali ke Bali juga menjadi salah satu faktor pendorong pelemahan ini. Semua orang ingin hidup lebih baik, dan kota adalah salah satu harapan untuk mewujudkannya. Pulau Bali bagi pendatang luar daerah, ibaratnya seperti gula yang membuat semut-semut kecil dan nakal berbondong-bondong datang ingin menikmatinya. Disadari atau tidak, hal ini juga menimbulkan ekses yang bisa melemahkan ketahanan masyarakat adat Bali. Dikatakan demikian, karena setiap individu atau kelompok yang ber-migrasi ke Bali atau ke kota Denpasar misalnya datang membawa budaya, kebiasaan masing-masing. Dan ini tentu akan menyebabkan terjadinya persinggungan(pertemuan) budaya. Kalau budaya berjodoh, maka akan terjadi akulturasi budaya. Nah kalau tidak, nah ini, harus diwaspadai bisa menimbulkan kondisi 'ketidaknyamanan sosial budaya'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ketidaksesuaian Regulasi Nasional dengan Aturan Setempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang bisa menyebabkan terjadinya goncangan sosial lokal(local cultural shock, adalah adanya 'pemaksaan' peraturan pusat (pemerintah RI), yang tidak sesuai dengan nafas kearifan lokal Bali. Misalnya penerapan UU Pornografi secara nasional yang sampai saat ini masih  ada pada wilayah abu-abu alias 'saru gremeng'. Padahal kehidupan sosial budaya Bali yang sudah berjalan dari ratusan tahun silam, dominan mendobrak poin-poin  krusial dalam UU Pornografi. Apalagi kecenderungan multitafsir dalam penerapannya. Contoh: lukisan orang/wanita telanjang. Dari kalangan seniman, pasti menilai lukisan tersebut dari sudut estetika dan seni. Kalau ini dihadapkan pada ranah hukum UU pornografi, kecenderungannya adalah adanya 'adu kesaktian' penafsiran secara yuridis oleh para ahli hukum nantinya di meja pengadilan. Yang tentu akan menguras waktu, dana dan pikiran. Atau memang ini yang diinginkan? Supaya para ahli hukum ada kerjaan? Proyek? Who knows....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Opportunity/Peluang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping poin-poin diatas, dari sekian kelebihan dan kelemahan yang ada, tentu ada pula peluang atau kesempatan dalam memaknai permasalahan Desa Adat dalam praktek nyata. Kuncinya adalah pada PENGELOLAAN ATAU MANAJEMEN MASALAH. Dikatakan demikian karena dari kelebihan atau kelemahan dari desa adat ini, kalau mengelola tidak bisa, maka kehancuran sudah pasti. Dalam pengelolaan ini diperlukan leadership desa pekraman yang baik. Di Bali sudah ada kearifan lokal seperti &lt;i&gt;asta brata &lt;/i&gt;kepemimpinan. Subyek utama dari kata PENGELOLAAN ini adalah tentu faktor &lt;b&gt;manusia&lt;/b&gt;-nya.Dan ini adalah tugas semua pihak, mulai dari pengurus/prajuru desa pekraman, warga desa,dan awig-awig sebagai aturan yang akomodatif. Sedangkan pemerintah daerah Bali berserta jajarannya adalah bertindak sebagai pengayom, pelindung yang netral dan senantiasa mencari &lt;i&gt;win-win solution &lt;/i&gt;yang bijaksana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan hal diatas, tidaklah mudah dan perlu kerjasama semua pihak. Untuk mewujudkan sesuatu yang baik, perlu perjuangan. Untuk itu, diperlukan kesamaan langkah setiap komponen masyarakat desa pekraman diatas perbedaan yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Threats/Tantangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan yang dihadapi oleh desa pekraman di Bali seperti rumusan metode diatas,bersumber dari dalam maupun dari luar(baca penjabaran diatas-pen). Dan tantangan ini pun harus dipilah sebagai tantangan jangka pendek ataupun tantangan jangka panjang. Dalam menghadapi tantangan-tantangan ini, diperlukan kesiapan SDM (sumber daya manusia), untuk itu diperlukan suatu sistem regenerasi kepemimpinan desa pekraman; yang mana penulis amati sudah berjalan dengan adanya Sekehe Teruna-teruni, &lt;i&gt;Dedaha&lt;/i&gt;(perkumpulan warga muda) di tiap desa pekraman. Dan ini adalah sumber kekuatan desa pekraman yang sesungguhnya. Pendoktrinan filosofi luhur Tri Hita Karana haruslah dijalankan secara konsekwen, berkelanjutan dan sungguh-sungguh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ADAPUN INTISARI TULISAN INI YAKNI PENULIS MENGAJAK SEMUA PIHAK UNTUK MULAT SARIRA. MARI KEMBALI KE DALAM SANG DIRI. SEMOGA SEMUA PIHAK TERCERAHKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanggrahan keramat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-7844452652259021723?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/7844452652259021723/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/07/desa-adat-pemecah-masalah-yang-kerap.html#comment-form' title='10 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/7844452652259021723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/7844452652259021723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/07/desa-adat-pemecah-masalah-yang-kerap.html' title='Desa Adat,  Pemecah Masalah yang Kerap  Menjadi Masalah'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPh9xcZi33I/AAAAAAAAAOg/hgPzKHY7c5s/s72-c/penglipuran_bali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-5584127016749649735</id><published>2009-06-14T04:53:00.007+08:00</published><updated>2011-08-30T13:30:39.580+08:00</updated><title type='text'>Sekilas Tentang Siat Peteng</title><content type='html'>Sobat Sekalian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPiA65C6BqI/AAAAAAAAAOs/70GFu3GW-8g/s1600/leak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPiA65C6BqI/AAAAAAAAAOs/70GFu3GW-8g/s1600/leak.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya penuh dengan makna-makna Ilahi yang sangat dalam. Termasuk didalamnya keberadaan dunia nyata dan tidak nyata. Dalam bahasa Bali dikenal dengan istilah &lt;i&gt;sekala dan niskala&lt;/i&gt;. Perang atau pertempuran lumrah terjadi di dunia nyata. Namun perang yang terjadi di dunia niskala atau alam yang tidak kelihatan ini tentu mengundang rasa penasaran anda bukan?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penulis akan mencoba menguak sedikit tentang dunia niskala yang sumbernya penulis dapat dari wawancara dengan beberapa nara sumber pelaku perang niskala ini. Mereka kebetulan adalah keluarga dekat penulis sendiri yang berprofesi sebagai sulinggih/Pemangku Pura.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Orang tua ini giginya sudah pada tanggal/ompong. Beliau adalah salah satu orang yang dituakan di desa tempat penulis tinggal. Disamping sebagai petani tulen, beliau adalah seorang Pemangku Pura di tempat kelahiran penulis. Pekak Kicen demikian beliau sering disapa,juga masih terhitung kerabat dekat keluarga kami. Pada suatu senja, iseng-iseng penulis ngobrol dengan beliau tentang dunia niskala. Katanya pada era tahun 80-an, beliau sering main-main ke alam lain. Namun mengemban misi yang mempertaruhkan nyawa. Yakni berperang tanding. Wow!.., penulis sangat tertarik mendengarnya. &lt;br /&gt;Dikisahkannya, bahwa alam niskala itu kurang lebih sama dengan alam tempat manusia, cuman bedanya, dimensinya berbeda, menurut beliau, hanya orang-orang yang memiliki kemampuan tertentu,orang-orang yang memiliki karma tertentu atau orang-orang pilihan yang bisa menembus alam  lain ini. Dan kalau ikhwal Pekak Kicen menjadi pemangku pun tidak terlepas dari unsur niskala.&lt;br /&gt;Singkat cerita, beliau mendapat 'mandat' dari 'sesuhunan'-nya untuk bertarung menguji kesaktian di medan laga. Merujuk istilah Pekak Kicen adalah bertarung di arena tajen, menjadi 'ayam aduan'. Hari menjelang sore, Pekak Kicen sudah menuju bilik tempat tidurnya. Dia bilang kepada seluruh keluarga dirumah bawa dia mau tidur awal, jangan diganggu katanya. Nah, begitu memejamkan mata, sukma-nya langsung terbang ke suatu tempat nun disana. Dan sampailah beliau di sebuah arena, yang katanya mirib arena tajen atau sabungan ayam. Dan komplit, ada dagang, ada penonton, pokoknya sebagaimana layaknya arena tajen di Bali. Tapi, tokoh-tokoh tajen seperti &lt;i&gt;saye&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;pekembar&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;penglingsir&lt;/i&gt;, wajah mereka tidak kelihatan jelas. Menurut Pekak Kicen, mereka adalah para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sesuhunan&lt;/span&gt; Pura yang anak buahnya menajdi ayam aduan di arena tersebut. Mengenai tempatnya, masih menurut Pekak Kicen, seperti berada di atas awan, tapi dia masih bisa menjejakan kaki. Pendek kata, mulai lah Pekak Kicen dan lawannya bertarung, seperti layaknya pertarungan di alam nyata.Menurutnya, selama pengalaman beliau, syukurnya selalu menang tapi kalau terluka sudah sering katanya. Menurut Pekak Kicen, ada aturan baku di dunia &lt;i&gt;siat peteng&lt;/i&gt; ini, bagi pihak yang kalah tarung, dalam arti kalah dengan resiko kematian, dia boleh meminta tempo mengulur kapan mau di ambil nyawanya. Hal ini dimungkinkan apabila si pihak yang kalah, masih punya urusan atau tugas di alam nyata. Pernah suatu ketika, diperkuat penuturan orang tua penulis, Pekak Kicen ini sakit keras, namun dokter tidak menemukan penyakitnya. Namun, si Pekak ini mengatakan  dia akan sembuh sendiri nanti, tidak perlu diobati karena hanya luka ringan. Secara fisik tidak tampak luka itu, tapi kepada bapak penulis beliau menunjukan di perutnya ada garis sayatan berwarna biru yang sangat tipis dan nyaris tidak kelihatan. Menurut Pekak Kicen, pada saat beliau bertarung &lt;i&gt;siat peteng&lt;/i&gt;, lawan yang dihadapi sangat tangguh, sampai membuatnya terluka, namun masih bisa diatasi. Ciri-ciri kalau disuatu tempat ada siat peteng menurut Pekak Kicen, biasanya ada semacam hawa panas, dan udara tidak bersahabat, dan biasanya akan diikuti dengan  pemunculan bola-bola api, baik besar maupun kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini penulis perkuat dengan pengalaman penulis sendiri, ketika bekerja di sebuah hotel di Ubud. Kebetulan waktu itu dapat tugas jaga malam. Waktu itu tepat pukul 01.00 dini hari. Tiba-tiba satpam teman kerja menunjuk-nunjuk sesuatu  keatas langit, dan mengajak penulis ikut menyaksikan. Dan tampaklah oleh penulis, 3 buah bola api, beterbangan di udara saling adu tinggi, aneh..! Menurut teman tadi, itulah ciri para tokoh &lt;i&gt;siat peteng&lt;/i&gt; sedang adu sakti. Anda para pembaca boleh percaya atau tidak dengan fenomena ini. Dan sebenarnya masih banyak kisah serupa yang terjadi dan mungkin lebih seru. Moga lain kali penulis ada waktu menceritakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanggrahan Keramat Karibia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-5584127016749649735?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/5584127016749649735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/06/sekilas-tentang-siat-peteng.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/5584127016749649735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/5584127016749649735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/06/sekilas-tentang-siat-peteng.html' title='Sekilas Tentang &lt;em&gt;Siat Peteng&lt;/em&gt;'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPiA65C6BqI/AAAAAAAAAOs/70GFu3GW-8g/s72-c/leak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-8558991090259969574</id><published>2009-06-12T03:34:00.004+08:00</published><updated>2011-09-12T15:31:17.434+08:00</updated><title type='text'>Menakar Peluang Para Kandidat Capres RI</title><content type='html'>Pembaca yang budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-yYTfvNveRC4/Tm21OYJ14rI/AAAAAAAAAQs/gdyvwvmVrVg/s1600/presiden_indonesia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" src="http://1.bp.blogspot.com/-yYTfvNveRC4/Tm21OYJ14rI/AAAAAAAAAQs/gdyvwvmVrVg/s320/presiden_indonesia.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sebentar lagi tepatnya tanggal 8 Juli 2009, bangsa Indonesia kembali akan menggelar pesta demokrasi jilid II. Sebelumnya pemilu legislatif sudah digelar yang seperti kita ketahui bersama masih menyisakan berbagai persoalan. Mulai dari kisruh DPT, Pemilu ulang, caleg stress, dan lainnya. Dalam waktu dekat ini, kembali para putra-putri terbaik bangsa akan berkompetisi memperebutkan tahta menjadi orang nomer satu di republik ini.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SBY-Boediono&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pasangan ini adalah kombinasi incumbent dengan cawapres yang merupakan anak buahnya di kabinet. Diusung oleh partai demokrat dan partai-partai tengah seperti PKS, PKB, PAN, dan partai gurem lainnya, menjadi salah satu kandidat terkuat. Dengan tidak menutup kemungkinan bisa terjungkal, mengingat potensi 'swing voter' yaitu massa mengambang yang masih belum menentukan pilihannya secara pasti. Dalam arti kata, mereka bukan sebagai simpatisan, kader partai. &lt;br /&gt;Sebetulnya pasangan SBY - Boediono adalah pasangan yang 'tidak diharapkan' oleh partai-partai pendukung SBY. Hal ini dikarenakan Boediono adalah berasal dari kalangan intelektual bukan dari partai. Namun, pilihan ini tentu merupakan pilihan hati SBY selaku capres. Dan ini sebetulnya adalah jalan tengah bagi partai-partai pendukung SBY. Seperti umum diketahui, partai pendukung SBY ini semua ngotot calonnya "gol" jadi cawapres pendamping SBY. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peluang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dengan bermodalkan dukungan yang signifikan hasil pemilu legislatif lalu ditambah dengan swing voter tadi, maka besar kemungkinan pasangan SBY-Boediono yang akan maju hingga putaran kedua pilpres. Dengan asumsi bahwa tidak ada pasangan yang mencapai perolehan suara lebih dari 50% plus 1. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tantangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pasangan SBY-Boediono bukannya tanpa cela. Bahkan pondasi yang dibangun ditengarai cukup rapuh. Hal ini dikarenakan terbelahnya suara internal partai-partai pendukung SBY. Oke-lah kita lihat, partai demokrat sangat solid mendukung. Namun coba kita amati PKS yang notabene-nya kurang sreg dengan Boediono, belum lagi PAN yang terpecah menyusul 'ngambek'-nya  Mas Tris - panggilan akrab sang ketua umum, Soetrino Bachir. Demikian juga PKB yang jauh-jauh hari sudah terbelah duren karena kisruh internal tak berkesudahan antara pro Cak Imin denga Gus Dur. Dari sudut pandang ini, SBY-Boediono berpotensi menelan kekalahan telak dari lawan-lawannya. Stigma yang tercap pada pasangan SBY, Pak Boediono sebagai neoliberalis penulis rasa hanya dirasakan oleh kaum-kaum intelektual dan masyarakat menengah keatas. Sedangkan potensi suara pilpres hampir 65% adalah berada di kantong-kantong masyarakat pedesaan dan kaum kelas bawah. Untuk yang satu ini, SBY masih cukup mempunyai nilai lebih dari calon lainnya. Karena cap pemerintahan SBY saat ini relatif cukup baik di mata masyarakat bawah. Disamping secara fisik penampilan duo SBY-Boediono cukup meyakinkan. Dengan slogan BISA, apakah SBY akan mampu mendulang sukses??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JK - Win, Lebih Cepat &amp;amp; Lebih Baik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi pasangan incumbent yang turut berlaga dalam pentas pilpres kali ini adalah pasangan Jusuf Kalla dan Wiranto. Seperti kita ketahui, Jusuf Kalla adalah Wakil Presiden saat ini dan Wiranto adalah mantan orag terkuat di TNI. Duo ini ditopang oleh partai Golongan Karya (Golkar) dan Hanura, partai besutan Wiranto serta partai-partai gurem lain pendukungnya. Secara matematis, Golongan Karya adalah partai lawas yang pada pemilu legislatif lalu menjadi juara II denga meraih kisaran suara 14%. Namun harus diakui SDM Golkar tergolong paling mumpuni dibanding dengan  partai pemenang Pemilu, Demokrat sekalipun. Hanura, partai new rockie ini pun tidak boleh dianggap enteng, sebagai partai baru, dengan memperoleh suara kisaran 4-5 % sudah cukup bagi Hanura untuk lolos parliamentary Treshold, sebagai salah satu syarat untuk lolos sebagai peserta pemilu periode berikutnya. Apa yang dihandalkan Golkar &amp;amp; Hanura? Dari pengamatan penulis selama ini, massa dan kader Golkar adalah tergolong pemilih setia Golkar walaupun  partai beringin ini kena badai sekalipun. Hal ini tidak mengherankan karena sikap mental ini sudah tertanam dari sejak zaman orde baru. JK, selama menjadi Wapres SBY kerap melakukan gebrakan-gebrakan populis yang melambungkan namanya. Termasuk pada saat perdamaian Aceh berhasil dipancangkan, peran Jk cukup signifikan, memang JK adalah seorang negosiator ulung dan berpengalaman dalam urusan politik. Dengan track record seorang pengusaha, tentu adalah muah bagi JK mengambil hati para saudagar dan pengusaha kelas atas di negeri ini. Dan salah satu keuntungan sosial pasangan ini adalah kombinasi luar jawa dan jawa yang dimiliki JK-WIN yang harus diakui, tidak dimiliki oleh pasangan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peluang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pasangan JK-Win paling berpeluang menjadi kompetitor berat SBY-Boediono. Dikatakan demikian karena disamping mempunyai massa riil dan terstruktur, mereka juga boleh dikatakan pasangan yang mewakili wilayah nusantara,karena perpaduan jawa-luar jawa. dan cukup diterima oleh kalangan umat islam. Jangan lupa bahwa negeri ini dengan jumlah muslim yang cukup besar, ikatan emosional ke-islaman tidak bisa dipungkiri.Apalagi dalam banyak kesempatan JK - WIN selalu berusaha menampilkan istrinya masing-masing dengan pakaian bernuansa islami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tantangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pasangan ini bukannya tanpa cela. Sebut saja di partai Golkar, saat ini kuat ditengarai ada banyak faksi di tubuh Golkar, sebut saja faksi triple A(Agung Laksono, Akbar, Aburizal Bakrie) yang bermain di wilayah abu-abu. Dikatakan demikian satu sisi kaki mereka masih di Golkar, sisi yang lain mereka juga adalah pelopor dan pendorong JK untuk kembali berpasangan dengan SBY dulu. Nah, secara kelembagaan bolehlah triple A solid ke JK namun secara pribadi siapa tahu. Faksi yang lagi satu, kelompok Surya Paloh, yang mungkin pembaca sempat simak, bagaima Bos Metro TV ini dulu getol 'menikahkan' Golkar dengan PDIP, melalui Taufik Kiemas. Sangat mungkin gesekan faksi-faksi ini akan kentara pada saat hasil pilres sudah nyata secara matematis. Dan hal ini, mari kita buktikan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah JK - WIN mampu lebih cepat lebih baik dan menjadi pemenang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Mega-Prabowo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak Mega, ketua umum PDIP ini tentu banyak belajar dari kekalahannya saat pemilu 2004 lalu, ketika harus dipecundangi mantan bawahannya di kabinet, Soesilo Bambang Yudhoyono. Terpilihnya Prabowo sebagai pendamping Mega merupakan puncak dari deal politik antara kedua kubu. Prabowo sangat berambisi menjadi RI 1. Disamping itu logistik politiknya sangat kuat dengan latar belakang militer dan pengusaha menjadi jaminan buat Prabowo menawar lebih kepada Mega. Dengan didukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Gerindra, serta partai-partai gurem lainnya macam PNI Marhaenisme, dll, pasangan ini mencoba merebut simpati wong cilik dengan slogan ekonomi kerakyatannya. Tanpa mengecilkan peran partai, tampaknya prediksi penulis pasangan ini akan menjadi nomer buncit dari ketiga pasang capres-cawapres diatas. Apa dasarnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tantangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pilpres langsung ini adalah memilih figur bukan partai, dari segi partai saja, PDIP sudah kalah dari Demokrat dan Golkar, belum lagi kalau kita menyadari budaya pilih kaum muslim di Indonesia yang senantiasa mengedepankan laki-laki. Sampai detik ini pun Mega oleh sebagian kalangan umat islam, diragukan ke-islaman-nya. Lain lagi Prabowo yang memiliki track record Jenderal yang cukup kelabu(saya kira pembaca sudah bisa membacanya). Yang tentu saja hal ini, akan menjadi hambatan dalam mendekatkan diri dengan massa kaum intelektual baik akademisi maupun mahasiswa. Belum lagi, cap bahwa pada masa Mega jadi presiden yang lebih banyak diamnya yang cenderung membuat sementara orang jadi bertanya ini diam emas atau karena tidak tahu apa-apa? Cukup sulit rasanya bisa menggol-kan pasangan ini bisa melaju ke putaran kedua. Kecuali kekuatan logistik Prabowo yang nanti bergerak cepat, maka hasilnya akan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peluang&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;Secara umum, pasangan Mega-Pro tetap punya peluang menjadi jawara asalkan mampu memaksimalkan mesin politiknya dan pada detik-detik pilpres nanti mampu menggulirkan sebuah terobosan signifikan yang menyentuh hati para calon pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anda? Sudah siap ikut nyontreng? Selamat, semoga Pilpres kali ini dapat berjalan dengan aman, lancar dan penuh keikhlasan, baik yang menang maupun yang kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padepokan Pesanggrahan Keramat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karibia, Juni 2009,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-8558991090259969574?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/8558991090259969574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/06/menakar-peluang-para-kandidat-capres-ri.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8558991090259969574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8558991090259969574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/06/menakar-peluang-para-kandidat-capres-ri.html' title='Menakar Peluang Para Kandidat Capres RI'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-yYTfvNveRC4/Tm21OYJ14rI/AAAAAAAAAQs/gdyvwvmVrVg/s72-c/presiden_indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-2918356853900570605</id><published>2009-06-12T02:29:00.007+08:00</published><updated>2011-08-30T13:31:07.958+08:00</updated><title type='text'>Cincin Tersedot, Perut Tercambuk &amp; Air Suci</title><content type='html'>Pembaca,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan berikut adalah sambungan dari kisah penulis waktu "tamasya spritual" di Alas Purwo, tepatnya di pura Luhur Giri Selaka, Banyuwangi, Jatim.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu penulis bersama rombongan merebahkan diri di lantai tanah pura situs(masih di kompleks Pura Luhur Giri Selaka), ada kejadian yang menimpa salah satu anggota rombongan. Sebut saja Pak Bagus, Dan beliau  baru mau cerita tatkala dalam perjalanan pulang menuju Bali. Menurut Pak Bagus, pada malam itu, dia merasa perutnya ada yang mencambuk habis-habisan. Katanya yang mencambuk perutnya sesosok tua. Pak Dewa, yang hafal betul dengan seluk-beluk sekala-niskala Alas Purwo, dengan bercanda, menanyakan kepada Pak Bagus, apabila dia ada menelan sesuatu, demi kekebalan tubuh, atau jimat. Pak Bagus, dengan malu-malu mengakui, bahwa dulu dia memang pernah "menguntal" atau menelan, sejenis mirah untuk proteksi diri dari serangan gaib. Namun menurutnya itu sudah lama dileburnya. Menurut Pak Dewa, kejadian itu sebenarnya menjadi peringatan buat Pak Bagus dan juga yang lainnya, kalau hendak sembahyang ke Alas Purwo,atau masuk ke areal angker Alas Purwo haruslah bersih lahir bathin. Kalau ternyata ada yang memakai sabuk kekebalan, jimat, membawa senjata gaib ataupun diiringi oleh pasukan gaib, lebih baik disimpan dirumah.Intinya, kalau sembahyang ke Alas Purwo para pemedek harus dalam keadaan "kosong". &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tirtha Suci yang Membuat Pak Camat Ketakutan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, sampailah kami di Bali. Tirtha campuran yang kami dapat di Pura-pura yang kami kunjungi di tanah Jawa, saya bagi rata. Dan salah satunya di minta oleh Camat Denpasar Timur waktu itu. Dan saya pun "memundut" tirtha tersebut  pulang kerumah. Besoknya saya bertemu dengan Pak Dewa di kampus, dan beliau cerita bahwa ada kejadian cukup menarik yang terjadi di kantor camat Dentim. Menurut Pak Dewa, Pak Camat "melinggih"-kan tirtha tanah jawa tersebut di "plangkiran" ruangan kantornya. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba Pak camat memiliki rasa takut masuk ruangannya itu. Sangat takut. Dan ketakutan ini disampaikan ke Pak Dewa. Pak Dewa menanyakan apakah Pak Camat sudah mempersembahkan canang sari sebelum "melinggihkan"tirtha tersebut. Belum katanya. Kontan Pak dewa memperingatkan Pak Camat untuk jangan sembarangan meletakkan tirtha suci tersebut seperti menaruh barang pada umumnya. Saran ini dituruti Pak Camat, dan perasaan beliau pun tenang kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirumah, saya pun melinggihkan tirtha tersebut di kamar suci. Dan sampai sekarang masih ada dirumah dan kadang saya campur dengan air suci lainya dengan terlebih dahulu melakukan ritual seperti biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan cincin yang tersedot. Menurut Pak Dewa, memang disekitar Alas Purwo, medan magnet gaib sangatlah kuat. Dan menurut penuturan Pak Dewa perbedaan antara alam nyata dengan alam gaib disana sangatlah tipis. Jadi kita para peziarah spiritual ke tempat tersebut haruslah ekstra hati-hati dan senantiasa menjaga sikap, pikiran dan perbuatan kita. dan menurut Pak Dewa, "para penguasa" atau yang mbaurekso alas purwo amatlah pemurah. Dan penulis saksikan sendiri dirumah Pak Dewa ada berbagai macam benda-beda aneh yang beliau dapatkan disana tanpa sengaja dan ada orang gaib yang memberikan. Seperti keris kecil, bambu tanpa ruas, dll. Yang semua itu menurut Pak Dewa dibiarkan begitu saja karena beliau tidak pernah minta. Itu mungkin karunia Tuhan yang sewaktu-waktu bisa diambil karena semua bersifat sementara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-2918356853900570605?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/2918356853900570605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/06/cincin-tersedot-perut-tercambuk-air.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2918356853900570605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2918356853900570605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/06/cincin-tersedot-perut-tercambuk-air.html' title='Cincin Tersedot, Perut Tercambuk &amp; Air Suci'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-8392332679422427237</id><published>2009-05-29T04:10:00.006+08:00</published><updated>2011-08-13T10:50:32.393+08:00</updated><title type='text'>Catatan Menjelang Pesta Kesenian Bali 2009</title><content type='html'>Kehidupan berkesenian di Bali tercatat dari dulu sudah mendarah daging dalam setiap sendi-sendi kehidupan masyarakat Bali. Seni, begitu menyatu dalam setiap tarikan nafas kehidupan masyarakat Bali sampai sekarang dan entah sampai kapan. Yang jelas, eksistensi seni dan budaya yang ada di Bali terbukti mampu menebar aroma harum seluruh pelosok dunia. Bali demikian terkenal ke seluruh dunia. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu perhelatan akbar yang memayungi kreatifitas seni orang Bali salah satunya adalah Pesta Kesenian Bali(PKB). Dalam pelaksanaannya yang setiap tahun, biasanya terdapat tema sentral dan sub tema yang menjiwai pelaksanaan secara keseluruhan. Biasanya berbagai acara seni digelar, mulai dari sarasehan seni &amp;amp; budaya, pertunjukan, seminar, pawai seni dan lain-lainnya. Pesertanya tidak terbatas dari Bali saja. Tidak hanya propinsi lain di Indonesia yang ikut berpartisipasi, bahkan pesertanya pun berasal dari negara-negara seperti Thailand, China, Korsel, Jepang, Amerika Serikat, dan lain-lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tontonan menarik selama pesta seniman ini digelar adalah pawai seni yang biasanya dipentaskan pada saat pembukaan acara. Betapa gegap gempita para penabuh, penari dan penonton berjubelan di alun-alun lapangan puputan margarana Renon(Kompleks Monumen Bajra Sandhi). Memang, seni yang diramu secara apik akan menjadi sebuah magnet luar biasa dalam menarik orang untuk datang dan berpartisipasi. Untuk skup Bali, peranan lembaga kampus seperti ISI(Institut Seni Indonesia) demikian pentingnya. Sebagai institusi seni, ISI selama ini haru diakui peranannya sangat besar dalam menyuplai orang-orang dan produk-produk seni baik untuk Bali maupun tingkat nasional. Dan  ini, diakui pula oleh para penggiat seni dari belahan dunia yang lain. Sampai mereka( negara-negara lain tsb), mengirimkan wakilnya untuk belajar di ISI Denpasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pawai seni, dalam PKB ini, biasanya tiap malam secara terjadwal, terdapat berbagai pertunjukkan kesenian yang dipusatkan di Art Centre Denpasar. Taman Budaya Denpasar selama hampir dua dasa warsa menjadi saksi bisu berbagai perhelatan akbar seni dan budaya dipertontonkan disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;STIGMA YANG TAK KUNJUNG HILANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa catatan penting yang perlu kiranya diperhatikan oleh pemerintah daerah bali beserta seluruh jajaran terkait. Bahwa image PKB dari tahun ke tahun ada sesuatu yang susah diubah, yakni, kesan bahwa PKB tak ubahnya seperti pasar malam!Yang kerap kali menyisakan berbagai persoalan seperti kemacetan, sampah yang menumpuk, penjual barang dan jasa yang tidak pernah tertib dan kenyamanan dan keamanan pengunjung. Kesan PKB adalah pasar malam begitu kuat tatkala melihat demikian banyaknya pedagang yang berusaha mengais rejeki baik didalam maupun diluar areal Art Centre. Memang, seperti pengamatan penulis  tahun lalu lewat media massa, para pedagang sudah berusaha ditertibkan  dengan menempatkan mereka di los-los yang sudah disediakan. Namun, masih saja terjadi tumpukan pedagang pada titik tertentu. Salah satu ide untuk mencairkan konsentrasi pengunjung dan pedagang dengan melebarkan sayap penampungan parkir, di beberapa desa adat seperti Banjar Bengkel, Sumerta kelod, Seputaran Nusa Indah dll, sudah dilakukan dengan sangat maksimal oleh Desa Pekraman dan Sekehe Teruna. Namun tetap saja, belum menyelesaikan persoalan. Salah satu ide yang pernah terlontar dan patut dicoba adalah dengan menggilir pelaksanaan PKB propinsi ke kabupaten/kota yang tersebar di Bali. Dengan catatan, pembiayaaan tetap dari propinsi dan pusat sedangkan Kabupaten/kota hanya sebagai penyelenggara saja. Hal ini patut dicoba dengan meniru pelaksanaan Porda(pekan olah raga daerah) yang digilir ke kabupaten ke kabupaten/kota. Atau kalau dipetakan, bisa saja pelaksanaannya "dikeroyok" misalnya Kabupaten Buleleng join dengan Kabupaten lain terdekat, Bangli-Klungkung-Karangasem bisa gabung untuk menjadi tuan rumah. Badung-Tabanan-Gianyar-Denpasar digabung jadi satu. Yang jadi persoalan kalu hal ini dilakukan adalah antara kabupaten Jembrana dan Buleleng yang letaknya cukup jauh dengan kabupaten lainnya di Bali. Namun, hal ini bisa diakali dengan mengkhususkan pelaksanaan PKB keliling ini di dua kabupaten tersebut. Artinya, dalam satu waktu, di dua kabupaten tersebut diadakan tersendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEUNTUNGANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kuantitas dan kualitas seni pertunjukan dan lomba akan terjadi kompetisi yang berimbang antara satu kabupaten dengan kabupaten/kota yang lainnya. Disisi ekonomi, akan terjadi pemerataan peredaran uang, tidak hanya numpuk di Denpasar saja. Dan yang paling penting adalah, bagaimana upaya pemerintah dan masyarakat untuk menghargai dan memperhatikan nasib para seniman. Jangan hanya puas ketika mengangkut para seniman tersebut dengan truk-truk sapi dan dibayar murah. Harus ada alokasi dana yang cukup dalam upaya memperhatikan kehidupan para seniman-seniwati yang rela ngayah demi berlangsungnya sebuah hajatan seni dan melestarikan seni itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARAPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Pesta Kesenian Bali tahun ini dapat berjalan dengan baik, lancar dan tertib dan berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padepokan Pesanggrahan Keramat, Penghujung Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-8392332679422427237?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/8392332679422427237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/05/catatan-menjelang-pesta-kesenian-bali.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8392332679422427237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8392332679422427237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/05/catatan-menjelang-pesta-kesenian-bali.html' title='Catatan Menjelang Pesta Kesenian Bali 2009'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-6159191050254311646</id><published>2009-05-24T05:12:00.007+08:00</published><updated>2011-08-30T13:31:19.067+08:00</updated><title type='text'>Tradisi Mesatua Bali, Kearifan Lokal Nan Kian Punah</title><content type='html'>Penulis masih ingat ketika masa-masa kecil dulu, kira-kira awal tahun 80-an, orang tua penulis, terutama Bapak, begitu gemar mesatua siap selem dan Ketimun Emas. Teringat betapa ketika itu penulis bersama saudara-saudara yang lain begitu tertegun tatkala mendengar cerita tentang Siap selem yang penuh dengan nilai-nilai kasih sayang keluarga dan pengenalan tentang sifat baik dan buruk. Bagaimana sekarang?&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPh_e8Uc-fI/AAAAAAAAAOk/1iCWbB19oaQ/s1600/Fox_in_the_Hen_House_Color_Landscape75.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://3.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPh_e8Uc-fI/AAAAAAAAAOk/1iCWbB19oaQ/s200/Fox_in_the_Hen_House_Color_Landscape75.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Indonesia yang sarat dengan adat dan istiadatnya, juga memiliki berbagai jenis cerita rakyat yang penuh dengan pesan-pesan kearifan. Sebut saja di Bali, ada ratusan macam cerita rakyat seperti: Cerita Siap(ayam) Selem(hitam), ketimun Mas, I Bawang &amp;amp; I Kesuna, Cupak &amp;amp; Gerantang, dan lain-lainnya. Di daerah lain, seperti Padang, Sumatera Barat, ada cerita Malin Kundang. Biasanya, cerita-cerita itu, dituturkan oleh para orang tua kepada anak-anaknya menjelang tidur ataupun pada saat santai sore dirumah. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penulis sendiri mengalami hal ini. Dimana orang tua penulis dulu sering bercerita tentang &lt;i&gt;Siap Selem&lt;/i&gt; menjelang tidur. Sekilas ceritanya begini:"Ada cerita, seekor ayam betina bernama I Siap Selem( Si Ayam Hitam Betina), dia mempunyai anak cukup banyak, I Siap selem ini adalah tipikal ibu yang sangat protektif terhadap anak-anaknya dan juga sangat cerdik. Anaknya yang paling bungsu bernama I Ulagan(Si tanpa Bulu). Keluarga Ayam ini mempunyai musuh abadi bernama Men Kuwuk(Rubah;Lubak). pada suatu hari, keluarga ayam ini berkelana mencari makan sampai sore hari, tanpa dinyana, mereka tersesat dan pada saat itu hujan dengan lebat. Rombongan keluarga ayam yang berjumlah 7 orang termasuk si bungsu Ulagan, tersesat dalam sebuah hutan, mereka tiba didepan sebuah rumah yang ternyata adalah rumah Men Kuwuk(Si Lubak), Rubah adalah binatang yang gemar memangsa ayam. Mendapat tamu yang adalah mangsanya, tentu saja Men Kuwuk dan family girang bukan kepalang, Mereka mempersilahkan keluarga ayam untuk menginap di rumah mereka. Tapi, ternyata Si Siap Selem, sudah waspada dengan kebaikan Men Kuwuk. Karena dia tahu sepak terjang Si Lubak terhadap kaum ayam. Dan masing-masing nich..sudah pada atur strategi, Si Lubak dengan strategi santap malam daging ayamnya sedangkan Si Ayam Hitam dengan strategi melindungi anak-anaknya dari dingin dan derasnya air hujan tapi juga memasang jebakan untuk Lubak &amp;amp; family.  Singkat cerita, hujan sudah reda, belakang rumah tempat keluarga ayam berlindung, keluarga ayam sudah menyiapkan rencana. Mereka akan kabur dari rumah Si Lubak dan memasang jebakan batu. Di bagian lain, Si Lubak dan anak-anaknya  sudah siap-siap mengintai dan menerkam mangsa lezat di rumah mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam yang mencekam, Si ayam hitam sudah mengintruksikan anak-anaknya untuk satu persatu kabur dari rumah Si Lubak. pertama yang paling sulung, karena mempunyai sayap disuruh terbang melompati pagar rumah Si Lubak. Terdengarlah suara, Blurrrr...kedubrakkk...Si Lubak berteriak dari balik kamar, hey Siap Selem apa itu? Dijawab Siap selem, Oh itu ada buah kelapa jatuh, Si Lubak manggut-manggut aja(dalam pikirannya dia ingin memastikan keluarga ayam tertidur semuanya. Demikian seterusnya, satu persatu,anggota keluarga ayam terbang melarikan diri pada malam itu. Sedangkan jebakan berupa batu-batu hitam, juga telah disiapkan menyerupai onggokan ayam tertidur. Ternyata, Si kecil bungsu/Si Ulagan yang tidak punya sayap, tidak bisa ikut menyelamatkan diri. Sang Ibu, dengan berat hati memberi pesan pada si Ulagan untuk menggunakan kecerdikannya untuk menipu para Lubak yang kelaparan. Semua anggota keluarga ayam hitam sudah berhasil menyelamatkan diri, tinggal si Ulagan saja dengan gagah berani menunggui jebakan yang mereka buat. Dan, di sisi lain, seluruh anggota keluarga Lubak sudah semakin mendekat, siap menerkam di suasana gelap gulita itu, tapi sebelum itu Si Lubak mengetes dulu apabila seluruh keluarga ayam sudah tertidur, Si ayam hitam dipanggil-panggil, ayam hitam, ayam hitam! Tidak ada jawaban,ayam hitam, ayam hitam! Lagi tidak ada jawaban. Akhirnya disimpulkan seluruh keluarga ayam sudah tertidur, Semua anggota Lubak pun menyerbu dan melompat ke tempat keluarga ayam. Dannn......ternyata mereka semua menerkam batu-batu hitam yang dikira ayam tersebut. Apa yang terjadi? Karena para Lubak menerkam batu, jadinya, gigi mereka pada tanggal semua, giginya copot! Si Ulagan yang melihat kejadian itu, tidak bisa menahan tawa, karena para lubak garang yang ada didepannya pada tidak punya gigi sama sekali. Lubak-lubak itu meringis kesakitan. Si Ulagan pun bernyanyi,Ngik..Ngik Ngak Gigi Pungak Ngugut Batu( Ngik Ngik ngak, Giginya nerkam batu)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian seklumit kisah Siap Selem yang sering penulis dengar dulu. Apa kira-kira pesan dari cerita itu? Secara umum, anak-anak dipesankan untuk senantiasa bersikap baik dengan mendengar nasehat orang tua dan tidak boleh serakah. Karakter yang baik ditunjukkan oleh anak-anak ayam yang selalu patuh dengan nasehat ibunya, sedangkan karakter jahat diperankan keluarga Lubak yang serakah, loba. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini, tradisi mesatua Bali sudah sangat jarang berkumandang bahkan di desa-desa sekalipun. Hal ini tidak mengherankan, seiring kemajuan zaman dan teknologi, anak-anak sudah dapat menonton TV, video dan lainnya. Tak jarang, tontonan audio visual tersebut, malah berefek negatif terhadap perkembangan masa tumbuh anak baik secara fisik maupun psikologis. Tengok saja, kasus-kasus smack down, pelecehan seksual, pencabulan dan tawuran antar remaja, diakui atau tidak ini adalah salah satu efek domino dari siaran-siaran kekerasan dan seksualitas yang berlebihan di media. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bali, cuman segelintir orang yang kini peduli dengan tradisi satua Bali. Mereka dapat di hitung dengan jari. Sebut saja, Made Taro. Lelaki yang konsen membina sanggarnya, Teater Kukuruyuk ini, begitu bersahaja dalam membina anak-anak dengan permainan tradisional dan cerita rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Sich Keunggulan Tradisi Mesatua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, tradisi mesatua Bali yang dituturkan oleh para orang tua pada anaknya akan terlihat dari perilaku anak tersebut sehari-harinya, apalagi ditambah dengan gaya bertutur yang baik, diterima anak, ada respon dari mereka maka akan ber-efek pada kemampuan mentalnya dalam membedakan baik dan buruk. Jadi saran penulis, seiring perkembangan zaman, anak-anak zaman sekarang, harus sering-sering diberikan cerita-cerita yang menggugah kesadaran mereka akan pentingnya cinta kasih terhadap sesama dan mahluk lainnya. Tidak menjadi soal apabila cerita-cerita itu disisipi dengan cerita tentang tontonan yang ngetren sekarang, seperti dora emon, Sun Gokhu, Dora, dan lain-lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Mesatua Bali,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanggrahan Keramat, May day May day!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-6159191050254311646?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://regional.kompas.com/read/xml/2009/06/14/08122412/ingat.dongeng.sangat.penting.bagi.anak' title='Tradisi Mesatua Bali, Kearifan Lokal Nan Kian Punah'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/6159191050254311646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/05/tradisi-mesatua-bali-kearifan-lokal-nan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/6159191050254311646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/6159191050254311646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/05/tradisi-mesatua-bali-kearifan-lokal-nan.html' title='Tradisi Mesatua Bali, Kearifan Lokal Nan Kian Punah'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPh_e8Uc-fI/AAAAAAAAAOk/1iCWbB19oaQ/s72-c/Fox_in_the_Hen_House_Color_Landscape75.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-6434638143104952852</id><published>2009-05-19T05:00:00.006+08:00</published><updated>2011-08-30T13:40:44.812+08:00</updated><title type='text'>Tirtha Yatra Ke Alas Purwo, Yukkk!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPiF0u9y5DI/AAAAAAAAAOw/cjZM4b3KSjs/s1600/Pura+Giri+Selaka%252C+Alas+Purwo.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://4.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPiF0u9y5DI/AAAAAAAAAOw/cjZM4b3KSjs/s200/Pura+Giri+Selaka%252C+Alas+Purwo.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada suatu waktu medio tahun 2007, penulis tanpa sengaja mendapat kesempatan diajak bertamasya spiritual ke Pura Alas Purwo, Banyuwangi, Jawa Timur. Banyak hal "berkesan" yang penulis dapatkan. Apa aja itu?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Penulis, pada suatu pagi ditelpon oleh mantan dosen waktu kuliah dulu, sebut saja namanya Pak Dewa, mengajak penulis untuk ikut bersembahyang ke Jawa, yakni tepatnya Pura Alas Purwo, Banyuwangi Jatim. Wah, tentu ibarat gayung bersambut, penulis tanpa ragu meng-confirm ajakan ini. Cool man!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita dalam perjalanan jam 9 pagi meluncur dari Denpasar, kami berempat saja. Penulis, Pak Dewa, dan dua orang temannya. Ternyata rute persembahyangan pertama adalah Pura Agung Blambangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pura Agung Blambangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pura ini terletak di tengah perkampungan, penulis lupa nama desanya. Namun sangat megah dan komplit apalagi dilengkapi dengan sarana MCK yang lebih dari memadai. Ada sekitar 10an lebih kamar mandi. Sebelum sembahyang, penulis beserta rombongan menyempatkan diri mandi disana. Sungguh segar! Plus, acara berikutnya mandi spiritual di utamaning mandala Pura Agung Blambangan. Habis sembahyang, kami kemudian mengguyur kerongkongan dengan dua teguk kopi manis, penulis sendiri memilih teh manis khas blambangan tuk melepas dahaga. Sungguh, nikmat Tuhan luar biasa! Suksme Hyang Widhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pura Giri Waseso(Wisesa?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pun kami lanjutkan ke Pura selanjutnya, Pura Giri Waseso(Wisesa?). Letak Pura ini, lagi-lagi penulis forget. Tapi, nanti penulis janji akan cari tahu lagi. Pura ini cukup megah, terletak di sebuah ketinggian bukit. Menurut penduduk setempat, dulunya Pura ini hanyalah sebuah gundukan bukit yang setelah di gali, ternyata ada peninggalan bersejarah berupa batu-batuan Pura kuno. Setelah Pura ini direnovasi, jadilah seperti sekarang. Oiya, lingkungan sekitar pura sangat tenang khas perkampungan, suara ayam berkokok, terdengar disahuti oleh nyanyian burung-burung disekitar pepohonan di Pura ini. Kami pun bersembahyanga dengan khusyuk memuja kebesaran Hyang Widhi. Oiya, disetiap Pura yang kami kunjungi, tak lupa memohon tirtha(air suci), sebagai berkat Tuhan YME beserta isinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompleks Pura Luhur Giri Selaka(Pura Alas Purwo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sudah sore, kami pun bergegas melanjutkan perjalanan ke Pura Alas Purwo, atau nama lengkap puranya Pura Luhur Giri Selaka. Terletak di wilayah Desa Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sebelum memasuki wilayah Pura, kami berempat singgah dulu di Desa Tegadlimo. Wah, ternyata, Pak Dewa banyak teman disana. Salah satunya Pak Nur, yang nanti akan menemani kami masuk ke Hutan Jati Alas Purwo dimana Pura Giri Selaka berada. Kamipun berbincang sejenak dengan orang-orang Desa disana. Ada sekitar 200 KK pemeluk agama Hindu, disana. Dan yang mengagumkan pemeluk Hindu di desa yang agak terpencil ini sudah mempunyai Pura Padmasana, yang cukup megah.Ornamennya pun tidak kalah dengan bangunan Pura yang ada di Bali. Pak Nur, menjelaskan bahwa penduduk di desanya khususnya yang beragama Hindu rutin menggelar dharma shanti, persembahyangan, dan pelatihan Tri Sandya setiap sore untuk anak-anak. Hati penulis terenyuh, ketika berada dirumah Pak Nur yang teramat sederhana, dengan kesahajaannya, dia bertutur tentang kondisi desanya. Menurutnya, semangat penduduk pemeluk Hindu di desanya sungguh besar, apalagi kalau ada saudara-saudara mereka datang dari Bali, pedek tangkil ke Pura Alas Purwo, mereka tambah semangat, ujar lelaki tua ini. Singkat cerita, akhirnya kamipun mulai memasuki hutan jati yang sangat lebat. Hutan Jati ini termasuk Taman Nasional yang ditetapkan sebagai hutan lindung oleh pemerintah RI. Begitu memasuki hutan ini, tiba-tiba saja bulu kuduk penulis merinding hebat, ada perasaan aneh menyengat. Dan, seperti ada hawa aneh disekitar penulis. Mobil kijang Grand Extra yang kami tumpangi berenam(ada tambahan dua orang, Pak Nur dan temannya sebagai penunjuk jalan), melaju dengan lambat karena kondisi jalan yang rusak dan berbatu. Pelan sekali. Tiba-tiba, penulis merasakan sesuatu! Kebetulan penulis memakai cincin pemberian Ibu. Seperti ada yang menarik-narik permata cincin yang penulis pakai. Seperti disedot-sedot. Aneh! Tapu penulis mencoba tenang, sambil berdoa dalam hati. Penulis mencoba menenangkan diri. Tak tahu apa yang terjadi. Sampai penulis sempat berkirim sms ke kakak, bilang hal ini.Cincin yang penulis pake tersedot-sedot!. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir satu jam lamanya terguncang-guncang diatas mobil, akhirnya kamipun sampai di Pura. Hari sudah gelap, Pak Dewa sebagai pimpinan rombongan mengajak kami singgah ke pondokan pemangku Pura. Ah, rupanya Pak Dewa usdah sering keluar masuk hutan jati Alas Purwo. Terbukti, para pemangku pura menyambutnya dengan akrab. Hawa sangat dingin karena kami ada ditengah hutan jati yang sangat lebat. Untungnya usdah ada penerangan listrik, dari sebuah generator yang katanya disumbang oleh pemedek dari Bali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan dengan para tetua/pemangku Pura Alas Purwo pun demikian hangat ditemani Kopi manis panas. Kali ini, penulis pun ikut ngopi dengan nikmatnya. Menurut penuturan salah satu pemangku Pura(penulis lagi-lagi lupa ingatan), Pura yang sering disebut Alas Purwo, karena sejatinya memang terletak ditengah hutan Jati, Alas Purwo. Pura Luhur Giri Selaka, demikian namanya. Merupakan sebuah pura yang cukup luas. Disebelah Pura, ada Pura yang sering disebut Situs. Yaitu, Pura asal dari Pura Giri Selaka sekarang. Kamipun mulai sembahyang di Pura utama, Giri Selaka yang luas ini. Pada waktu bersembahyang, Pak Agung, teman Pak Dewa, duduk dengan sikap meditasi yang sempurna.Didepannya ada sebatang Dupa yang baru dinyalakannya. Api dupa yang ada didepannya, menyala terang, anehnya terus menyala meski angin berembus cukup kencang. Nyala Dupa di depan Pak Agung tetap belum padam. Bahkan sampai dupa nya abis, nyalanya masih berkobar. Cukup aneh juga, kalau dicerna dengan logika. Mana mungkin ya, sebuah dupa kecil mampu bertahan dari gempuran angin yang cukup kencang(Oiya, Pura ini, berhadapan dengan Laut Selatan Jawa). Sebahis sembahyang di Pura utama, kami melanjutkan sembahyang di Pura Situs. Sebuah pura teramat sangat sederhana, atau lebih tepatnya sebuah puing-puing pura kuno. Namun, jangan ditanya, aura yang terpancar, sungguh membuat bulu kuduk merinding. Kamipun sembahyang dengan khusyuk.Sehabis sembahyang, kami menggelar tikar di bawah pelinggih pura. Kamipun memilih mekemit di Pura Situs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada perasaan aneh malam itu, suasana begitu sepi dan magis. Tampak, kami berenam merebahkan diri di atas tanah pura Situs. Beratapkan langit Hutan Jati, Alas Purwo. Memandang bintang dan merenungi kebesaran Tuhan. Takjub! Sepicingpun mata penulis belum terpejam, ketika Pak Dewa membangunkan rombongan tepat pukul 03.00WIB, untuk bergegas ke tujuan berikutnya. Kemana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goa Istana&lt;br /&gt;Kamipun bergegas mepamit dari pura Giri Selaka,menuju Goa Istana. Wah tempat apa lagi ini..? Perjalanan menuju ke Goa Istana lumayan juga. Mobil kami merangkak perlahan menembus hawa dingin Alas Purwo. Sesekali kami menyaksikan binatang liar melintas didepan kami. Kadang ada Kijang, Rase, dll. "Penyakit" cincin saya kembali kambuh, terasa kembali cincin  pemberian Ibu ini tersedot-sedot.Ehm..kenapa ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama, sampailah kami di sebuah tempat yang cukup lapang untuk memarkir kendaraan. Dan, ternyata, Pak Dewa mengajak kami berjalan kaki menembus hutan jati yang lebat ini dengan hanya berbekal senter kecil. Wow! Perjalanan mencari Goa Istana, lumayan jauh juga diantara semak-belukar dan pohon-pohon besar, kami kadang merangkak, hawa dingin begitu menggigit tulang. Kadang, suara binatang hutan terasa sangat menakutkan. Tapi , bagi penulis, yang penting adalah niat yang bersih. Pak Dewa selama perjalanan banyak menceritakan tentang Goa Istana. Menurut Pak Nur, Goa istana sering dijadikan tempat semadhi oleh para pembesar negeri ini. Sebut saja, Presiden pertama RI, Ir. Soekarno sampai Presiden Soeharto. Sudah menjadi rahasia umum, kedua mantan pemimpin Indonesia ini, senang dengan kehidupan spritual jawa, yakni kejawen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, sampailah kami di goa istana. Ternyata, di goa tersebut sudah banyak para pengalap berkah, para pertapa yang melakukan ritual di goa angker tersebut. Kamipun segera menuju ke dalam goa. Pengamatan penulis, goa tersebut lumayan besar, banyak rongga-rongga, menyerupai ruangan. Dan ada sebuah altar pemujaan yang sederhana dihiasi oleh sebuah bendera merah putih (bendera RI) berukuran sedang. Kamipun kemudian bersembahyang dengan khusyuk memuja Tuhan penguasa alam semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dalam artikel ini, ada segumpal pertanyaan, kenapa cincin saya tersedot-sedot, pengalaman gaib apa aja yang terjadi? Nantikan artikel berikutnya dengan tajuk; Kisah cincin tersedot, tirtha angker dan cambukan di perut.Hanya disini, bersama Satria Madangkara.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-6434638143104952852?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://travel.kompas.com/read/xml/2009/04/28/12171718/percintaan.luc.dan.ellie.di.alas.purwo' title='Tirtha Yatra Ke Alas Purwo, Yukkk!'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/6434638143104952852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/05/tirtha-yatra-ke-alas-purwo-yukkk.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/6434638143104952852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/6434638143104952852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/05/tirtha-yatra-ke-alas-purwo-yukkk.html' title='Tirtha Yatra Ke Alas Purwo, Yukkk!'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPiF0u9y5DI/AAAAAAAAAOw/cjZM4b3KSjs/s72-c/Pura+Giri+Selaka%252C+Alas+Purwo.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-4309593948683854832</id><published>2009-05-04T06:26:00.005+08:00</published><updated>2011-08-30T13:31:57.429+08:00</updated><title type='text'>Melukat, Pembersih Jiwa, Pembasuh Raga</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPiAH_PvgaI/AAAAAAAAAOo/sCcuVzkUgws/s1600/Melukat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="132" src="http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPiAH_PvgaI/AAAAAAAAAOo/sCcuVzkUgws/s200/Melukat.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada sebuah tradisi di Bali yang sampai saat ini masih bertahan dan kerap dilakukan oleh hampir sebagian besar umat Hindu di daerah pariwisata ini. Melakukan pembersihan diri dengan ritual tertentu yang kalau di Bali lebih dikenal dengan istilah &lt;i&gt;melukat&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sarana utama ritual melukat ini adalah air. Nah, air inipun bukan sembarang air. Melukat bisa dilakukan di air sungai, danau, laut, sumber air alami/kelebutan,bulakan, dan lain-lainnya. Tujuan utama ritual ini adalah menghilangkan &lt;i&gt;leteh&lt;/i&gt; atau kotoran lahir maupun bathin. Dalam tradisi masyarakat Kejawen dikenal dengan istilah ruwatan air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Pakai Air?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui bersama, air memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Sampai kapanpun, air akan menjadi sumber hidup dan kehidupan umat manusia di muka bumi ini. Dalam hal ritual melukat, keberadaan air adalah sebuah KEHARUSAN! Melukat tanpa air sama aja bohong. Namun lain cerita kalau melukat itu dilakukan dengan kekuatan bathin. Dalam arti melakukan pengelukatan/pembersihan dengan kekuatan niskala, dengan catatan, diperlukan tingkat jnana yang tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat Melukat di Bali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pura Tirtha Empul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Dewata Bali, dikenal sebagai gudangnya tempat ritual melukat, sebut saja yang paling terkenal, adalah Pura Tirtha Empul Tampaksiring, Gianyar.Di pura yang bersebelahan dengan Istana Presiden ini, terdapat beberapa pancuran yang mana setiap pancuran memiliki fungsi masing-masing. Contoh misalnya, pancuran Pengeleburan Ipian Ala, berfungsi sebagai pancuran untuk melebur efek mimpi buruk, dan lain sebagainya. Pura Tirtha Empul letaknya di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring Gianyar Bali.Kalau dari Denpasar sekitar 40km.Dan belakangan ini, pura yang memiliki legenda Mayadenawa ini, didatangi bukan hanya oleh umat Hindu, juga oleh umat lain yang ingin melakukan ritual pembersihan/melukat. Pengelukatan sangat baik dilakukan pada hari Purnama(bulan purnama) atau Tilem (Bulan mati), dsamping juga hari-hari suci Hindu-Bali seperti Kajeng Kliwon, Tumpek dan lainnya. Kenapa hari-hari tertentu?Karena diyakini pada hari-hari tersebut sebagai hari suci, sakral dan kekuatan alam semesta terakumulasi dan bisa diserap oleh manusia. Sarana apa saja yang perlu disiapkan? Bagi yang pertama kali pedek tangkil kesana, diwajibkan untuk membawa Daksina Pejati/Peras Daksina jangkep, sebagai bahan permakluman kepada kekuatan niskala yang bersemayam disana. Sedangkan bagi yang sudah sering diperbolehkan untuk membawa canang sari, atau sodaan.Sebelum ritual melukat pastikan bahwa diri anda tidak dalam keadaan "sebel" social ataupun personal bagi yang yang wanita. Dan pada saat ritual mulai para peziarah melukat ini wajib hukumnya mengenakan pakaian/kain begitu masuk ke dalam kolam pancuran. Niat yang tulus, hati yang ikhlas, segarnya air pancuran tirtha Empul, menjadi jaminan bagi anda akan "terlahir kembali"dengan jiwa dan semangat baru. So, kalau anda tertarik melukat di Pura ini, silakan datang langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pura Tirtha Empul Gunung Kawi, Sebatu Tegallalang, Gianyar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pura yang satu ini, letaknya cukup jauh dari kota Denpasar, terletak di ujung utara kabupaten Gianyar, yakni di Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang. Namun anda jangan sampai keliru, karena Pura Gunung Kawi ada dua; satunya yang di kecamatan Tampaksiring(terkenal dengan Candi Tebingnya), sedangkan yang ini, dengan kolam sakralnya yang sangat dikeramatkan. Kurang lebih sekitar 60km dari arah kota Denpasar. Menurut sejarahnya, Pura ini erat kaitannya dengan kisah perjalanan  Rsi Sakti dari negeri India, Rsi Markendya(peletak dasar pulau Bali dengan menanam Panca Datu Di Besakih). Uniknya, di Pura ini, ada kolam biasa yang sering di pakai umat mandi(bukan ritual), dan kolam keramat yang menjadi tempat melukat. Ada sekitar 10 pancuran, yang seperti pancuran di Tampaksiring, juga memiliki fungsi masing-masing.&lt;br /&gt;Sarana banten yang diperlukan adalah sama seperti di Tirtha Empul Tampaksiring, cuman yang membedakan, baik pemedek lama maupun baru disarankan menggunakan sarana daksina pejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Kejadian menarik, ketika penulis melakukan ritual penglukatan ditempat ini, pada saat akan mengguyur tubuh ini pada pancuran terakhir yang terletak paling ujung, pemangku Pura,"menginstruksikan" agar penulis mengguyur diri lebih lama. Ajaibnya, begitu, penulis selesai tiba-tiba air kolam menjadi agak sedikit keruh; seperti ada buih shampoo, Pemangkunya manggut-manggut, beliau berujar"ini kotoran lahir biasa nak!, tidak apa-apa. Menurut dia, malah sering ada yang lebih parah lagi, ada yang sampai kerasukan/kesurupah begitu harus diguyur oleh air pancuran yang terakhir dan buih yang tampak bergumpal-gumpal seperti buih sabun limbah. Wow,...ajaib sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, masih banyak Pura-Pura di Bali yang "menyediakan"tempat melukat, seperti Pura Tamba Waras, Tabanan, Pura Lempuyang Luhur(Tirtha Tunggang, air keluar dari bambu keramat), dll. Perlu diingat 1000x pun kita melukat kalau tidak diimbangi dengan menjalankan Tri Kaya Parisudha(pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik), semua ritual diatas pastinya sia-sia belaka. Anda ingin melukat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-4309593948683854832?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/4309593948683854832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/05/melukat-pembersih-jiwa-pembasuh-raga.html#comment-form' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/4309593948683854832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/4309593948683854832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/05/melukat-pembersih-jiwa-pembasuh-raga.html' title='Melukat, Pembersih Jiwa, Pembasuh Raga'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/TPiAH_PvgaI/AAAAAAAAAOo/sCcuVzkUgws/s72-c/Melukat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-9106549431729896851</id><published>2009-04-27T20:47:00.005+08:00</published><updated>2011-09-12T15:50:40.808+08:00</updated><title type='text'>Surya Sewana, Memuja Tuhan, Menghormati Alam</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-gBg328VHEVs/Tm25oLSXmXI/AAAAAAAAAQ4/mOyAdYGS_ak/s1600/surya+sewana.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://2.bp.blogspot.com/-gBg328VHEVs/Tm25oLSXmXI/AAAAAAAAAQ4/mOyAdYGS_ak/s200/surya+sewana.jpg" width="135" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Om Radityasya Paramjyotih, Rakta Teja Namo Stute, &lt;br /&gt;Sweta Pangkaja Madyaste, Baskara ya Namo Stute,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian lantunan bait mantra yang sering berkumandang tatkala sang Sulinggih/Pendeta melakukan pemujaan pada pagi hari menjelang matahari terbit.Salah satu rutinitas pokok dari "pedande" atau pendeta Hindu khususnya di Bali adalah "Nyurya Sewana", yakni melakukan pemujaan dengan mengagungkan nama suci Tuhan dalam menyambut matahari terbit. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan ritual dan spiritual di Bali amat sarat dengan makna dan simbol. Dimana semuanya itu adalah bertujuan HANYA satu. Yakni, sradha bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa/Sang Hyang Widhi. Hindu di Bali memiliki perbedaan implementatid dengan pelaksaan Hindu di tempat lain(khususnya di India). Hindu Bali dijalankan dengan mennyerap nilai-nilai budaya lokal(local genius) yang berkembang di Bali. Sebelum pengaruh Hindu(Weda) berkembang dan masuk, Di Bali sudah ada kepercayaan kuno yang sering disebut animisme(percaya dengan adanya benda, hal gaib), dsbya. Ini dibuktikan dengan adanya penemuan benda-benda prasejarah seperti Nekara perunggu di daerah Pejeng, dan bahkan baru-baru ini, di daerah Buleleng, Bali utara, ditemukan sarkopagus yang diperkirakan berumur ribuan tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari hal diatas, maka perbedaan tatalaksana ritual kehidupan agama Hindu baik di Bali ataupun ditempat lain, bukanlah menjadi penghalang bagi umat untuk menuju-NYa. Bahkan dalam Bagavadgita disebutkan, "Dengan jalan apapun kau(umat) menuju kerah-Ku, aku(Tuhan) terima". Hindu sangat fleksible dengan perbedaan dan sangat universal. Hindu tidak mengenal penyeragaman, yang cenderung akan mematikan kreatifitas cipta, rasa dan karsa umatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan judul diatas, Ritual Surya Sewana, dilakukan oleh para Dwijati(orang yang lahir dua kali;pertama lahir dari rahim seorang Ibu, kedua lahir dari rahim ajaran kitab suci Weda), semata-mata dilakukan demi kerahayuan jagat/baik alam mikro maupun  alam semesta. Sangat mulia tugas para sulinggih ini. Tiap pagi mereka mendoakan alam semesta beserta isinya agar senatiasa damai, sentosa. Diyakini, doa-doa yang berkumandang setiap hari di Bali, mampu memberikan vibrasi/getaran positif bagi alam Bali. Seorang teman saya, yang berasal dari Jawa(agama lain),kebetulan memiliki daya linuwih menuturkan bahwa, saat perjalanannya dari jawa ke Bali, ada sebuah perbedaan yang sangat significant. Saat dia masih di daratan jawa mengendarai mobil menuju Bali, secara gaib ia melihat mahluk-mahluk gaib(roh gentayangan, dedemit, dsb), berseliweran dengan tidak ramah, ada yang dibawah jembatan, sering menganggu manusia yang lewat, dan mereka beringas. Nah sedangkan pada saat dia mulai memasuki wilayah Bali, begitu masuk daerah Gilimanuk, ada aura lain, mahluk-mahluk gaib memang banyak katanya, namun mereka sangat santun, ramah, dan anteng. Apa penyebabnya? Saya jawab, karena di Bali setiap saat kita melakukan persembahan sesaji, dan doa-doa di tempat-tempat suci/disucikan. Itukan menyembah mahluk gaib bukan Tuhan?? Nah itu pemahaman yang salah. Orang Bali melakukan ritual mebanten, memberi sesaji, dan lain-lain, secara universal memang ditujukan untuk Tuhan Yang Maha Kuasa, namun di beberapa tempat tertentu ditujukan kepada alam lain, sebagai bentuk penghormatan. Bahwa kita(manusia) menyadari bahwa kita hidup berdampingan dengan alam tidak nyata, jadi kita harus saling menghormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandyakalaning jagat Karibia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-9106549431729896851?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/9106549431729896851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/04/surya-sewana-memuja-tuhan-menghormati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/9106549431729896851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/9106549431729896851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/04/surya-sewana-memuja-tuhan-menghormati.html' title='Surya Sewana, Memuja Tuhan, Menghormati Alam'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-gBg328VHEVs/Tm25oLSXmXI/AAAAAAAAAQ4/mOyAdYGS_ak/s72-c/surya+sewana.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-2452625397697615563</id><published>2009-04-26T20:49:00.004+08:00</published><updated>2011-08-30T13:34:19.929+08:00</updated><title type='text'>Bernafas Dalam Diam, Mendiamkan Nafas</title><content type='html'>Pembaca,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mahluk Tuhan yang dibekali alat-alat tubuh yang umumnya lengkap, manusia dapat melakukan berbagai aktifitas kehidupannya secara baik dengan syarat semua alat-alat tubuhnya tersebut berfungsi dengan baik. Pada kesempatan ini, penulis akan mencoba mengulas sedikit tentang nafas dan pernafasan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nafas memegang peranan yang sangat penting dalam proses rotasi gerak hidup manusia dalam masa hidupnya. Tanpa nafas, manusia cenderung dapat dikatakan tidak dapat hidup. Dalam istilah bahasa sansekerta, nafas juga disebut dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;prana&lt;/span&gt;. Dalam bahasa mandarin sering disebut sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Chi&lt;/span&gt;. Seperti diketahui semua mahluk hidup di alam semesta ini melakukan pernafasan tanpa kecuali. Proses respirasi itu berjalan, baik secara alami ataupun buatan(khusus bagi yang sakit, dan faktor lain). Nah, pada kesempatan ini, penulis mencoba mengulas pengalaman penulis mengenai olah nafas dan pernafasan. Namun sebelumnya harus lebih jelas yang dimaksud dengan nafas adalah lebih cenderung noun/"benda"-nya. Sedangkan pernafasan lebih condong kepada proses dari nafas itu sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Suryani(ahli meditasi dari Bali), dalam bukunya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Meditasi untuk Mencapai Hidup Bahagia&lt;/span&gt;), pernafasan menjadi hal yang sangat penting dalam hal melakukan meditasi. Lebih lanjut, dalam buku tersebut, juga diulas bagaimana melakukan teknik-teknik olah nafas yang baik. Penulis perlu garis bawahi bahwa, apa yang penulis sampaikan ini bersifat universal dan lintas keyakinan/agama. Kunci penting dalam memahami nafas dalam ulasan kali ini adalah memperhatikan nafas kita yang keluar dari hidung secara alami tanpa ada pengaturan dengan sengaja. Caranya, tatkala nafas keluar masuk, tugas kita adalah "hanya" memperhatikan saja, melalui pikiran kita.Biarkan nafas keluar masuk secara alami. Dan ini bisa kita lakukan kapan dan dimana saja. Tidak perlu waktu dan ruang yang khusus. Manfaat dari proses ini sangat banyak, diantaranya membantu membalance-kan pikiran, mengontrol emosi amarah, dan kesiapan menerima kondisi apapun. Dalam, sebuah CD tentang pernafasan, apa yang disampaikan oleh Prof. Suryani, tampaknya memiliki kesesuaian antara satu dengan yang lainnya. Dimana dalam CD yang bertajuk"Spritual Reality" tersebut juga dipaparkan bahwa nafas memegang peranan penting dalam meditasi. Disamping itu juga disebutkan bahwa, Meditasi adalah tidur(istirahat) yang sadar, sedangkan tidur adalah meditasi yang tidak berkesadaran. Apa maksudnya? Dalam hal seseorang yang tidur di malam hari, organ-organ tubuhnya memang istirahat, namun pikirannya, alam bawah sadarnya tidak, maka ada kecenderungan orang tersebut bermimpi, menggigau dsb. Hal ini dikarenakan alam bawah sadarnya masih terjaga dengan memori-memori pikiran, apakah memori baik atau buruk, tergantung orang tersebut. Sehingga, kecenderungan yang terjadi, walaupun orang tersebut kadang-kadang tidur lebih dari 8 jam, masih saja kelihatan capek/mengantuk. Sedangkan seorang meditator, karena sering bermeditasi secara baik dan benar, dia tidak perlu menghabiskan waktu untuk tidur(tidak sadar) tersebut. Logikanya, pada saat sang meditator melakukan meditasi katakanlah 10-20menit, dia merelaksasi-kan tubuhnya yang setara dengan tidur pulas 8 jam. Apalagi kemudian dia berhasil melakukan meditasi tingkat tinggi yang berhasil menyerap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cosmis energy&lt;/span&gt;. Yakni penyerapan energi semesta(yang tersebar di alam semesta) secara teratur maka, alam kecil(mikro kosmos;sang diri) akan bersinggungan dengan alam raya(semesta) melakukan proses hukum tarik menarik secara beraturan maka yang terjadi adalah sebuah akumulasi kekuatan semesta yang sangat dahsyat. Setiap orang dapat melakukan ini, melalui sebuah proses dan latihan yang kontinyu. Dan hal ini harus dilepaskan dari dogma, istilah-istilah agama ataupun keyakinan tertentu, karena bersifat sangat universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan hal diatas, diakui sangat sulit, apalagi bagi pemula, namun sesuai dengan judul diatas, dapat dimulai dengan cara memperhatikan nafas dalam "diam"-nya tubuh kita dan mendiamkan nafas dengan tidak mengaturkannya. Biarkan semua berjalan secara alami dalam kesadaran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shanti Selalu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padepokan Pesanggrahan Keramat, April 2009&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-2452625397697615563?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/2452625397697615563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/04/bernafas-dalam-diam-mendiamkan-nafas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2452625397697615563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2452625397697615563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/04/bernafas-dalam-diam-mendiamkan-nafas.html' title='Bernafas Dalam Diam, Mendiamkan Nafas'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-8879184240714340485</id><published>2009-04-26T06:34:00.005+08:00</published><updated>2011-08-30T13:34:32.594+08:00</updated><title type='text'>Visi &amp; Misi Spritual</title><content type='html'>Saudara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lama banget ga nulis di blog ini. Terus terang telah terjadi distorsi ide dan kreatifitas dalam  diri penulis selama beberapa bulan ini. Dan, yach tidak mengapa, penyebabnya banyak faktor yang tidak perlu penulis ungkapkan. Mau nulis apa yach?ehm...baik, mungkin sebuah perenungan akan beberapa pengalaman yang penulis alami selama "bertapa" di "pesanggrahan keramat" tempat penulis saat ini. Apa itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memang hidup ini penuh dengan liku-liku dan cerita. Ada suka, ada duka, semua menghiasi warna kehidupan manusia. Sebagai pelakon kehidupan kita jalanin saja dengan baik dan sebaik-baiknya. Apakah anda percaya dengan visi? Visi disini maksudnya bukan pada tataran visi dan misi para caleg yang bertarung pada pemilihan umum kemaren. Bukan itu, ini lebih pada sebuah pengalaman spritual yang penulis alami beberapa waktu yang lalu. Begini, waktu sebelum penulis berangkat ke tempat kerja sekarang, 3 hari sebelum itu penulis diberikan sebuah visi oleh Sang Pencipta,bahwa penulis akan berada disebuah tempat yang penuh dengan semak-semak, dan banyak belukarnya. Padahal sebelumnya, penulis sama sekali tidak dikasi tau bagaimana model tempat tersebut. Sama sekali tidak. Dan saat penulis tiba, terasa persis sekali seperti dalam gambar spritual yang terlihat dalam mimpi tersebut. Bukan sekali ini saja, dulu waktu masa-masa "keemasan" penulis kerapkali mengalami hal yang serupa tapi tak sama yang kalau ditumpahkan di blog ini, maybe tidak cukup waktu. Tapi ada satu yang mungkin bisa menjadi gambaran, ada seorang teman yang mantan lulusan tempat penulis bekerja sekarang. Dia menceritakan tentang tempat sembahyang yang sering dipakai oleh umat Hindu disini. Nah pada saat mulutnya dia ngomong/cerita itu, penulis ikuti dengan seksama dan penulis sudah dapat melihat gambaran tentang tempat yang dimaksud sama persis dengan yang penulis saksikan sekarang. Antara percaya atau tidak...ehm....Tuhan Maha Besar!&lt;br /&gt;Baru-baru inipun, kejadian itu berulang, mungkin pembaca sulit mempercayainya. Sekian lama berada di perantauan ini, lagi-lagi visi itu muncul, dan kali ini penulis "melihat" bahwa penulis akan ketemu dengan seseorang lelaki bule yang mana bentuk wajahnya terekam dengan baik dalam memori penulis. Singkat cerita, tanpa sengaja, beberapa waktu selanjutnya, penulis "menemukan" orang itu melalui sebuah "penelusuran" yang cukup lama. Dan orang itupun ternyata, membenarkan tebakan penulis akan dirinya. Dan dia membenarkan apa yang penulis sampaikan ke dia adalah make sense secara spritual. Apa aja itu? Ehm..saat ini belum mau penulis ungkap karena the show is still going on and to be continued. Orang ini secara spiritual cukup mumpuni walau hidup di dunia barat yang serba-serbi. Ada kesamaan pandang antara penulis dengan dia waktu ini. Sampai dia menawarkan penulis untuk melihat visi yang lebih luas lagi secara holistik positive.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Hipotesa Awal&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis saat ini lagi giat membaca secara berulang-ulang sebuah buku yang mengungkap tentang hukum tarik menarik. Dan penulis menemukan sebagian jawaban pada buku tersebut. Kesimpulannya, betapa alam mikrokosmos dan alam makrokosmos saling berkaitan, saling tarik menarik secara luar biasa. Disadari atau tidak oleh manusia sebagai pelakon di bumi ini. Dan saat ini penulis belum akan mengungkap secara gamblang apa yang sebenarnya terjadi. Sengaja masih diselubungi dengan kabut sutra ungu yang tipis. Dan mohon pembaca bersabar karena pertunjukan masih berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ing Awya tan stiti Sumewake Sang Hyang Aji&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-8879184240714340485?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/8879184240714340485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/04/visi-misi-spritual.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8879184240714340485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8879184240714340485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/04/visi-misi-spritual.html' title='Visi &amp; Misi Spritual'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-7179907513339476064</id><published>2009-03-25T09:37:00.007+08:00</published><updated>2011-09-12T15:42:08.737+08:00</updated><title type='text'>Persembahan Yadnya ,Hiruk Pikuk Politik dan Hening Semalam</title><content type='html'>Saudara,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-CCFrgkzNgE0/Tm23wa0InUI/AAAAAAAAAQw/83VuwKGpRYA/s1600/ogoh-ogoh.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="133" src="http://3.bp.blogspot.com/-CCFrgkzNgE0/Tm23wa0InUI/AAAAAAAAAQw/83VuwKGpRYA/s200/ogoh-ogoh.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seperti yang kita simak bersama baik secara langsung maupun tidak langsung,perhelatan demokrasi besar akan digelar di Indonesia. Pemilihan legistlatif akan digelar 9 April nanti. Sejatinya, ada dua session pesta demokrasi Indonesia, yang lagi satu akan digelar 8 Juli 2009, pemilihan Presiden. Bagaimana dengan di Bali?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hiruk pikuk pesta demokrasi di Indonesia demikian membahana dari Sabang sampai Merauke. Tidak terkecuali di Bali. Dari pengamatan penulis melalui media cetak online dan elektronik, betapa pesta lima tahunan itu membawa nuansa yang lain. Warna-warni tersebut diantaranya, ramainya spanduk caleg, baliho, bendera partai, dan foto-foto. Ada yang mengucapkan selamat ini, selamat itu, dengan embel-embel minta dukungan, coblos&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;eh....contreng saya ya..!pilih partai ini, pilih partai itu. Pulau kecil yang terletak diantara pulau Jawa dan Lombok ini tak ubahnya menjadi Galery lukisan jalanan. Karena saking banyaknya baliho, pamplet, spanduk td di pinggir jalan. Tidak peduli, batang pohon, papan pengumuman, dan lain sebagainya. Dalam alam demokrasi, hak dipilih dan memilih adalah sah-sah saja. Melihat dari demikian banyaknya partai di Indonesia sebagai konstestan Pemilu, dikhawatirkan akan menimbulkan kebingungan masyarakat pas hari 'H' nantinya. Ada yang mengatakan, semakin banyak partai, sebagai simbul demokratisasi dan kebebasan berkumpul dan berserikat(sesuai UUD 1945).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Secara teoritis, hal ini memang dapat dibenarkan, namun, jangan lupa bahwa negara Pancasila ini hampir 35% penduduknya masih buta huruf. Bahkan banyak yang masih buta hati. Kecenderungannya, dikhawatirkan, malah masyarakat tambah bingung dan akibatnya, suara golput dan suara tidak sah bisa-bisa melebihi jumlah suara yang diadapat oleh seorang caleg. Hal ini dibuktikan dalam setiap simulasi pencontrengan, tingkat kesalahan masyarakat pemilih dalam simulasi cukup besar yakni rata-rata 40%. Bagaimana dengan Partai Politik? Sudah sangat jelas, orientasi mereka yang paling nomer satu adalah kekuasaan. Nah rakyat posisinya dimana? Jujur, rakyat adalah HANYA sebagai obyek penderita saja. tengok saja, korban lumpur Lapindo, bagaimana nasib mereka sekarang, luntang-lantung di Jakarta, sampai mengemis di jalanan ibu kota minta tambahan ongkos hidup untuk demo. Kalau begitu rakyat harus bagaimana? Adanya gegap gempita demokrasi beberapa bulan belakangan ini, hendaknya dimaknai secara positif dan gunakan hati nurani. Bagaimana kalau di kasi uang/money politics? Ambil uangnya, orangnya?Nanti dulu. Saat ini rakyat butuh makan dan uang cash. Lho khan udah ada BLT (Bantuan Langsung Tunai)? Betul, dalam jangka pendek, BLT sangat diperlukan oleh rakyat. Kebijakan yang bagus namun proses distribusinya harus lebih cerdas. Caranya? Salurkan BLT dalam bentuk tabungan rakyat miskin. Masukan dana BLT itu dalam tabungan rakyat miskin yang memang berhak. Satu sisi, ini akan mengajarkan rakyat untuk semakin gemar menabung, sisi lainnya, akan lebih kelihatan elegan, tidak kampungan, berdesak-desakan antre, khan malu disorot TV dan disiarkan oleh TV asing. Nah metode pengambilan dana BLT di Kantor Pos sudah cukup bagus, tinggal pemerintah perlu memperbanyak outlets/loket pengambilan dana cash ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat pulau dewata, khususnya yang beragama Hindu, bulan Maret-April ini sangat sibuk. Selain disibukkan dengan pesta demokrasi nanti, mereka juga disibukkan dengan upacara besar, yakni upacara yadnya, panca Balikrama, yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali, dipusatkan di Pura Besakih. Yadnya suci ini merupakan yasa kerthi krama Hindu di Bali untuk keseimbangan alam semesta beserta isinya. Secara kebetulan sesuai kalender Bali, hari raya Nyepi jatuh pada tanggal 26 Maret ini. Jadi, bagi bulan Maret- April ini, benar-benar merupakan bulan-bulan suci dan sekaligus bulan tantangan buat masyarakat Bali dan Indonesia secara umum, bisa tidaknya dilewati dengan lancar dan damai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESAN &amp;amp; HARAPAN&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya, acara ritual yang digelar di Bali dan pesta demokrasi yang akan digelar di Indonesia, mampu memberikan pelajaran yang agung buat semuanya. Nilai-nilai positif yadnya dan sikap legowo dalam menerima kekalahan maupun kemenangan dicerminkan melalui kedamaian yang terpancar dan tercipta di hari sesudahnya. Tidak ada pesta yang tidak berakhir, mari kita jaga Bali dan Indonesia, tetap aman dan damai. Jayalah Indonesiaku! Hidup Pancasila!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-7179907513339476064?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/7179907513339476064/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/03/pesembahan-yadnya-hiruk-pikuk-politik.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/7179907513339476064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/7179907513339476064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/03/pesembahan-yadnya-hiruk-pikuk-politik.html' title='Persembahan Yadnya ,Hiruk Pikuk Politik dan Hening Semalam'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-CCFrgkzNgE0/Tm23wa0InUI/AAAAAAAAAQw/83VuwKGpRYA/s72-c/ogoh-ogoh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-4797265995600879307</id><published>2009-02-26T06:35:00.005+08:00</published><updated>2011-09-12T15:29:16.064+08:00</updated><title type='text'>Air, Sumber Kehidupan Jangan Dicemari</title><content type='html'>Pembaca yang budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-VU71go6wXM8/Tm20vD-XQwI/AAAAAAAAAQo/3RSIOd4Z26E/s1600/air+terjun.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-VU71go6wXM8/Tm20vD-XQwI/AAAAAAAAAQo/3RSIOd4Z26E/s200/air+terjun.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seperti yang telah ketahui bersama, peranan air begitu besar dalam kehidupan mahluk hidup. Manusia sebagai bagian dari penghuni alam semesta ini, sudah sewajarnya melakukan berbagai upaya untuk melestarikan air, sebagai sumber kehidupannya sekarang dan masa depan. Khusus di pulau dewata, Bali, telah terjadi distorsi dan erosi moral &amp;amp; material yang mengakibatkan sumber-sumber air di Bali kini mulai terancam.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alam semesta ini diyakini memuat kandungan air 60% lebih. Demikian halnya tubuh manusia yang mengandung lebih banyak air. Dalam konsep makro-mikro cosmos, buana agung dan buana alit, kandungan alam semesta dan tubuh manusia adalah sama. Kalau di dalam tubuh manusia terjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;unbalance&lt;/span&gt; salah satu unsur, dipastikan manusia tersebut akan jatuh sakit.Bersyukurlah umat manusia di dunia ini, betapa Tuhan YME, demikian melimpahkan karunia air yang begitu melimpah ruah. Ada air laut, sungai, mata air,pancuran, danau, air PAM, yang semuanya dibuat baik sengaja maupun tidak demi kepentingan hidup penghuni alam semesta. Nah Bagaimana di Pulau Bali?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Bali adalah mayoritas beragama Hindu, dimana penggunaan air dalam ranah ritual agama Hindu sangat dominan. Dalam kitab suci Weda disebutkan bahwa air, bunga, api dan daun menjadi sarana pemujaan yang utama dalam pelaksanaan persembahyangan Hindu. Masyarakat Hindu Bali biasanya mendapatkan air suci dari danau, mata air, pancuran, dan air laut. Biasanya sumber-sumber air tersebut disucikan dan dibuatkan tempat suci khusus dan dikeramatkan. Dalam konteks kekinian, terbukti, kearifan lokal dengan mengkeramatkan sumber-sumber mata air yang ada di Bali adalah sebenarnya sebagai upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh leluhur orang Bali dari zaman dulu. Kearifan lokal ini diimplementasikan secara spiritual(ala agama Hindu di Bali), dengan membangun tempat suci disekitar mata-mata air yang dikeramatkan tersebut. Dalam konsep Tri Murti(Tiga manifestasi Tuhan;Tuhan adalah satu dengan banyak fungsi), Dewa Wisnu sebagai pemelihara, disimbolkan dengan air. Seperti di India yang terkenal dengan Sungai suci Gangga, masyarakat disana memuja dan memuliakan Dewi Gangga'sebagai "Ibu"-nya air. Bahkan dalam ritual "surya sewana" yang setiap pagi dilakukan oleh para "Pedanda"/Pendeta di Bali,bait mantram "Om Gangga Dewi Ya Namah Swaha" selalu mengiringi apabila "Yang Merage Ciwa ngardi tirta suci". Betapa agungnya peranan air bagi kehidupan ritual orang Bali. Sehingga tidak alasan dan sangat tidak dibenarkan apabila manusia Bali dan masyarakat lainnya merusak tatanan air yang ada di Bali.Kalaupun memang pemanfaatan air untuk pemenuhan kebutuhan primer dan sekunder seluruh rakyat, haruslah tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cirle of life&lt;/span&gt; daripada air agar tetap dapat berguna untuk generasi mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;INVESTASI AIR, AIR INVESTASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, banyak terekam oleh media massa, baik cetak maupun elektronik betapa telah terjadi upaya-upaya kontra produktif terhadap sumber-sumber air di Bali. Sebagai contoh, penebangan hutan-hutan di kawasan Kintamani secara liar, hutan di kawasan Taman Nasional Bali Barat(TNBB), Jembrana, "disfungsi ereksi" kawasan bedugul-batukaru dengan investasi di bidang pariwisata dan perumahan,yang mana semua itu sungguh begitu mengkhawatirkan dampak kedepannya. Kita tentu tidak alergi dengan investasi disegala bidang. Asalkan semua itu benar-benar memperhatikan kearifan lokal dan Sumber daya yang ada. Demikian juga masyarakat &amp;amp; pemerintah daerah Bali, harus benar-benar selektif dalam menyeleksi investor yang masuk. Saat ini, diakui atau tidak, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;master plan&lt;/span&gt; pembangunan daerah Bali memasuki wilayah "abu-abu", serba tidak jelas dan cenderung asal-asalan. Kenapa demikian? Karena terbukti dari berbagai kasus yang terjadi belakangan ini yang membuat kita semua prihatin dan "marah"! Tengok saja, rencana pembangunan fasilitas wisata di danau Buyan(yang kalau boleh penulis sebut sebagai investasi BOM WAKTU), betapa kita amati semua pihak begitu silau dengan gemerincing rupiah, tanpa berfikir ke depan akan seperti apa Bali ini? Danau Buyan adalah satu satu penyangga air bagi Bali secara keseluruhan, disamping danau-danau lain seperti danau Tamblingan, Danau Beratan dan Danau Batur(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau danau "Tempe", No comment&lt;/span&gt;). Sebagai daerah hulu, di lingkungan DSD(daerah sekitar danau, memegang peranan yang sangat penting. Inilah pekerjaan berat yang harus komit disinergikan antara pemerintah daerah Bali(Propinsi dan kabupaten/kota), masyarakat dan investor dalam upaya menjaga sumber-sumber air di Bali agar tetap lestari. &lt;br /&gt;Tidak kalah penting lagi, bagaimana peranan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stakeholders&lt;/span&gt; pariwisata seperti hotel, restaurant dan jasa wisata lainnya meningkatkan kepeduliannya terhadap sumber kehidupan Bali yang bernama air ini. Pengalaman penulis ketika menelusuri sungai Ayung(Gianyar) dan Telaga Waja(Karangasem) dengan perahu karet, betapa telah terjadi "tipu muslihat besar-besaran" yang dilakukan oleh komponen wisata di DAS sungai-sungai tersebut, khususnya di kawasan Ubud. Hampir sebagian besar pembangunan hotel &amp;amp; akomodasi wisata di sekitar daerah itu membuang limbah secara sembunyi-sembunyi ke Sungai Ayung!!!Dengan sistem setetes demi setetes, limbah RTH(rumah tangga hotel) tersebut dikencingkan ke sungai Ayung. Bagaimana dengan sistem pembuangan limbahnya?? Ini menjadi tanda tanya besar. Karena tidak semua akomodasi wisata didaerah tersebut dilengkapi dengan sistem yang memadai. Bahkan, ada salah satu hotel ada yang membangun villanya persis diatas aliran sungai Ayung.Dalam arti telah terjadi pelanggaran sempadan Sungai.Bagaimana dengan sistem perizinannya? Kenapa bisa "goal" jadi hotel? Nah ini lah yang perlu dipertanyakan? Patut diduga, telah terjadi kong-kalikong antara aparat dengan stakeholder pariwisata di daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;UPAYA-UPAYA PENYELAMATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, investasi memang sangat penting, apalagi investasi demi hajat hidup orang banyak. Banyak sekali orang pintar, namun jarang ada orang-orang yang mengerti. Birokrat daerah Bali baik propinsi Bali dan kabupaten/kota, tidak kurang staff ahli, S2, S3 dan S4 yang ketinggian ilmunya melebihi tinggi gunung Agung. namun, yang tidak dimengerti adalah ketidakmengertian mereka terhadap apa yang mereka kerjakan. Uang telah menjadi "Tri Murti;pemralina" keinginan luhur untuk menjaga Bali. Solusinya hanya satu, mulat sarira. Sadarlah! Bom waktu kehancuran lingkungan Bali sudah didepan hidung. Mari tersadar dengan bijaksana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanggrahan Keramat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-4797265995600879307?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/4797265995600879307/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/02/air-sumber-kehidupan-jangan-dicemari.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/4797265995600879307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/4797265995600879307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/02/air-sumber-kehidupan-jangan-dicemari.html' title='Air, Sumber Kehidupan Jangan Dicemari'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-VU71go6wXM8/Tm20vD-XQwI/AAAAAAAAAQo/3RSIOd4Z26E/s72-c/air+terjun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-8142271106754559253</id><published>2009-02-22T11:51:00.003+08:00</published><updated>2011-08-30T13:37:34.491+08:00</updated><title type='text'>Balada Wanita Bali, Antara Tradisi &amp; Tuntutan Zaman</title><content type='html'>Sepertinya catatan penulis ini akan bertalian dengan catatan sebelumnya yang mengulas tentang adat istiadat Bali. Nah kenapa kok selalu tentang adat Bali, Bali dan Bali?? Ya karena saya orang Bali, tentu memiliki tanggungjawab moral untuk concern dengan apa yang terjadi di kampung halaman.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari Indonesia, pulau Bali dikenal dengan keunikan adat istiadatnya. Bahkan, di pulau kecil ini, antara desa A dengan desa B belum tentu sama penerapan kehidupan sosialnya yang terlembaga dalam wadah adat bernama Desa Pekraman. Terutama sekali menyangkut pelaksanaan ritual, awig-awig atau aturan desa dan sebagainya. Adanya perbedaan-perbedaan ini sesungguhnya merupakan kekuatan dan nuansa yang dirangkai oleh para leluhur orang Bali agar dijadikan bunga keindahan yang warna-warni oleh generasi penerusnya. Terkait dengan judul diatas, penulis akan mencoba mengangkat tentang dilema masa lalu seorang wanita Bali yang merupakan kisah nyata yang bersangkutan(hasil wawancara penulis beberapa waktu yang lalu).Dan apabila catatan ini dimonitor oleh dia, dengan hormat, penulis mohon ijin untuk mengangkat dalam sebuah catatan kecil sebagai sebuah refleksi untuk kita semua.&lt;br /&gt;Luh Sukreni (Bukan tokoh dalam karya sastra Panji Tisna-red), adalah sosok wanita Bali modern masa kini, yang keseharian sangat gaul dan aktif. Namun, disisi lain, dia ternyata tidak pernah melupakan kewajibannya sebagai wanita Bali,seperti mebanten(sembahyang, menghaturkan persembahan suci-red), metulung(membantu sanak keluarga yang punya upacara-red) dll. Seperti lagunya Widi Widiana yang mengatakan'adate tua tekekin dadi suputra...", demikianlah Luh Sukreni menjalani hidup dan kehidupannya secara wajar dan lancar. Namun jangan salah Sukreni gadis Bali kita yang satu inipun tidak kuper, dia gaul abis!! Gaul disini pengertiannya dia sangat fasih berbahasa Inggris, berwawasan luas, punya banyak teman, pekerjaannya mapan, mandiri dan berpendidikan tinggi. Itulah pengertian gaul menurut penulis. Nah...masalah tiba-tiba saja muncul..........apa itu??.......................&lt;br /&gt;=====================================&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Luh Sukreni, mempunyai seorang pacar. Mereka pacaran cukup lama dan tibalah waktunya mereka akan menikah. FYI, cowoknya nich..dari sebuah kabupaten di daerah Bali tengah, sedangkan Luh Sukreni Gadis Bali tercinta ini berasal dari sebelah timur pulau Bali, namun sudah tinggal di Denpasar dari sejak kecil.Sebelum menikah menurut tradisi keluarga cowok, Luh Sukreni "diwajibkan" menjalani masa "training" dirumah keluarga cowok(eh..emang training kerja di hotel). dan secara sosial sudah tentu semua orang pada tau tuch..Si Luh Sukreni akan segera menikah dengan si pujaan hati tercintanya. Masalah tiba-tiba muncul tatkala keluarga sang cowok membuat aturan-aturan yang bersifat "HARUS" bagi sang calon menantu tercintanya. Contoh, Sukreni harus bisa mejejahitan, Sukreni harus bisa menyama braya, Sukreni harus ini, harus itu, pendek kata, Luh Sukreni, please prepare yourself as our daughter in law!!.Sejujurnya Luh Sukreni sudah punya modal dasar sebagai wanita Bali yang suputri, sperti yang penulis ulas diatas. Namun, ternyata, dia tidak suka diperlakukan seperti burung dalam sangkar(padahal cowoknya baru punya "burung dalam sangkar"). Dia merasa kebebasannya dibatasi, hak asasi keperempuannya dilucuti(kalo melucuti pakaian lain lagi masalahnya). Dari sisi background keluarga, Luh Sukreni dibesarkan oleh keluarga Bali modern dan spiritualis(terbukti ayah dan Ibunya adalah pemangku(sejenis kyai, pendeta-red) dan disegani, namun ya itu spritualis yang gaul(positif). Sedangkan keluarga sang cowok masih konservatif dan "ndeso"pemikirannya. Maklum, hidup didesa. Luh Sukreni cantik nan malang, akhirnya dihadapkan pada pilihan, milih join facebook(ehhhh...salah! join ma keluarga sang cowok dengan kondisi nurani/bathin yang bertentangan, atau kembali ke ribaan sang khalik...ehh...salah besar...ke pangkuan ibu dan bapak tercintanya). Sebuah dilema dihadapi wanita "semampai" ini. Menurut pengakuannya, dia orang yang mau belajar, sangat nerimo dan sangat fleksible. Namun kalau dipaksa-paksa, tidak sesuai nurani, daripada sakit hati seumur hidup lebih baik terbang bebas, begitu menurutnya. Dia sangat menyesalkan kenapa aturan adat di keluarga dan desa cowoknya begitu ketat---seketat rok mini, katanya. Tapi anehnya, sang cowok pujaan ternyata tidak berpihak padanya. Sang cowok lebih memilih bersama keluarganya. Dan, akhirnya proklamasi berkumandang, pada tanggal 17 Agustus 1945, Luh Sukreni gadis Bali lebih memilih ke pangkuan bapak dan Ibunya daripada bersama sang cowok merenda masa depan dalam sebuah mahligai perkawinan. Batal dech semua, semua pada menanggung malu, semua pada tau, tapi apa daya keputusan udah dibuat. Kita pisah!!! TITIK!!!, ujar Sukreni. Intinya Sukreni, sebagai perempuan Bali merasa hak-haknya sebagai perempuan dan manusia dipasung.Apa itu kesetaraan gender, bullsh**t , katanya lagi. Bukankah Sukreni diatur-atur begitu untuk kebaikannya juga??"Ah...apa kebaikan, itu memenjarakan kebaikan namanya", tambahnya lagi. Terus maumu apa? Adat ditempatnya dia harus fleksible donk, jangan memperlakukan calon menantu begitu, emang aku Siti Maimunah, eh..Nurbaya?? Aku manusia tau, aku punya hak asasi", jeritnya sambil menangis.&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;Demikian Luh Sukreni, meratapi kemalangannya.Namun ternyata karena saking kuat mentalnya, dia tidak bersedih begitu lama, dia bangkit, tidak mau terlalu larut. Emang dia aja cowok di dunia!!Huh! Bahkan seperti dituturkan kepada penulis dalam suatu kesempatan,"HUH, aku benci Bali, AKu benci adat Bali yang saklek kayak gitu", ujarnya ketus. Nah...lo...??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;February 2009,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padepokan Pesanggrahan Keramat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;xoxo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANATSAUS AJIWD&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-8142271106754559253?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/8142271106754559253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/02/balada-wanita-bali-antara-tradisi.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8142271106754559253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8142271106754559253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/02/balada-wanita-bali-antara-tradisi.html' title='Balada Wanita Bali, Antara Tradisi &amp; Tuntutan Zaman'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-8467028038757107812</id><published>2009-02-16T13:43:00.004+08:00</published><updated>2011-08-30T13:37:47.164+08:00</updated><title type='text'>Enam Belas Pebruari</title><content type='html'>Tiba-tiba penulis teringat sesuatu. Ada dua kegiatan memorable yang penulis ingat sewaktu lagi gatel-gatelnya di kegiatan kampus.Tahun 2006 dan 2007.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, untuk ukuran mahasiswa waktu itu, penulis sudah termasuk kedaluwarsa. Namun apa daya, kuliah aja baru start 2003.Mungkin karena keasyikan belajar cari duit,terkesan waktu itu penulis menganggap enteng suasana kuliahan S1."Kesombongan" ini mungkin disebabkan karena teman2 kerja banyak yang sarjana tapi masih berada di level bawah.Sebuah kesombongan makan tuannya. Tidak patut ditiru. Ok, ngomong-ngomong masalah dua peristiwa memorable itu, begini...ceritanya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan di kampus penulis adalah "bidan"/pendiri sebuah &lt;a href="http://pmhdwarmadewa.wordpress.com/"&gt;organisasi mahasiswa Hindu&lt;/a&gt; tahun 2005.Nah&lt;br /&gt;seiring dengan itu, tahun 2006, serangkaian perayaan Valentine, bersama teman-teman, penulis membuat sebuah acara dharma wacana(khotbah,siraman rohani), yang narasumbernya pendeta suci yang terkenal sebagai ikon dharma wacana di Bali. Dan itu terlaksana pas tanggal 16 Pebruari 2006. Temanya waktu itu tidak jauh dari Seputaran kasih sayang ala Hindu. Ada banyak suka dan duka waktu itu.Sampai terjadi hal2 yang luar biasa, diluar dugaan, yang setelah penulis pikir, banyak dibantu oleh "orang-orang lain". Sehingga Sukses tayang di sebuah stasiun TV lokal sampai 3 kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pas tanggal 16 Pebruari 2007, penulis berhasil mewujudkan ide yang sebenarnya muncul setahun sebelumnya dengan mengadakan penanaman bunga jempiring disepanjang  jalan protokol kota Denpasar. Tentunya atas support pemkot Denpasar dan warga kota. Dan, sukses!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua terjadi karena kekuatan pikiran.Jawaban ini penulis temukan di buku the secret. Disamping faktor-faktor pendukung lain yang membantu. Pikiran itu harus dikontrol dan di kuatkan.Caranya? Tunggu setelah pesan-pesan berikut ini...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-8467028038757107812?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://pmhdwarmadewa.wordpress.com' title='Enam Belas Pebruari'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/8467028038757107812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/02/enam-belas-pebruari.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8467028038757107812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8467028038757107812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/02/enam-belas-pebruari.html' title='Enam Belas Pebruari'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-355049464276858434</id><published>2009-02-16T00:20:00.003+08:00</published><updated>2009-02-16T00:53:57.997+08:00</updated><title type='text'>Apa kabar Blogger?</title><content type='html'>Wah lama ga nulis, udah hampir 1 bulan lebih.Banyak rekans yang bertanya, baik melalui email, facebook ataupun shoutmix, kenapa?Ehm..knpa ya...yang jelas banyak faktor penyebabnya. Diantaranya lagi ga mood.Knapa ga mood? ada juga penyebabnya..krn bosen. knpa bosen?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitu seterus dan seterusnya.Sebuah rangkaian pertanyaan yang bertubi-tubi(tapi bukan Kurtubi-ahli tambang itu). Well, by the way..mari mulai lagi..terima kasih buat segenap sobat yang atensi terhadap vacum of power yang terjadi pada diriku. Namun itu semua tidak akan pernah bisa menghentikan keliaran pikiranku. Satria Madangkara juga manusia. He....Satria Madangkara....banyak teman yang nanya juga kenapa sich harus memakai nama/cap ini? &lt;br /&gt;Disamping iseng, dulu, penulis adalah penggemar berat tokoh fiksi ini. Masa kecil penulis lewati dengan hidup di desa yang mana waktu itu minim fasilitas audio-visual. Maklum, di desa. Ketika itu, radio adalah media nomer satu yang kemudian disusul oleh TV. Nah, saat itu, sandiwara radio begitu menggelegar dan dikerubuti oleh kuping banyak orang di Indonesia. Salah satu acara sandiwara yang paling populer adalah Saur Sepuh. Ada tokoh utamanya yang sakti mandraguna, bernama Brama Kumbara, raja kerajaan Madangkara. Dalam sejarah, penulis coba telisik, tidak ada nama kerajaan ini tercatat. So, jelas adalah Kerajaan fiksi, negeri antah berantah yang dicuatkan oleh penulis cerita, C Ispriono K. Namun, dalam ceritanya coba disisipkan tempat, kerajaan dan setting waktu yang mendekati peristiwa yang tercatat dalam sejarah Kerajaaan di Indonesia seperti Kerajaan Pajajaran, dengan Prabu Siliwanginya, Perang Bubat(perang akibat selisih paham antara Majapahit vs Raja Galuh, Pajajaran). &lt;br /&gt;Tokoh Brama Kumbara atau yang lebih dikenal dengan alias, Satria Madangkara, digambarkan selain sakti, juga tampan, berwibawa dan bijaksana. Beliau punya istri dua, Dewi Harnum dan Dewi Paramita.Raja sakti ini punya adik bernama Mantili,seorang pendekar wanita sakti bersenjatakan pedang perak dan pedang setan. Satria Madangkara adalah murid dari orang tua sakti bernama, Kyai/kakek Jabat. Ilmu sakti andalannya adalah Ajian Serat Jiwa. &lt;br /&gt;Cerita serial saur sepuh ini, demikian menarik dan sangat populer pada awal era 80-an sampai akhir 90an.Hampir satu dasa warsa menguasai alam pikiran pendengarnya, termasuk penulis. Nah, kenapa penulis memakai label Satria Madangkara ini, lebih disebabkan karena penulis ingin mengabadikan nama ini sebagai memori masa lalu, masa kecil penulis disamping dari segi isi cerita, ada banyak nilai-nilai keteladanan yang penulis petik dari cerita Saur Sepuh ini, yang sampai detik ini begitu melekat dalam sanubari. Apa itu?Rwa Bhineda kehidupan, yakni hitam putihnya kehidupan disamping juga nilai-nilai kepemimpinan. Karena sejatinya sandiwara radio itu adalah refleksi kehidupan nyata yang telah terjadi, sedang terjadi dan akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, sandiwara radio sudah menghilang tanpa bekas dalam jagat media di Indonesia, yang ada sekarang adalah laptop, TV, Ipod, Iphone dsbnya. So, nama Satria Madangkara ini mungkin menjadi salah satu peninggalan sejarah masa lalu penulis sebagai cerminan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesanggrahan Keramat, Pebruari 2009,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-355049464276858434?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/355049464276858434/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/02/apa-kabar-blogger.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/355049464276858434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/355049464276858434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/02/apa-kabar-blogger.html' title='Apa kabar Blogger?'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-2489195275383089177</id><published>2009-01-02T20:38:00.003+08:00</published><updated>2011-08-30T13:38:07.580+08:00</updated><title type='text'>Lembaran Pertama di Awal Tahun 2009</title><content type='html'>Tidak terasa kaki ini sudah menginjak tahun 2009. Ada banyak cerita tahun 2008 kemarin.Suka dan duka campur-aduk menjadi satu. Namun kalau dirinci n di kalkulasi, lebih banyak duka yang terasa. Mulai dari a very short liburan di kampung,jubelan aktifitas sosial,uang yang menipis dan lain-lainnya. Oiya..ada catatan akhir tahun yang tertinggal.Apa itu?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Juru Damai nan Damai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung tahun 2008, ada cerita yang dirangkai oleh Tuhan untukku. Diberikan sebuah pelajaran, pendewasaan diri. Ketika itu, pagi sekitar pukul 8, kamarku ada yang menggedor.Wah padahal, mata ini masih rapat tertutup. Seorang teman datang tergopoh-gopoh, minta tolong katanya.Sebut saja nama sobat ini, Ronaldo. Dia ceritakan dirinya lagi ada masalah dengan seorang teman yang lain. Kurang lebihnya antena ku nangkep ada sebuah salah pengertian. "Gini Dwija, aku minta bantuan kamu, tolong ngomong sama si anu, kemaren aku ga disangka ga diduga dihardik sama dia, tanpa sebab lagi", ujarnya."Hampir aja aku pukul orangnya, padahal aku ga ada salah apa-apa", cuman maen-maen aja ke tempat dia", tambahnya lagi. menurut si Ronaldo, si anu ini lain dari biasa sikapnya, tidak pernah begitu, pokoknya orangnya baik dech. Well, akhirnya, langkah pertama yang aku ambil adalah, mencoba menjadi juru selamat..upssss..bukan!!! pembawa pesan yang baik,&amp;amp; penengah yang baik maksudnya. Ronaldo yang usianya jauh diatasku, begitu berharap aku bisa mempertemukan dia dengan si Anu.Singkat cerita, aku sampaikan segala permasalahannya pada si Anu, tanpa embel-embel.Sontak saja, Si Anu terkejut, menurut dia telah terjadi kesalahpahaman, hardikannya adalah sebuah candaan katanya. Yang ternyata di lain pihak, ditanggapi lain oleh si Ronaldo--yang bukan pemain sepak bola ini. &lt;br /&gt;Terjadilah pertemuan kedua belah pihak yang bertikai(Beh..kok kayak Israel vs Pales nya si Tina ya).gencatan senjata tercapai untuk selama-lamanya. Pelajarannya disini, singkatnya, MULUTMU HARIMAU-MU.&lt;br /&gt;================================&lt;br /&gt;Hari pertama bulan januari 2009,aku harus lagi lagi menjadi juru damai pihak yang bersengketa kali ini antara Rusia vs Georgia&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;&amp;gt;ups....bukan!! konflik yang terjadi di negara Haiti...beh serem!! Maksudnya, teman kerja dari negara Haiti. Keduanya dari Haiti, gitu. Mereka berantem ketika sama-sama ngambil kerjaan. Hampir saja ketika itu terjadi pertumpahan minyak, eh darah maksudnya..kalo saja tidak ku lerai mereka.Masalahnya sepele...lele, si A dan si B merasa sama-sama kerja keras, si A nyuruh si B ngerjain yg lain, padahal B lagi sibuk ngambil kerjaan yang satunya. Kontan saja, mungkin karena sama-sama merasa benar, mereka adu mulut dengan bahasa tarzannya, yakni bahasa Creol, sepupu sama bahasa Prancis. Si B kemudian deketin aku, bilang gini"DJ(sebutan dia untuk ku), aku ini manusia tau, masak aku dah kerja keras dia enak aja merentah-merentah, nyuruh ini itu, aku dah tua, udah ngerti kerjaanku, ga perlu ditunjuk-tunjuk kayak anjing", gerutunya. Aku kemudian, deketin keduanya dan bilang ke mereka dengan bahasa gorilla-ku,"teman, kita semua kerja keras, capek, mari sama-sama saling bantu.tolong sudahi pertempuran ini(peh..lagi-lagi bahasa perang Irak). Akhirnya mereka kembali ke koordinat dan posisi masing-masing setelah penjaga anjing perdamaian datang.Gencatan senjata 1X24 jam tercapai sudah. Kenapa 24 jam? karena menurut penuturan seorang saksi mata yang enggan menampakkan wujudnya,orang Haiti emang gitu, tengkar, baku pukul(mendingan baku cium!!),ntarnya bisa reda tapi ntar nya lagi bisa saling bantai(di-ranjang...eh...ups...UU Parnografi), demi serobek dolar Paman Gober...eh Sam maksudnya.&lt;br /&gt;Si B tadi kemudian deketin aku, dia bilang lagi-lagi dengan bahasa tarzannya(Wa---uuuuwaaaaa), aku lebih suka kerja bareng kamu, aku ga suka orang-orang negaraku(apa orang Indonesia juga ga suka ya kerja bareng dengan orang yg sama-sama dari Indonesia??).Si B menambahkan,"kamu enak diajak kerja, cara kamu ngasi tau enak(peh...emang es krim??).&lt;br /&gt;Pelajaran yang aku petik,"MANUSIAKANLAH MANUSIA SECARA MANUSIAWI" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turks &amp;amp; Caicos Islands British West Indies, Karibia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-2489195275383089177?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/2489195275383089177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/01/lembaran-pertama-di-awal-tahun-2009.html#comment-form' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2489195275383089177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2489195275383089177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2009/01/lembaran-pertama-di-awal-tahun-2009.html' title='Lembaran Pertama di Awal Tahun 2009'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-4932619928670958109</id><published>2008-12-23T00:17:00.007+08:00</published><updated>2008-12-24T12:18:40.814+08:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Ibu</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KEPADA:YANG TERMULIA,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARA IBU &amp; PEREMPUAN SELURUH DUNIA,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT HARI IBU 22 DESEMBER.TERIMA KASIH, IBU, ENGKAU ADALAH PILAR PENOPANG ALAM SEMESTA.SEMOGA SENANTIASA DILIMPAHKAN KESEHATAN LAHIR &amp; BATHIN! DALAM DOAKU, IBU, NAMAMU SELALU KU SEBUT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAM KASIH,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DARI ANAKMU&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-4932619928670958109?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/4932619928670958109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/12/selamat-hari-ibu.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/4932619928670958109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/4932619928670958109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/12/selamat-hari-ibu.html' title='Selamat Hari Ibu'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-1416191098519374319</id><published>2008-12-19T23:01:00.005+08:00</published><updated>2011-08-30T13:38:31.075+08:00</updated><title type='text'>Refleksi Tahun 2008 Menyongsong Tahun Baru  2009</title><content type='html'>Pembaca yang budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak terasa, tahun 2008 berjalan begitu cepatnya. Tidak terasa pula, perjalanan sang waktu itu memakan apa saja, tidak ada yang bisa menghentikan. Sebagai manusia kita hanya bisa menjalani dan melakukan berbagai aktifitas sebagaimana biasa. Ada yang bekerja, ada yang bersekolah ataupun kuliah. Tahun 2008 ini berjalan begitu berat bagi semua sektor kehidupan di alam semesta ini. Bagaimanakah dengan tahun 2009?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, semua mahluk hidup di alam semesta ini, mengalami siklus, perputaran tiada henti yang diatur oleh kekuatan Maha besar dan Tak Tertandingi. Dia-lah Sang Pencipta. Demikian juga manusia di bumi ini. Saat ini, umur bumi sudah semakin tua, sekian banyak zaman sudah terlewati dari zaman manusia belum mengenal tulisan hingga demikian canggih sekarang ini.Tahun 2008 begitu penuh dengan warna, dari bencana alam, isak tangis umat manusia, peperangan yang tiada henti, kelaparan, penyakit yang semakin menggila, dan resesi ekonomi global. Semua itu harusnya membuat kita merenung, melihat kedalam. Ada kekuatan Maha Besar yang berada di balik semua ini. Semua yang terjadi di alam semesta khususnya di dunia berada dalam lingkup hukum sebab akibat. Tidak terjadi dengan sendirinya. Bola bumi sudah semakin panas akibat milyaran aktifitas penghuninya. Namun Sutradara Agung itu tidak pernah lelah membuat skenario universal tiada henti. Mahluk hidup dan benda mati yang ada hanya bisa mengikuti arus skenario besar yang diperankannya. Yach..kita ikut hukum-Nya. Siapakah Dia yang dimaksud? Tuhan...Apa, siapa Tuhan itu?Dalam ajaran Hindu Tuhan tidak terpikirkan, Islam mengatakan Alahuakbar, Tuhan Maha besar;sungguh maha Besar yang tiada terkira. Tahun 2008 ini banyak diantara kita yang melupakan esensi dari Maha besar itu dalam pelaksanaan hidup kita. Kita terus berpacu dalam putaran ego tiada berakhir yang terus membelenggu jiwa kita. Apa yang kita cari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 sudah menanti dengan tantangan yang begitu berat. Seluruh negara-negara di dunia sedang prihatin, sedang menderita.Mampukah kita bangkit?Akankah kita semakin terpuruk? Jawabnya jangan tanya pada rumput yang bergoyang. Mari kita lihat kedalam.Kedalam diri sang ego.Semuanya berpulang pada kita, sang pelakon sandiwara kehidupan. Semoga tahun 2009 lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-1416191098519374319?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/1416191098519374319/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/12/refleksi-akhir-tahun-2008-menyongsong.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/1416191098519374319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/1416191098519374319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/12/refleksi-akhir-tahun-2008-menyongsong.html' title='Refleksi Tahun 2008 Menyongsong Tahun Baru  2009'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-6733408082557485868</id><published>2008-12-17T20:47:00.005+08:00</published><updated>2008-12-20T00:04:54.550+08:00</updated><title type='text'>Yoga Tidak Dilarang Di Indonesia</title><content type='html'>Seperti berita kutipan saya sebelumnya, bahwa latihan yoga dilarang di Malaysia. Bagaimana di Indonesia? Berikut kutipan dari kompas.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 17 Desember 2008 | 18:55 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, RABU - Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini tidak berencana mengeluarkan fatwa mengenai larangan Yoga yang ada di Indonesia. Selain dianggap tidak ada unsur agama, yoga memang diakui berguna untuk kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yoga yang ada di Indonesia biasa-biasa saja. MUI harus mengklarifikasi karena ada tekanan dari masyarakat," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) H Amidhan di Jakarta, Rabu (17/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, senam yoga yang dilakukan di Indonesia berbeda dengan yang di Malaysia. Yoga di Malaysia dilarang sebab memang diakui menggunakan mantra-mantra yang sebenarnya di gunakan pada sebuah agama. Tapi di Indonesia, yoga murni merupakan olah raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, MUI juga tidak hanya percaya begitu saja karena terus melakukan klarifikasi khususnya jika ada laporan dari masyarakat. Selain itu, yoga juga akan menjadi bahasan yang akan dibawa di musyawarah besar MUI.  "Hasilnya dapat diketahui setelah musyawarah Besar MUI Januari 2009 nanti," tambahnya.&lt;br /&gt;=========================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yoga ini saya kira tidak perlu dibahas lagi dimana-mana. Yoga di Indonesia emang beda dengan di negara lain. Jangan buru-buru reaktif, apa yang terjadi/berlaku di negara lain, di buat opini dan pencitraan;bagaimana dengan Indonesia? Menggiring opini masyarakat.Apalagi yang mengeluarkan statement adalah orang atas nama lembaga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari buka mata, telinga, dan hati nurani. Apa yang memang sudah berjalan baik untuk masyarakat Indonesia, dicari-cari ketidakbaikkannya. Itu dosa. Sejatinya, kegiatan yoga ini bersumber dari ajaran kitab suci Weda. Dalam kitab suci agama Hindu ini, kata yoga dalam arti yang sangat luas;baik fisik maupun psikis, disebutkan ribuan kali. Jadi intinya, yoga didedikasikan oleh Hindu untuk umat manusia di muka bumi tanpa kecuali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-6733408082557485868?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/6733408082557485868/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/12/yoga-tidak-dilarang-di-indonesia.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/6733408082557485868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/6733408082557485868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/12/yoga-tidak-dilarang-di-indonesia.html' title='Yoga Tidak Dilarang Di Indonesia'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-926493848744453540</id><published>2008-12-13T03:16:00.013+08:00</published><updated>2011-09-12T15:52:20.044+08:00</updated><title type='text'>Sebuah Kisah yang Bikin Gelisah, Renungan Bagi Warga Bali Perantauan</title><content type='html'>Dear all,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-V81wXDd5bQc/Tm26KqCDtwI/AAAAAAAAAQ8/HpMh2jSmOj4/s1600/ngaben.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-V81wXDd5bQc/Tm26KqCDtwI/AAAAAAAAAQ8/HpMh2jSmOj4/s1600/ngaben.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Menyambung artikel saya tentang krematorium ngaben yang kini sudah ada di Bali, saya punya sebuah kisah yang saya dengar langsung dari sumbernya. Seorang teman kerja yang telah malang melintang di jagat persilatan perhotelan antar negara. Beliau termasuk senior saya dan apabila beliau membaca tulisan ini dengan segala hormat saya mohon ijin mengungkap fakta dan data yang aktual ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, seperti yang kita ketahui bersama, upacara ngaben menjadi ritual yang sangat penting dalam tahapan upacara yadnya dalam ajaran Hindu khususnya di Bali. Seperti yang kita ketahui bersama, dalam ajaran Weda disebutkan ada Panca Yadnya yakni: Dewa yadnya; yadnya/persembahan suci kepada Tuhan, Rsi Yadnya;persembahan suci kepada para Rsi, orang-orang suci termasuk sulinggih(pedanda, pemangku), Manusa yadnya; upacara suci kepada manusia yang masih hidup(dari  baru lahir sampai meninggal, Pitra yadnya; upacara suci kepada leluhur yang sudah meninggal dan bhuta yadnya; upacara suci kepada alam semesta, lingkungan sekala dan niskala.Dalam topik kali ini, saya akan mengungkap kisah aktual dalam lingkup Pitra Yadnya yakni Ngaben. Dan perlu dipahami bahwa, rangkaian upacara Panca Yadnya tidak bisa dipisah-pisahkan, semua menjadi satu kesatuan yang utuh yang pelaksanaannya disesuaikan dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;desa mawecara&lt;/span&gt;/berdasarkan tempat dimana upacara itu berlangsung ataupun lebih komplitnya berdasarkan desa, kala dan patra yakni, tempat, waktu dan ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebut saja Pak Made berasal dari sebuah desa di Kabupaten Tabanan. Beliau ini adalah teman saya, pada suatu ketika tahun 2005 kami berbincang-bincang mengenai banyak hal terutama mengenai adat dan budaya Bali. Dia sempat curhat kepada saya begini:" De Dwija, Kalo saya mati nanti ndak usah lah di aben De...cukup bawa aja mayat saya ke krematorium di Mumbul bakar dan hanyutkan abu jenasah saya ke laut. Kontan saja saya tersentak waktu itu. Lalu saya bertanya, kenapa begitu Pak De? Dia jawab, iya karena saya serba sulit di desa, De khan tau saya kerja di luar negeri puluhan tahun, saya jarang ada dirumah, ngayah saya jarang. Masalah yang saya hadapi, walau saya sering mepunia(uang,barang-red), tapi tetep saja warga di tempat saya tidak plong menerima saya, mereka inginnya saya ada dirumah, sekali2 ngayah gt. Itupun sudah saya lakukan, saya udah secara teratur setiap 1 bulan sekali ato kadang2 lebih 2 minggu sekali saya pulang, mereka tetep sinis sama saya. Cukup lama otak saya berfikir mendengar masalah pelik ini, tapi kemudian saya katakan kepada beliau bahwa, ini semua tergantung pada individu di masyarakat dan awig2 di tempat bapak. Kalau perbandingan di tempat saya, sistem ngayahnya tidak saklek/ketat, artinya dalam setiap rumah cukup yang ngayah perwakilannya(terserah mau 1 atau lebih. Awig-awig desa pekraman di Bali menurut saya bukanlah benda yang sakral yang pantang untuk diturunkan dibaca ataupun dirubah. Awig-awig dibuat atas kesepakatan bersama dan harusnya fleksible terhadap perkembangan zaman (lihat juga tulisan saya sebelumnya dengan judul:Revitalisasi Adat Bali Secara Bijak ). Dan yang paling penting adalah kita sebagai warga Bali yang merantau juga jangan terlalu egois/mementingkan diri sendiri. Harus mau terjun bermasyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah dari Pak Made diatas bukan tidak mungkin juga di alami oleh semeton Bali lain yang sedang merantau di luar Bali/negeri. Pemecahannya semua tergantung individu masing-masing dan juga bagaimana kondisi sosio-psikologis masyarakatnya. Adat Bali akan kuat apabila adat Bali itu lentur/fleksibel, namun adat Bali akan hancur perlahan apabila tetap mempertahankan kekakuannya. Kitab Suci Weda dikenal sangat fleksibel, dan tidak akan lekang oleh zaman. Kitab suci Weda akan tetap ada walaupun dunia ini kiamat. Jadi kenapa aturan normatif dibawahnya tidak meniru Weda saja?? Hari gini masih kaku gitu lhoh...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dapat diperdebatkan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-926493848744453540?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/926493848744453540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/12/sebuah-kisah-yang-bikin-gelisah.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/926493848744453540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/926493848744453540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/12/sebuah-kisah-yang-bikin-gelisah.html' title='Sebuah Kisah yang Bikin Gelisah, Renungan Bagi Warga Bali Perantauan'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-V81wXDd5bQc/Tm26KqCDtwI/AAAAAAAAAQ8/HpMh2jSmOj4/s72-c/ngaben.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-2928688258825016636</id><published>2008-12-09T14:00:00.004+08:00</published><updated>2011-08-27T14:42:31.106+08:00</updated><title type='text'>Krematorium Pengabenan, Antara Solusi dan Kontroversi</title><content type='html'>Krematorium Ngaben, Solusi Visioner Atasi Konflik Adat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti diberitakan Bali Post Selasa  9 Desember 2008, warga Pasek yang tergabung dalam Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR), meresmikan krematorium ngaben. Adapun tujuan utama dari krematorium ini sebagaimana disampaikan oleh Prof. Dr. I Wayan Wita, Ketua Umum MGPSSR akibat seringnya masalah kematian atau ngaben menjadi masalah atau konflik adat khususnya di daerah-daerah rawan di Bali. Dukungan terhadap keberadaan krematorium ini juga datang dari PHDI Bali. Krematorium ini sudah bisa difungsikan dan terbuka untuk semua soroh, orang Hindu perantauan,warga yang kena sanksi adat dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah langkah cemerlang telah ditelorkan oleh komponen Hindu di Bali, betapa tidak disaat masalah ngaben begitu rentan dengan konflik yang disebabkan berbagai faktor adat dan individual, keberadaan krematorium ini bisa menjadi salah satu solusi yang dapat ditawarkan. Selama ini kita dengar dan baca, masalah pengabenan di daerah tertentu di Bali kerapkali sampai membuat masyarakat bersitegang, umumnya dilatarbelakangi karena yang si empunya layon yang akan di-aben ataupun orang yang akan di aben tersebut, tidak pernah ngayah, ataupun masih belum menunaikan kewajiban adat lainnya. Dalam setahun  kasus-kasus seperti yang terjadi di Klungkung, ataupun di Gianyar, selalu saja mencuat menghiasi surat kabar lokal dan nasional yang tentu saja.memalukan. Sesungguhnya, masalah-masalah adat ini muncul memerlukan penanganan yang komprehensif dari lembaga-lembaga adat yang ada. Namun yang paling penting adalah merevitalisasi cara berfikir masyarakat yang sekiranya masih terbelenggu dengan pola pikir yang keliru akibat provokasi, rasa dendam, iri hati dan awig-awig yang terasa tidak relevan lagi dengan dinamika masyarakat Bali yang semakin melaju deras seiring perkembangan zaman global. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi Konflik yang Rawan Kontroversi&lt;br /&gt; Harus di akui keberadaan krematorium ngaben yang digagas oleh Warga Pasek ini merupakan salah satu terobosan pemecah kebuntuan terhadap begitu seringnya kasus-kasus adat satu ini. Namun, di lain sisi, seperti disampaikan oleh IGN Sudiana, Ketua PHDI Bali, bahwa kontroversi terhadap keberadaan krematorium ini wajar terjadi dalam dinamika berfikir masyarakat Bali. Kewajaran  terhadap kontroversi inilah yang juga perlu dikhawatirkan menjadi kontroversi yang terjadi terus menerus. Dikatakan demikian karena di setiap Desa pekraman di Bali sudah ada setra/kuburan yang setiap pelaksanaan ngabennya disesuaikan dengan Desa Mewacara yang berlaku di wilayah desa pekraman tersebut. Nah, kalau dalam suatu keluarga yang kesepekang, setiap ada anggota keluarganya meninggal, mayatnya akan krematorium-kan. Artinya, akan terpelihara suatu disharmoni adat dimana, pihak yang kesepakang akan merasa “nyaman” karena sudah ada krematorium. Di sisi lain, hubungan sosial-adat di desa pekraman terganggu disebabkan ada salah satu warga yang mengambil “jalan lain ini”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu Adanya Legalitas &amp;amp; Aturan Main Yang Jelas&lt;br /&gt;Seperti ditegaskan oleh Wayan Wita selaku Ketua Umum MGSPSSR, bahwa Krematorium ini adalah untuk semua soroh, semua pihak dapat menggunakannya dan biayanya pun terjangkau. Sejalan dengan perkembangan zaman, tentu hal ini sangat menjanjikan. Namun yang dikhawatirkan adalah perlombaan setiap soroh membuat krematorium, dan tergerusnya nilai-nilai adat pengabenan yang sudah berlangsung selama ini. Hal ini perlu dijelaskan secara rinci oleh pengelola Krematorium agar kontroversi yang kiranya terjadi bisa diminimalisir. Dukungan dari PHDI sebagai pengayom umat akan terasa lebih klop apabila juga didukung secara terbuka oleh Majelis Utama  Desa Pekraman, sebagai pengayom lembaga adat di Bali. Pemerintah propinsi Bali melalui instansi terkait  dipandang perlu untuk bersikap sehingga segala efek negatif dari kontroversi yang mungkin terjadi dapat diantisipasi sedini mungkin.  Keberadaan krematorium ngaben ini adalah salah satu solusi dari kasus-kasus terkait yang telah terjadi, Yang perlu dicari solusinya adalah apa akar permasalahan dari kasus adat ngaben yang kerap mencoreng wajah pulau dewata ini. Kuncinya ada pada masyarakat Bali secara Individu dan sosial.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-2928688258825016636?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://epaper.balipost.com/2008/12/09.html' title='Krematorium Pengabenan, Antara Solusi dan Kontroversi'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/2928688258825016636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/12/krematorium-pengabenan-antara-solusi.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2928688258825016636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2928688258825016636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/12/krematorium-pengabenan-antara-solusi.html' title='Krematorium Pengabenan, Antara Solusi dan Kontroversi'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-8781903068043218941</id><published>2008-11-26T10:18:00.004+08:00</published><updated>2008-12-19T23:45:46.764+08:00</updated><title type='text'>Yoga, Latihan lahir-bathin yang diharamkan di Malaysia??</title><content type='html'>Berikut petikan berita dari Detiknews!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 25/11/2008 09:27 WIB&lt;br /&gt;Rapat Harian MUI Bahas Fatwa Haram Yoga&lt;br /&gt;Hestiana Dharmastuti - detikNews&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Fatwa haram yoga di Malaysia akan menjadi topik hangat yang dibahas dalam rapat harian Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Selasa (25/11/2008).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita hanya rapat harian. Mungkin saja (fatwa haram yoga di Malaysia) dibahas dalam rapat nanti," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Shihab kepada detikcom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, MUI masih akan mempelajarinya seputar fatwa haram yoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau dianggap perlu dibicarakan dalam Komisi Fatwa atau Komisi Pengkajian, baru dirapatkan oleh pleno Komisi Fatwa. Jadi sampai kini belum diputus yoga itu haram atau tidak," papar Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanya apakah MUI sudah mendapat pengaduan dari masyarakat seputar fatwa haram yoga, Umar menjawab kemungkinan sudah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin sudah ya. Saya akan cek nanti di kantor," cetus dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan tertinggi Islam di Malaysia melarang umat muslim melakukan yoga. Alasannya, latihan fisik asal India itu mengandung elemen-elemen Hindu yang bisa merusak muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Minggu 23 November lalu, Umar Shihab tidak mempersoalkan praktek yoga di Indonesia. "Nggak apa-apa. Yoga seperti olahraga itu tidak dilarang," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa dikemukakan Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ali Mustafa Yakub. "Kalau di Indonesia, India paling hanya mempengaruhi musik dangdut," katanya.(aan/nrl)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-8781903068043218941?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.detiknews.com/read/2008/11/25/092755/1042389/10/rapat-harian-mui-bahas-fatwa-haram-yoga' title='Yoga, Latihan lahir-bathin yang diharamkan di Malaysia??'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/8781903068043218941/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/yoga-latihan-lahir-bathin-yang.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8781903068043218941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8781903068043218941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/yoga-latihan-lahir-bathin-yang.html' title='Yoga, Latihan lahir-bathin yang diharamkan di Malaysia??'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-3031967197232078517</id><published>2008-11-24T23:10:00.006+08:00</published><updated>2011-09-12T15:55:52.915+08:00</updated><title type='text'>Tom &amp; Jerry, Animasi Pelipur Lara</title><content type='html'>Dear pembaca yg budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-yBZcnBXUnoc/Tm26_pf7rJI/AAAAAAAAARA/D7TBJaH6coU/s1600/cartoon_tom-and-jerry_015.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/-yBZcnBXUnoc/Tm26_pf7rJI/AAAAAAAAARA/D7TBJaH6coU/s200/cartoon_tom-and-jerry_015.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ini mungkin segelintir tulisan saya yang bobotnya cukup ringan, sebagai selingan. Mau sharing dikit boleh ya..kulo nuwun, sampurasun..!Di sela-sela kesibukan saya dan teman2 sesama perantauan, kami biasanya saat istirahat makan siang memanfaatkan waktu untuk bersenda gurau di markas orang2 Indonesia di Cenk Blonk corner. Dinamakan Cenk Blonk disamping sebagai sebuah identitas orang Indonesia(sebagai produk asli Indonesia), Cenk blonk adalah sebuah grup wayang terkenal dari Bali. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca, seperti kita ketahui bersama, ada istilah tertawa itu sehat, bisa meredam hawa marah dan stress. Tapi di bioskop kalo nonton Warkop DKI pada era taon 90-an ada warning:tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.Nah, terkait dengan judul diatas, kami biasanya nonton film kartun TOM &amp;amp; Jerry disela-sela istirahat makan siang di cenk blonk.Tidak peduli, yg tua, yg muda semua nonton sambil berbagi ketawa.Dari yang berbadan kekar, sampe kerempeng semua tertawa sembari melepas penat di badan. Adanya anekdot film kartun hanya untuk anak2, dipatahkan disini, kartun menjadi sebuah tontonan universal yang bahkan kalo mau jujur mestinya anak2 yang menonton film ini harus didampingi orang tua. Karena didalamnya ada kekerasan yang dikartunkan.Seperti contoh, Si Tom mengejar Jerry sambil dipukul-dibanting dll. Nah masih ingat dengan smack down yang dilakukan oleh anak2 di Indonesia? Itu juga harus diakui sebagai efek domino kekerasan yang sering ditampilkan oleh media hiburan yang mestinya untuk menghibur bukan untuk menganjurkan kekerasan. So, para orang tua, berhati-hatilah terhadap perkembangan anak2 anda, dampingi dan arahkan dengan baik,ikuti arus perkembangan teknologi digital tanpa harus terlindas didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam animasi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwija&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-3031967197232078517?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/3031967197232078517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/tom-jerry-animasi-pelipur-lara.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3031967197232078517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3031967197232078517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/tom-jerry-animasi-pelipur-lara.html' title='Tom &amp; Jerry, Animasi Pelipur Lara'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-yBZcnBXUnoc/Tm26_pf7rJI/AAAAAAAAARA/D7TBJaH6coU/s72-c/cartoon_tom-and-jerry_015.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-3374843829021441041</id><published>2008-11-24T21:22:00.005+08:00</published><updated>2011-08-27T14:43:09.257+08:00</updated><title type='text'>Alam Kehidupan Sesudah Mati, Pengalaman Seorang Sulinggih</title><content type='html'>Berikut sebuah selingan bagi pengalaman/Sharing yang saya dapat dari Hdnet.. dari Bhagawan Dwija(bukan penulis-red). Sebelumnya tabik pekulun penulis mohon ijin sang Bhagawan untuk memuat pengalaman beliau dalam blog pribadi penulis, sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Tanggal 05 Nopember 1999 saya melakukan upacara SEDA-RAGA yaitu suatu&lt;br /&gt; upacara yang dilakukan sebelum "me-Diksa" menjadi Brahmana (Pandita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Prosedur mati seperti wafatnya Panca Pandawa : mulai dari kaki&lt;br /&gt; (Nakula-Sahadewa) , suhu badan menurun-dingin (Arjuna), tenaga (Bima),&lt;br /&gt; terakhir : Atman(Yudistira) .&lt;br /&gt; 2. Yang memindahkan atman saya ke "daksina lingga" adalah Nabe saya&lt;br /&gt; yang sudah berusia ketika itu 74 tahun. Mula-mula saya duduk didepan&lt;br /&gt; beliau dan seluruh tubuh dibungkus kain kafan dengan rerajahan tertentu.&lt;br /&gt; Setelah mati saya diusung oleh keluarga dan ditidurkan&lt;br /&gt; di bale Gede, tetap dengan rurub dan di teben bale ada&lt;br /&gt; banten lengkap pengabenan.&lt;br /&gt; 3. Nama-nama tempat yang saya lalui setelah mati&lt;br /&gt; adalah (nama tempat ini kemudian hari baru saya&lt;br /&gt; tanyakan ke Nabe, sesuai dengan pengalaman, ciri-ciri&lt;br /&gt; yang dirasakan/dilihat) :&lt;br /&gt; 3.1. Tegal penangsaran : area yang luas kering seperti&lt;br /&gt; padang pasir. Banyak orang yang berbaring tidak bisa&lt;br /&gt; jalan. Kata Nabe kemudian, mereka adalah mayat-mayat&lt;br /&gt; yang belum diupacarai Pitra Yadnya. Saya bisa jalan&lt;br /&gt; terus karena segera setelah seda raga, Nabe nganteb&lt;br /&gt; banten Tarpana dan memperlakukan badan saya seperti mengupacarai mayat&lt;br /&gt; (tentu tanpa membakarnya)&lt;br /&gt; 3.2. Titi gonggang : jembatan tali yang bergoyang terus melewati&lt;br /&gt; jurang sangat dalam dari mana api berkobar dan panas luar biasa. Dari&lt;br /&gt; dasar jurang bergema teriakan minta ampun dan minta tolong. Kata Nabe,&lt;br /&gt; teriakan itu adalah dari orang-orang yang berbuat dosa dan menerima&lt;br /&gt; hukuman di neraka.&lt;br /&gt; 3.3. Kayu curiga : hutan dengan pohon-pohon besar berdaun&lt;br /&gt; senjata tajam dan berbuah bola besi. Melewati dibawahnya senjata-senjata&lt;br /&gt; tajam dan bola besi itu berjatuhan menimpa saya, sakit luar biasa. Kata&lt;br /&gt; Nabe :makin banyak dosa (dari pikiran) ketika sebelum&lt;br /&gt; mediksa maka akan makin sakit rasanya.&lt;br /&gt; 3.4. Alang-alang reges : lapangan luas sepanjang mata&lt;br /&gt; memandang penuh rumput alang-alang, tetapi ketika&lt;br /&gt; dilewati berubah menjadi taji yang sangat tajam.&lt;br /&gt; Kaki/betis saya penuh luka dan berdarah, sakit sekali.&lt;br /&gt; Kata Nabe : makin banyak dosa dari perkataan dan perbuatan, makin sakit&lt;br /&gt; kaki ini melewati taji itu.&lt;br /&gt; 3.5. Banjaran kembang : taman bunga yang harum,&lt;br /&gt; berbagai warna-warni bunga dan banyak bidadari&lt;br /&gt; tersenyum-senyum ramah. Kata Nabe : Mereka yang bisa&lt;br /&gt; sampai kesini sudah lulus dari tegal penangsaran, titi gonggang, kayu&lt;br /&gt; curiga dan alang-alang reges.&lt;br /&gt; 3.6. Bale pengangen-angen : aula luas dimana banyak&lt;br /&gt; sekali orang duduk bersila menunggu sesuatu. Kata Nabe&lt;br /&gt; : mereka yang duduk-duduk itu belum dikenali oleh&lt;br /&gt; Bhatara Kawitan karena belum disembah oleh&lt;br /&gt; keturunannya. Disini lengan saya ditarik dengan kasar&lt;br /&gt; oleh seorang raksasa dan disuruh duduk dilantai&lt;br /&gt; dihadapan seorang pendeta yang duduk diatas singgasana&lt;br /&gt; emas. Disamping pendeta itu berdiri seorang tua yang&lt;br /&gt; berwibawa, berwajah kaku,tanpa ekspresi. Belakangan&lt;br /&gt; Nabe mengatakan : raksasa itu bernama Sang Dorakala,&lt;br /&gt; pendeta yang duduk di korsi singgasana itu Bhatara&lt;br /&gt; Kawitan saya, dan yang berdiri disampingnya adalah&lt;br /&gt; Sang Suratman.&lt;br /&gt; 3.7. Saya menyembah Bhatara Kawitan, setelah itu saya&lt;br /&gt; diseret lagi oleh Sang Dorakala, lalu dibuang kesebuah&lt;br /&gt; jurang yang gelap, saya melayang-layang beberapa saat&lt;br /&gt; lalu samar-samar saya dengar suara Nabe : nak, metangi&lt;br /&gt; nak, nanak, metangi, metangi. Lalu mendengar orang&lt;br /&gt; menangis disekeliling saya, buka mata, dan ternyata&lt;br /&gt; saya sudah kembali dari perjalanan itu yang total&lt;br /&gt; selama 10 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; APA GUNANYA UPACARA SEDA RAGA ?&lt;br /&gt; 1. Untuk menghilangkan pengaruh buruk sad-ripu saya&lt;br /&gt; 2. Mengetahui jalan ke nirwana sehingga bila jadi&lt;br /&gt; Sulinggih, nanti bisa menuntun atma-atma yang&lt;br /&gt; diupacarai Pitra Yadnya dan bisa menasihati mereka.&lt;br /&gt; Istilah di Lontar disebut : Ngentas atma. Jadi kalau&lt;br /&gt; belum melalui upacara seda raga, belum bisa/boleh&lt;br /&gt; muput Pitra Yadnya.&lt;br /&gt; 3. Kalau dihitung-hitung selama saya melingih sekitar&lt;br /&gt; lima tahun, sudah ribuan atma saya antar ke nirwana&lt;br /&gt; melalui jalan itu, kebanyakan dengan selamat, tetapi&lt;br /&gt; ada juga yang terjatuh di titi gonggang. Hiiiiiii, ngeriiiiiiiiiiiiiii i.&lt;br /&gt; Gituuuuuuuuuuuu ceritranya, jadi&lt;br /&gt; saya ini seperti guide dari travel agent&lt;br /&gt; ...........ha. ha..ha..ha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bhagawan Dwija Nawasandhi(Singaraja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pengalaman yang nyata seorang sulinggih mumpuni dari Bali. Dengan ke-sidhi-sidha- an beliau tentu bukan sembarang pengalaman. Menjadi referensi buat kita para walaka bagaimana ber-karma di dunia ini. Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru! Shanti selamanya!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-3374843829021441041?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/3374843829021441041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/alam-kehidupan-sesudah-mati-pengalaman.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3374843829021441041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3374843829021441041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/alam-kehidupan-sesudah-mati-pengalaman.html' title='Alam Kehidupan Sesudah Mati, Pengalaman Seorang Sulinggih'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-1218176805051168440</id><published>2008-11-11T05:56:00.008+08:00</published><updated>2011-08-27T14:44:43.813+08:00</updated><title type='text'>Tri Hita Karana, Its Implementation Nowadays</title><content type='html'>Dear readers,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For the past few days, my articles were full of Politics, Criminals, Regulations Issues and any other things that maybe a little bit hard to understand by some people. Now, let's take a deep breath, we look inside, especially as a Balinese.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;As a part of Indonesia, Bali has recognized as one of the best tourist destination in the world. Tourism has developed in Bali for the past 20 years with all its impact and potencies. The idea of materializing a balanced development of Bali has seemingly met a challenge growing ever stronger. Problem being faced - at present and in the future. They have become more complex and complicated. Development in the tourism business, as an industry, Bali can rely upon to contribute of 30 - 36 percent of the Gross Domestic Product (GDP). But now it highlighted one of the conflict of interest.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Within the last 10 years, there has been on the average 1000 hectares of wet-rice field converted into a variety of functions of tourism facilities such as hotels, villas, and restaurants. More distressing has been the fact that many farmers sons have not objected the loss of their farming land. They are not only reluctant to work on the rice fields, but seemingly thye now prefer to be engaged in professions in hotels, art shops, and even as tourist bus drivers instead of planting in rice fields. It has led to another difficulty in making halt to urbanization, while rice field workers should be invited from outside Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nowadays, it is very tragic to note that certain individuals have manipulated the traditional community in order to execute certain projects with an aim of taking land into their own hands and to justify it as theirs and righteous. It might be misuse of the traditional balinese community called Desa Pekraman to deliberately change the function of the environment to build a villa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Physical and non-physical ( social and culture character) of Bali has in effect already changed, to a frightening degree. Tri Hita Karana, as a philosophy of life of the Balinese, consist of Three main concepts. They are:Parahyangan(Spiritual environment), Pawongan(Social environment) and Palemahan(Natural environment). This three philosophies embodies universal values and represents harmonious and balanced human relationships with spiritual, social and natural environment to achieve spiritual and physical wellbeing(Shambhala).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Readers,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am sure all of you have already know what is happen in Bali now. I really need your constructive feed back, how to make Bali will not lost these high quality values.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With Warmest regards,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara&lt;br /&gt;Putra Dewata Bali&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-1218176805051168440?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/1218176805051168440/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/tri-hita-karana-its-implementation.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/1218176805051168440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/1218176805051168440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/tri-hita-karana-its-implementation.html' title='Tri Hita Karana, Its Implementation Nowadays'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-5194743439389918084</id><published>2008-11-09T07:20:00.004+08:00</published><updated>2008-12-20T00:15:49.801+08:00</updated><title type='text'>Amrozy Cs.  Akhirnya di Eksekusi</title><content type='html'>Berita Terkini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari DetikNews,com diberitakan bahwa Amrozy Cs Sudah ditembak mati oleh tim eksekutor di Bukit Nirbaya Pulau Nusa Kambangan Minggu dini hari pukul 00.15WIB tanggal 9 November 2008.Setelah diadakan pemeriksaan oleh tim Dokter, ketiga terpidana teroris Bom Bali ini, dinyatakan meninggal dan tidak mungkin hidup lagi..kecuali hantunya.Semoga mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terkait berita ini, saya sedikit ragu..benarkah? Semoga benar...Semoga kita tidak dibohongi..oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca eksekusi, saya mohon masyarakat Bali dan Indonesia pada umumnya untuk tetap waspada, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;eling lan waspodo&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; terhadap segala kemungkinan ancaman balas dendam dari para fanatikus garis keras sealiran dengan Amrozy cs. Jauhi tempat - tempat keramaian, hiburan untuk sementara waktu. Kalau berbelanja ke Mall, Supermarket diharapkan seperlunya saja. Semoga damai selalu untuk kita semua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam damai dari Nusaning Nusa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-5194743439389918084?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/5194743439389918084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/amrozy-cs-sudah-di-eksekusi.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/5194743439389918084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/5194743439389918084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/amrozy-cs-sudah-di-eksekusi.html' title='Amrozy Cs.  Akhirnya di Eksekusi'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-3404014084871582818</id><published>2008-11-08T23:13:00.007+08:00</published><updated>2008-12-24T12:01:55.081+08:00</updated><title type='text'>Eksekusi Amrozy Cs...Main Layangan di Jalan Raya</title><content type='html'>Para pembaca yang budiman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian hiruk pikuk di negeri leluhur, Nusantara tercinta Indonesia, rencana eksekusi mati Terpidana mati pengebom Legian Kuta Bali 2002, Amrozy, Ali Gufron dan Imam Samudera. Hajatan eksekusi ini demikian menarik perhatian dunia internasional, karena memang efeknya dirasakan secara global. Betapa tidak, hampir 200 orang lebih meninggal dalam tragedi Bom Bali tersebut yang kebanyakan adalah tamu - tamu bule yang berlibur ke Bali. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitu ketok palu eksekusi diketok oleh aparatur hukum di negeri kepulauan Indonesia, masyarakat dunia demikian menunggu - nunggu dengan cemas. Kapan para teroris ini di dorr?? Di sisi lain, para pembela hukum Amrozry Cs yang tergabung dalam TPM ( Tukang Perusak Muslim), terus berupaya mengulur- ulur waktu. Sehingga sering ada celutukan dari sejawat saya, "katanya jihad...berani mati..ini kok pada takut mati?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah melalui Kejagung, mengatakan tidak ada niatan pemerintah mengulur - ulur waktu. Tinggal 'timing' yang tepat aja katanya. Namun sejatinya, eksekusi mati ini seakan menjadi sport jantung ke- 2 masyarakat Bali setelah disahkannya UU Pornografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amar Ma'ruf Nahi Mungkar!! Mari kita tegakkan kebenaran tumpas kebatilan! AMIN!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-3404014084871582818?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/3404014084871582818/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/eksekusi-amrozy-csmain-layangan-di.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3404014084871582818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3404014084871582818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/eksekusi-amrozy-csmain-layangan-di.html' title='Eksekusi Amrozy Cs...Main Layangan di Jalan Raya'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-9191719316730474168</id><published>2008-11-08T22:38:00.008+08:00</published><updated>2011-08-27T14:46:43.223+08:00</updated><title type='text'>Suatu Waktu di Sebuah Kota Baru</title><content type='html'>Pada suatu hari ketika saya memanfaatkan hari libur, berjalan - jalan ke kota bersama teman - teman saya sesama perantauan, karena kami mencari nafkah di sebuah negara kepulauan bernama Turks &amp;amp; Caicos Islands. Providenciales, atau lebih dikenal sebagai kota Provo - Provo City, adalah sebuah kota yang baru berkembang era awal tahun 2000-an.Merupakan pusat bisnis pariwisata yang dikembangkan oleh pemerintah Premier Turks &amp;amp; Caicos Islands, British West Indies. Lokasi negara kepulauan ini, terletak di jazirah kepulauan Karibia, jalur perbatasan Amerika daratan dengan Amerika Selatan (latin). Provo city berpenduduk kurang dari 500ribu jiwa belum termasuk pendatang yang kebanyakan berasal dari Filipina, India, Thailand, Nepal, Indonesia, Haiti, Jamaica dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita yang cukup menggelitik saya, ketika jalan - jalan di kota ini. Sebagai bekas Koloni Inggris, Penduduk kota ini adalah penganut Kristus yang fanatik (saya tidak mau mengatakan taat).Provo City sangat kental bernuansa Kristiani dengan banyaknya gereja - gereja di sepanjang jalan. Ketika saya duduk - duduk bersama seorang teman, saya didatangi seorang wanita bule, penampilan sangat meyakinkan sambil bertanya dia ikut duduk bersama kami,dia bertanya apakah kami ini orang Malaysia? Teman saya jawab, oh kami dari Indonesia. Diapun akhirnya menimpali, kebetulan sekali, saya punya sesuatu buat kalian katanya. Kemudian, dia meyodorkan sebuah selebaran kecil warna -warni, diberikan kepada kami. Kamipun menerimanya, kemudian kami masukan dalam tas. Saya tersenyum dalam hati, karena di Bali pun saya sudah pengalaman dengan hal ini. Termasuk Orang tua saya pernah punya pengalaman dengan kejadian ini sewaktu menjadi pengajar di sebuah Sekolah dasar di Bali, ya...sebuah upaya doktrinisasi berkelanjutan untuk mengajak orang sebanyak-banyaknya ikut dalam sebuah ajaran agama. Walaupun orang tersebut sudah beragama. Doktrinisasi ini oleh teman saya dinamakan sebagai"door to door Marketing". Beragama pun orang - orang perlu diajak, terlepas orang itu mau ikut atau tidak, yang penting ya...jualan. Tidak salah, Portugis, dan Bangsa - Bangsa Eropa piawai berdagang, sampai agamapun mereka perjual-belikan isinya. Itu tidak salah, karena yang saya tahu, memang ada berbagai jenis cara agama- agama tertentu dalam menyebarkan ajarannya. Ada yang Jenis ekspansif dan ada yang Defensif. Jenis Ekspansif biasanya akan dengan sangat agresif "menjual dagangannya". Sedangkan Jenis Defensif cenderung bertahan dan pasif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi diatas adalah sebuah pengalaman nyata yang menjadi referensi yang sangat bagus buat saya, dalam melakukan pendampingan terhadap saudara - saudara saya yang menjadi minoritas di tengah mayoritas di sebuah wilayah di Kabupaten Badung Selatan. Kegiatan ini biasanya kami lakukan bersama - sama sebagai upaya penyadaran, 'back to basic'. Semoga pikiran yang baik datang dari segala arah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra Dewata Bali&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-9191719316730474168?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/9191719316730474168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/kristenisasi-di-pulau-kristen.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/9191719316730474168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/9191719316730474168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/kristenisasi-di-pulau-kristen.html' title='Suatu Waktu di Sebuah Kota Baru'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-6476254634372808269</id><published>2008-11-08T22:04:00.005+08:00</published><updated>2011-08-27T14:45:55.308+08:00</updated><title type='text'>Peta Politik 2009, Peta Harta Karun Ular Tangga</title><content type='html'>Om Swastyastu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini akan mencoba menyibak pertanyaan pada tulisan saya sebelumnya tentang bagaimana Peta perpolitikan tahun 2009 pasca disahkannya UU Pornografi. Di akui atau tidak, dengan diketok palunya UU munafikus ini, pro dan kontra ditengah masyarakat akan terus berlanjut.Sampai detik ini, gelombang penolakan terus berlanjut, seperti kemarin ratusan orang berkumpul di Jakarta memperingati"in memoriam Bhineka Tunggal Ika" simbol matinya keragaman dari Sabang - Merauke. Acara yang dimotori komponen pemuda lintas agama diantaranya KMHDI dihadiri oleh Adnan Buyung Nasution, Gus Dur,diselingi dengan pementasan Cak kolosal yang dibawakan secara keroyokan oleh komponen masyarakat Bali di Jakarta dan lain-lainnya, diakhiri dengan Doa lintas agama. Pada kesempatan itu, Bang Buyung yang notebenenya adalah Wantimpres SBY menyerukan penolakan terhadap UU laknat ini. Demikian Gus Dur malah lebih galak lagi, menuntut pembubaran FPI, musuh bebuyutannya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DAMPAK POLITIS UU PORNOGRAFI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap peraturan yang di-undangkan oleh pemerintah RI adalah untuk dilaksanakan oleh segenap rakyat Indonesia. Ini berarti bahwa, rakyat secara keseluruhan harus tunduk, patuh dan melaksanakan peraturan tersebut. Berkaca dari polemik UU Pornografi ini, yang menjadi pertanyaan, bisakah UU ini dilaksanakan secara menyeluruh? Mengingat ada sebagian kecil wilayah RI yang menolak? Tentu perlu diuji secara materiil formil lagi. Kenapa demikian? Karena dipastikan daerah-daerah yang menolak tersebut akan mengajukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;class action&lt;/span&gt; berupa gugatan PK(peninjauan kembali) atau bahasa kerennya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Judicial Review&lt;/span&gt; terhadap produk hukum ini kepada MK (Makhamah Konstitusi). Kita tentu tidak bisa berandai - andai disini.Bagaimanapun, Negara RI adalah negara hukum, perbedaan pendapat adalah hal yang wajar terjadi di negara yang baru belajar berdemokrasi seperti Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara politis, menurut prediksi penulis akan terjadi pergeseran opini yang cukup signifikan ditengah-tengah masyarakat. Seperti yang kita ketahui bersama, Partai - Partai pendukung UU ini, seperti partai Demokrat, Partai Golkar, PKS, PAN, dll.Sedangkan yang 'walk out' waktu sidang paripurna adalah, PDIP dan PDS. Saat ini, UU Pornografi sedang dalam proses pengesahan oleh Presiden SBY. Kalau sampai disahkan oleh presiden, UU ini tercatat dalam lembaran negara, dan sah menjadi UU. Kalau dipetakan secara kongkrit seperti ini: Provinsi Bali sebagai daerah terdepan penolak UU Pornografi, akan menjadi batu sandungan buat SBY - diprediksi suara partai Demokrat akan turun, pesaing utama SBY yakni Megawati Soekarnoputri, diperkirakan tetap unggul di Bali. Bali itu kan kecil?? Jangan salah, Bali walaupun kecil, namun, secara politis sosiologis, Bali memegang peranan besar dalam percaturan politik tanah air.Demikian juga daerah - daerah seperti SULUT, Papua, NTT, Jogja, akan terjadi sentimen anti pemerintah yang walau berupa riak - riak kecil, sangat mengganggu SBY nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SOLUSI BUAT BAPAK PRESIDEN RI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masih timbul gejolak di masyarakat, maka alangkah baiknya, SBY menunda pengesahan UU ini, sampai upaya hukum yang sedang digarap oleh pihak penentang UU Pornografi masuk ke meja MK. Adanya UU Pornografi ini tidak menjamin perbaikan moral bangsa. Karena sebenarnya moral bangsa kita sudah rusak, terlebih orang - orang yang berada dalam lingkaran kekuasaan sekarang ini. Terutamanya, oknum -oknum anggota DPR yang mulia dan terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semoga Pikiran yang baik datang dari segala penjuru!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salam dari anak pulau,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-6476254634372808269?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/6476254634372808269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/peta-politik-2009-peta-harta-karun-ular.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/6476254634372808269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/6476254634372808269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/11/peta-politik-2009-peta-harta-karun-ular.html' title='Peta Politik 2009, Peta Harta Karun Ular Tangga'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-3487023216540057260</id><published>2008-11-01T03:45:00.005+08:00</published><updated>2011-08-27T14:47:48.947+08:00</updated><title type='text'>UU Pornografi, Undang - Undang Sampah, Peta Politik pun Berubah</title><content type='html'>Salam sejahtera,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah kita simak bersama, konstelasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia menjelang Pemilu 2009 berubah dengan cepatnya. Yang termuktahir yakni disahkannya RUU Pornografi yang kontroversial menjadi UU oleh DPR RI yang mulia dan terhormat. Seperti dalam tulisan saya sebelumnya, betapa UU ini sama sekali tidak mampu mengakomodir kepentingan seluruh anak bangsa dan terkesan dengan amat sangat terpaksa disahkan.Pengesahan UU ini jelas sarat kepentingan tertentu. Dalam ilmu hukum perundang-undangan, apabila dalam suatu negara ada peraturan yang dibuat oleh lembaga eksekutif dan legislatif yang tidak sepenuhnya diterima oleh rakyat dalam negara itu, maka peraturan itu sendiri BATAL DEMI HUKUM!Dalam pernyataan seorang legislator negara RI 30 Oktober kemarin di Kompas.com, dia menyatakan, bahwa hampir tidak ada daerah yang menolak RUU ini disahkan menjadi UU. Padahal sejatinya waktu sosialisasi di Bali dan beberapa daerah lain seperti Sulawesi Utara, Jogja dan Papua, Tim Sosialisasi RUU Pornografi, ditelanjangi habis-habisan. Bahkan khusus di Bali, Tim ini sampai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;speechless&lt;/span&gt;, tidak bisa ngomong saat dikuliti oleh seluruh komponen masyarakat Bali, mulai DPRD, Gubernur, dan elemen masyarakat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;UPAYA HUKUM LEBIH LANJUT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mencermati keberhasilan para tirani menggolkan UU ini, para penggiat penolakan termasuk penulis memandang bahwa ada upaya hukum lain yang bisa ditempuh untuk membendung laju UU ini. Dengan cara mengajukan Judicial review kepada MK (Makhamah Konstitusi) sebagai institusi perundang-undangan tertinggi. Judial Review dapat dilakukan apabila ada orang, sekelompok orang yang dirugikan oleh peberlakuan suatu peraturan perundang-undangan tertentu.Ini tentu dengan catatan, hukum benar - benar murni diterapkan tanpa ada intervensi dari pihak - pihak tertentu maka diharapkan kebenaran dan keadilan dapat ditegakan. Karena pada hakekatnya, keadilan itu adalah untuk semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PETA POLITIK PASCA DISAHKANNYA UU PORNOGRAFI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca disahkannya UU Pornografi diprediksi mengubah cara pandang masyarakat terhadap pemerintah. Masyarakat yang dimaksud khususnya yang tidak setuju dengan UU ini. Dan secara politis, diyakini akan berpengaruh pada pesta politik mendatang. Bagaimana dampaknya?? Tunggu ulasan pada artikel berikutnya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwija&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-3487023216540057260?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/3487023216540057260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/10/uu-pornografi-undang-undang-sampah-peta.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3487023216540057260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/3487023216540057260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/10/uu-pornografi-undang-undang-sampah-peta.html' title='UU Pornografi, Undang - Undang Sampah, Peta Politik pun Berubah'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-2118113780904532306</id><published>2008-10-30T16:19:00.006+08:00</published><updated>2008-12-31T12:35:27.863+08:00</updated><title type='text'>RUU Pornografi Disahkan, Bencana Nasional Menanti</title><content type='html'>Dear Colleagues,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut petikan berita dari kompas.com;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 30 Oktober 2008 | 14:42 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KAMIS - Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Hakim Sorimuda Pohan mengatakan tidak ada propinsi atau daerah-daerah di Indonesia yang tidak menolak pengesahan RUU Pornografi. Setelah anggota dewan mengunjungi 33 propinsi di Indonesia, hampir semua 33 propinsi tersebut mendukung adanya pencegahan terhadap aksi ponografi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Saya pergi ke beberapa daerah. Seperti diberitakan, misalnya Sulawesi Utara menolak saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri masyarakat disana berucap begini: ayah saya, kakek saya, orang tua saya orang minahasa, tidak sependapat dengan ucapan Gubernur tadi yang menyatakan tidak setuju RUU Pornografi. Karena saya berkepentigan agar masyarakat Minahasa terlindungi dari pengaruh pornografi," kata Hakim, usai rapat Paripurna Pengesahan RUU Pornografi, di DPR, Jakarta, Kamis (30/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim mengatakan UU ini membuat anak-anak terlindungi dari aksi pornografi. "Tetapi di kalangan orang tua sendiri jangan coba menjadi orang Portugis .Portugis itu perkumpulan orang tua gila seks," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hakim, pihaknya tidak melihat sedikitpun adannya pasal-pasal dalam UU Pornografi ini yang dapat memecah persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;===================================================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh merupakan bencana nasional, betapa tidak, RUU Pornografi disahkan menjadi UU!! Historisnya, RUU ini dulu dinamakan RUU APP(Anti Pornografi dan Pornoaksi), kemudian seiring dengan desakan berbagai elemen yang menolak produk hukum ini, bahasanya dihaluskan menjadi RUU Pornografi. Apa yang sebenarnya salah dengan peraturan ini?? Bangsa Indonesia adalah bangsa yang ber-bhineka Tunggal Ika, berbagai ragam suku dengan adat istiadat yang berbeda. Sebagai contoh, di Bali dengan pariwisatanya, orang sudah terbiasa melihat turis telanjang dada di pantai, orang sembahyang ke Pura dengan Kebaya transparan, belum lagi di Papua dengan koteka mereka, di Sulut dan Jogja dengan kesenian tari mereka yang ada unsur estetika pakaiannya yang sedikit terbuka. Yang mana semua itu dianggap sebagai budaya dan bukan merupakan pornografi. Dalam pasal 10 RUU ini, ada disebutkan, dilarang mempertontonkan hal-hal yang berbau pornoaksi, pornoaksi...dst! Apa akibatnya, patut diduga ada main setting yang luar biasa dalam RUU ini. Menjadikan negeri Indonesia sebagai negara Islam!!!!yang berarti kehancuran Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Dan Patut dicurigai, jangan2 otak para pembuat RUU inilah yang sebenarnya porno!!(masih ingat dengan kasus skandal seks para wakil rakyat?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, TOLAK UU PORNOGRAFI SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DWIJA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-2118113780904532306?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/2118113780904532306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/10/ruu-pornografi-disahkan-bencana.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2118113780904532306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2118113780904532306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/10/ruu-pornografi-disahkan-bencana.html' title='RUU Pornografi Disahkan, Bencana Nasional Menanti'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-2383131105915312323</id><published>2008-10-30T00:12:00.006+08:00</published><updated>2011-08-27T14:48:40.264+08:00</updated><title type='text'>Pemuda Indonesia di Persimpangan Jalan</title><content type='html'>Salam Sejahtera,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhitung tahun ini, tidak terasa sudah 80 tahun Sumpah Pemuda berkumandang dalam setiap gerak nafas Bangsa Indonesia dan dalam kurun waktu yang panjang itu, sudah banyak tercatat dalam sejarah, bagaimana pemuda Indonesia selalu berperan dalam setiap detak-detik denyut nadi perjalanan anak bangsa. Sumpah Pemuda yang berkumandang 28 Oktober 1928, harus diakui menjadi titik tolak kebangkitan generasi muda pada zaman itu yang diwarisi sampai sekarang. Pergerakan pemuda Indonesia yang dimotori oleh lahirnya Boedi Oetomo, pada tahun 1908, mejadi pemicu tumbuhnya kesadaran generasi muda Indonesia akan nasib bangsanya. Dimana pada intinya pemuda Indonesia sadar bahwa, Nusantara ini harus terlepas dari penjajahan.Tokoh-tokoh pemuda seperti Dr. Soetomo, Soerjadi Soerjaningrat,HOS Tjokroaminoto,Moh. Yamin, dll, berupaya terus menggalang dukungan dan mengobarkan semangat kebangsaan kepada generasi muda seusianya pada masa itu dan kepada segenap elemen yang menaruh perhatian pada gerakan kebangsaan. Lahirnya sumpah Pemuda, juga tidak terlepas dari semakin terbukanya cakrawala berfikir anak-anak bangsa betapa negeri ini demikian menderita beratus-ratus tahun dalam belenggu penjajahan dan kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMUDA INDONESIA DAN DILEMA MASA KINI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian puluh tahun sudah berjalan, seiring perjalanan bangsa Indonesia yang penuh dengan dinamika. Generasi Muda Indonesia menghadapi tantangan baru. Kalau pada masa lalu, pemuda sebagian besar ikut berjuang secara fisik dan diplomasi dalam menghadapi penjajah, maka dewasa ini, pemuda Indonesia menghadapi tantangan baru yang tidak kalah hebatnya yakni, ancaman kemiskinan, pengangguran dan kebodohan. Betapa tidak saat ini menurut Departemen Tenaga Kerja RI terdapat lebih dari 10juta pengangguran di Indonesia. Itupun belum termasuk yang tidak tercatat secara resmi dalam database pemerintah. Negara Indonesia dengan jumlah penduduk 200 juta lebih mau tidak mau harus menghadapi masalah sosial ini. Apalagi, separuh lebih angka pengangguran itu di dominasi oleh generasi muda. Kita harus sadar, sebagai bangsa yang besar, kita menghadapi masalah yang tidak ringan, bagaimana melepaskan diri dari belenggu kemiskinan dan penggangguran yang membelit negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi problem kompleks ini, diperlukan langkah-langkah strategis yang komprehensif yang harus dilakukan oleh pemerintah, dan peran aktif dari masyarakat khususnya generasi muda. Upaya-upaya itu diantaranya; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;political will&lt;/span&gt; dari pemerintah dengan wujud nyata menjalankan peraturan perundang-undangan secara tepat, cermat dan bertanggungjawab. Sebagai contoh adanya UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, belum sepenuhnya berpihak pada golongan pekerja. para pekerja cenderung berada dalam posisi lemah dan menjadi sapi perahan. Belum lagi, badan pemerintah yang mengurusi pemuda yakni Kementerian Pemuda dan Olahraga, tidak jelas peranannya dalam mengangkat peran generasi muda.Selama ini cenderung lembaga ini menjalankan fungsi formal seremonial dan lebih banyak berkutat dengan urusan olahraga. Padahal, dengan alokasi dana yang ada, sebetulnya Kemenpora mampu berbuat banyak untuk mengangkat generasi muda Indonesia agar lebih berdaya. Pelatihan-pelatihan ketenagakerjaan yang selama ini diperankan oleh lembaga pelatihan pemerintah dan swasta, bisa diambil alih secara proporsional oleh Kemenpora. Gebrakan nyata yang menggigit sangat diperlukan untuk mengejar ketertinggalan generasi muda Indonesia dari negara lainnya. Dalam menghadapi persaingan global diperlukan langkah cepat dan tepat yang harus dilakukan oleh segenap komponen bangsa. Langkah-langkah itu diantaranya; penguasaan iptek usia dini, penyediaan lapangan pekerjaan dan kesiapan mental usaha mandiri. Karena harus diakui, saat ini, jumlah lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja. Untuk itu, pemerintah harus terus mendorong generasi muda untuk menciptakan lapangan kerja sendiri dengan cara pelatihan-pelatihan dan penyediaan modal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia harus kerja keras! Kita sedang menghadapi situasi kritis, karena resesi ekonomi global dan dinamika internal kehidupan berbangsa. Untuk itu seluruh komponen bangsa harus menyatukan langkah menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik dengan kerja keras dan kemauan kuat, Kita pasti bisa! Selamat hari Sumpah pemuda 2008, Semoga Jaya Indonesiaku!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-2383131105915312323?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/2383131105915312323/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/10/pemuda-indonesia-di-persimpangan-jalan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2383131105915312323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2383131105915312323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/10/pemuda-indonesia-di-persimpangan-jalan.html' title='Pemuda Indonesia di Persimpangan Jalan'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-7609064780953512759</id><published>2008-08-10T23:33:00.004+08:00</published><updated>2011-08-27T14:49:32.175+08:00</updated><title type='text'>63 tahun Indonesia Merdeka, Sebuah Refleksi</title><content type='html'>Tidak terasa, sudah 63 tahun bangsa Indonesia lepas dari penjajahan. Proklamasi kemerdekaan yang berkumandang tanggal 17 Agustus 1945 begitu menggema seluruh penjuru dunia menandakan Bangsa Indonesia terlepas dari belenggu penjajahan. Para founding fathers bangsa Indonesia sadar bahwa untuk mewujudkan perdamaian dan kehidupan berbangsa yang lebih baik, harus didasari oleh suatu kemerdekaan, sebagai bangsa yang berdaulat. Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan, kemerdekaan bangsa dicapai melalui perjuangan berat dan anugrah dari Yang Maha Kuasa. Memang, tanpa perjuangan dari segenap komponen bangsa belum tentu kita merdeka seperti sekarang ini. Disisi lain, sebagai umat beragama kita sangat yakini, tanpa campur tangan Tuhan, sang penguasa tiga dunia, mustahil kemedekaan dapat diraih. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Indonesia Kini dan Nanti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah Bangsa ini merdeka, bangsa ini menghadapi tantangan baru, yakni membangun disegala bidang, setelah era Presiden Soekarno, estafet pembangunan digencarkan oleh Presiden Soeharto sampai beliau diberi gelar bapak Pembangunan. Secara positif tulisan ini mengapresiasi kerja keras para pemimpin yang pernah menjadi orang nomor satu di negeri ini seperti Habibie, Megawati, Gus Dur dan dan era Presiden SBY sekarang ini. Harus diakui, pembangunan terus berlanjut tiada henti, tanpa mengabaikan berbagai permasalahan yang ada. Sebagai bangsa yang besar, memang bukan hal yang mudah mengawal pembangunan bangsa disegala bidang, materiil dan moril. Sangatlah berat. Namun, dengan mewarisi semangat para pejuang kemerdekaan, sebagai anak negeri ini, tentu kita tidak boleh menyerah. Kita lakukan swadharma kita dengan baik dan bertanggungjawab adalah salah satu cara meneruskan cita-cita kemerdekaan. semangat bendera merah putih harus terus bergelora dalam setiap gerak langkah anak-anak nusantara. Akhir-akhir ini, tersinyalir,kedaulatan bangsa dari Sabang sampai Merauke mulai goyah, sebut saja Aceh yang sangat rentan, belum lagi Papua yang hari demi hari bergolak, seakan menyimpan bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak, mengguncang keutuhan NKRI. Apa kunci untuk mengatasi persoalan ini? Pancasila. Ya, Pancasila sebagai dasar negara, dewasa ini terkesan mulai dijauhi oleh anak-anak negeri. Pedoman bangsa ini, harus benar-benar dipraktekkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Negara kita bukan negara sekuler, Republik ini adalah negeri bhineka tunggal ika. Jadi perbedaan adalah kekuatan, perbedaan akan menjadi indah kalau kita mampu meramunya dengan baik. Bahkan menjadikan kita semakin kaya. Sehingga tidak salah, dengan kekayaan alam dan keelokan semesta Indonesia mampu menjadikan negeri menjadi salah satu destinasi pariwisata terbaik dunia. Kunci lain dari kejayaan suatu bangsa adalah, adanya sikap mental dan moral yang baik dari manusianya. Hal ini harus dimulai dari pemimpin-pemimpinnya dalam memberikan contoh atau teladan bagi rakyatnya. Jangan malah pemimpin korupsi - seperti yang ngetren sekarang.By the way busway, saya tunggu komentar anda...yang jelas tulisan ini akan berlanjut setelah commercial break. Ok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merdeka!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-7609064780953512759?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/7609064780953512759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/08/63-tahun-indonesia-merdeka-sebuah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/7609064780953512759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/7609064780953512759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/08/63-tahun-indonesia-merdeka-sebuah.html' title='63 tahun Indonesia Merdeka, Sebuah Refleksi'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-2423229667266654161</id><published>2008-08-01T02:49:00.011+08:00</published><updated>2009-06-10T16:27:32.425+08:00</updated><title type='text'>Bali, Island of Thousands Temple, Between Hope &amp; Reality</title><content type='html'>Dear readers,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This post hopefully will be a piece answer of my previous post.Any way, this answer is also a hope, sustainable goals that can be reached by the Balinese community in their life. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The changes of Balinese life as mentioned earlier, are caused by some reasons that also  faced by all people around the world. As a one of world's top tourist destination, have to be admitted that the Balinese life have been changed in all parts of its components. For example, beautiful farming land reverted into buildings, offices, supermarket, etc. Physically, the development that run by the local government has no clear master plan.Bali, as a part of Indonesian province consist of 9 regencies including 1 municipal. Each regency has  its own authority. This privilege actually make each regency to develop their potencies. But, in the real field, we saw a very ironic realization. In the name of "otonomi" everyone disobey the rules and do not pay attention on a local genius that exist from hundreds years ago which become a strength pilars of Bali. This local genius simply we can say, the customs, culture, nature and spiritual life of Bali. This strength factors we believe as a spirit of Bali until today and it is motorized by a balancing beautiful philosophy that called Tri Hita Karana. A wonderful way of life of the Balinese since Holy priest from Java, Mpu Kuturan introduced it along with Tri Kahyangan concepts when he unites Bali hundreds years ago.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a young generation, to be honest, it is not easy for us to keep this high quality life values to be sustained till tomorrow. But, if all components have a same vision without any prejudice and negative perceptions, believed that the main goals to make Bali as an everlasting Island of heaven and the sunshine of the world will not just an imagination. But, the word is still "IF". So, we need to do a real action. How? Please give your constructive comments!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peace forever!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirna Ilang Awidyaning Bali Dwipa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-2423229667266654161?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/2423229667266654161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/07/bali-island-of-thousand-temple-forever.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2423229667266654161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/2423229667266654161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/07/bali-island-of-thousand-temple-forever.html' title='Bali, Island of Thousands Temple, Between Hope &amp; Reality'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-5203981044976525112</id><published>2008-07-20T03:45:00.004+08:00</published><updated>2009-04-28T05:06:59.208+08:00</updated><title type='text'>Bali, Island of Thousand Temple or ?</title><content type='html'>As we know from hundreds years ago, Bali is known as an Island of thousand temple(Hindu temple) and or much much more names that related to it. But nowadays, This Island of God facing a very serious problem with its development. Business investments are growing very fast in Bali. Especially, investment in tourism business. As reported by one of local newspaper, almost 60% lands of Bali already put in different functions such as hotels, restaurants, exodus compounds, factories, etc. The Tri Hita Karana, as a philosophy of life of the Balinese seemed are not implemented correctly by all components (local government, Balinese communities, and business sectors). Surprisingly, the Balinese culture as a main spirit of all Balinese are about to decrease in its quantity. It's proved by a lot of Balinese young  generation started to quit their culture and join the western life.Admitted that not all of them but this will be a very serious problem in the nearest future.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The visitors, let say, foreigners come to visit Bali each year constantly. They come to Bali to see what is the real Bali, the panorama, culture and the Balinese life which inspired by Tri Hita Karana (Parahyangan;a harmony relationships between God and human being, Pawongan; a harmony between human being themselves, and Palemahan; a  balance and respectful action to the land and environment). But, as mentioned above, the beauty-religious concepts are not implemented on its path anymore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why? This is actually need a comprehensive answers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be continued.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-5203981044976525112?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/5203981044976525112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/07/bali-island-of-thousand-temple-or.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/5203981044976525112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/5203981044976525112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/07/bali-island-of-thousand-temple-or.html' title='Bali, Island of Thousand Temple or ?'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-1920949566018571204</id><published>2008-02-29T05:24:00.003+08:00</published><updated>2008-12-31T12:42:37.684+08:00</updated><title type='text'>Inisiasi, Merenungi  Kebesaran Tuhan</title><content type='html'>Ada beberapa pengalaman menarik ketika saya lagi getol-getolnya plus lagi gatelnya suntuk di organisasi di Bali. waktu itu, kami, mahasiswa Hindu Bali mengadakan malam inisiasi, yang menurut pengalaman saya suatu pendoktrinan yang lebih hebat dari Penataran P4(zaman Soeharto alm.). Perenungan di tengah malam di sebuah Pura yang menjadi tempat Mpu Kuturan menyatukan sekte-sekte di Bali). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, pengalaman spritual hebat bagi saya. Bagaimana ketika para senior saya, macam Pasek Suardika, SH, Wayan Jondra dan lain-lainnya merecoki otak kita dengan ajaran-ajaran kebaikan;membela Hindu,Bali, mempertahankan NKRI,membuka kesadaran tentang Sang Hyang Embang. Tidak dinyana waktu itu disaat sebagian besar teman-teman kerauhan, saya hampir saja, kena imbas gelombang elektromagnetik kerauhan tersebut. Ketika itu, saya sudah merasa bagaimana ubun-ubun ini sudah seperti ada yang menekan dengan sangat berat. Tapi dengan seluruh kepasrahan jiwa-raga saya terhadap Hyang, dan ketenangan jiwa, akhirnya itu tidak terjadi karena saya tidak berkehendak untuk itu. Jadi, sebenarnya menurut saya kalau kita bisa mengontrol diri kita, kerauhan bisa dikendalikan.Menurut Prof Suryani, kerauhan juga diakibatkan karena ketidakstabilan emosi jiwa dan seseorang tersugesti,sehingga peluang menjadi trance sangat besar. Pelajaran yang saya dapat tentunya bagaimana kita sebagai mahluk Tuhan benar-benar merenungi kebesaran-Nya dalam praktek nyata kehidupan kita. Sembahyang saja tidak cukup untuk mengimplementasikan ajaran agama namun yang penting adalah pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peace!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manunggaling sabda,bayu lan idep!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-1920949566018571204?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/1920949566018571204/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/02/inisiasi-perenungan-akan-kebesaran.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/1920949566018571204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/1920949566018571204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/02/inisiasi-perenungan-akan-kebesaran.html' title='Inisiasi, Merenungi  Kebesaran Tuhan'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-8454224081119163069</id><published>2008-02-29T04:43:00.002+08:00</published><updated>2008-08-01T04:11:42.529+08:00</updated><title type='text'>Pengalaman Berorganisasi, Sejarah Hidup Tak Terlupakan</title><content type='html'>Sejak kecil, saya memang senang berorganisasi. Dengan kata lain, berorganisasi sesuai dengan minat saya, sering berada di jalanan, kadang tidur di wantilan Pura seperti ikan pindang ama teman-teman, namun tetap berada di jalan yang lurus. Mungkin ini menurun dari bapak saya, yang pernah memegang berbagai jabatan formal, sosial hinggga politik. Waktu SMA saya pernah ikut P2M(Pemuda Panca Marga), karena kebetulan kakek seorang veteran,waktu kuliah di LP3I, saya diplot oleh teman-teman, jadi wakil ketua FKM(Forum komunikasi Mahasiswa)LP3I. Terus waktu kerja di Ubud, saya menjadi salah satu pendiri serikat pekerja di hotel Uma Ubud, tempat saya bekerja,itu tahun 2004 bulan Juli. Nama serikat pekerjanya pun saya kasi ide bernama SEKAR UMA(Serikat karyawan Uma), yang juga berarti bunganya Uma Ubud;karyawannya adalah ibarat bunga dari hotel Uma, bisa bikin harum). kemudian tahun 2004, saya bergabung ke sebuah organisasi mahasiswa Hindu tingkat nasional;KMHDI(Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia),karena saya juga mahasiswa waktu itu, awalnya di PC(pimpinan cabang) Denpasar. Kemudian oleh kawan-kawan PP(Pimpinan Pusat)dalam loka sabha, saya di plot membantu di PD(Pimpinan Daerah) Bali, di bagian Litbang(penelitian &amp; pengembangan). Sebenarnya, masa bakti karmayoga saya di KMHDI sampai 2008 ini.Cuman karena saya harus mekuli keluar daerah, ya terpaksa dech jadi pengurus di dunia maya saja, cukup ngasi advice lewat mailinglist KMHDI, plus sekali-sekali kontak ma pengurus daerah. Terus, di kampus saya sendiri, Univ.Warmadewa, saya salah satu pendiri/deklarator PMHD(Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma)tahun 2005. Ada kejadian menarik, ketika saya   merancang logo PMHD. Saya aslinya tidak punya darah seni, tapi air seni sich punya, punya perenungan bagaimana Tri Hita Karana, kemudian simbol dewata Nawa Sanga, Simbol Dewi Saraswasti, bunga padma,dan Swastika(lambang Hindu) terlebur menjadi satu.Kemudian tak suruh deh seorang teman dari Fakultas Sastra menggambarkan ide saya.Waktu itu kos teman kita jadikan markas besar. Sehingga lahirlah, lambang PMHD, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Trisula Saraswati Padma Nawasanga&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, yang menurut beberapa dosen saya, lambang itu sangat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;metaksu&lt;/span&gt;, apalagi memang saya konsepkan lambang itu dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;background&lt;/span&gt; warna &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tri Datu&lt;/span&gt; dengan guratan pepatran Bali. Klop dech! &lt;br /&gt;Oya, beberapa kali karena ikut organisasi tingkat Bali, saya berkesempatan audiensi dan bertemu dengan tokoh-tokoh Bali, bahkan kadang-kadang dengan tokoh-tokoh preman sekalipun, Pernah ada peristiwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;memorable&lt;/span&gt; dalam hidup saya ketika diwawancarai oleh beberapa tv asing dan lokal ketika kami mengadakan demo menuntut eksekusi segera Amrozy Cs di gedung DPRD Bali. Semua itu menjadi kenangan dalam sejarah hidup saya yang saya yakini pasti ada hikmahnya dikemudian hari. Yang penting saya tetap berbuat, benar salah, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;depang anake ngadanin&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; aja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaste!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirna Ilang Awidyaning Bhumi!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-8454224081119163069?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/8454224081119163069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/02/pengalaman-berorganisasi-sejarah-hidup.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8454224081119163069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8454224081119163069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/02/pengalaman-berorganisasi-sejarah-hidup.html' title='Pengalaman Berorganisasi, Sejarah Hidup Tak Terlupakan'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-6557347760808390210</id><published>2008-02-26T02:21:00.004+08:00</published><updated>2011-08-27T14:51:19.457+08:00</updated><title type='text'>Who Am I??</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp2.blogger.com/_q45nW0oyrME/R8MeBT94pbI/AAAAAAAAACE/NUpHOuTkvF0/s1600-h/memuja+Tuhan+di+PC.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171009805040002482" src="http://bp2.blogger.com/_q45nW0oyrME/R8MeBT94pbI/AAAAAAAAACE/NUpHOuTkvF0/s200/memuja+Tuhan+di+PC.JPG" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; margin: 0 10px 10px 0;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkap saya, I Made Dwija Suastana. Para sahabat,kolega, dan handai taulan, memanggil saya dengan nama singkat Dwija. Lahir pada tanggal 23 Oktober 1979, di sebuah desa di wilayah kabupaten Badung, Bali, bernama desa Sembung. Sembung adalah sebuah nama daun yang sering digunakan oleh masyarakat tradisional Bali untuk meramu obat panas dalam. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jadi ya berfungsi sebagai penyejuk perut. Dan rata-rata memang orang-orang  desa saya,pada cool lho! Dibesarkan di lingkungan keluarga sederhana dengan pergaulan khas anak-anak desa, menjadikan saya hidup prihatin dari sejak kecil. Orang tua saya keduanya berprofesi sebagai guru/pegawai negeri. Bapak saya terakhir sebagai pengawas sekolah TK/SD Kecamatan Mengwi, sedangkan Ibu saya, sekarang masih sebagai kepala sekolah SD dekat rumah. Saya mempunyai seorang kakak perempuan dan satu orang adik laki-laki. Mereka sudah pada menikah. Cuman saya aja yang belum laku..kasihan ya! Masa-masa sekolah dasar saya habiskan di desa.Menginjak SMP, awalnya saya ingin sekolah di desa saja.Mengingat kemampuan otak yang pas-pasan. Namun, bapak bersikeras menyekolahkan saya di SMP favorit di kecamatan Mengwi. Saya minder, tapi apa mau dikata. Bahkan, saya disuruh tinggal di rumah saudara di Mengwi. Saya akhirnya sekolah dan tinggal di Mengwi. Menurut Bapak, saya sengaja disuruh tinggal disana, biar kepintaran saudara-saudara saya menular ke saya.Terbukti, mereka sekarang semua jadi-jadi(asal tidak menjadi jadi-jadian aja).Saudara-saudara saya rajin belajar sampai larut malam, tapi kalau saya, rajin meniduri buku hingga larut malam, biar kesannya rajin belajar. Jadi, disiplin saya waktu itu sangat terpaksa.Sehingga hasilnya tidak bagus. Pelajaran yang saya paling suka "hanya" bahasa Inggris, sedangkan yang paling saya benci, matematika dan sebangsanya. Karakter saya dalam pergaulan, senang berteman, tapi awalnya saya pasti pendiam. Tapi kalau sudah nyambung dengan lawan bicara, biasanya, yang saya ajak bicara minta time out, alias menyudahi pembicaraan. Bapak saya dengan karakternya yang keras, begitu dominan dalam mengarahkan masa depan saya. Setamat SMP, saya maunya melanjutkan ke sekolah pariwisata favorit di kecamatan Mengwi, tapi lagi-lagi, bapak menjadi "batu sandungan", saya disuruh sekolah di SMA umum bukan sekolah kejuruan. Menurut Bapak, agar nanti saya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi secara bebas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Ciri khas pendiam tetap saya pertahankan pada saat SMA, termasuk dalam hal interaksi dengan lawan jenis. To be honest, cukup banyak saya "kena tembak" dari cewek-cewek yang naksir saya. Tapi, dasar saya kuper bin pemalu, jadinya ya malu-maluin..heehehe! Waktu SMA saya senang ikut kegiatan-kegiatan yang mengundang rasa nasionalisme, seperti Kirab remaja, Penggerek Bendera, Paskibraka, dan lain-lainnya. Namun OSIS,saya tidak ikut karena waktu zaman saya, OSIS itu kumpulan orang-orang pintar, sedangkan saya masih mengaku-ngaku pintar. Ada hal yang paling berkesan pada saat saya SMA, yakni ketika, saya menjadi pengibar bendera merah putih, tergabung dalam paskibraka kecamatan pada waktu 50 tahun Indonesia Emas, dimana pada waktu itu, saya selaku pengulur tali tiang bendera, ternyata salah memberikan tali kerek ke teman saya, posisi tali terbalik, kita jadinya saling tarik-tarikan. Untungnya guru saya, yang bertugas jadi juru foto, memberi kode agar saya yang menarik tali kerek.Syukur akhirnya bendera merah putih sukses berkibar. Tapi, saya malunya bukan main karena, pada saat latihan sangat oke, namun pas hari H, gagal. Saya menangis waktu itu! Sehingga setiap tanggal 17 Agustus, pasti saya ingat kejadian, saling tarik menarik tali tiang bendera itu. Singkat cerita, saya lulus SMA tahun 1997. Pada awalnya, saya fokus ingin melanjutkan ke STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) Nusa Dua. Namun, saya disuruh ikut testing STPDN ( Sekolah Tukang Pukul Dalam Negeri) yang terkenal itu. Ini awal bencana saya, durasi testing sekolah para demang ini demikian panjang sehingga saya tidak bisa fokus ikut testing di sekolah lainnya. Sebut saja, test UMPTN saya gagal, test, POLTEK gagal,melirik sekolah lain juga saya tidak sempat. Bapak begitu menggebu-gebu mengharapkan saya lulus tes STPDN ini, sampai-sampai bapak mencari "orang-orang sakti" kemana-mana, mulai dari pejuang Bali bapak Item dari Singaraja, sampai Wakil gubernur Bali waktu itu, Pak Ketut Wijana(yang kebetulan dari desa saya). Namun, takdir berkata lain, saya gagal di tes terakhir di Bali. Tentu saja saya shock berat. Bapak saya lebih shock lagi, karena merasa usaha kerasnya gagal. Sampai-sampai saya ditenung oleh seorang Balian dari Singaraja, yang padahal Bapak kerumah Balian itu secara tidak sengaja,dan menenung saya. Dikatakan oleh paranormal ini, saya ini lahir sedang kena hukuman, katanya saya tidak akan jadi pegawai negeri, dibidang ekonomi tidak ada nasib, pariwisata juga tidak akan jadi, jodoh masih jauh, cuman katanya saya tekun, paranormal itu juga balik bertanya apakah dengan ketekunan saya akan membebaskan saya dari hukuman karma masa lalu, dia tidak berani mengatakan dengan alasan etika profesi. Begitu ini disampaikan ke saya, bertambah shock lah saya, otak ini macet 2 bulan, uring-uringan dengan berbagai kegagalan. Sempat luntang-lantung akhirnya saya iseng baca koran, ternyata masih ada sekolah akademi yang buka. Ya, LP3I (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhirnya saya kuliah disitu. Pada awalnya hanya sekedar ingin kuliah, tapi  lama-lama saya benar-benar kuliah disana. Hal ini dikarenakan, kurikulumnya bagus     dan dosen-dosennya pun berkualitas(bukan promosi lho). Rasa percaya diri saya pulih di LP3I karena kita benar-benar dilatih disana. Belajar ngomong di depan banyak orang, dsb-nya. Pokoke, antara teori dan praktek balance dech! Termasuk bakat terpendam saya akhirnya terbongkar disana, saya tanpa diduga di plot oleh teman-teman menjadi pengurus FKM(forum komunikasi mahasiswa) LP3I. Jadinya, seneng dech..bisa ngumpul sama teman-teman, lirak-lirik cewek cakep. Dan, ya sempat kecantol satu, sama gadis keturunan, tapi ya..biasa cinta monyet baru dewasa, ga ku ku. Singkat cerita, saya lulus dari LP3I tahun 2000, dengan predikat, lulusan terbaik III, bahkan saya sempat mengisi pesan dan kesan wisudawan yang saya sampaikan tanpa teks selama 20menit, penuh kritik tajam menakutkan, sampai membuat temen saya yang tukang kritik dari Batak, menjabat tangan saya, salut katanya. Selepas LP3I, saya, langsung kerja di sebuah Villa di Seminyak, Kuta. Waduh...pengalaman kerja yang runyam, karena saya cuman digaji, Rp. 169.200,- + service charge. Menyedihkan! Tapi sebagai pengalaman pertama, OK lah. Setelah itu, saya melanglang buana ke daerah pariwisata Ubud. dari pertengahan tahun 2000 sampai dengan 2007 saya menghabiskan waktu bekerja di Ubud dengan tiga kali pindah kerja, pertama di Ibah Luxury Villas, kemudian Puri Wulandari Boutique Resorts &amp;amp; Spa, sampai di Uma Ubud Hotel. Oh..ya...dari tahun 2003 saya nyambi kerja sambil kuliah. Alasan kuliah lagi karena saya kena pengurangan hari kerja akibat efek Bom Bali I , tahun 2002 kemarin itu. jadinya, ya stress ga ada aktifitas. Untungnya disetujui oleh orang tua saya. Saya akhirnya kuliah di Denpasar, tepatnya di Universitas Warmadewa mengambil jurusan Hukum. Kenapa Hukum? karena saya ingin menjadi kelian desa kelak kalau sudah tua...hahahahaahaha! Paling tidak jadi Personalia kalau di hotel. Oya, Waktu kerja di Uma Ubud, saya sempat dapat The best employee of the year. Saya pun sempat dapat hadiah jalan-jalan ke Thailand.Dapat nonton tarian striptease lho!!!Tapi menurut saya itu cuma faktor kebetulan saja, padahal banyak kok teman2 kerja yang lebih hebat dari saya. Faktor Luck saja.Ada pepatah mengatakan, "banyak orang pintar di dunia ini, tapi tidak ada yang bisa mengalahkan orang yang beruntung". Semoga saya menjadi orang yang beruntung itu. &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kuliah di Universitas Warmadewa menjadi pilihan saya karena relatif dekat dengan Ubud. Senang hati saya kuliah, disamping menimba ilmu, juga bisa menimba susu..hehe! Disana bisa lihat yang seger-seger, alias bronis, alias brondong manis..hehehe! Namun ternyata, lagi-lagi jiwa berorganisasi saya tumbuh, di kampus pada tahun 2004, terbersit niatan saya membentuk sebuah organisasi mahasiswa Hindu. Yang jelas saya sudah punya konsep awal organisasi itu. Sebelumnya, saya bergabung di sebuah organisasi berskala nasional bernama KMHDI(Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia). Setelah mendapat sedikit gambaran tentang sebuah organisasi Hindu, akhirnya, dengan berdasarkan kuesioner dan dukungan teman-teman Universitas Warmadewa, khususnya fakultas hukum, pada tahun 2005, tanggal 11 Juni, Sabtu Wage, terbentuklah sebuah organisasi mahasiswa Hindu universitas Warmadewa yang dikenal dengan nama PMHD(Pasemetonan Mahasiswa Hindu Dharma). Pada saat deklarasi kebetulan sekali kami kedatangan mahasiswa Hindu Malaysia yang sedang berdharmayatra ke Bali. Menjadi aktivis organisasi mahasiswa saya lakukan ditengah kesibukan bekerja di hotel, disamping juga kuliah. Dengan perjuangan sangat berat, dengan dukungan teman-teman, pacar, orang tua dan leluhur, akhirnya pada tanggal 17 September 2007, saya diwisuda menjadi sarjana hukum dengan predikat kelulusan CUMLAUDE dengan IPK, 3.52. Yach lumayan! Seminggu setelahnya, Uma Ubud memberi saya kesempatan untuk bekerja di luar negeri. Saat ini saya sedang bekerja di Parrot Cay Resorts &amp;amp; Spa di kawasan kepulauan Karibia, tepatnya, di pulau Turks &amp;amp; Caicos, dekat Miami, Florida USA. Sungguh suatu hal yang tidak saya duga sebelumnya bahwa saya akan berada jauh dari orang-orang terdekat saya! Tapi apa boleh buat, jalani saja. Dan, harapan saya semoga"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nghing Aywa tan Sthiti, Sumewake Sang Hyang Aji&lt;/span&gt;" semoga saya tetap bisa berpegang teguh terhadap ajaran-ajaran dan pengetahuan suci. Om Hyang Widhi, semoga menganugrahkan jalan yang terang!( Kidung Sewa Dharma.40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dari anak pulau,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-6557347760808390210?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/6557347760808390210/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/02/who-am-i.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/6557347760808390210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/6557347760808390210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/02/who-am-i.html' title='Who Am I??'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_q45nW0oyrME/R8MeBT94pbI/AAAAAAAAACE/NUpHOuTkvF0/s72-c/memuja+Tuhan+di+PC.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-8895444465630709168</id><published>2008-02-25T22:33:00.000+08:00</published><updated>2011-08-27T14:51:53.421+08:00</updated><title type='text'>Manusia Bali,  Antara Harta &amp; Karakter Asli</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dewasa ini, ketika segala sesuatu dapat diukur dengan uang, apapun keinginan seseorang, maka uang yang menjadi panglimanya. Bahkan kerapkali kita melihat, mendengar, membaca, manusia berperang, berkelahi, dengan sesamanya hanya gara-gara uang. Uang, uang, dan uang. Bagaimana dengan manusia Bali????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri, telah terjadi banyak pergeseran tata nilai yang kini tengah menjangkiti manusia Bali. Masyarakat Bali yang dikenal begitu ramah, murah senyum, tenggang rasa dan sifat-sifat baik lainnya, mengalami dinamika yang begitu drastis. Perkembangan dunia pariwisata di Bali yang demikian pesat, turut mempengaruhi karakter asli orang Bali. Gemerincing dolar, gaya hidup ala barat, menjadi keseharian sebagian orang berduit di Bali. Tidak mau kalah, kaum menengah pun tidak mau ketinggalan, dengan berbagai cara, mereka berusaha mengikuti arus zaman. Entah dengan cara kredit, menggadai, dsb, orang-orang pada berlomba-lomba agar dapat memiliki motor atau mobil baru misalnya. Sehingga tidak mengherankan, macetnya jalanan di Bali, sedikit tidaknya dipengaruhi oleh hal ini. Kompetisi hidup manusia Bali cenderung mengarah ke hal-hal yang tidak sehat. Sebut saja suatu kasus, misalnya Pan Anu punya mobil baru atau naik jabatan, sontak saja tetangganya pada bikin gosip,bahkan karena sifat dasar iri hati, ada yang sampai tega mencarikan ilmu hitam. Itu terjadi di desa saya. Bahkan, terakhir, seperti ramai diberitakan media lokal Bali, terbius ingin menguasai harta pasiennya, seorang dukun tega menghabisi sebuah keluarga di Karangasem. Duh! Gejala Apa ini?? Ini pun adalah secuil kasus dari sekian banyak kasus yang terjadi dalam masyarakat Bali.&lt;br /&gt;Pengalaman saya saat ini, kebetulan merantau ke luar Indonesia, dan berada ditengah komunitas pekerja dari Indonesia( Bali mayoritas). Sungguh membuat saya berdecak...bukan berdecak kagum..namun...mengelus dada mengamati perilaku orang-orang kita(Indonesia-Bali), yang sedemikian ironis dengan keseharian kita di Bali!!!Tapi tolong dicatat, bukan saya bermaksud sok suci..tapi ini adalah pengamatan saya sebagai penulis blog ini, jadi anggap saya tidak terlibat didalamnya...(padahal ada ditengah-tengah mereka..hehehe). Singkatnya begini, terkait dengan paragraf pertama diatas, kalau saya amati kehidupan orang-orang Indonesia(Bali) di tempat saya mencari sesuap nasi, sangat jauh dari keseharian hidup pada waktu mereka di Bali. Contoh, kalau di Bali, orang-orang Bali yang bergelut dalam pekerjaannya begitu cool, tanpa neko-neko dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;seleg. &lt;/span&gt;Rasa tepo seliro antar rekan kerja begitu alami dan bagus. Namun ditempat saya, Mimih dewa ratu!! Saya dapat katakan, berbalik 180 derajat celcius! Kawan sendiri disikat!, Tidak peduli, kita berasal dari daerah yang sama. Memang ada perkumpulan pekerja Bali di tempat saya, tapi &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;feeling&lt;/span&gt; saya mengatakan ITU SEMUA SEMU! PENUH KEPALSUAN!!! Yang baca artikel ini bisa protes ke saya, nanti akan saya berikan jawaban super gamblang, tenang aja, OK!? Demi uang dan kedudukannya, orang menghalalkan segala cara. Tapi dipermukaan semua SOK SUCI! Gila Bener!!!!....Tapi mungkin saya juga termasuk..pokoke, &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Depang anake ngadanin! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persatuan yang ada antara pekerja dari Bali(Indonesia) bersifat semu alias hanya dipermukaan saja. Hari ini kita begitu baik dengan teman kerja, besoknya mungkin bisa jadi musuh, karena suatu hal, mungkin karena masalah pekerjaan, atau memperebutkan tulang tanpa isi. Tapi itu adalah realita. Individualisme menjadi paham lama yang menjangkiti pekerja Bali di tempat saya bekerja sekarang. Mungkin ini yang menyebabkan posisi tawar pekerja Bali disini sangat lemah, Padahal belum ada yang sampai kena lemah syahwat, tapi kita begitu mudah di adu domba oleh kapitalis barat yang membayar kita dengan murah. Tapi ini sudah menjadi resiko kita, mau apa lagi!!!Dari segi skill, padahal kita diatas rata-rata pekerja lainnya, baik dari Thailand, Filipina, Australia,Singapore dan bahkan orang lokal sekalipun, yang hanya menang omong besar saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat dengan tokoh sangut, atau sekuni dalam cerita pewayangan?? Nah, kalau ditempat saya kerja, siapa yang bisa memerankan tokoh itu dalam panggung sandiwara tempat saya kerja, dia akan selamat sentosa dan dapat kedudukan nyaman dan disayang bos! Lucunya, mungkin sudah takdir, tempat karyawan sering nongkrong, dinamakan dengan CENK BLONK!! CENK BLONK adalah nama grup wayang terkenal di Bali. Sehingga klop-lah, kita memerankan berbagai karakter pewayangan,namun, perlu dicatat, tokoh sangut atau sekuni-lah yang paling sering diperankan di CENK BLONK!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Harus Dilakukan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yach...Saya tidak tahu...yang jelas, jalani apa adanya, tidak mencoba tuk menjadi sangut, atau, delem, atau yang lainnya. Tapi kalau pekerjaan saya sich delem sangut merdah tualen!tahu artinya?? Coba?? heheehehe.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahajeng!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satria Madangkara!&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5789674537976928540-8895444465630709168?l=dwijasuastana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/feeds/8895444465630709168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/02/manusia-bali-antara-harta-karakter-asli.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8895444465630709168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5789674537976928540/posts/default/8895444465630709168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dwijasuastana.blogspot.com/2008/02/manusia-bali-antara-harta-karakter-asli.html' title='Manusia Bali,  Antara Harta &amp; Karakter Asli'/><author><name>Satria Madangkara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07974920565438613442</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q45nW0oyrME/ShDl6Tb53oI/AAAAAAAAAKE/N4QGTjDhsgE/S220/Dwidua.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5789674537976928540.post-2158726886165337876</id><published>2008-02-05T03:40:00.000+08:00</published><updated>2011-08-27T14:52:26.732+08:00</updated><title type='text'>Jakarta Sudah Tenggelam, Denpasar Bagaimana?</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="100%" id="HB_Mail_Container" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" unselectable="on" width="100%"&gt;&lt;td background="" height="250" id="HB_Focus_Element" unselectable="off" valign="top" width="100%"&gt;&lt;div align="left"&gt;Jakarta Sudah Tenggelam, Denpasar Bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibu kota Jakarta tenggelam oleh banjir menjadi  berita hangat beberapa hari terakhir sebetulnya sudah menjadi “agenda tetap tahunan” pusat pemerintahan di Indonesia tersebut. Namun, ditengah dinginnya air banjir, beritanya semakin hangat tatkala orang-orang paling berkuasa di republik ini, seperti RI 1 &amp;amp; RI 2, terjebak dan ikut kecipratan “anugrah” yang didambakan oleh masyarakat Gunung Kidul, Jawa Tengah tersebut. Apalagi, etalase Jakarta seperti bandara Soekarno-Hatta terkurung oleh air telah membuat ratusan penerbangan nasional dan internasional mengalami postphoned(penundaan) bahkan pembatalan(cancellation). Secara topografis, Ibu kota Jakarta memang terletak di daerah dataran rendah sehingga memperlancar air bah mengacaukan aktivitas warga metropolitan. Ibarat kapal penumpang, Ibukota Jakarta sudah sarat dengan beban, apakah beban sosial, beban konstruksi, dan bahkan beban pikiran.Semuanya tercurah di kawitan-nya si Pitung tersebut. Segala macam beban tersebut menjadikan Ibu pertiwi Jakarta stress, kemudian marah dan akhirnya dilampiaskannya dengan menangis.Namun sayang, air mata Ibu pertiwi Jakarta demikian banyaknya sehingga tidak dapat tertampung oleh anak-anaknya yang memang ‘bandel-bandel’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denpasar Harus Bercermin&lt;br /&gt;Kota Denpasar sebagai pusat segala aktivitas penduduk Bali, sebetulnya sudah mengalami apa yang menimpa Jakarta secara rutin, bahkan yang terakhir sampai membuat beberapa penduduk di wilayah Denpasar Selatan mengungsi mencari tempat aman. Secara topografis, Ibu kota propinsi Bali ini pun terletak di daerah dataran rendah yang memang rentan dengan serangan banjir yang tak urung membuat Denpasar menjadi pelanggan tetap banjir tiap tahunnya. Hal ini diperparah dengan tidak maksimalnya pemanfaatan potensi efektif Denpasar yang sebenarnya mampu meminimalisir efek air hujan yang berlebih. Potensi efektif yang dimaksud diantaranya pemanfaatan tukad badung sebagai ‘banjir kanal timur’-nya Denpasar, kemudian efektifitas got/saluran air di pemukiman penduduk dan perkantoran.&lt;br /&gt;Aliran air tukad badung yang membelah kota Denpasar mengalir dari hulu Badung utara demikian deras mengalir sampai wilayah Mambal kemudian mulai berkonvoi begitu memasuki wilayah Denpasar. Hal ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya  terjadinya pendangkalan di beberapa DAS (daerah aliran sungai) begitu memasuki wilayah kota yang diakibatkan oleh aktivitas-aktivitas sosial-ekonomi di sekitarnya, seiring demikian pesatnya perkembangan pembangunan  di kota Denpasar. Untuk membangkitkan potensi tukad badung sebagai sumber daya alam pencegah banjir, pengerukan-pengerukan di wilayah sungai yang mengalami pendangkalan perlu dilakukan secara berkala dan ini berlaku juga untuk anak-anak sungai atau sungai kecil yang ada disekitarnya. Kegiatan ini pun tidak perlu mengeluarkan biaya besar asalkan pemerintah kota mampu menggalang partisipasi warga kota/desa pekraman secara aktif. Upaya pemkot selama ini baru bersifat temporer bahkan ada yang bersifat ‘sedikit politis’,sedangkan yang sangat diperlukan adalah upaya berkelanjutan yang melibatkan segenap komponen masyarakat secara aktif. Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah aktivitas proyek fisik. Harus diakui, pesatnya aktivitas fisik di kota Denpasar adalah demi kepentingan dan kebutuhan warga kota ke depannya. Proyek fisik seperti bongkar pasang pipa air, kabel telepon atau proyek yang sering kita dengar dengan istilah DSDP(Denpasar Sewerage Development Project) hendaknya benar-benar memilih timing yang tepat. Kalender proyek yang dijadwalkan menjelang musim penghujan berdampak pada kualitas proyek yang tidak maksimal, sehingga potensi bongkar pasang menjadi pemandangan rutin tiap tahun. Atau mungkin karena bernama proyek biar dapat obyekan?&lt;br /&gt;Trotoarisasi sebagai upaya memperindah kota boleh dikatakan sebagai “syarat fisik” suatu wilayah agar dapat dikatakan sebuah kota disamping alasan utamanya adalah sebagai akses untuk para pejalan kaki. Hampir sebagian besar trotoar di kota Denpasar dibuat melintang dengan menutupi got/saluran air baik yang ada di depan pemukiman penduduk ataupun di depan perkantoran. Tetapi, hal yang rutin terjadi pada saat musim penghujan tiba, trotoar malah menjadi tidak efektif karena membuat ruas jalan menjadi sungai dadakan diakibatkan tidak lancarnya air hujan menuju got atau saluran air yang ditutupi oleh beton trotoar. Terkait dengan mental manusia Indonesia, sering kali lubang kecil diantara trotoar itu dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah, sehingga menambah penderitaan petugas kebersihan  ketika berjibaku memperlancar saluran got dibawah trotoar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah – langkah Terpadu&lt;br /&gt;Penanganan banjir khususnya di kota Denpasar hendaknya melibatkan seluruh komponen masyarakat tanpa kecuali.Apalagi momentum HUT Pemkot Denpasar XVI ini mengambil tema sentral lingkungan. Sekiranya walikota Denpasar beserta jajarannya tahu apa yang harus dilakukan untuk mengamankan tema ini menjadi implementasi nyata dalam setiap detak-detik denyut nadi warga kota Denpasar. Pemerintah kota Denpasar harus diakui sudah berupaya maksimal dalam mengatasi problem sosial ini, program-program bernuansa lingkungan yang telah ada harus benar-benar menyentuh relung kesadaran warga. Sanksi tegas bagi kriminal lingkungan seperti pembuang limbah sablon ataupun limbah rumah tangga ke sungai haruslah tanpa basi-basi. Pembinaan mental warga terhadap arti penting lingkungan hendaknya ditanamkan di taman hati warga kota sejak dini. Demikian juga pemberian reward bagi warga kota dalam pelombaan pelestarian lingkungan diharapkan dapat memacu masyarakat Denpasar untuk tidak hangat-hangat tahi ayam dalam merawat lingkungan disekitarnya. Momentum HUT Kota Denpasar tahun ini semoga menjadi refleksi kesad
